
Cakra merasa tidak enak dari semalam. Badannya merasa lemas, Cakra sendiri tidak tahu apa yang terjadi padanya.
Cakra ingin melakukan sidak kepada house keeper. Melihat kinerja mereka secara langsung. Cakra meminta menager untuk mengumpulkan para house keeper.
Cakra ingin mengetahui bagaimana pendapat para House keeper untuk kelanjutan hotel ini siapa tahu dari pendapat mereka ada yang bagus atau mereka memiliki ide, apa yang harus dilakukan agar hotel semakin maju.
Cakra melihat para house keeper. Namun, tidak menemukan Siska. Cakra tidak bisa bertanya langsung kepada manajer ataupun supervisor kemana keberadaan Siska, karena itu pasti akan membuat mereka bertanya-tanya.
Setelah berdiskusi dengan para house keeper, Cakra mengajak manager untuk mengobrol di ruangan manager.
"Oh iya, kamu ingat dengan house keeper yang membersihkan kamar pertama kali aku bekerja? Kok, saya tidak melihatnya?" tanya Cakra basa-basi. Dia ingin mencaritahu kemana Siska, apakah jadwal off. Akan tetapi, tidak mungkin karena Siska baru saja off.
"Maksud Bapak, Siska?" tanya Manager memastikan.
"Ah benar, Siska," ujar Cakra.
"Hari ini saya, tidak melihat dia, Pak. Sebentar coba saya tanya Adelia dulu, siapa tahu Siska izin," jelas Manager. Maneger menghubungi nomor extension Adelia.
"Adelia, ke ruangan saya sebentar," perintah Manager.
Tidak lama, Adelia mengetuk pintu ruangan Manager.
__ADS_1
"Masuk," suruh Manager. Adelia melihat CEO mereka juga berada di ruangan itu. Adelia sedikit gugup, ada apa dia dipanggil.
"Ya, Pak," ucap Adelia. Dia berdiri di samping Cakra yang duduk di kursi depan Manager.
"Saya tidak melihat Siska, apa dia sakit?" tanya Manager kepada Adelia.
"Maaf, Pak. Sebenarnya Siska sedang di skor," cicit Adelia. Dia kenapa juga CEO mencari Siska di saat dia menskor Siska.
"Kenapa? Bukankah dia pegawai teladan bulan lalu?" tanya Cakra tidak sabar.
"Benar, Pak. Hanya saja ada gosip yang beredar diantara anak-anak dan saya terpaksa mengambil jalan agar Siska di skor, agar tidak ada gosip lagi," jelas Adelia.
"Gosip apa?" heran Manager karena dia memang belum mendapat informasi ini dari Adelia.
"Maaf, saya baru ingat bahwa saya ada urusan lain," pamit Cakra dia langsung meninggalkan ruangan Manager dan mencari Siska. Adelia dan Manager hanya bengong saat Cakra pergi.
Cakra melajukan mobil karena merasa cemas dengan keadaan Siska. Cakra segera menuju rumah sewa Siska. Dia melihat seorang wanita yang tengah menyuruh seseorang mengganti kunci rumah.
"Maaf, apa yang Ibu lakukan di rumah ini?" tanya Cakra. Pemilik kontrakan melihat ke arah Cakra.
"Tentu saja saya, mengganti kunci rumah ini," sewot pemilik rumah.
__ADS_1
"Ibu siapa? Siska dan mamanya kemana?" tanya Cakra lagi semakin khawtir.
"Saya pemilik rumah, Siska tidak bisa membayar uang sewa, jadi saya terpaksa mengusirnya," beber pemilik rumah.
"Apa? Memang berapa uang sewa yang belum di bayar Siska?" Cakra mengambil dompet agar membayar hutang siska.
"Satu juta lima ratus ribu rupiah," sahut pemilik rumah.
"Ini." Cakra memberikan uang sebanyak dua juta rupiah.
"Terima kasih," senang si pemilik rumah. Apalagi Cakra membayar lebih.
"Apa Ibu tahu kemana mereka pergi?"
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya, besties !
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
Ig : lady_mermad
__ADS_1
Tiktok : lady_mermad