
"Jaga mulutmu!" bentak Siska. Dia tidak terima jika Aline menganggapnya wanita murahan. "Sebaiknya, kamu segera keluar dari apartment ini, sebelum kesabaranku habis!" bentak Siska.
Aline justru membalikan badannya menghadap Siska. "Eh, ART tidak tahu diri, jangan berani kamu sama aku, ya! Apa kamu tidak takut dipecat sama Cakra? Mau kerja di mana kamu nanti? Atau kamu tidak cemas karena kamu bisa menjual dirimu dengan laki-laki hidung belang?" ejek Aline.
Sari yang tidak tahan, akhirnya ikut berbicara, untuk membantu nyonyanya.
"Nona, anda, tidak boleh bicara seperti itu kepada--, omongan Sari di potong oleh Aline.
"Kamu diam saja, jangan ikut campur, apa kamu mau nanti juga di pecat?" ancam Aline.
Siska memberi kode Sari untuk diam dan seolah-olah dia bisa mengatasinya.
"Aku bukan wanita ****** sepertimu, sebaiknya tinggalkan rumah ini!" usir Siska.
"Kamu ini, jadi ART saja sombong, berapa, sih kamu di bayar oleh Cakra untuk menemaninya tidur?" ejak Aline. Dia menatap wajah Siska yang berani menentangnya. Hanya ART yang menemani majikan tidur yang akan berani seperti Siska.
Sari tidak tahan memdengar hinaan Aline, memutuskan untuk pergi, dia ingin meminta Atha. Namun, melihat situasi yang panas akhirnya Sari ke luar saja dan menunggu di depan pintu unit apartment. Berjaga-jaga jika wanita bernama Aline itu melukai majikannya.
"Jaga mulutmu, dasar wanita tidak tahu sopan santun, wajar bagiku untuk tidur dengannya, karena aku--,"
"Akhirnya kamu mengaku juga," potong Aline. "penampilan saja yang seperti wanita baik-baik, padahal sebenarnya ****** berkedok wanita terhormat," hina Aline.
"Bukankah kau lebih dari itu? sok menjadi wanita terhormat, ternyata cuma ****** yang sok berkelas," balas Siska dengan sengit. Tidak akan dia mau mengalah dengan wanita ini.
Dua bulan ini Siska dapat merasakan perhatian Cakra dan melihat kebahagiaan mereka. Siska tidak ingin membuat anaknya tidak mendapat kasih sayang seorang ayah.
Siska bertekad tidak akan kalah dari pelakor. Apalagi Siska belum mengetahui hubungan keduanya seperti apa? Cakra juga wajib mendapat kesempatan. Seperti hukum di Indonesia tentang praduga tak bersalah.
"Kamu benar-benar ART yang tidak tahu diri, ya? Kurang ajar sekali kamu, aku adalah calon istri Cakra. Lihat saja nanti, kamu akan menyesal telah berurusan denganku!" bentak Aline.
"Kamu jangan asal mengaku-ngaku, aku adalah--," belum sempat Siska melanjutkan kalimatnya, Aline telah kembali memotong membuat Siska geram.
"Kamu tidak percaya? Kita lihat saja nanti. Saat Cakra di sini, aku yakin sebentar lagi cakra datang, begitu tahu aku telah di apartmentnya," ancam Aline.
__ADS_1
"Aku muak berdebat denganmu, sekarang silahkan pergi dari sini!" usir Siska, dia menendang koper Aline. Siska masih menggendong Atha, sedapat mungkin dia tetap membuat putranya nyaman. Meskipun emosinya sedang diuji.
"Kau!" Aline bersiap menampar Siska. Namun, seseorang telah menahan tangannya dan menghempaskannya.
Siska yang tadi telah siap menerima tamparan Aline, menunggu dengan menutup mata. Namun, tamparan tersebut tidak juga datang.
"Apa yang kamu lakukan?" bentak Cakra. Siska langsung membuka mata dan melihat Cakra ternyata yang menghalangi tamparan yang akan dilayangkan Aline ke pipinya.
"Cakra, ARTmu ini sungguh kurang ajar!" hasut Aline.
"Apa maksudmu?" Cakra tidak suka Aline mengatakan Siska adalah ARTnya. Aline yang memahami maksud Cakra dengan apa yang dilakukan Siska seperti mendapat bantuan.
"Dia tidak sopan, dia menghinaku dan melarangku untuk memasuki kamarmu. Bahkan dia menendang koperku," tunjuk Aline pada kopernya yang telah jatuh.
Cakra tidak mempedulikan perkataan Aline, yang dia takutkan justru Siska berpikir macam-macam kepadanya dan memutuskan untuk bercerai.
"Siska! Dengarkan aku! Aku tidak memiliki hubungan apa-apa lagi dengannya," bujuk Cakra. Dia tidak sanggup membayangkan jika Siska pergi dari hidupnya.
"Selesaikan masalahmu dengannya," bentak Siska. Dia bersiap menuju kamar, membereskan pakaian dan menenangkan diri entah di mana?
"Diamlah Aline, sebaiknya kamu pergi dari sini aku tidak pernah menginginkanmu sejak hari itu!" hardik Cakra.
"Tapi, kamu masih akan memberiku kesempatan jika aku mau meninggalkan teman specialku itu. Sekarang aku telah berpisah dengannya. Aku akan menjadikamu satu-satunya teman specialku. Bahkan aku akan mengajakmu untuk menikah," terang Aline enteng dan tidak tahu malu. Aline tahu Cakra orang yang baik.
Aline bukannya tidak ada maksud menemui Cakra. Dia ingin Cakra menjadi ayah bagi bayi yang sedang dikandungnya karena pria itu tidak mau bertanggung jawab.
Siska melotot kepada Cakra.
"Siska, percayalah dia hanya masa lalu. Kamu masa lalu dan masa depanku," bujuk Cakra lagi. Dia mencoba memeluk Siska dan bayinya. Siska mengelakan tubuhnya.
"Cak, apa kamu begitu mencintai ARTmu?" tanya Aline tidak percaya. Dia pikir Cakra hanya akan menyukainya.
"Ya, aku mencintainya, dan berhenti menyebutnya ART, karena dia bukan ART, tapi--"
__ADS_1
"Kamu telah dibutakan olehnya," potong Aline. "Jangan bersamanya Cakra, aku sedang hamil dan aku membutuhkanmu, untuk menikahiku," jujur Aline.
Siska shock mendengarnya, dia pikir Cakra yang menghamili Aline.
"Sebaiknya kita berpisah!" putus Siska.
"Tidak akan," kekeh Cakra. "Dan kamu Aline, kamu pikir aku pria bodoh yang akan menikahimu karena pria lain yang menghamilimu? Kamu terlalu naif, pergilah," usir Cakra.
"Aku tidak akan pergi, kamu tahu aku akan berbuat nekad?" ancam Aline.
"Aku tidak peduli dengan apa yang kamu lakukan, tapi, yang jelas, aku tidak ingin melepaskan istri dan anakku!" bentak Cakra.
"Apa? Kamu telah menikah? Dan bayi itu anakmu?" tanya Aline tidak percaya. Dia tidak menyangka jika Cakra telah menikah. Pupus sudah harapannya untuk menjadikan Cakra sebagai ayah dari bayinya. Pantasan saja Siska sangat berani melawannya, ternyata Siska adalah istri dari Cakra.
"Ya dan merekalah, hidupku sekarang, kamu hanya masa lalu yang singgah sebentar. Aku baru menyadari bahwa dia adalah wanita pertama yang mengusik perasaanku dan aku tidak akan meninggalkannya," jelas Cakra.
Aline yang tidak tahan dengan perkataan Cakra. Mengambil kopernya dan pergi dari sana.
"Kamu brengsek!" maki Aline, sebelum keluar dari apartment Cakra.
Sementara Siska bahagia dengan perkataan Cakra, Namun, dia tidak akan membiarkan Cakra untuk lega. Dia akan membuat Cakra shock.
Cakra langsung mendekati Siska lagi.
"Sis, maafkan Abang. Aline hanya masa lalu, percayalah. Abang baru menyadari bahwa dari awal hanya kamu wanita yang Abang cintai. Maaf Abang terlambat menyadari. Bahkan dari SMA hanya kamu," rayu Cakra. Dia mendekati Siska berusaha memeluk mereka. Namun Siska menyingkir dari hadapan Cakra.
"Aku akan meninggalkan apartment ini dengan Atha," ancam Siska. Dia kemudian masuk ke dalam kamar dan menguncinya.
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya, besties !
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
__ADS_1
Ig : lady_mermad
Tiktok : lady_mermad