Korban Cinta Pertama

Korban Cinta Pertama
Siuman


__ADS_3

"Lihat, Sis, bayi loe sangat tampan, apa loe tidak ingin bertemu dan melihatnya?" ucap Cheryl lagi.


Siska merespon ucapan Cheryl dan sentuhan bayinya. Siska menggerakan jarinya.


"Siska!" panggil Cheryl.


Cyntia melihat ke arah Siska dan mendekati mereka. Dia harus kembali memastikan bahwa kali ini Siska memberikan respon dna cukup lama.


Cyntia kembali menekan tombol darurat.


"Sis!" panggil Cheryl lagi. Dia menggendong bayi Siska dari tubuh Siska.


Siska membuka matanya secara perlahan, dia menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya. Siska melihat Cheryl di depannya, Siska ingin menyapa Cheryl. Akan tetapi, dia seperti tidak bertenaga untuk mengeluarkan suaranya. Siska heran bagaimana bisa, Cheryl ada di sini?


"Jangan bergerak, tetap saja, sebentar lagi dokter datang," perintah Cheryl. "Lihat bayimu, dia sangat tampan," tunjuk Cheryl menghadapkan wajah bayi Siska agar Siska dapat melihatnya. Siska menatap bayinya dengan sedih, air mata tiba-tiba mengalir.


"Jangan menangis, dia sangat sehat, loe, udah berjuang dengan baik," bujuk Cheryl, padahal dia sendiripun menahan air mata yang akan keluar.


Cyntia terharu melihat moment itu. Dokter dan Perawat masuk ke dalam ruangan. Cheryl menyingkir dari samping Siska agar memberi akses kepada dokter untuk dapat memeriksa Siska.


Dokter menyuruh Siska untuk mencoba menggerakan jarinya kemudian mengangakat tangan. Meskipun belum bertenaga setidaknya Siska dapat mengangkat tangan dengan perlahan.


Dokter memberitahu bahwa kondisi fisik Siska baik-baik saja. Karena dia koma cukup lama, mungkin dia butuh beradaptasi lagi dengan lingkungan dan gerakan yang akan dilakukannya.


"Gue, ingin melihat bayi gue," pinta Siska dengan terbata-bata tenggorokannya masih terasa kering, meskipun telah minum.


Cheryl membawa bayi Siska ke depan Siska.


"Loe, harus cepat sembuh, agar loe, bisa gendong dia," rayu Cheryl.


Cyntia membantu Siska agar bisa duduk menyandar. Cheryl meletakan bayi Siska di panggkuannya. Siska membelai wajah bayinya dengan sayang.


"Atha!" panggil Siska.


"Atha? Apa itu nama yang ingin loe, berikan buat dia?" tanya Cheryl.


"Yah, meskipun dia hadir tanpa disengaja, bagi gue, dia tetap pemberian yang sempurna, Atha Kafi," terang Siska.


"Nama yang bagus," puji Cyntia. "Halo, Atha Kafi Pragya!" panggilnya mengelus pipi lembut Atha. Atha mengangat tangannya seperti mengerti bahwa dia telah diberi nama.


Cheryl sebenarnya ingin menginterogasi Siska. Namun, diurungkannya karena tidak ingin membuat Siska setress.


Petugas pengantar makanan masuk dengan troly makanan buat Siska. Dia meletakan makanan untuk Siska di meja samping Siska.


"Terima kasih," ucap Cheryl kepada petugas.

__ADS_1


"Sebaiknya, Mama, ambil Atha agar kamu bisa makan, Sayang." Cyntia mengambil Atha dari pangkuan Siska.


Cheryl mengambil makanan dan berencana menyuapkan ke Siska.


"Gue, bisa sendiri, kok, Cher," tolak Siska saat Cheryl ingin menyuapinya. Dia merasa tidak nyaman jika Cheryl harus menyuapinya.


"Yakin, loe? loe, belum pulih loh," cemas Cheryl. Dia merasa Siska belum sanggup untuk mmeegang mangkok tersebut.


"Tenang saja," ucap Siska.


Cheryl menyerahkan mangkok berisi bubur, Siska menerimanya dan memulai memakannya.


Cyntia bermain dengan Atha, Atha belum terlalu mengerti. Namun, dia telah dapat menatap orang yang berada di depannya.


Selesai makan, Cheryl memberikan obat dan vitamin kepada Siska.


"Loe, tahu nggak Sis, tadi gue ketemu Nabil dan Kak Nathan. Sepertinya Nabila, hari ini melahirkan," ucap Chery memulai cerita.


"Benarkah? Wah semoga Nabila selamat saat melahirkan," ucap Siska tulus. "Ngomong-ngomong, loe, kapan sampai?" tanya Siska.


"Tadi jam sebelas, Sis, boleh gue, tanya sesuatu?' akhirnya Cheryl tidak tahan untuk tidka bertanya.


"Loe, mau tanya tentang apa?" Lambat laun siska memang menyadari bahwa sahabatnya pasti akan tahu. Terutama Cheryl, dia adalah sahabat dan sekaligus telah menjadi adik iparnya.


"Maaf, gue, hanya tidak ingin kalian mengasihi gue," bela Siska.


"Kami adalah sahabat loe, Sis. Jadi wajar kita saling membantu," bujuk Cheryl.


"Tenang saja, semua telah berlalu, setidaknya, gue bisa merasakan bekerja dan menjadi wanita mandiri," terang Siska.


"Bisa gue, lihat, loe menjadi gadis yang tegar, " puji Cheryl. "Hanya saja, gue, merasa menyesal kenapa tidak mengetahuinya saat loe datang ke pesta Nabila?" sesal Cheryl.


"Semua telah menjadi takdir yang Maha Kuasa, jadi kita hanya perlu menjalankannya dengan ikhlas. Satu hal yang membuat gue bersalah sekali, mama meninggal karena menyelamatkan gue," Siska tidak dapat laagi membendung air matanya.


"Oleh sebab itu, jangan loe, sia-siakan pengorbanan mama loe. Hiduplah bahagia, Sis, loe, berhak mendapatkannya," bujuk Cheryl. Dia memang telah dapat informasi dari Cyntia bahwa keinginan hidup Siska berkurang.


"Loe, benar gue akan menjalankan hidup dengan tegar dan merawat putra gue, sebaik mungkin," ucap Siska mantap. Cheryl dan Cyntia bahagia mendengarnya.


"Sis, apakah tidak perlu memberitahu yang lain bahwa loe udah melahirkan dan menikah dengan Abang gue?" tanya Cheryl lagi hati-hati.


"Nanti, gue akan menceritakannya pada mereka," jawab Siska.


"Cher, Sis, Mama, keluar dulu buat nyari makanan, Cher kamu belum makan, 'kan?" Cyntia tahu pasti putrinya belum makan.


"Belum, Ma," jawab Cheryl, dia lupa belum makan. Saking inginnya menghajar Cakra.

__ADS_1


"Ya udah, Mama pergi dulu, kamu lihatin Atha juga, jangan hanya ngobrol saja dengan Siska," pamit Cyntia sambil memberi wejangan kepada Cheryl.


Cyntia meninggalkan kamar untuk membeli makanan.


Handphone Cheryl berdering, itu dari Maura.


"Ya, Ra," jawab Cheryl.


"Loe, nggak lihat Group? Nabila udah melahirkan," todong Maura.


"Eh, udah melahirkan?" Cheryl pikir belum. Dia tidak menyadari bahwa jarak dia bertemu Nabila dan Nathan tadi sudah berlalu cukup lama.


"Iya, gue sama Jenifer udah di rumah sakit NFL. Ponsel Siska nggak pernah aktif, gue jadi cemas. Beberapa tahun ini Siska jarang sekali merespon di group," curiga Maura.


"Bentar, Ra, nanti gue hubungin loe, lagi," putus Cheryl langsung mematikan ponselnya.


"Apakah anak Nabil udah lahir?" tanya Siska.


"Iya, Maura dan Jenifer ada di rumah sakit ini juga. Sis, gue suruh mereka ke sini ya?" bujuk Cheryl. Siska paham maksud Cheryl.


"Iya," Mungkin inilah saatnya bagi Siska untuk memberitahu sahabat-sahabatnya. Dia tidak mungkin terus menyembunyikan fakta ini selamanya dari mereka.


Cheryl menghubungi Maura lagi dan memberitahu mereka bahwa dia telah di rumah sakit dan meminta Maura dan Jenifer ke kamar rawat inap Siska. Cheryl tidak menjelaskan siapa yang sakit.


Tidak lama pintu kamar di ketuk, Cheryl membuka pintu.


"Siapa yang sakit?" cecar Maura. Begitu masuk diiikuti Jenifer.


"Siska!" panggil Jenifer saat melihat Siska duduk di brangkar. Jenifer dan Maura langsung mendekati Siska dan memeluknya. Mereka seperti menemukan sahabat yang hilang.


🍒🍒🍒


Jangan lupa nyawer ya, besties !


Sambil up jangan lupa mampir ke karya teman author ya besties!


...PERNIKAHAN SALSA...



Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!


Ig : lady_mermad


Tiktok : lady_mermad

__ADS_1


__ADS_2