Korban Cinta Pertama

Korban Cinta Pertama
Bukan Anak Cakra


__ADS_3

"Hamil?"


"Dia diperkosa, dan aku menikahi Siska karena kasihan dengannya," aku Cakra.


"Malang sekali nasibnya," sedih Cyntia.


"Baru-baru ini, Mama Siska juga baru meninggal dan Siska mengalami amnesia sebagian, dia tidak ingat kejadian kematian orang orang tuanya, maupun, kebangkrutan yang dialami orang tuanya. Jadi Cakra mohon, biarkan seperti ini dulu," pinta Cakra.


Tanpa Cakra sadari, Siska mendengarkan pembicaraan mereka, dengan menahan tangis.


"Mama, harap kau memperlakukan Siska dengan baik. Jangan membuatnya terluka lagi," saran Cyntia. Dia kasihan dengan nasib Siska, Cyntia tidak bisa membayangkan, jika itu terjadi kepada Cheryl.


"Tentu, saja. Aku minta Mama juga, jangan memberitahu Siska tentang ini," jelas Cakra.


"Ya, Mama akan menjaga perasaannya, kau tenang saja," sahut Cyntia. "Mama, membawa makanan untukmu, makanlah berdua Siska," ucap Cyntia, dia berdiri dari tempat duduknya.


"Terima kasih, Mama, mau mengerti," ucap Cakra.


"Siapa saja yang mengetahui tentang pernikahan kalian?" tanya Cyntia.


"Hanya kami berdua dan petugas pernikahan serta saksi. Sayang sekali, Siskapun telah lupa kapan kami menikah." senyum Cakra dengan terpaksa. "Bagaimana dengan Papa?" tanya Cakra


"Mama, akan mencoba menjelaskan dan membujuk, Papa," solusi Cyntia. "Sebaiknya, kau menjelaskan kepada Siska tentang situasi ini dengan baik, Mama, akan pergi, selesaikan masalah kalian dengan kepala dingin," petuah Cyntia.


Dia keluar dari apartment Cakra.


Siska semakin mengeluarkan air mata dengan deras, mendengar kebaikan Cyntia. Siska beranjak dari tempat persembunyiannya. Dia melangkah menuju kamar dan mengunci pintu.


Cakra meletakan rantang makanan yang dibawa Cyntia di meja makan. Dia kemudian menuju kamar Siska dan akan membahas tentang pernikahan tahasia mereka.


"Sis!" panggil Cakra sambil mengetuk pintu kamar Siska.


Siska tidak membalasnya, Siska masih terisak menangis.


Ternyata anak yang dikandungnya bukan anak Cakra. Siapa ayah dari bayinya?


Siska benar-benar terpukul karena ini, dia tidak menyangka jika Papanya bunuh diri dan dia diperkosa. Siska belum mengetahui jika Mamanya juga dibunuh karena ingin melindunginya. Tidak dapat dibayangkan hancurnya hati Siska, jika dia juga mengetahui hal itu.


"Sis! Kamu baik-baik saja, 'kan? Abang bisa jelaskan, buka pintunya, Sis," bujuk Cakra.


"Besok saja, Bang. Siska tiba-tiba, tidak enak badan," alasan Siska, agar Cakra tidak melihat kondisinya.


"Kamu sakit? Ayo, kita ke dokter," ajak Cakra. Dia masih berusaha membujuk Siska.

__ADS_1


"Nggak perlu, Bang, Siska cuma lelah aja, seharian tadi jalan sama Mila dan bersihin apartment," elak Siska. "Mama, udah pulangkan, Bang?" tanya Siska, dia takut berlaku tidak sopan, jikq tidak menemui Cyntia.


"Udah. Abang jadi khawatir, Sis." Cakra masih berusaha membujuk Siska.


"Abang tenang aja, bawa tidur juga, nanti sembuh, udah ya, Bang. Siska mau tidur dulu," putus Siska.


"Suara kamu beda, loh, Sis?" selidik Cakra lagi.


"Siska, agak flu aja, Bang, udah, ya."


"Kalau ada apa-apa, bilang Abang, ya." Cakra akhirnya mengalah. Dia kembali ke dapur dan melihat isi rantang. Cakra menyimpannya di lemari pendingin.


Seseorang membunyikan bel kembali. Cakra melihat, ternyata driver online. Cakra membuka pintu apartment.


"Maaf, pesanan atas nama ibu Siska?" beritahu driver.


"Benar," jawab Cakra.


"Ini Pak, pesanannya, dua ayam penyet dan dua jus jeruk, total seratus lima ribu rupiah." Driver memberikan bungkusan yang berisi makanan tersebut. Serta struk belanja.


Cakra memberikan uang seratus lima puluh ribu. "Ambil saja kembaliannya," ucap Cakra.


"Terima kasih, Pak. Saya pamit dulu." Driver pergi dari apartment Cakra.


"Siska ngantuk berat, Bang, letak aja di meja. Besok Siska makan," balas Siska.


Siska mencoba berdiri dari ranjang dan membasuh wajahnya. wajah Siska memerah dan matanya bengkak karena habis menangis.


Siska mencoba untuk tidur, dan melupakan kesedihannya. Siska sempat berpikir untuk menggugurkan kandungannya. Akan tetapi, dia ingat, bagaimanapun, bayi ini tidak bersalah. Juga, Siska ingat jika menggugurkan adalah hal yang mudah, kenapa dia menerima tawaran Cakra untuk menikah? Itu artinya Siska memang berniat membesarkan bayi ini.


"Siapapun ayahmu, Mama, harap dia akan segera menemukan kita?" cicit Siska.


Bagaimana jika orang yang memperkosa Siska adala banyak pria? Siska takut membayangkannya. Dia merasa kotor.


Siska kembali ke kamar mandi dan membersihkan diri. Dia merasa kotor.


***


Waktu menunjukan pukul enam pagi, Siska belum juga bangun. Semalam dia tidak bisa tidur memikirkan nasib yang dialaminya.


Cakra telah bersiap-siap untuk ke kantor, dia tidak mungkin membiarkan Siska sendirian, jika benar Siska sakit.


Siska keluar, dia mencoba memutupi mata bengkaknya dengan sedikit polesan make up.

__ADS_1


"Maaf, Bang, Siska ketiduran," ucap Siska merasa bersalah. Cakra telah berbuat baik padanya. Tidak akan bisa Siska membalas kebaikan Cakra.


"Nggak pa-pa, kamu udah merasa enakan?" tanya Cakra. Dia meletakan telapak tangan di kening Siska.


Cakra cukup lega karena Siska tidak demam.


"Siska udah baik lagi, kok, Bang," balas Siska. Dia mengambil roti dan memberinya selai, kemudian menghidangkannya untuk Cakra dan dirinya sendiri.


"Sis, Abang, mau menjelaskan yang semalam," ucap Cakra hati-hati, takut Siska tersinggung karena mama Cakra yang tidak mengetahui tentang pernikahan mereka.


"Boleh, Bang," sahut Siska. Dia telah memutuskan akan mengikuti rencana Cakra. Cakra telah berniat baik agar Siska tidak terluka dengan kejadian yang menimpanya.


"Jadi pernikahan kita memang kita rahasiakan dan hanya kita yang tahu," terang Cakra.


"Iya, Siska paham, Bang. Karena Siska house keeper di I-Shine sementara Abang CEO di sana," tebak Siska.


"Bukan, juga, tapi, tidak apa-apa, kita anggap saja seperti itu," ucap Cakra.


"Iya," sahut Siska.


Kenapa Siska sedikit pendiam?


"Kamu ingat, jika kamu bekerja di I-Shine sebagai house keeper?" selidik Cakra.


"Iya, Mila yang mengatakannya," balas Siska.


"Oh, Mama membawakan makanan, jadi kamu tidak usah masak dan membersihkan apartment. Abang akan minta seseorang untuk membersihkan apartment nanti," beritahu Cakra. Dia meminum air putih. Siska ingat dia belum membuatkan teh atau kopi untuk Cakra.


"Maaf Bang, Siska buatkan kopi, ya," tawar Siska, dia berdiri dan bersiap-siap untuk memanaskan air untuk kopi Cakra.


"Nggak pa-pa, Sis. Abang bisa singgah buat beli kopi di jalan nantinya. Kamu tidak perlu repot-repot, ayo, lanjutkan makananmu," perintah Cakra.


"Nggak pa-pa, Bang, cepat kok buatnya, bahan juga udah ada," bujuk Siska. Dia masih mendidihkan air. Kemudian Siska mengambim kopi, gula serta creamer.


Siska menuangkan air panas ke dalam cangkir yang telah dia beri kopi dan gula. Siska mengaduknya dan memberi cremer sebagai tambahan. Siska meletakannya di meja tepat di depan Cakra.


🍒🍒🍒


Jangan lupa nyawer ya, besties !


Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!


Ig : lady_mermad

__ADS_1


Tiktok : lady_mermad


__ADS_2