Ku Ingin Selamanya

Ku Ingin Selamanya
Episode 9


__ADS_3

2 tahun sudah hubungan Satrio dan Ayunda, sekarang Ayunda lebih banyak bersama Satrio dan sudah jarang ngumpul bareng teman-temannya, hanya sewaktu-waktu jika Satrio tidak datang atau mengajak Ayunda keluar.


Satrio pun mencarikan Ayunda kerjaan. Setelah dapat Satrio memberitahu Ayunda bahwa ada sebuah toko baju yang sedang membutuhkan karyawan.


"Kamu mau gak kerja di toko baju itu? "


"Iya aku mau, A. "


"Besok pagi kamu ke toko XX, tapi besok pagi aku gak bisa antar kamu. Kamu gak apakan kalo sendirian. "


"Iya gak apa-apa kok. " Ayunda tersenyum dan Satrio pun membalas senyuman itu.


"Satu lagi nanti pulang aku jemput, tunggu jangan kemana-mana ya. "


"Iya, Yank. " Kata Ayunda.


Keesokan harinya Ayunda berjalan menuju tempat yang Satrio maksud. Tempatnya lumayan jauh tapi hari masih pagi jadi Ayunda memilih jalan kaki lebih sehat.


"Hmm.... Yang penting kerja bisa bantuin mama. " Gumam Ayunda yang sambil berjalan.


Setelah sampai di toko tersebut Ayunda menyerahkan surat-surat lamaran kerjanya. Ayunda pun langsung diterima, namun kerjanya sehari dan hanya dapat upah yang tak begitu besar namun lumayan bagi Ayunda.


Malam jam 8 Ayunda baru keluar dari toko, Ayunda pun sudah mengenal teman di tempat kerjanya itu. Sesuai janji Satrio sudah menunggu Ayunda pulang. Satrio duduk di motor vespa sedikit usang.


Satrio tersenyum melihat Ayunda keluar bersama temannya. Ayunda berpamitan dengan temannya itu lalu menghampiri Satrio.


" Dari tadi, A? "


"Hmmm... Lumayan lah. Ayang udah makan? "


Ayunda menggelengkan kepalanya, Satrio langsung mengusap rambut Ayunda tahu bahwa Ayunda merasa lelah.


"Cape ya. Ayo naik. " Kata Satrio yang menyalakan mesin motor lalu Ayunda duduk di belakang sambil memeluk pinggang Satrio.


Kemudian Satrio memberhentikan motornya di tukang nadi goreng di tempat pusat jajanan serba ada. Tempat nasi goreng itu adalah tempat favorit Satrio dan Ayunda, karena setiap malam Ayunda akan di ajak makan di tempat nasi goreng itu. Walaupun tempatnya di pinggir jalan namun rasanya enak.


Setelah Satrio memarkirkan motornya, kita berdua duduk dan memesan 2 nasi goreng. Penjual pun sudah mengenal Satrio dan Ayunda yang sering makan di tempat itu.


"Bagaimana hari pertama kerja? " Tanya Satrio.

__ADS_1


"Biasa aja, tapi gaji nya karena aku lulusan SMA jadi uang makan dan gajinya lumayan daripada lulusan SMP. " Jawab Ayunda.


"Semoga kamu betah ya, yank. " Kata Satrio menatap Ayunda. Dan Ayunda hanya mengangguk pelan.


Kemudian penjual datang membawa, 2 piring nasi goreng yang Satrio dan Ayunda pesan. Mereka pun makan sambil sesekali ngobrol dan bercanda. Setelah selesai makan, Satrio mengantar Ayunda pulang dan ngobrol sebentar lalu Satrio pamit pulang.


Hubungan Satrio dan Ayunda sudah masuk tahun ke 2, pertengkaran sering terjadi karena sifat Satrio yang tempramen, egois dan keras kepala. Sedangkan sifat Ayunda yang keras kepala, manja juga cengeng menjadi sabar menghadapi sifat Satrio.


Dua minggu yang lalu, Satrio dan Ayunda bertengkar hanya masalah sepele. Satrio marah hingga hampir memukul Ayunda, Ayunda menarik tangan Satrio yang hendak pergi dari rumahnya. Satrio marah karena sifat Ayunda yang masih seperti anak-anak dan manja. Ayunda memang memiliki sifat manja, namun Satrio ingin Ayunda berpikiran dewasa dan tak lagi seperti anak-anak.


Seperti apapun pertengkaran mereka, Satrio dan Ayunda balik lagi dan seperti itu terus. Mungkin karena Satrio dan Ayunda saling sayang dan cinta. Bagi Ayunda Satrio adalah cinta pertama dan inginnya cinta terakhir. Selesai sholat wajib dan sholat malam, Ayunda selalu berdo'a agar jodohnya adalah Satrio.


Satrio adalah laki-laki pertama yang menjadi pacar Ayunda, sebelumnya Ayunda tak pernah pacaran atau ada cowok yang dekati Ayunda. Hanya dulu sewaktu masih SMA Ayunda menyukai Aa Heri laki-laki tinggi, kulitnya hitam manis dan wajahnya mirip dengan artis India favorit Ayunda.


Namun Aa Heri hanya menganggap Ayunda sebagai adik dan tidak lebih dari itu. Karena Aa Heri akan menikah, semenjak Aa Heri menikah Ayunda mulai belajar mencintai Satrio. Sejak saat itu Ayunda cinta dan sayang dengan Satrio.


Banyak yang mendekati Ayunda namun karena Ayunda jutek jadi tak ada yang bisa meluluhkan keras dan juteknya seorang Ayunda. Hanya Satrio yang bisa meluluhkan keras dan juteknya Ayunda.


*Maaf ya reader ceritanya kita flashback ke belakang sebelum Ayunda bertemu Satrio beberapa episode. *


Pernah dulu ada seorang cowok yang bernama Randi, dia anak didik papa Ayunda di sepak bola. Dulu papa Ayunda seorang pelatih sepak bola. Waktu itu hari minggu, biasa Ayunda sehabis olahraga pagi dengan teman-temannya. Ayunda membeli bubur ayam, tiba-tiba cowok itu sok kenal mendekati Ayunda.


"Anaknya bapak Soni ya? " Tanya Randi dengan tersenyum.


"Udah gede ya sekarang. " Kata Randi yang menurut Ayunda itu sok kenal dan sok dekat banget.


"Ya iyalah udah gede, orang setiap hari di kasih makan. " Kata Ayunda yang sedikit ketus.


"Hahahha... Lucu. " Ujar Randi yang ketawa mendengar perkataan Ayunda.


"Emang aku badut, lucu. Dasar aneh. " Kata Ayunda yang langsung mengambil bubur dan langsung pergi meninggalkan Randi.


Randi semakin ketawa melihat tingkah Ayunda. Lalu Randi pun duduk ikut nimbrung bersama teman-teman Ayunda yang asik main gitar.


"Hei.. Aku pulang ya. " Kata Ayunda.


"Kok pulang, Aa nya kan baru datang. " Kata Randi yang menyeringai.


"Cieee, Yunda. " Sorak teman-teman Ayunda.

__ADS_1


"Aa... Aa... Ayam... " Seloroh Ayunda yang langsung pergi meninggalkan teman-temannya. Sementara Randi hanya tertawa terpesona dengan tingkah Ayunda yang bikin hatinya merasa tak karuan.


Randi yang masih nongkrong dengan teman-teman Ayunda merasa menyukai Ayunda dan ingin dekat dengan Ayunda.


"Sebel banget deh, sama tuh orang. Sok kenal banget deh. " Gumam Ayunda dengan kesal sambil duduk di meja belajar.


Malam hari Ayunda duduk di depan rumahnya dengan mba Anti, mba Zia, Geri juga Diva. Tiba-tiba Randi datang naik sepeda dan berhenti di depan tempat nongkrong Ayunda dan teman-teman.


"Hai... " Sapa Randi dengan senyuman yang sok imut menurut Ayunda. Ayunda pun memutar bola mata malas.


"Eh.. A.. " Geri membalas salam Randi.


"Tumben ada apa nih, Ran? " Tanya mba Anti.


"Mainlah, tapi kayaknya ada yang gak senang ada aku disini. " Kata Randi yang melirik Ayunda. Sedangkan Ayunda hanya cemberut dan memainkan dan menggoyang-goyangkan kakinya.


"Hmmmm... " Mba Anti sengaja mengikuti arah mata Randi yang melirik Ayunda.


Randi pun langsung tersenyum dengan malu, karena terpergok sedang memperhatikan Ayunda.


"Aku pulang dulu, ya. " Kata Ayunda yang akan berdiri tapi tangannya di tarik oleh Randi.


"Dihh.. Kok pulang sih. Aa nya baru sampai " Kata Randi yang menarik tangan Ayunda dan Ayunda langsung melepasnya.


"Apaan sih tarik-tarik. " Kata Ayunda yang dengan jutek melepaskan tangannya.


"Jangan jutek gitu sih, Neng. " Kata Randi.


"Biarin.. " Ayunda makin jutek.


"Cieee... Cieee... " Sorak mereka serempak. Ayunda hanya memanyunkan bibirnya. Randi pun tersenyum gemas melihat Ayunda yang memanyunkan bibirnya.


"Lucu sih kamu, Neng. " Kata Randi dengan senyuman yang mengembang.


"Apaan sih. " Kata Ayunda dengan datarnya.


"Besok hari senin, kamu berangkat sekolah jam berapa? " Tanya Randi.


"Hei..Kalian..Disini ada orang ya, jangan seolah dunia milik berdua. " Ujar mba Anti yang menepuk pundak Randi.

__ADS_1


Randi terkekeh mendengar perkataan Anti, sementara Ayunda masih cemberut dan jutek.


Randi masih memperhatikan Ayunda yang tingkahnya membuat Randi makin suka dengan Ayunda, namun Ayunda masih terlihat cuek saja.


__ADS_2