
Cakra memandang kepada gadis bernama Mila. Namun, pandangannya justru berserobok dengan Siska yang mencoba menghindar. Siska? Cakra terdiam sesaat sebelum Candra menyikutnya.
"Untuk karyawan akan ada penilaian selama tiga bulan, jika memang kalian pantas, maka tidak ada alasan bagi kami untuk memecat kalian. Jadi jangan khawatirkan hal tersebut, yang penting bekerjalah dengan sebaik mungkin dan berikan hasil terbaik yang kalian bisa," ucap Cakra tegas.
"Oke, itu pertanyaan terakhir dan telah dijawab oleh pak Cakra. Acara akan saya tutup. Silahkan menikmati hidangan makan siang yang telah di sediakan dan kembali bekerja," ucap Host setelah Cakra menjawab pertanyaan dari Mila.
Satu persatu karyawan meninggalkan ballroom. Cakra penasaran, apakah benar gadis yang di samping Mila, Siska? Gadis tersebut mengenakan pakaian housekeeper, apa Siska bekerja di sini? Setahu Cakra papa Siska tidak akan mengizinkan putri semata wayangnya untuk bekerja. Cakra memperhatikan kembali ke tempat duduk Siska tadi. Namun, Siska membelakangi Cakra. Cakra ingin berjalan menuju ke sana untuk memastikan.
"Ayo!" ajak Candra, langkah Cakra menuju Siska terhenti, dia akhirnya memlilih mengikuti Candra. Mereka akan di jamu di ruangan private oleh Direktur dan Manager setiap divisi.
Candra menggandeng mama Cakra, Chintia. Mereka mengikuti para Direktur menuju lokasi makan.
Setelah selesai makan Cakra, Candra dan Chintia berkeliling di mulai dari kantor administrasi, lanjut ke ruangan para house keeper.
Siska yang merasa tidak enak badan, setelah makan menjadi muntah-muntah, membuat Mila dan Veronica khawatir.
"Siska, loe, nggak pa-pakan?" tanya Mila khawatir.
"Gue nggak pa-pa, paling masuk angin aja," jawab Siska. Sebenarnya dia sedikit setress takut Cakra memergokinya.
"Atau loe izin pulang aja," saran Veronica, ibu dua anak itu. Khawatir dengan kondisi Siska yang tidak biasanya. Biasanya Siska adalah gadis yang tangguh.
"Gaklah, Mbak, ntar di nilai jelek lagi," ucap Siska.
"Kan loenya sakit," tegur Veronica.
"Udah, gue nggak pa-pa, kok." Siska menenangkan mereka.
__ADS_1
"Hmm ... Sis!" ucap Veronica ragu-ragu.
"Kenapa, Mbak?" tanya Siska.
"Maaf kalau gue lancang ... loe punya pacar?" tanya Veronica lagi. Mila hanya bingung dengan pertanyaan Veronica. Bukan saatnya bertanya tentang pacar Siska sekarang.
"Enggak, kenapa, Mbak?" tanya Siska, juga bingung.
"Mbak mau nyariin jodoh buat Siska ya? Buat Mila juga dong, Mbak," cerocos Mila.
"Ish. Apaan sih, bukan. Jadi gini ... kalau gue lihat gejala Siska ini ... kayak orang lagi hamil," beritahu Veronica dengan terputus-putus karena takut menyinggung Siska. Mereka tahu jika Siska belum menikah.
"Hamil!" Siska memegang perutnya. Bagaimana ini? Bagaimana jika dia benar-benar hamil. Tidak Siska hanya sekali melakukannya saat di perkosa Cakra. Jadi kemungkinan hamil sangat kecil. Bukankah dia pernah membaca bahwa jika tidak menikmati maka tidak akan hamil.
Dan kondisi Siska saat itu sadar dan tidak ingin di sentuh Cakra. Sekalipun Siska mencintai Cakra, tapi tidak akan Siska memberikan mahkota berharganya kepada orang selain suaminya saat dia sadar. Makanya saat kejadian, Siska melawan dengan maksimal dan Cakra memukuli Siska.
"Iya, gue nggak pa-pa. Kalian duluan aja, gue mau bersihin diri bentar," usir Siska.
Veronica dan Mila meninggalkan Siska.
Sementara Cakra yang memang sedang berada di ruangan house keeping. Harus ke toilet buat buang air kecil. Melewati toilet wanita Cakra mendengar pembicaraan para wanita di dalam ruangan tersebut. Apa lagi nama Siska disebut.
Membuat Cakra berhenti. Siska? Apakah Siska orang yang dia kenal.
Hamil? Tidak mungkin Siska hamil karena Siska seorang wanita yang sopan dan terhormat. Diantara mereka ( sahabat-sahabat Siska ) Siska adalah yang paling bijaksana.
Lalu apa, apa yang terjadi dengan Siska? Kenapa dia bekerja? Sekarang hamil? Cakra ingin masuk ke dalam untuk memastikannya dan melihat apakah itu benar Siska? Dan bertanya kenapa dia hamil? Namun, niat tersebut diurungkan Cakra, ini hari pertamanya, tidak mungkin dia mempermalukan diri dengan bertanya kepada Siska?
__ADS_1
Cakra memutuskan untuk menunggu di luar, agar dia dapat melihat orang yang bernama Siska ini. Kenapa mereka belum keluar juga, sementara Cakra sudah sangat kebelet, akhirnya Cakra menunaikan hajatnya dulu.
Saat keluar tidak ada lagi suara di toilet wanita. Cakra meninggalkan toilet dengan perasaan yang penasaran.
"Kok, lama Cak?" tanya Candra saat Cakra datang.
"Ada sedikit gangguan, pa," balas Cakra.
Cakra dan rombongan yang mengikuti mereka masih di ruangan house keeping. Cakra mulai tidak konsentrasi saat manager bagian itu menjelaskan. Cakra sibuk mencari sosok Siska. Jika itu benar Siska, Cakra merasa kasihan. Apakah Siska salah pergaulan? Sehingga membuat dia hamil? Atau karena kehidupan yang memaksa dia menjual diri? Karena terakhir Cakra melihat. Siska seperti orang susah. Siska sebenarnya apa yang terjadi? Cakra benar-benar penasaran.
Mereka melanjutkan untuk melihat kamar-kamar. Memastikan bahwa bagian house keeping mengerjakan tugas dengan baik.
***
Siska yang telah selesai membersihkan kamar, keluar dari kamar tersebut. Saat keluar Siska melihat rombongan Cakra, Siska merubah arahnya. Namun naas.
"Hei kamu, ke sini," panggil salah satu Direktur kepada Siska.
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya, besties !
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
Ig : lady_mermad
Tiktok : lady_mermad
__ADS_1