
"Hah, pertanyaan loe, kok gitu?" bingung Mila. Dia menatap Siska. "Loe, nggak habis kesambet karena lama menghilangkan? Baru juga satu bulan kita nggak ketemu, masa loe udah lupa sama gue?" cecar Mila. Dia melihat barang belanjaan Siska. "Ini barang belanjaan, loe semua?" Mila memeriksa barang-barang tersebut dan melihat harganya.
"Ya, Ampun, Sis, ini barang-barang satu saja, harganya bisa buat makan gue satu bulan, loe, dapat uang dari mana?" curiga Mila.
"Hmm, Mil, bisa kita cari tempat untuk bicara dulu?" cegat Siska, sebelum Mila kembali mencecarnya dengan berbagai pertanyaan.
"Ya, udah, ayo," ajak Mila.
Siska membawa Mila ke sebuah restoran bagus, yang mungkin jika dalam keadan sadar Siska tidak akan masuk ke dalam restoran tersebut.
"Kita makan di sini aja, ya, sambil ngobrol," tawar Siska, saat mereka di depan pintu restoran Jepang.
"Loe, yakin, makan di sini? Di sini mahal, loh, Sis," tolak Mila.
"Nggak pa-pa, gue, yang traktir," bujuk Siska.
Dapat Siska rasakan bahwa Mila adalah gadus yang baik. Dari pesannya kepada Siska yang mencemaskan keadaan Siska dan saat mereka bertemu sekarang. Siska memutuskan untuk percaya kepada Mila.
Mereka memasuki restoran, pelayan mengantarkan daftar menu. Mila melihat menu-menu tersebut. Akan tetapi, dia tidak tahu makanan apa ini?
"Loe, aja, deh, yang pilih, nggak ngerti gue ini makanan apa, yang penting enak aja, Sis," ujar Mila menyerahkan pesanannya.
"Emang, dari foto, loe nggak ada yang tertarik?" tanya Siska.
"Kalau dilihat dari foto, kayaknya enak semua. Tapi mending loe aja, deh yang pilih," terang Mila.
Siska memesan makanan untuk mereka berdua.
"Jadi, kenapa loe, nggak masuk kerja? Loe benaran hamil dan dipecat?" todong Mila.
"Hmm, gimana, ya, cara jelasinnya?" Siska menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Loe, banyak belanja barang branded, apa loe--nggak jadi simpanan om-om, 'kan?" tuduh Mila.
"Enggaklah, jadi sebenarnya gue tuh udah nikah," ungkap Siska.
"Serius loe, kok loe, nggak ngundang-ngundang gue dan mbak Vero?" selidik Mila. Dia merasa aneh dengan menghilangnya Siska dan tahu-tahu Siska telah menikah.
__ADS_1
"Gue mau cerita tapi, Loe, dengarin dulu, ya, jangan dipotong," nego Siska.
"Oke," balas Mila.
"Jadi gini, satu bulan yang lalu. Gue mengalami kecelakaan, mama gue meninggal dan gue tidak ingat kejadian tiga tahun belakangan ini dan terus terang gue, nggak kenal siapa loe dan mbak Vera, gue juga nggak tahu kalau gue pernah bekerja di I-shine," ungkap Siska.
"Apa, mama loe, udah meninggal?" Mila tidak percaya, jadi sekarang Siska hidup sebatang kara?
"Iya. Bisa, loe ceritakan tentang gue selama tiga tahun ini?" pinta Siska.
"Loe, bener nggak ingat gue?" selidik Mila, Jangan-jangan Siska lagi ngeprank dia.
"Serius, gue nggak ingat, gue nggak bohong," yakin Siska.
"Kalau tiga tahun yang lalu, gue, sih nggak tahu, karena kita belum kenal. Tapi, kalau untuk dua tahun yang lalu gue bisa infoin ke loe. Loe mulai kerja sebagai House keeper di I-Shine hotel sekitar dua tahun yang lalu. Dan loe karyawan teladan terus, loh," bangga Mila.
"House keeper?" Siska tidak menyangka jika, dia menjadi pembersih di hotel, padahal dulu dia memiliki banyak pembantu yang membersihkan rumah. Dulu, hidup Siska, bak, putri raja.
"Iya. Jadi loe beneran hamil?" tanya Mila lagi penasaran.
"Iya, gue hamil," jawab Siska.
Siska menimbang apakah dia akan memberitahu tentang siapa suaminya? Akan tetapi, Siska ragu dan dia baru ingat, jika Cakra mengelola I-Shine dan dia bekerja di I-Shine, tentu seharusnya Mila tahu siapa suaminya?
Berarti pernikahan mereka di rahasiakan? Kenapa?
Siska kembali kesal karena dia tidak dapat mengingat kejadian yang dialaminya.
"Maaf, Mil, gue, belum bisa kasih tahu Loe, siapa suami gue," putus Siska. Bisa saja Cakra tidak ingin pernikahan mereka diketahui publik karena Siska bekerja sebagai house keeper. Hanya saja Siska masih bertanya-tanya, apa alasan Cakra menikahinya dan kenapa usia kandungan Siska lebih cepat satu bulan dari tanggal pernikahan mereka. Juga mengapa tidak ada foto pernikahan di apartment Cakra?
"Kenapa?" heran Mila, dia merasa ada yang disembunyikan oleh Siska. "Apa loe, baik-baik, saja?" cemas Mila.
"Ya, gue baik-baik saja, gue harap, loe tidak bertanya lagi siapa suami gue, jika tiba saatnya dan gue telah ingat semua, gue sendiri yang akan menceritakannya kepada loe," jelas Siaka.
Pelayan datang dan menghidangkan makanan mereka.
"Baiklah, gue hormati keputusan loe, gue harap Loe bahagia dengan pernikahan loe," ucap Mila tulus.
__ADS_1
Mereka makan sambil bercerita, lebih tepatnya Mila menceritakan tentang Siska dua tahun dia mengenal Siska, serta Veronica dan Adelia.
Mila juga menceritakan insiden kenapa mereka berpikir bahwa Siska dipecat karena hamil. Semua berawal dari gosip yang disebarkan Rahmi dan Rosa.
"Loe, ingat nggak, setelah sehari loe nggak masuj kerja, CEO baru kita ke trmpat kitw loh, ish pak Cakra emang ganteng banget deh," ujar Mila, memulai gosip baru.
Jantung Siska berdetak kencang saat Mila menyebut nama Cakra.
"Dasar loe," ucap Siska cemburu, apakah Mila suka dengan Cakra?
"Ya, kan gue cuma menganggumi beliau, dan gue cukup tahu diri, kok. Nggak mungkinlah pak Cakra akan mendekati gadis seperti kita," lanjutnya.
Mila benar, apa karena keluarga Siska yang telah bangkrut makanya, Cakra malu untuk memamerkan tentang pernikahan mereka? Lalu, bagaimana dengan Cheryl atau keluarga Cakra? Apakah mereka tahu bahwa Cakra dan Siska telah menikah?
"Kau benar," ucap Siska menarik nafas.
"Loe, kayak tahu pak Cakra seperti apa aja, emang loe ingat?" sindir Mila. "Oh iya, gue sempat dengar pak Cakra bertanya tentang Loe, loh, hari saat loe nggak masum kerja itu. Anehkan? Eh tapi, nggak aneh juga, sih. Loe, kan juga pernah dipanggil ke ruangannya." Mila tersenyum dan melanjutkan makannya.
Jika Cakra mencari Siska di malam Siska kecelakaan, apakah Siska bertengkar dengan Cakra sebelum terjadi kecelakaan?
Siska harus mengetahui apa yang terjadi, dia tidak bisa seperti ini. Dia seperti hidup dalam dunia yang berbeda.
"Sis, loe nggak pa-pa, 'kan?" panggil Mila karena melihat Siska hanya bengong dan mengabaikan makanannya.
"Eh, gue nggak pa-pa," jawab Siska dia kembali memusatkan perhatian kepada Mila.
"Jadi, sekarang, loe nggak mau kerja lagi?" tanya Mila.
"Gue, belum, bisa memutuskannya," sahut Siska.
"Siska?" panggil seseorang.
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya, besties !
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
__ADS_1
Ig : lady_mermad
Tiktok : lady_mermad