
Siska dan Cakra duduk di pelaminan, para tamu undangan tidak berhenti datang dan menyalami mereka. Rekan bisnis dan karyawan I-shine hotel juga di undang. Pesta pernikahan sendiri diadakan di Ballroom I-Shine hotel.
Sahabat-sahabat Siska dan juga teman-teman sekolah Cakra juga datang. Cakra dan Siska benar-benar menjadi raja dan ratu sehari.
Gaun pertama yang dipakai Siska adalah kebaya khas Indonesia. Sedangkan gaun kedua Siska mengenakan gaun penganti putih yang cantik dan tentunya tidak sexy.
"Akhirnya Siska mendapatkan kebahagiaannya," ucap Nabila, dia duduk bersama Nathan di samping kanannya dan Cheryl di samping kiri, diikuti Rangga dan yang lainnya. Mereka duduk mengelilingi satu meja.
"Loe benar. Setelah perjuangan panjangnya." Cheryl terharu. Dia mengusap air matanya.
"Semoga Siska terus bahagia," do'a Jenifer.
"Ayo kita berfoto dengan mereka!" ajak Maura.
"Ayo!"
Mereka semua berdiri dan mengajak pasangan masing-masing untuk ke depan, menuju pelaminan.
Siska melihat kedatangan sahabat-sahabatnya. Dia mengembangkan tangan dan siap untuk memeluk sahabat-sahabatnya.
"Selamat ya, Sis!" ujar Jenifer memeluk Siska dan menyalami Cakra.
"Terima kasih!" jawab Sika terharu, sahabat-sahabatnya menyempatkan diri untuk kembali ke Indonesia hanya demi menghadiri resepsi pernikahannya.
Mereka berfoto bersama dan bercengkrama. Namun, tidak bisa lama karena antrian tamu undangan yang panjang tellah menanti untuk berfoto juga dengan sang pengantin.
Kemewahan dan kemegahan pesta berlangsung dengan lancar. Jam sembilan malam pesta berakhir. Cakra dan Siska sudah sangat kelelahan mereka menuju kamar pengantin yang telah disiapkan di hotel ini.
Siska membersihkan make up, sementara Cakra langsung mandi. Siska membuka pakaian pengantinnya. Cakra keluar dari kamar mandi dan melihat Siska kesulitan dalam membuka pakaian. Cakra menarik resleting gaun Siska dan mengusap punggung mulus Siska.
"Terima kasih, Bang." Siska memegang gaun agar tidak terjatuh. Siska berjalan dengan langkah lucu menuju kamar mandi. Cakra tersenyum melihat tingkah Siska tersebut. Dia kemudian mengambil pakaian yang telah disiapkan Siska di atas kasur.
Selesai berpakaian, Cakra duduk di ranjang dengan menyandar pada kepala ranjang. Carka membuka ponsel yang dari tadi tidak sempat diperiksanya. Bertubi-tubi pesan yang masuk.
Siska keluar dari kamar mandi hanya memakai jubah mandi. Rambutnya di lilit dengan handuk. Siska menuju meja rias untuk mengeringkan rambut. Tiba-tiba Cakra telah berdiri di belakangnya dan mengambil hair dryer dari tangan Siska. Cakra membantu mengeringkan rambut wanita pujaannya.
Siska tersenyum dari pantulan cermin, dia sangat bahagia karena Cakra memperhatikannya dengan sangat intens. Setelah rambut Siska kering, Cakra mencium aroma shampoo Siska. Cakra kemufian menundukan wajahnya, agar bisa mencium bibir Siska. Cakra mendongakkan kepala Siska, agar mempermudahnya mengakses mulut Siska.
Cukup lama mereka berciuman, sampai akhirnya Cakra menggendong Siska dan membaringkannya di atad ranjang. Mereka melakukan penyatuan.
***
__ADS_1
Keesokan harinya, Cakra mengajak Siska dan Atha pergi piknik. Cakra melajukan mobil dengan santai, mereka akan ke daerah pegunungan. Cakra membelokan mobil ke arah lain.
"Bang, ini salah jalan!" tegur Siska. Dia duduk di samping Cakra sambil menggendong Atha.
"Abang ada keperkuan sebentar di daerah sini," jawab Cakra.
Siska hanya menurut saja. Siska memperhatikan jalan, dia sangat kenal dengan daerah ini. Ini adalah kawasan rumah lamanya. Salah satu kawasan elit di Jakarta. Siska sedikit sedih karena rumah lamanya telah disita.
"Kamu, nangis beb?" tanya Cakra. Dia tahu pasti Siska ingat dengan rumahnya.
"Enggak," bohong Siska. Dia mengusap air mata yang sempat jatuh.
Cakra terus memasuki kawasan rumah Siska. "Sebenarnya, Abang mau kemana, sih?" penasaran Siska.
"Abang mau ajak kamu ke rumah lamamu," jujur Cakra.
"Ngapain?" heran Siska, dia pasti sedih kalau tahu rumahnya pasti telah ditempati oleh orang lain.
"Kamu pasti kangenkan sama rumah lamamu?" terka Cakra. Dia membelokan mobil tepat memasuki pagar rumah Siska.
"Kangen, sih, Bang, tapi Siska takut sedih," tolak Siska. Tapi Cakra telah memasuki rumah lama Siska.
Cakra menghentikan mobil, dia memandang ke arah Siska. Siska memandang rumah tersebut, sepertinya rumah itu trlah sedikit di renovasi, dan semakin bagus. Siska yakin pasti pemilik barunya yang telah melakukannya.
Siska mengikuti Cakra, dia semakin heran karena Cakra mengajak mereka masuk. Seseorang membukakan pintu depan.
"Selamat datang, Bapak, Ibu!" sapa seorang pria paruh baya jepada Cakra dan Siska.
"Bang, kita ngaapain di sini?" bisik Siska. Dia tetap mengikuti Cakra masuk ke dalam rumah. Siska melihat beberapa perabitannya masih sama dan beberapa telah diperbarui.
"Lihat saja, bagaimana? Apa kamu suka?" Cakra mengajak Siska berkeliling. Siska menuju kamar lamanya. Dia membuka pintu dan melihat kamarnya masih sama seperti saat dia tinggalkan.
"Hah, boneka Andes masih ada di sini." Siska memeluk boneka teddy bear yang dia berinama Andes. Siska trlah memiliki boneka tersebut sejak dia kelas tiga SD. Saat itu Siska meminta adik kepada Mama dan Papanya. Namun, sayang Mama Siska tidak bisa lagi memiliki anak karena dia mendapatkan kanker rahim dan rahimnya harus diangkat. Sebagai gantinya orang tua Siska membelikan Siska boneka teddy bear tersebut.
Cakra tersenyum saat melihat tingkah kekanak-kanakan Siska saat menggendong Andes. Siska meletakan kembali boneka itu, dia sadar tidak boleh mengacak-acak perabotan. Mungkin pemilik baru mengizinkan mereka untuk melihat-lihat rumah, tapi tidak untuk mengacak-acaknya.
Siska keluar dari kamarnya dan menuju kamar orang tuanya. Siska menatap kamar tersebut, teringat saat dia bermanja-manja dengan Mama dan Papanya. Siska membuka lemari pakaian orang tuanya. Ternyata isinya telah berubah. Di dalam lemari tersebut justru pakaian baru pria dan wanita.
Siska menuju rooftop rumahnya, di sana terdapat sebuah kamar kaca. Tempat itu sering di pakai Siska dan sahabat-sahabatnya untuk berkumpul. Di dalam ruangan kaca tersebut terdapat ranjang king size, sofa, televisi, lemari. Pokoknya semua seperti isi rumah lengkap. Di sana juga terdapat kamar mandi.
Ruangan itu di kelilingi kaca dan gorden untuk menutupi jika tidak ingin dilihat dari luar. Televisi besarnya telah diganti dengan model terbaru. Siska membelai kasur dan sofa, ingin mendudukinya, tapi dia segan.
__ADS_1
"Ayo, Bang, kita pergi." Siska berjalan keluar dari ruangan itu. Dia ingat saat bersama sahabat-sahabatnya. Mereka terkadang menginap di sana dan berebut untuk dapat tidur di ranjang. Yang berakhir Siska dan Nabila mengalah tidur di karpet.
"Kenapa? Apa kamu tidak suka berada di sini?" Cakra memboikot akses jalan Siska.
"Suka, hanya saja, ini bukan milik Siska lagi,"
"Apa kamu mau tinggal di sini?" bujuk Cakra.
"Maksud, Abang apa?" Tentu saja Siska akan dengan senang hati tinggal di sini.
"Rumah ini sekarang milikmu," sahut Cakra.
Siska masih bingung. Namun, akhirnya dia sadar. Siska langsung memeluk Cakra dan bayi mereka.
"Benarkah?" Siska masih tidak percaya.
"Ya!"
"Bagaimana bisa?" heran Siska.
Cakra menceritakan kepada Siska bahwa dia tidak sengaja melihat rumah Siska dengan informasi di jual. Cakra memutuskan untuk membelinya dan merenovasi beberapa bagian.
"Terima kasih, Bang. Love you so much." Siska kembali memeluk dan mencium Cakra.
Cakra tidak rela jika hanya dicium di pipi, dia merangkul pinggang Siska dan mencium bibir Siska dengan tanga satunya lagi masih menggendong Atha.
"Kita sebenarnya piknik, di sini saja bukan ke daerah pegunungan. Abang takut Atha digigit nyamuk," jujur Cakra.
"Siska tidak peduli, Siska sangat bahagia," ujar Siska.
Cakra meminta seseorang membawakan peralatan piknik mereka ke rooftop dan menyusunnya. Cakra duduk dengan Siska tidur di paha Cakra sambil membaca novel. Atha tidur di baby bounchernya.
🍒🍒🍒
Akhirnya end juga. Semoga kalian suka ya dengan endingnya. Jika menurut kalian masih ada yang kurang info aja. Kalian ingin apa biar aku tambahin nanti extra partnya.
Jangan lupa nyawer ya, besties !
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
Ig : lady_mermad
__ADS_1
Tiktok : lady_mermad