Korban Cinta Pertama

Korban Cinta Pertama
Kedatangan Ibu Mertua


__ADS_3

"Yakin?" selidik Cakra.


"Iya, lagian Abang kenapa, sih?" heran Siska, dia mencoba melepaskan tangannya yang dicengkaram oleh Cakra.


"Abang, hanya nggak suka kamu dekat-dekat dengan cowok," ancam Cakra. Meskipun dia masih bingung dengan perasaannya, yang jelas Cakra tidak suka jika Siska dekat-dekat dengan pria lain.


Cakra teringat kembali kejadian saat ulang tahun Nathan. Dimana hampir semua teman sekelasnya tertarik kepada Siska. Dan itu membuat Cakra cemburu.


Bahkan Cakra melakukan tindakan konyol dengan mengatakan bahwa dia adalah pacar Siska. ( yang lupa, bisa baca bab kecemburuan Cakra ).


Seharusnya Cakra tidak perlu khawatir karena Cakra telah mengetahui bahwa Siska telah mencintainya sejak SMA.


"Tenang saja, Siska hanya bertemu biasa, kok, dan itupun tanpa sengaja," bujuk Siska. Dia merasa senang karena Cakra cemburu, bukankah itu artinya Cakra mulai menyukainya?


"Ya, kamu ingat aja, Sis, Danil pernah naksir kamu, 'kan? Bagaimana jika dia deketin kamu lagi?" cemburu Cakra.


"Mana ada dia naksir, ish, Abang ada-ada, aja, ah," elak Siska, dia memang tidak tahu jika Danil suka padanya saat SMA. Yang tahukan Cakra. Dan Cakra juga yang membuat Danil batal mengajak Siska di acara wisuda dan prom night.


"Emang dia naksir kamu, kok, dia sendiri yang bilang sama Abang. Pokoknya kamu mesti ingat, kamu udah nikah," ucap Cakra.


"Iya tahu," rajuk Siska.


Siska melangkah menyingkir dari tubuh Cakra. Namun, saat menggeser tubuh Cakra, tanpa sengaja gelang Siska justru tersangkut dan menarik handuk Cakra.


"Aaa!" teriak Siska yang sempat melihat aset berharga Cakra.


Secepat kilat Cakra menarik handuk dan memakainya kembali. Akan tetapi, gelang Siska masih tersangkut di handuk. Keseimbangan mereka hilang, Siska mendarat diatas kasur, dengan Cakra hampir menindihnya. Tangan Cakra berada tepat diantara bahu Siska. Cakra menahan tubuh agar tidak menghimpit Siska karena dia ingat Siska tengah hamil.


Cakra memandang dan membelai wajah Siska dengan sensual. Wajah Siska memerah, dia memejamkan mata menunggu Cakra menciumnya. Wajah Cakra mendekat ke arah Siska, tujuannya adalah bagian wajah yang merah dan kenyal itu. Apalagi kalau bukan bibir ranum Siska.


Mereka berciuman, Siska memasrahkan diri, terserah Cakra ingin melakukan apa? Karena dia juga sangat menginginkan Cakra menyentuhnya. Biar saja bersikap egois menginginkan Cakra.


Cukup lama mereka saling mencumbu, melepaskan keinginan yang mungkin lama terpendam. Cakra sudah mulai tidak tahan, dia benar-benar ingin merasakan Siska.


Salahkah, jika dia melakukannya bersama Siska? Bukankah mereka telah menikah?


Bel apartment menyadarkan Cakra, dari pikirannya yang akan memakan Siska.


"Ada yang datang," ujar Cakra. Dia menyingkir dari tubuh Siska. Siska merapikan dan mengancingkan kembali pakaiannya yang telah berantakan akibat ulah mereka.


"Siska, akan membukakan pintu, Bang," tawar Siska. Dia bersiap untuk keluar dari kamar Cakra.


"Tunggu, Sis," cegat Cakra. Dia menarik tangan Siska dan membalikan badan Siska. Cakra merapikan rambut Siska yang berantakan dengan jarinya. Kemudian Cakra menutupi leher Siska dengan rambutnya.

__ADS_1


Cakra tidak ingin siapapun tamunya melihat, Siska dalam kondisi tersebut. Cakra ingat siapa tamu yang akan datang? Bisa berabe jika orang yang mengenalnya bertamu, tentu mereka akan bertanya kenapa ada Siska di apartmentnya?


"Abang, segera siap-siap aja, bentar lagi Siska harus ke kampus," ingat Siska. Hampir saja dia lupa, jika harus ke kampus. Kalau kebablasan bisa saja Siska tidak datang untuk kuliah.


"Eh, tunggu, Sis, sebaiknya biarkan saja, mungkin itu hanya orang iseng," bujuk Cakra. Dia takut entah siapa yang akan datang.


"Bukan orang iseng, Bang," jawab Siska.


"Biar, Abang, aja nanti yang buka, kamu tunggu saja di sini," bujuk Cakra lagi, dia khawatir dengan siapa yang datang.


"Paling, itu driver makanan, Bang " terang siska.


"Emang kamu pesan makanan?" tanya Cakra.


"He, iya. Siska nggak masak, Bang," cengir Siska. Dia memang tidak sempat masak karena kelelahan bertemu Mila dan membersihkan apartment Cakra


"Ya udah, kamu bukain sana," balas Cakra.


Siska membuka kamar Cakra dan keluar menuju pintu depan. Siska membuka pintu tanpa melihat siapa tamu yang datang.


"Tante!"


"Siska!"


"Kamu, kenapa berada di apartment Cakra?" curiga Cyntia, ibu Cakra yang datang dan membawa rantang berisi makanan untuk Cakra.


Kedatangan Cyntia, sekalian membujuk Cakra untuk kembali ke rumah. Dia merasa kesepian, Cheryl masih di luar negeri.


"O--itu--"


"Apa kamu, berpacaran dengan Cakra?" selidik Cyntia. Dia mengenal Siska dengan baik karena Siska merupakan salah satu sahabat putrinya.


Bahkan Siska adalah tamunya setiap hari, Cyntia ingat bahwa Cheryl, pernah memberitahu bahwa sepertinya Siska suka dengan Cakra.


Menurut Cyntia, bagus juga jika Siska dan Cakra berpacaran. Jadi, dia tidak perlu repot-repot mencarikan jodoh buat Cakra.


Seingat Cyntia bahwa Cakra menyukai Nabila dari cerita Cheryl dan sekarang Nabila telah menikah, jadi tidak ada harapan bagi Cakra.


"I--tu," gugup Siska.


Apakah pernikahan mereka memang dirahasiakan? Sampai mama bang Cakra tidak tahu, jika mereka telah menikah?


"Mama!" seru Cakra saat muncul di ruang tamu. Cakra tidak ingin Siska dan mamanya bingung.

__ADS_1


"Cakra, Siska di apartmentmu, apa yang kalian laku--"


"Mama, tunggu, ya. Cakra bisa jelaskan? Siska sebaiknya kamu ke kamar dulu, ya. Abang akan berbicara dengan mama," usir Cakra kepada Siska.


Siska semakin penasaran dengan pernikahan mereka. Siska meninggalkan Cakra dan Cyntia untuk berbicara berdua.


"Apa kalian berpacaran?" todong Cyntia begitu Siska pergi. "Jika kalian memang berpacaran, sebaiknya segera saja menikah, jangan kumpul kebo seperti ini," ejek Cyntia.


"Mama, Cakra ada alasannya menampung Siska di sini," mulai Cakra. "Sebaiknya, kita duduk dulu," ajak Cakra, dia meraih tangan Cyntia agar mengikutinya untuk duduk di ruang tamu.


"Apa alasannya?" tanya Cyntia penasaran dan tidak sabaran.


"Cakra dan Siska memang telah menikah satu bulan yang lalu," aku Cakra. Cyntia memelototkan mata kepada Cakra.


"Kalian telah menikah dan tidak memberitahu mama dan papa?" hardik Cyntia, dia kembali berdiri, bersiap untuk pergi karena kecewa, putranya tidak memberitahunya tentang pernikahannya.


"Mama, ini bukan seperti yang Mama bayangkan. Dengar dulu penjelasan Cakra." Cakra menarik lagi tangan Cyntia, agar duduk di dekatnya.


"Semoga alasanmu masuk akal," sewot Cyntia. Dia membekap tangannya ke dada bersiap mendengar penjelasan Cakra.


"Apa Mama tahu, jika keluarga Siska bangkrut?" tanya Cakra.


"Apa?" Cyntia tidak percaya dengan yang didengarnya.


"Papa Siska, bunuh diri karena hal itu, dan Siska hamil," ungkap Cakra.


"Hamil?"


"Dia diperkosa, dan aku menikahi Siska karena kasihan dengannya," aku Cakra.


"Malang sekali nasibnya," sedih Cyntia.


"Baru-baru ini, Mama Siska juga baru meninggal dan Siska mengalami amnesia sebagian, dia tidak ingat kejadian kematian orang orang tuanya, maupun, kebangkrutan yang dialami orang tuanya. Jadi Cakra mohon, biarkan seperti ini dulu," pinta Cakra.


Tanpa Cakra sadari, Siska mendengarkan pembicaraan mereka, dengan menahan tangis.


🍒🍒🍒


Jangan lupa nyawer ya, besties !


Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!


Ig : lady_mermad

__ADS_1


Tiktok : lady_mermad


__ADS_2