Korban Cinta Pertama

Korban Cinta Pertama
Persiapan


__ADS_3

Siska tengah mencoba pakaian pengantinnya di sebuah butik langganan keluarga Cakra. Dia bersama mertua dan suaminya. Siska keluar dari kamar fitting, dia memakai gaun putih panjang dengan lengan panjang, model kerahnya adalah potongan dada sedikit rendah, membuat aset kembar Siska yang besar menyembul dengan malu-malu. Siska menutupi dadanya, di luar Cakra telah menunggu, Cakra duduk santai di sebuah sofa di depan kamar pas Siska.


Cakra terkejut saat melihat Siska keluar, untuk sesaat Cakra terpukau melihat kecantikan Siska dalam gaun tersebut. Namun, fokus Cakra teralihkan saat dua benda kenyal itu menyembul dengan indah. Cakra langsung menarik Siska masuk ke dalam kamar pas.


"Abang! Apa yang Abang lakukan." Siska memberikan pelototan kepada Cakra.


"Jangan pakai gaun ini, ini kelihatan tidak cocok padamu," bohong Cakra, padahal dia tidak ingin semua undangan melihat harta yang hanya Cakra boleh lihat. Yang benar saja jika Siska mempertontonkannya kepada semua orang.


"Masa, sih?" Siska memperhatikan gaunnya kembali, menurutnya dia sangat cantik, bagian mana yang tidak cocok? "Bagian mananya, Bang, yang tidak cocok?" tanya Siska.


"Bagian ini." Cakra mengecup salah satu aset tersebut, membuat wajah Siska memerah.


"Abang!" Siska memukul Cakra. Cakra justru kembali mengecup satunya lagi. Bahkan Cakra menarik pinggang Siska agar mendekat kepadanya.


"Apa yang Abang lakukan? Kita sedang ditempat umum." Siska mendorong tubuh Cakra agar menjauh dari tubuhnya. Tubuh Siska seperti magnet bagi Cakra. Mereka akan saling menempel jika bertemu.

__ADS_1


"Gaun ini seperti menggodaku, janga pakai ini. Cari yang lain saja, kalau bisa yang tertutup," saran Cakra.


"Baiklah, sekarang Abang keluar. Siska akan menggantinya dengan yang lain. Akan terlihat aneh jika kita berdua di dalam sini," usir Siska. Dia mencoba mendorong Cakra agar keluar dari kamar pas.


"Aneh bagaimana? kamar ini cukup pas buat kita berdua," rayu Cakra sambil mengedipkan matanya.


"Cakra, Siska!" panggil Cyntia yang kembali masuk ke ruangan tempat Cakra dan Siska berada. Cyntia tadi di luar untuk memilih gaun-gaun yang lain.


"Tuh, Mama datang, bagaimana ini?" panik Siska, dia malu jika ketahuan mertuanya bahwa mereka sedang berada di dalam kamar pas berdua. Pasti Cyntia akan berpikir hal-hal aneh.


"Tenang saja, kita sudah menikah, jadi tidak ada yang perlu dilhawatirkan." Cakra keluar dari kamat pas dengan santai


"Ada di dalam," jawab Cakra cuek. Cyntia hanya bisa terperangah melihat tingkah putranya yang bucin dengan Siska.


Cyntia bersyukur, Siska yang menjadi menantunya.

__ADS_1


"Apa kau berdua dengannya di dalam?" selidik Cyntia. "Apa yang kau lakukan di dalam sana?" curiga Cyntia.


"Tenang saja kami tidak melakukan apa-apa," elak Cakra.


"Tidak melakukan apa-apa, jadi kenapa kau di dalam?" tanyq Cyntia.


Sementara Siska gemetar di dalam kamar pas, dia dapat mendengar pembicaraan suami dan ibu mertuanya. Siska merasa malu.


"Aku hanya menyuruh Siska untuk mengganti dengan baju yang lain, yang tadi tidak cocok dengànnya," elak Cakra


🍒🍒🍒


Jangan lupa nyawer ya, besties !


Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!

__ADS_1


Ig : lady_mermad


Tiktok : lady_mermad


__ADS_2