Korban Cinta Pertama

Korban Cinta Pertama
Siska Menghilang


__ADS_3

Setelah kepergian Cheryl, Cakra dan Candra masih di ruangan Cakra.


"Papa, harap, ini menjadi awal dan terakhir hal memalukan ini terjadi, Cak," ucap Candra tegas. Dia masih kecewa dengan pertengkaran yang terjadi antara Cakra dan Cheryl. Namun, dia tidak bisa menahan amarah Cheryl.


"Ya, Pa," balas Cakra singkat.


"Soal pesta pernikahanmu dengan Siska bagaimana? Jangan sampai ada yang berasumsi kamu terpaksa menikahi Siska, karena dia hamil," tegas Candra. "Jadi cari alasan yang masuk akal kenapa pernikahan kalian di sembunyikan?" lanjut Candra lagi.


"Cakra akan mencari alasan yang bagus nantinya, Pa dan akan mendiskusikannya dengan Siska setelah dia sadar," balas Cakra.


"Ayo, sekarang kita ke ruang meeting," ajak Candra. Dia melangkah ke luar dari ruangan Cakra. Cakra mengikuti papanya.


Mereka rapat membahas project baru yang akan mereka kerjakan. Rapat berlangsung selama tiga jam. Mereka keluar dari ruangan tersebut.


"Setelah ini, kamu langsung ke rumah sakit?" tanya Candra kepada Cakra.


"Bentar lagi, Pa. Masih ada pekerjaan yang harus Cakra periksa," jelas Cakra.


"Ya sudah, Papa, pergi dulu!" pamit Candra meninggalkan Cakra.


Cakra mengeluarkan ponselnya, dia melihat foto bayinya dan foto Siska yang diam-diam dia ambil saat Siska masih terbaring di brangkar. Setelah cukup puas memandang wajah dua orang itu Cakra segera memfokuskan kembali pikirannya ke pekerjaannya.


Setelah selesai Cakra mematikan laptop, dan bersiap-siap untuk ke rumah sakit. Dia melihat Lena masih duduk di kursinya.

__ADS_1


"Kamu juga belum pulang, Len?" tanya Cakra.


"Belum, Pak," bagaimana saya bisa pulang duluan jika bapak belum pulang, sungut Lena dalam hati.


"Kalau begitu, saya duluan. Jika tidak ada pekerjaan urgent, sebaiknya besok saja dikerjakan," ucap Cakra.


"Iya, Pak. Saya juga sudah selesai, tinggal mematikan laptop saja," sahut Lena.


Cakra meninggalkan Lena dan menuju parkiran. Dia tidak sabar ingin bertemu Siska dan bayinya. Dia melajukan mobil dengan sedikit terburu-buru, entah kenapa perasaan Cakra menjadi tidak enak. Dia mencoba menghubungi Cyntia. Namun, tidak diangkat, dia mencoba menghubungi Cheryl, sama tidak diangkat juga.


Cakra semakin mempercepat laju mobil. Begitu sampai di rumah sakit dia memarkir mobil dengan tergesa-gesa. Cakra berlari menuju lift dan menunggu cukup lama karena sepertinya lift sangat sibuk.


Akhirnya pintu lift terbuka. Namun, lift penuh, Cakra tidak bisa masuk dan harus menunggu lagi. Tidak lama lift satunya lagi terbuka dan Cakra masuk ke dalammnya. Dia langsung menekan tombol menuju lantai kamar rawat inap Siska.


"Siska!" panggil Cakra. Dia melangkah masuk. Namun, kamar telah kosong, bahkan bayinya pun tidak ada.


Cakra mencoba melihat ke dalam kamar mandi, tetap kosong. Apakah Siska telah sadar? dan pergi?


Perasaan Cakra semakin tidak menentu, dia takut Siska pergi dan membawa bayinya. Cakra yang panik keluar dari kamar dan berlari. Dia melupakan logika untuk memeriksa atau bertanya kepada perawat. Dia berlari menyusuri lorong. Melihat setiap brangkar yang di dorong siapa tahu itu adalah Siska.


Cakra terus berlari, dia mengabaikan makian dan teriakan larangan dari perawat maupun orang yang ditabraknya. Cakra terus menyusuri setiap lorong.


Cakra menuruni tangga, dia tidak sabar untuk menunggu lift yang terbuka. Entah kenapa Cakra merasa lift terlalu lambat saat dia membutuhkannya. Nafas Cakra semakin memburu akibat menuruni tangga.

__ADS_1


Cakra menuju area parkir, melihat apakah ada mobil yang membawa Siska dan putranya. Cakra mencoba menghubungi ibunya mau pun Cheryl, tidak ada satupun dari mereka yang mengangkat tekeponnya.


Cakra menenangkan diri, bisa saja Siska telah sadar dan telah diizinkan pulang. Cakra mencari mobilnya dan menuju apartement. Cakra memgendarai mobil seperti orang yang kesetanan. Dia tidak mempedulikan makian dan teriakan orang kepadanya.


Cakra sampai di apartment dan langsung menuju unitnya. Cakra menekan tombol password, begitu pintu terbuka, cakra langsung menuju kamar Siska.


"Siska!" panggilnya. Cakra harus menelan kekecewaan karena Siska tidak berada di dalamnya. Cakra terduduk di lantai.


"Siska! Kamu di mana? Jangan tinggalkan Abang," mohon Cakra. Dia memukul tepi ranjang Siska, meluapkan emosi karena kehilangan Siska.


🍒🍒🍒


Jangan lupa nyawer ya, besties !


Sambil nunggu author up, silahkan mampir ke karya temanku ya!


...TERTATIH MENCINTAIMU...



Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!


Ig : lady_mermad

__ADS_1


Tiktok : lady_mermad


__ADS_2