Korban Cinta Pertama

Korban Cinta Pertama
Hasutan Aline


__ADS_3

"Siska! Siapa dia?" tanya Cyntia yang baru datang dan memasuki rumah. Dia terkejut melihat seorang wanita dengan pakaian yang kekurangan bahan.


Siska dan Aline refleks melihat ke arah Cyntia.


"Halo Tante, saya Aline, kekasihnya Cakra," ujar Aline ramah dan tidak tahu malu. Dia mengenali wanita paruh baya tersebut adalah mama dari Cakra. Tentu saja dia harus bersikap ramah dan sopan.


"Apa? Kekasih?" Cyntia melihat ke arah Siska, meminta penjelasan.


"Tidak usah didengarkan, Ma." Siska takut Cyntia terkejut dan sakit mendengar pengakuan tidak tahu malu dari Aline.


"Kau sebaiknya tidak udah ikut campur," larang Aline kepada Siska.


"Bagaimana aku tidak ikut campur, jika kau mengusik rumah tanggaku dan membuat kekacauan di rumah mertuaku," bentak Siska tidak mau kalah.


"Kau hanya wanita sementara, aku yakin, Cakra akan segera sadar. Dan meninggalkanmu." Aline masih memprovokatori Siska. Dia berharap Siska segera terpancing dan meninggalkan Cakra.

__ADS_1


"Maaf, Nona. Saya tidak suka, anda membuat keributan di rumah saya. Sekarang pergilah," usir Cyntia, jengah dia melihat kekurang ajaran Aline.


"Tante, tidak bisa mengusir saya begitu saja. Saya sedang mengandung anak Cakra, Tante. Calon cucu, Tante," bohong Aline. Dia harus bisa mempengaruhi mama dari Cakra.


"Apa? Apa yang kau katakan? Itu tidak benar." Cyntia merasakan bahwa kakinya menjadi lemah. Siska dengan cepat memegang Cyntia agar tidak jatuh. Siska membawa Cyntia untuk duduk di sofa ruang tamu.


"Mama, jangan dengarkan dia, dia berbohong. Itu bukan anak Abang, percayalah," bujuk Siska. Meskipun hatinya sendiri ragu. Tapi, Siska tidak mau terhasut, dia harua mendengar penjelasan dari Cakra.


Sementara Cyntia percaya dengan perkataan Aline, karena Cakra pernah memperkosa Siska. Dan sekarang, apakah wanita ini juga diperkosa Cakra? Atau memang wanita ini yang menjadi penghalang Cakra tidak membuka hati untuk Siska saat itu? Bukan Nabila, seperti yang dia tahu?


"Kami sama-sama kuliah di Harvard university dan kami telah berpacaran setahun setelah berkenalan," terang Aline, dia senang karena sepertinya Cyntia termakan pancingannya. Tidak peduli Siska percaya atau tidak karena yang terpenting sekarang Cyntia sepertinya terhasut.


"Apa?" Cyntia semakin pusing. Cyntia tahu bahwa pergaulan di kuar negeri sangat bebas. Apakah Cakra juga melakukan hal itu?


Untuk Cheryl, Cyntia tidak terlalu khawatir karena Cheryl berjanji akan menjaga diri dan keperawanannya sampai dia menikah kelak. Cakra, dia laki-laki dan Cyntia tidak mewanti-wanti kepadanya untuk menjaga diri.

__ADS_1


"Mama, jangan dengarkan dia. Sebaiknya usir saja dia," pinta Siska. Dia takut, jika dia juga akan terhasut dengan yang dikatakan Aline.


"Mama, tidak bisa mengusirnya Sis. Sebaiknya hubungi Cakra. Bagaimana jika anak itu benar anak Cakra. Mama akan merasa bersalah telah menelantarkannya," terang Cyntia, dia dilema karena merasa tidak enak dengan Siska. Bagaimanapun Siska adalah menantunya, sementara Aline juga mengaku mengandung anak Cakra.


"Lagian, apa, Tante yakin putra tante akan mengaku?" sindir Aline. Dia harus membuat Cyntia percaya bahwa seorang pendosa tidak akan mau berkata jujur. Syukur-syukur jika Siska juga terhasut.


🍒🍒🍒


Jangan lupa nyawer ya, besties !


Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!


Ig : lady_mermad


Tiktok : lady_mermad

__ADS_1


__ADS_2