
Siska menunggu Cakra karena mereka akan pergi. Siska berdandan rapi dan memakai make up minimalis tapi cantik. Athapun telah siap dan kelihatan tampan.
Siska menunggu di ruang tamu sambil mengajak Atha bermain. Tidak lama bel rumah berbunyi, Siska meletakan Atha dindalam strollernya. Siska dengan cepat menuju pintu untuk membukanya. Dia tidak sabar untuk bertemu Cakra.
"Kau!" serentak Siska dan Aline saat wajah mereka saling berhadapan. Siska pikir Aline telah pergi dan bagaimana Aline tahu rumah Cakra juga. Sejauh apa hubungan mereka dulunya.
"Seharusnya aku yang terkejut, bagaimana bisa kau ke sini?" bentak Siska. Dia tidak akan membiarkan Aline merendahkannya lagi.
"Tentu saja aku tahu rumah kekasihku." Aline menyingkirkan Siska dari depan pintu dan masuk ke dalam. Mengabaikan Siska yang tercengang dengan kelancangannya.
"Keluar dari rumah ini!" hardik Siska, dia menarik tangan Aline, agar keluar dari dalam rumah. Namun, Aline sekuat tenaga menghempaskan tangan Siska.
"Aku tidak akan pergi, aku akan tinggal di sini." Aline tidak tahu jika Siska juga ada di sini. Dia ke sini hanya ingin bertemu orang tua Cakra dan memaksa Cakra untuk menikahinya. Aline akan memberitahu orang tua Cakra bahwa dia sedang mengandung anak Cakra.
"Kau benar-benar wanita yang tidak tahu malu," ejek Siska. Kekesalannya telah diubun-ubun, ingin rasanya dia menampar Aline, tapi, Siska tidak ingin melakukannya. Itu akan menjadikannya wanita yang tidak memiliki perasaan dan akan menjadi sama seperti Aline.
__ADS_1
"Aku?" tunjuk Aline kepada diri sendiri. "Kau yang tidak tahu malu, aku telah bersama Cakra selama hampir dua tahun." Aline berusaha memprovokator Siska.
"Tapi, sekarang dia menikahiku, dan kau hanya masa lalu," sindir Siska, meskipun, dia merasa sakit hati karena Cakra pernah menjalin hubungan dengan Aline. Padahal Siska yang lebih dulu kenal dan mencintai Cakra.
Kadang Siska sempat berpikir, apa yang akan terjadi, jika dia mengatakan perasaannya saat sekolah dulu? Akankah Cakra menerima cintanya? Atau Cakra akan menjauhinya?
"Dia juga akan menikahiku, kau tahu aku juga hamil." Aline tersenyum, dia harus segera menyingkirkan Siska dari hidup Cakra.
"Apa kau pikir aku akan percaya dengan yang kau katakan? Dan lagian suamiku jelas-jelas mengatakan bahwa anak itu adalah anak dari pria lain. Kau jangan menjebak suamiku." Siska sengaja menekankan kata suami, agar Aline sadar bahwa dia tidak akan mungkin memiliki Cakra lagi.
"Tentu saja, dan aku tahu bahwa suamiku, sangat mencintaiku," potong Siska. Dia tidak akan memberi celah kepada Aline untuk mempengaruhinya. Dia harus kuat dan melawan wanita pelakor yang akan merusak rumah tangganya.
"Pria yang berselingkuh, tentu tidak akan jujur. Kau pikir seorang pencuri atau pelaku kejahatan akan mengakui bahwa mereka telah berbuat suatu kejahatan? Tidak, karena kalau itu terjadi maka penjara akan penuh," terang Aline.
Siska membenarkan perkataan Aline, dia menjadi goyah. Apa Cakra berselingkuh di belakangnya? Dan jika dipikir-pikir, selama mereka menikah, Cakra tidak pernah menyentuhnya. Mereka kembali melakukan hubungan suami istri setelah Siska melahirkan?
__ADS_1
Apakah Aline adalah wanita yang memuaskan Cakra selama dia tidak menyentuh Siska?
"Pria lain atau orang lain mungkin saja, tapi, tidak dengan suamiku." Siska harus membuat Aline pergi dan berusaha untuk tidak terpengaruh. Terlepas setelah ini dia hatus bertengkar lagi dengan Cakra. Setidaknya dia tidak memberi celah pelakor untuk merusak rumah tangganya.
"Siska! Siapa dia?" tanya Cyntia yang baru datang dan memasuki rumah. Dia terkejut melihat seorang wanita dengan pakaian yang kekurangan bahan.
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya, besties !
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
Ig : lady_mermad
Tiktok : lady_mermad
__ADS_1