
"Lagian, apa, Tante yakin putra Tante akan mengaku?" sindir Aline. Dia harus membuat Cyntia percaya bahwa seorang pendosa tidak akan mau berkata jujur. Syukur-syukur jika Siska juga terhasut.
Cyntia dan Siska membenarkan perkataan Aline. Tentu saja Cakra tidak akan mengaku, jika itu adalah hal bodoh yang dilakukannya.
Siska mencoba kembali untuk tidak terhasut. Dia yakin Cakra pasti punya alasannya?
Bagaimana jika itu benar? Apa yang akan terjadi dengan rumah tangganya?
Tidak Siska tidak akan terhasut dengan perkataan Aline. Wanita itu pasti berbohong dan sedang menipu mereka.
"Mama, jangan percaya!" Siska kembali membujuk ibu mertuanya untuk tidak terhasut.
"Mama--," Cyntia tidak meneruskan kata-katanya karena dia masih bingung.
"Mama wanita itu pasti berbohong, Siska yakin Abang tidak mungkin berkhianat," rayu Siska.
"Mama, Siska!" panggil Cakra yang melihat Cyntia dan Siska di ruang tamu. Cakra awalnya tidak menyadari bahwa Aline juga berada di sana.
__ADS_1
"Honey, akhirnya kau datang juga." Aline memeluk dan mencium pipi Cakra di depan kedua wanita yang dicintai Cakra.
"A--line!" gugup Cakra, seperti orang bersalah saja, membuat Cyntia semakin percaya bahwa anaknya memang memiliki hubungan dengan wanita ini.
"Kau mengenal.dia, Cak," tunjuk Cyntia kepada Aline.
"Be--nar, Ma. Tapi--,"
"Apa dia kekasihmu? Apa kau berhubungan dengannya?" sela Cyntia, belum sempat Cakra untuk menjelaskannya.
"Tidak lagi, Mama," jawab Cakra. Dia mendekati Cyntia, dapat Cakra pastikan bahwa mamanya terpengaruh dengan perkataan Aline. Meskipun Cakra tidak tahu apa yang dikatakan Aline kepada Cyntia dan Siska. Namun, dilihat dari reaksi Cyntia, pasti sesuatu yang buruk.
"Apa? Mama jangan percaya, bagaimana mungkin itu anakku, aku sudah tidak bersamanya lagi, hampir dua tahun lebih," terang Cakra. Cakra mendekati Aline. "Kau! Sudah aku peringatkan bahwa kau sebaiknya kembali ke Amerika, aku tidak akan kembali padamu. Dasar wanita psikopath!" murka Cakra. Dia kembali melihat raut wajah Cyntia dan Siska.
"Dia bohong, Tante. Seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa pendosa tidak akan mau berkata jujur." Aline masih tidak tahu diri. Dia benar-benar tidak punya malu.
"Kau diamlah, jangan merusak rumah tanggaku. Hubungan kita telah berakhir sejak saat itu. Apa kau tidak mengerti?" hardik Cakra.
__ADS_1
"Kau selesaikan masalahmu dengan wanita ini. Pastikan saja dia pergi dari hidupmu dan rumah tanggamu. Ayo, Siska!" Cyntia mengajak Siska pergi dari sana.
Cakra menatap Aline dengan pandangan ingin membunuh. Dia benar-benar kesal, tadi pagi Aline datang ke kantornya dengan seenaknya. Cakra sendiri heran bagaimana Aline bisa tahu alamat kantornya?
Jika rumahnya, wajar Aline tahu karena memang Cakra pernah memberitahunya.
"Ayolah, Cakra. Apa kau tidak kangen denganku?" Aline membelai dada Cakra dan mengedipkan matanya. "Aku sangat rindu padamu," bisik Aline di telinga Cakra.
Cakra menjauhi Aline dan menyingkirkan tangan Aline yang mulai nakal.
"Jangan menyentuhku, Aline. Sadarlah, kita tidak memiliki hubungan apa-apa lagi. Dan kau sangat tahu bahwa saat kau berselingkuh dna memilih pria itu. Sejak saat itu perasaanku padamu hilang diterbangkan angin musim gugur!" hardik Cakra.
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya, besties !
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
__ADS_1
Ig : lady_mermad
Tiktok : lady_mermad