Korban Cinta Pertama

Korban Cinta Pertama
Pertemuan


__ADS_3

"Siapa yang sakit?" cecar Maura. Begitu masuk diiikuti Jenifer.


"Siska!" panggil Jenifer saat melihat Siska duduk di brangkar. Jenifer dan Maura langsung mendekati Siska dan memeluknya. Mereka seperti menemukan sahabat yang hilang.


"Loe, sakit apa?" todong Maura.


"Dia baru siuman dari koma," jawab Cheryl.


"Koma? Kenapa?" heran Jenifer.


Suara bayi memotong Cheryl untuk menjawab pertanyaan dari Jenifer. Cheryl menuju box bayi dan menggendong Atha. Jenifer dan Maura tidak memperhatikan box tersebut tadi.


"Itu anak Siska?" tunjuk Maura, saat Cheryl menggendong bayi tersebut.


"Iya, itu anak gue," balas Siska.


"Loe, kok nggak bilang udah melahirkan," kesal Jenifer.


"Lebih, tepatnya nggak bilang udah nikah," tambah Maura.


Siska hanya membalas dengan senyuman. Maura dan Jenifer langsung menghampiri bayi tersebut.


"Kok, mirip Abang, loe, Cher?" heran Maura.


"Ya, Emang dia bapaknya," balas Cheryl cuek.


"Hah?" serempak Jenifer dan Maura.


"Bentar, sepertinya kami ketinggalan berita," lanjut Jenifer.


"Sejak kapan, loe, pacaran sama Abang dia?" tanya Maura. "Emang Abang, loe, udah move on dari Nabila?" lanjutnya.


"Tanya Siska langsung aja, noh, orangnya masih ada," tunjuk Cheryl kepada Siska.


"Sebaiknya, kita melihat anak Nabila, dulu," elak Siska. Jika harus bercerita maka dia akan menceritakannya saat ada Nabila juga.


Maura dan Jenifer menghormati keputusan Siska.


"Apa loe, juga ikut ke kamar Nabla? Kebetulan kamarnya di samping kamar loe, ini," terang Jenifer.


"Ya, gue mau ke sana juga," ucap Siska.


"Loe, yakin? Loe baru sadar, loh?" Cheryl tidak ingin mengambil resiko, jika terjadi apa-apa dengan Siska.


"Tenang saja, gue bisa, kok," kekeh Siska.

__ADS_1


Cheryl meminta tolong perawat pria dan meminta kursi roda untuk membawa Siska ke ruangan Nabila. Perawat pria dan kursi roda datang. Perawat pria tersebut menggendong Siska dan mendudukannya di kursi roda. Kemudian pamit.


Maura mendorong kursi roda Siska menuju kamar Nabila. Nathan membukakan pintu, dia heran saat Siska menggunakan kursi roda. Mata Nathan beralih menatap bayi dalam gendongan Cheryl, hal iti semakin membuat Nathan heran.


"Apa yang terjadi dengan Siska?" tanya Nathan.


"Dia juga habis melahirkan, kak," balas Jenifer.


"Siska sudah menikah?" tanya Nathan bingung. Dia tidak tahu jika Siska telah menikah.


"Kalian!" panggil Nabila yang telah bangun, samar-samar dia mendengar suara orang berbicara.


Maura mendorong kursi roda Siska agar lebih dekat ke arah Nabila.


"Siska, ini anak loe?" tunjuk Nabila kepada bayi yang di gendong Cheryl.


"Iya," balas Siska singkat.


"Tapi, loe, kok, masih di rumah sakit?" heran Nabila. Dia tahu karena Siska masih memakai pakaian rumah sakit, sama sepertinya.


"Siska baru sadar dari koma," Cheryl yang mewakili Siska untuk menjawab.


"Maksudnya?" bingung Nabila. Nathan melihat Nabila yang seperti ingin duduk. Dia langsung membantu Nabila.


Nabila dan yang lain membekap mulut karena tidak menyangka jika Siska koma selama satu bulan.


"Sekarang gue udah sadar," ujar Siska agar yang lain tidak khawatir lagi.


"Bayi loe, cewek apa cowok, Nab?" tanya Maura.


"Cewek," sahut Nabila. "Gue, kangen banget, loh, sama kalian, sini peluk," lanjut Nabila merentangkan tangannya agar para sahabatnya memeluknya. Mereka berpelukan berlima.


"Ya udah, sebaiknya, kakak, keluar saja, kalian silahkan kangen-kangenan," pamit Nathan, mengerti bahwa pasti para gadis tersebut ingin saling bercerita tentang kejadian yang mereka alami.


"Kak Nathan, pengertian banget, ya," ujar Jenifer begitu Nathan tidak ada lagi di kamar Nabila. Nabila hanya tersenyum menanggapinya.


"Cher, bawa sini anak Siska, gue mau lihat," pinta Nabila. Cheryl membawa bayi Siska ke depan Nabila. Nabila meminta untuk menggendongnya. "Kok, wajahnya, kayak kenal gue?" Nabila mencoba mengingat-ingat dimana dia bertemu pria dengan wajah seperti bayi Siska.


"Iya, wajahnya mirip banget sama Abang Cheryl," sahut Maura.


"Ah, iya, mirip Bang Cakra." Nabila melirik Siska. Dan Nabila bisa menebak bahwa suami Siska adalah Cakra. Namun, saat terakhir bertemu kenapa mereka seperti biasa saja. Bahkan Cakra, bukan membantu Siska saat itu. Namun, justru membantu dirinya. " Jadi, suami loe, bang Cakra?" tanya Nabila.


"Dasar, Siska, dia malahan nggak ngabarin kita jika nikah sama, Abang Cheryl. Loe juga Cher, kok, nggak bilang ke kita, sih?" sewot Jenifer.


"Orang gue juga baru tahu tadi, begitu sampai nggak dijemput, nyokap," terang Cheryl.

__ADS_1


"Hah?" serempak mereka, sambil melihat ke arah Siska.


"Iya, gue, akan cerita sekarang," ujar Siska. Mungkin sudah waktunya bagi Siska, untuk memberitahu sahabat-sahabatnya tentang kejadian yang menimpanya.


Sebelum bercerita, Siska meminta sahabat-sahabatnya untuk jangan mengasihaninya, cukup memberi dukungan saja. Siska menceritakan semua kejadian dimulai dari perusahaan papanya yang gulung tikar, bunuh diri papanya, sampai mereka tinggal di kontrakan biasa dan Siska mulai bekerja.


Kemudian lanjut kepada kejadian seminggu sebelum Nabila menikah. Siska memberitahu sahabat-sahabatnya bahwa dia bekerja di I-Shine hotel sebagai house keeper. Dan di sana Cakra memperkosanya, Maura dan Jenifer kaget, mereka pikir Siska dan Cakra berpacaran. Tenyata Cakra menikahi Siska karena Siska hamil.


Siska lanjut memberitahu tentang kematian mamanya karena menyelamatkan Siska yang akan di perkosa preman. Saat menceritakan kejadian ini Siska tidak dapat lagi membendung air matanya. Salah satu kenapa Siska tidak ingin bangun dari komanya adalah hal ini. Dia merasa menjadi yatim piatu. Ya, saat melahirkan, Siska mengingat semua kejadian yang hilang. Dia terkejut saat mendapati kilas balik, mamanya terbunuh, hal itu membuat Siska menyalahkan dirinya dan membuat dia shock sehingga mengalami pendarahan.


Jenifer memberikan tissu kepada Siska dan Maura. Mereka menangis dengan kejadian yang menimpa Siska. Cheryl yang menggendong keponakannya pun tidak dapat menahan air mata yang mengalir. Padahal Cheryl telah mendengarnya.


"Maafkan kami yang tidak berada di masa-masa sulit, loe," isak Jenifer. Dia menggenggam tangan Siska dan memberinya kekuatan.


"Bukan salah kalian, gue yang tidak ingin kalian kasihani," bela Siska.


"Seharusnya kami menyadari saat loe, datang ke pesta pernikahan Nabila," cicit Maura lagi.


"Maura benar, seharusnya kami bertanya tentang kondisi loe saat itu," ucap Jenifer.


"Semua telah menjadi takdie gue, gue hanya minta agar lebih sabar dan tabah lagi saja," Siska menyeka air matanya. "Boleh, gue mibta minum?" pinta Siska.


"Tentu saja," Jenifer dengan cekatan mengambil air mineral yang ada di meja samping Nabila, membuka dan menyerahkannya kepada Siska, lengkap dengan sedotan.


"Tapi, setidaknya, loe telah menikah dengan bang Cakra," ujar Nabila.


Siska melepaskan sedotan dari mulutnya.


"Sebenarnya, kami akan bercerai, setelah anak ini lahir,"


🍒🍒🍒


Jangan lupa nyawer ya, besties !


Sambil nunggu aku up, silahkan mampir ke karya temanku ya besties!


...SALAH MASUK KAMAR PENGANTIN...



Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!


Ig : lady_mermad


Tiktok : lady_mermad

__ADS_1


__ADS_2