
"Siska, maafkan Mama!" ucap Cyntia begitu mereka di kamar Cakra. "Mama, gagal mendidik Cakra. Pertama kamu dan sekarang ada lagi gadis lain yang--," Cyntia tidak dapat meneruskan kata-katanya. Dia mulai terisak.
"Mama, tenanglah. Siska yakin wanita itu hanya mengaku-ngaku saja. Abang bilang, anak yang dikandung wanita itu, bukanlah anaknya," bujuk Siska.
"Tapi, kejadian yang kamu alami--,"
"Percayalah, Ma," sela Siska. "Bagaimana jika kita menanyakannya kepada Cheryl? Cheryl sepertinya tahu tentang hubungan mereka," tawar Siska. Dia mengambil ponselnya dan menghubungi Cheryl.
"Halo!" jawab Cheryl di seberang sana.
"Cher, loe, nggak sibuk, bukan?" tanya Siska.
"Enggak, kenapa, Sis?" tanya Cheryl.
"Loe, kenal Aline?" Mulai Siska. Dia mengeraskan suara ponselnya, agar Cyntia juga bisa mendengarkan pembicaraan mereka.
"Kenapa? Dia bikin ulah lagi?" terka Cheryl.
"Dia ke rumah, dan ngaku hamil anak Abang," jelas Siska.
"Apa? Jangan percaya, mereka udah lama putus. Dan Abang nggak pernha ketemu lagi sama dia hampir dua tahun lebih," terang Cheryl. "Loe, usir aja, Sis. Pokoknya loe, jangan percaya sama dia," ujar Cheryl lagi.
"Cher, ini Mama." Cyntia mengambil ponsel dari tangan Siska.
"Mama!" kaget Cheryl. Dia baru tahu jika Cyntia bersama Siska.
"Kamu jangan bergaul seperti Abang di sana ya!" nasehat Cyntia kepada Cheryl.
__ADS_1
"Iya, Ma. Usir saja wanita itu, Ma. Cheryl yakin, jika dia hamil, itu bukan anak Abang," jelas Cheryl lagi.
"Mama, akan mengusirnya sekarang." Cyntia mematikan telepon. "Ayo, Sis, kita usir wanita tidak tahu malu itu," aja Cyntia. Siska mengikutinya dari belakang.
Mereka kembali ke ruang tamu. Siska melihat Aline mencoba merayu Cakra.
"Lepas Aline, kau bukan siapa-siapa. Aku mencintai istri dan anakku. Jangan bermimpi kau bisa menggantikannya," tolak Cakra, saat Aline kembali mencoba menyentuhnya.
Siska yang mendengar Cakra mengatakan bahwa dia mencintainya menjadi senang. Siska tersenyum, Cakra mengaku mencintainya di depan Aline.
"Pergilah!" hardik Cyntia. Cakra dan Aline menoleh ke arah Cyntia dan Siska.
"Saya tidak akan pergi sebelum Cakra menikahi saya." Aline duduk di sofa dan melipat tangan dengan angkuh.
"Bagaimana mungkin anak saya menikahi kau, sementara anak yang kau kandung bukan anaknya," ejek Cyntia. Dia menatap tajam ke arah Aline. Jika tatap dapat membunuh, maka bisa dipastikan--Aline sekarang sudah kehilangan nyawanya.
"Baiklah, Aline, jika kau tidak mau pergi dari hidupku dan keluar dari sini. Dengan sadar, maka dengan berat hati, aku akan menghubungi Papamu," ancam Cakra. Cakra tahu Aline sangat takut dengan Papanya. Papa Aline adalah orang yang tegas, dia tidak akan membiarkan keluarganya melakukan kesalahan dan berbuat hal.yang memalukan.
Seketika wajah Aline sangat pucat, jika Papanya tahu dia hamil, maka Papanya akan mengurung Aline. Tidak perduli siapa yang menghamilinya, yang pasti itu adalah kesalahan Aline yang tidak bisa menjaga diri.
"Kau tidak bisa melakukan itu padaku!" bentak Aline yang mulai ketakutan.
"Kau pilihlah, seperti kau, aku juga tahu nomor ponsel dan alamatmu itu," ancam Cakra.
Aline kesal, dia bisa melihat bahwa Cakra tidak main-main.
"Baiklah, kalian menang!" ketus Aline.
__ADS_1
"Katakan bahwa anak itu bukan anakku!" perintah Cakra.
"Ya, anak ini bukan anakmu, puas!" Aline meninggalkan ruang tamu Cakra.
"Ingat kembali ke Amerika, jika aku bertemu denganmu di sini, maka aku akan memberitahu Papamu," ancam Cakra sekali lagi.
Aline tidak mau tinggal dengam Papanya yang keras dalam mendidik anak. Aline menghentikan langkah kakinya. "Ya!" kemudian dia melanjutkan keluar dan menuju mobil yang di sewanya.
"Maafkan, Mama, Cak. Mama tidak percaya padamu, padahal Siska telaheyakinkan Mama," terang Cyntia.
"Iya, Ma. Cakra minta maaf karena membuat Mama dan Siska tidak nyaman. Dan Sis, terima kasih karena mempercayai Abang." Cakra merangkul tubuh Siska dan memeluknya. Saat Cakra bersiap untuk mencium Siska.
"Hmm," dehaman Cyntia membatalkan niat Cakra. Siska hanya tersipu malu. "Sebaiknya segera persiapkan resepsi pernikahan kalian," pinta Cyntia.
"Siap, Ma!" balas Cakra.
πππ
Oke konfilik udah kita selesaikan ya, saatnya menuju endπ€
Jangan lupa nyawer ya, besties !
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
Ig : lady_mermad
Tiktok : lady_mermad
__ADS_1