Korban Cinta Pertama

Korban Cinta Pertama
Bekerja Kembali


__ADS_3

"Siska!" Pandangan Danil langsung tertuju kepada perut Siska yang membuncit. "Kamu hamil?"


Mendengar pernyataan Danil, membuat Siska salah tingkah dan seketika musnah harapannya untuk mengharapkan Danil akan membantunya mencari pekerjaan.


"Hmm--iya, Kak," sahut Siska malu-malu.


"Maafkan, Kakak, silahkan duduk, sebentar." Danil berdiri dan mengmbil.minuman di kulkas yang ada di ruangannya. "Kamu, mau minum apa?" tanya Danil.


"Air mineral aja, Kak," balas Siska. Dia duduk di kursi yang ada di depan meja Danil.


Danil memberikan air mineral kepada Siska dan duduk di kursinya yang tepat berada di depan Siska.


"Jadi, kamu udah menikah? Aih pertanyaan apa itu, maafkan, Kakak. Tentu saja kamu sudah menikah," kecewa Danil. "Kakak, senang kamu menghubungi Kakak, bagaimana kabarmu?"


"Baik, Kak," jawab Siska. "Jadi kedatangan Siska--," Siska bingung dan malu untuk mengatakannya. Apalagi melihat reaksi Danil tadi dan dapat Siska lihat bahwa Danil kecewa padanya.


"Ngomong aja, nggak usah sungkan," ujar Danil. Dia mengambil air mineral yang ada di depan Siska dan membukakannya untuk Siska.


Siska terharu dengan perhatian Danil tersebut. "Siska, ingin bekerja, Kak dan jika ada lowongan di tempat Kakak, Siska akan snagat senang," ucap Siska lega setrlah mengatakannya.


"Kamu, ingin bekerja? Dalam kondisi hamil ini? Maaf, maksud aku, apakah suamimu memberi izin?" heran Danil. Jika dia menjadi suami Siska, tidak akan dia membiarkan istrinya yang sedang hamil bekerja.


"Suami Siska, mengizinkan, Kak. Siska juga sudah lulus kuliah," ucap Siska memberitahu Danil. Siska mengeluarkan amplop coklat yang berisi data untuk dia melamar pekerjaan.


Siska menyerahkan amplop kepada Danil. "Ini, Kak, Siska udah siapkan," tunjuk Siska.


Danil mengambil amplop tersebut dan melihat ijazah dan transkrip nilai Siska.


"Wah, kamu tamat tiga setengah tahun dan coumlude lagi," puji Danil.


"Terima kasih, Kak," sahut Siska.


"Kebetulan, aku, butuh sekretaris. Kamu mau, 'kan posisi itu? Hanya saja kamu akan sering menemani aku ke luar kota. Apakah suami kamu nantinya akan mengizinkan?" tanya Danil. Bisnis pertambangan batu baranya berada di Kalimantan. Dan Danil memang sering bolak-balik Jakarta-Kalimantan.


Sekretaris sebelumnya berhenti karena menikah dan suaminya melarang dia untuk bekerja lagi. Satu bulan ini, Danil belum mendapatkan penggantinya, sementara pekerjaan di handle oleh staff akuntansi.


"Suami Siska mengizinkan, kok, Kak. Untuk keluar kota--," Siska sedikit keberatan karena kondisinya yang hamil besar.


"Aku akan kasih keringanan, untuk saat ini, kamu hanya menemaniku dalam kota saja. Dan setelah kamu melahirkan, baru temani aku bekerja diluar kota," tawar Danil. Dia paham bahwa Siska pasti keberatan karen kondisinya yang hamil besar.


"Terima kasih, Kak. Kapan Siska mulai bekerja?" tanya Siska, dia bahagia karena Danil menerimanya bekerja, Siska berjanji akan bekerja dengan sangat baik.


"Bagaiman kalau besok kamu mulai?" tanya Danil.

__ADS_1


"Bisa, Pak," sahut Siska dengan mantap.


"Kok, Pak?" heran Danil.


"Karena, Bapak, akan menjadi atasqn Siska," balas Siska.


"Panggil, Pak, jika ada karyawan lain saja, diluar itu, panggil seperti biasa saja," putus Danil.


"Terima kasih, Kak. Siska pulang dulu. Sampai bertemu kembali besok," pamit Siska, dia berdiri dari kursi.


"Kamu kelihatan cantik saat hamil," celetuk Danil. Membuat Siska berhenti dari posisinya yang bersiap berjalan.


Siska hanya tersenyum dengan pujian Danil. Kemudian keluar dari ruangan Danil.


***


Siska sengaja menunggu Cakra pulang, dia ingin memberitahu Cakra bahwa dia telah diterima bekerja. Dan mulai besok dia akan bekerja.


Cakra masuk ke dalam apartment, dia melihat Siskq menunggunya di ruang tamu. Biasanya jam segini, Siska telah tidur atau masuk ke kamarnya.


"Belum tidur, Sis?" heran Cakra.


"Belum, Bang," balas Siska.


"Abang, udah makan?" tanya Siska, dia berdiri dan mengikuti langkah kaki Cakra.


Tumben sekali Siska menunggunya dan memperhatikannya. Biasanya Siska hanya menyiapkan makan malam tanpa menungu Cakra pulang.


"Abang, udah makan, di kantor. Abang, mau mandi dulu, udah gerah," pamit Cakra.


"Setelah, Abang selesai mandi, Siska mau bicara. Siska tunggu di sini, ya," pinta Siska.


Ada apa? Apa Siska ingin pindah dari apartment?


Cakra menyingkirkan pikiran itu. "Baiklah." Cakra menuju kamarnya.


Siska membuatkan kopi untuk Cakra. Berharap Cakra akan mengabulkannya. Siska harus segera bekerja karena setelah melahirkan, dia memutuskan untuk tinggal mandiri. Bukan bersama Cakra lagi. Ya, Siska akan tinggal bersama anaknya. Mungkin Siska akan mulai mencari pengasuh untuk anaknya atau tempat penitipan bayi yang ada dekat kantor.


Siska meletakan kopi di atas meja tamu, dia sendiri membuatkan teh untuk dirinya. Menurut Siska Cakra cukup lama mandi, membuat Siska mengantuk dan tertidur.


Cakra keluar dari kamar dalam keadaan telah segar. Dia melihat Siska tertidur di sofa ruang tamu. Entah kenapa Cakra duduk di samping Siska dna refleks tangan Cakra mengusap perut Siska. Siska tersenyum dalam tidurnya karena merasa nyaman dengan sentuhan Cakra tersebut. Cakra terkejut saat merasakan pergerakan di dalam perut Siska.


Bayinya bergerak? Apakah itu normal?

__ADS_1


Karena khawatir, Cakra membangunkan Siska.


"Sis!" panggil Cakra. Dia menepuk pundak Siska pelan.


Siska mengeliat dan membuka matanya.


"Abang! Maaf Siska ketiduran," ucap Siska. Dia membetulkan posisinya menjadi duduk.


"Kamu tidak apa-apa?" cemas Cakra.


Siska heran. "Siska baik-baik saja, Bang," balasnya.


"Tadi Abang, lihat perutmu bergerak-gerak," ucap Cakra memberitahu Siska.


"Oh, itu normal, kok, Bang. Itu tanda bayinya aktif. Sini coba Abang pegang," lanjut Siska. Dia meraih tangan Cakra dan meletakan di perut buncitnya.


Siska menagarahkan tangan Cakra untuk mengusap-usapanya. Benar saja bayi itu semakin aktif bergerak. Siska merasa nyaman dengan sentuhan Cakra tersebut.


Andai Cakra adalah ayah dari bayinya? Mungkin Siska telah bermanja-manja, entah itu minta dielus-elus perutnya atau minta dipijitkan karena pinggang dan kakinya sering kelelahan.


Cakra mendekatkan telinganya ke perut Siska untuk mendengarkan bayi tersebut. Siska mengelus rambut Cakra yang berada di perutnya. Cakra pun reflek mencium perut Siska.


Kehangatan sentuhan bibir Cakra menyadarkan Siska, dia tidak boleh terlena. Siska mengangkat kepala Cakra dari perutnya.


"Bang!" panggil Siska. Kedua tangannya masih memegang wajah Cakra. Cakra menatap Siska dengan intens. Dia tahu bahwa Siska malu, wajahnya memerah.


Siska melepaskan tangannya dari pipi Cakra. Cakra menyambar tengkuk Siska, Siska tahu niat Cakra. Dia menahan tubuh Cakra yang mulai mendekat ke arahnya.


"Bang!" panggil Siska sekali lagi. Cakra hanya diam menatap Siska. Entah kenapa melihat Siska dia menjadi bergairah.


"Siska telah mendapatkan pekerjaan," celetuk Siska.


"Apa?" membuat Cakra tersentak dari pikirannya yang mulai traveling kemana-mana.


🍒🍒🍒


Jangan lupa nyawer ya, besties !


Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!


Ig : lady_mermad


Tiktok : lady_mermad

__ADS_1


__ADS_2