
Siska masih menimbang dan membaca ulang pesan dari Mila dan Cakra, kenapa kejadian satu bulan yang lalu membuat Cakra panik?
Apa karena kecelakaan itu, aku mendapatkan masalah? Apa aku pernah bekerja di I-Shine sebagai house keeper?
Siska memaksa otaknya untuk berpikir, kenapa ingatannya yang hilang hanya tiga tahun?
Ponsel Siska berbunyi, dan itu panggilan dari Mila.
"Halo!" jawab Siska, dia penasaran dan ingin tahu siapa Mila ini.
"Sis, syukurlah, akhirnya nomor loe, bisa dihubungi," lega Mila di seberang sana.
"Ya," ucap Siska bingung harus menjawab apa karena dia merasa tidak kenal dengan Mila.
"Apa yang terjadi sama, loe? Apa loe dipecat? Kenapa loe nggak masuk kerja satu bulan ini?" cecar Mila. Dia sangat khawatir dengan Siska.
"Maaf," balas Siska singkat.
"Gue, sama mbak Vero ke kontrakan loe, tapi, loe nggak tinggal lagi di sana. Loe cerita sama kami, gue dan mbak Vero pasti bantu," ucap Mila.
"Bisa besok kita bertemu, gue akan jelaskna semuanya," usul Siska.
"Besok pagi jam 10, ya, gue shif sore. Nanti gue kirim lokasi janjiannya," balas Mila.
"Sampai bertemu besok," ujar Siska, dia mematikan sambungan.
Siska melihat pesan masuk dari aplikasi hijau. Mila telah mengirim nama cafe tempat janjian mereka. Bagaimana dia mengenali Mila? Siska melihat foto profil di nomor Mila. Sayang sekali, Mila tidak memasang foto profilnya. Hanya gambar pemandangan.
Siska memutuskan untuk tidur saja karena dia telah merasa sangat lelah. Siska kembali tidur di kamarnya.
Keesokan harinya Siska bangun pagi, dia merasa kondisinya telah membaik. Siska masuk ke kamar Cakra, dia melihat Cakra masih tertidur nyenyak.
Siska menyiapkan pakaian yang akan dipakai Cakra. Siska menggantungnya di luar lemari.
Kemudian Siska menuju dapur. Dia mulai memasak sarapan pagi untuk mereka. Sejak keluarga mereka bangkrut Siska memang telah bisa memasak, meskipun lebih sering mamanya yang melakukannya.
Siska heran kenapa dia bisa memasak, padahal dia tidak pernah untuk memasak. Di antara genk mereka yang hobby memasak adalah justru Jenifer.
Cakra keluar dengan pakaian yang telah rapi.
"Kamu masak, Sis?" heran Cakra, dia tahu bahwa Siska tidak bisa masak. Oups Cakra lupa, bisa saja setelah kehidupan Siska berubah, dia menjadi bisa memasak.
"Iya, Bang, masakan sederhana saja," balas Siska, dia menghidangkan nasi goreng sederhana buatannya. Dan menyerahkan sepiring untuk Cakra.
__ADS_1
Cakra mengambil nasi goreng itu. "Terima kasih," ujar Cakra.
"Bang, Siska izin keluar nanti, boleh?" pinta Siska.
"Kemana? Sama siapa?" tanya Cakra, dia harus memastikan Siska tidak mengetahui kejadian-kejadian naas yang pernah dialaminya. Cakra takut Siska trauma dan menderita.
"Ke Kokas, Bang, sama teman Siska, Abang tahu teman Siska yang bernama Mila?" tanya Siska.
"Nggak kenal, Abang tahunya cuma Nabila, Cheryl, Jenifer sama Maura," balas Cakra. Jadi dia tidak perlu cemas jika Siska bertemu Nabila karena, yang namanya wanita pasti akan menceritakan tentang apa saja. Bisa saja Nabila akan heran jika mengetahui bahwa Siska telah menikah denggannya. Dan Siska pun akan bingung karena kenapa Nabila tidak mengetahui tentang pernikahan mereka.
"Apalagi Nabila, ya, Bang," sindir Siska.
Cakra hanya diam, tidak menggubrisi perkataan Siska.
"Abang udah selesai, Abang pergi dulu, ya," pamit Siska.
"Bang, tunggu." Siska juga berdiri dari kursinya.
"Apa?" heran Cakra. Namun, dia tetap menghentikan langkahnya.
"Kapan kita menikah, Bang?" tanya Siska.
"Satu bulan yang lalu, udah kamu tidak usah memikirkan apa-apa, ini untuk kamu." Cakra memberikan sebuah kartu kredit dan uang tunai lima juta kepada Siska. Dia takut Siska tidak memiliki uang.
"Ambil saja, kamu 'kan sudah jadi istri, Abang, pinnya tanggal ulang tahun kamu," bujuk Cakra agar Siska mau menerimanya. Cakran meletakkan uang dan kartu ke tangan Siska. "Abang, berangkat, ya," pamit Cakra. Dia melangkah menuju luar.
Siska senang saat mendengar Cakra menyebut, dia sebagai istri.
Siska kembali ke kamarnya dan melihat pakaiannya. Separah apa kebangkrutan yang dialami keluarganya? Sehingga dia tidak memiliki pakaian branded? Kecuali beberap pakaian baru. Pakaian yang dibeli mamanya.
Siska melihat tasnya yang lain, dia melihat tas pada saat malam naas. Siska memeriksa isinya. Siska melihat surat keterangan menikahnya, tanggal satu bulan yang lalu. Kenapa pernikahannya terkesan terburu-buru. Siska mencari buku nikah. Namun, dia tidak menemukannya.
Kenapa pernikahannya hanya berjarak sekitar tiga hari dari kejadian dia kecelakaan? Siska mencari lagi di dalam tas tersebut dan menemukan hasil USG. Dalam hasil USG justru usia kandungan Siska lima minggu.
Bagaimana bisa usia kandungannya lebih cepat satu bulan lebih dari tanggal pernikahannya?
Siska memaksa kembali mengingat kejadian tersebut. Kepalanya terasa pusing. Ponsel Siska berdering, dari Mila.
"Halo!" sahut Siska.
"Sis, gue udah otw, ya, loe jangan telat," perintah Mila.
"Iya," jawab Siska, dia mematikan sambungan.
__ADS_1
Sebaiknya, dia segera bersiap-siap dan mencari tahu kepada Mila.
Siska keluar dari apartment dan memesan mobil online. Tepat pukul sepuluh Siska sampai di Kota Kasablanca, belum banyak toko yang buka.
Bagaimana cara dia mengenali Mila?
Siska melihat salah satu toko barang branded yang telah buka. Siska lansgung menuju ke sana. Dia seperti kangen dengan barang-barang itu. Siska melihat pakaian bagus dan beberapa tas.
Dia memilih beberapa potong pakaian, dua tas, tiga sepatu yang tidak tinggi, serta tiga jam tangan. Siska menggunakan kartu kredit dari Cakra.
Ponsel Siska berbunyi, dia melihat panggilan dari Mila.
"Sis, sorry gue telat, tadi ada kecelakaan di jalan, jadi macet panjang, loe, dimana?" cerocos Mila.
"Gue di toko G," jawab Siska.
"Ya, udah, gue langsung ke sana," ujar Mila, kemudian mematikan ponselnya.
Siska mengambil barang belanjaannya dan menunggu di kursi panjang yang ada di toko. Siska melihat status Nabila yang menampilkan foto hasil USGnya dengan kalimat 'Anugrah terindah'. Siska tersenyum dan mengomentari status Nabila.
-Selamat ya, Nab-
"Sis!" panggil Mila. Siska mencari suara yang memanggilnya. Dia melihat seorang gadis seusia dia dengan tubuh mungil dan berwajah cantik melambaikan tangan ke arah Siska. Gadis tersebut sedikit berlari mendekat ke arah Siska.
Apa dia yang bernama Mila?
"Mila?" panggil Siska dengan ragu. Dia benar-benar merasa belum pernah bertemu dengan gadis ini.
"Iya," sahut Mila, menarik nafasnya yang tidak teratur, akibat berlari ke toko G ini. Mila menghubungi Siska dan meminta Siska untuk tepat waktu eh ternyata dia sendiri yang tidak tepat waktu.
"Kamu Mila, yang menghubungi gue, 'kan?" tanya Siska memastikan lagi.
"Hah, pertanyaan loe, kok gitu?" bingung Mila. Dia menatap Siska.
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya, besties !
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
Ig : lady_mermad
Tiktok : lady_mermad
__ADS_1