Ku Ingin Selamanya

Ku Ingin Selamanya
Episode 28


__ADS_3

Pagi hari mulai menjelang matahari masuk lewat jendela kamar Ayunda. Satrio masih terlelap dengan tidurnya, Ayunda bangun terlambat sehidup dia tidak sholat shubuh. Semalam dia dan suami menghabiskan malam yang panjang, walaupun lelah pulang perjalanan namun ibadah seorang istri.


Ayunda masuk ke kamar mandi untuk membersihkannya badannya, setelah mandi dia pergi ke dapur untuk memasak untuk sarapan suaminya. Terlihat mama yang sedang sibuk mencuci pakaian.


"Ma, kok mama yang mencuci? " Tanya Ayunda.


"Kamu sudah bangun. Itu mama sudah belikan sarapan untuk kalian, jadi gak usah kamu masak lagi. " Kata mama.


Ayunda menengok ke arah meja makan, dan melihat dia bungkus nasi uduk yang mama belikan untuk Ayunda dan Satrio.


"Ohh.. Ya sudah terimakasih ma, nanti biar Ayunda saja yang menjemur pakaiannya. " Kata Ayunda.


"Sudah selesai, sudah kamu makan saja dulu


" Kata mama. Ayunda mengangguk dan lalu pergi ke kamar membawa makanan.


Satrio sudah bangun dan duduk di teras, sambil ngobrol dengan papa.


"Yang, ini sarapan dulu. " Kata Ayunda yang memberikan nasi bungkus.


"Simpan dulu saja, ayang lagi ngobrol sama papa. " Jawab Satrio.


Ayunda kemudian masuk ke kamar dan memakan sarapannya terlebih dahulu. Tak lama kemudian Satrio masuk dan langsung ke kamar mandi untuk membersihkannya tubunya.


Ayunda menyiapkan pakaian yang akan di pakai suaminya. Lalu Satrio selesai mandi dan tersenyum melihat istrinya duduk sambil nonton tv dengan mulut yang mengunyah makanan. Ayunda melirik suaminya yang masih bertelanjang dada, melihat suaminya cekikikan Ayunda langsung mengerucutkan bibirnya.


"Kenapa, sih senyum-senyum gak jelas? " Tanya Ayunda dengan ketus.


"Liat kamu lucu, kaya anak kecil makannya. " Kata Satrio yang mendekati Ayunda. Kemudian memeluk Ayunda dari belakang.


"Lagi yu, Yang. Semalam kamu nakal sekali. " Kata Satrio yang berbisik di telinga Ayunda.


"Iihh.. Apaan sih, udah siang. Katanya mau ke mall beli kado buat Aryo. " Kata Ayunda yang menggeser tangan Satrio yang sedang menjelajah.


"Sebentar saja, liat dan rasakan sudah keras. " Kata Satrio tersenyum.


"Iih... Mulai nih kumat mesumnya. Aaarghhh.. " Teriak Ayunda Satrio hanya tertawa.


"Sayang, gak kasihan. " Kata Satrio yang memeluk erat Ayunda.


"Ayang, udah siang tau. " Kata Ayunda yang berusaha melepaskan pelukan Satrio.


"Sekali saja, di kamar mandi sekalian kita mandi bareng. " Kata Satrio.


"Dosa loh nolak suami, Yang. " Kata Satrio yang terus memeluk Ayunda.


"Iya aku paham, tapi jangan lama-lama ya. " Kata Ayunda.


Mereka masuk ke kamar mandi dan melakukan ritual yang diinginkan Satrio. Ayunda tak pernah menolak jika Satrio menginginkan dirinya, karena surga baginya.

__ADS_1


Setelah selesai, Satrio dan Ayunda pamit pada mama dan papa pulang kerumah Satrio. Satrio mengajak Ayunda jalan-jalan ke mall, untuk membelikan hadiah ulang tahun untuk keponakan Satrio yang minggu kemarin ulang tahun. Setelah beberapa jam berkeliling di mall mencari hadiah akhirnya mendapatkan baju dan Satrio membelikan Ayunda sepatu untuk Ayunda mengajar.


"Ini bagus dan cocok buat kamu. Beli ya, buat kamu kalo mengajar. " Kata Satrio.


"Terimakasih, Yang. Ayunda lapar? " Kata Ayunda yang memegang perutnya.


"Kita makan dimana? " Tanya Satrio.


"Hmmm... Dimana saja yang penting murah dan kenyang. " Kata Ayunda yang tersenyum menampilkan giginya.


"Biasaan, kalo di tanya selalu jawabannya dimana saja. " Ujar Satrio merangkul istrinya. Ayunda hanya tersenyum sambil memeluk pinggang suaminya.


Setelah selesai makan, Satrio dan Ayunda pulang dan kemudian kedatangan mereka di sambut oleh keponakannya yang lucu Aryo anak kakak Satrio yang baru usia 2tahun.


"De Aryo.. " Panggil Ayunda dan langsung memeluk keponakannya itu dengan sangat rindu.


"Tante, baru datang? " Tanya mba Fika.


"Iya, bun. Bunda sehat? " Tanya Ayunda yang mencium tangan mba Fika. Ayunda sengaja memanggilnya bunda karena Aryo baru belajar ngomong.


"Tata, lele.. " Aryo narik-narik baju Ayunda.


"Yang, di bawa ke kamar yuk. Nanti bajunya langsung di pakein. " Kata Satrio yang mencium pipi gembul Aryo.


Satrio dan Ayunda membawa Aryo ke kamarnya dan mereka mengganti baju Aryo dengan baju yang di beli Satrio dan Ayunda siang tadi.


"Pas banget, Yang. " Kata Satrio.


"Keluar yuk, kasih tau bunda. " Kata Ayunda yang mengajak Aryo keluar.


"Bunda, baju dede baru. " Kata Ayunda yang menggendong Aryo.


"Bilang apa sama tante. " Kata mba Fika.


"Atih, Tata. " Kata Aryo yang belum bisa bicara dengan benar.


"Tante, makasih. " Kata mba Fika membenarkan kata-kata Aryo.


Satrio tersenyum senang, semoga kedepannya rumah tangganya akan selalu baik-baik saja. Melihat istrinya yang begitu sabar, menerima dia kembali padahal dia sudah menyakiti nya.


Ayunda melihat suaminya yang menatapnya, Ayunda pun membalas senyuman suaminya itu. Lalu mendekati suaminya dan mencium keningnya.


"Ayunda sayang banget sama ayang. " Kata Ayunda memeluk suaminya.


"Ayang juga sayang sama Ayunda. " Balas Satrio.


"Masuk ke dalam yu, Ayunda mau tidur capek. " Kata Ayunda mengajak suaminya ke dalam kamar.


Mereka pun merebahkan tubuh mereka di springbed ukuran 120x200 yang hanya memuat dua orang. Ayunda memejamkan matanya sambil memeluk suaminya, Satrio mencium kening Ayunda dan membelai rambutnya. Tak lama kemudian Satrio pun terlelap sambil memeluk istrinya.

__ADS_1


Keesokan harinya, Ayunda sudah bangun dan memasak makanan untuk suaminya. Setelah selesai Ayunda membangunkan Satrio yang masih tertidur.


"Yang, bangun udah siang. " Kata Ayunda yang tertidur di dada Satrio. Dan Satrio memeluknya.


"Pagi-pagi udah ngajak. " Kata Satrio dengan nada yang serak bangun tidur.


"Iih.. Apaan. Ayang cuma mau bangunin ayah udah siang tau. " Kata Ayunda yang memukul lengan suaminya.


"Tadi kamu manggil apa? " Tanya Satrio yang pura-pura tidak mendengar.


"Ayah.. Ayunda ingin manggil ayang ganti ayah, suka? " Kata Ayunda.


"Sukalah, Yang. " Jawab Satrio mengeratkan pelukannya.


"Mandi bareng yuk. " Ajak Ayunda.


"Tumben, ngajak? " Tanya Satrio yang langsung membuka matanya.


"Mumpung di rumah gak ada orang. " Kata Ayunda dengan nakal.


"Hmmm.. Sekarang nakal ya. " Kata Satrio.


"Ayo cepat, nanti ada yang datang dulu. " Kata Ayunda yang menarik tangan Satrio.


"Sabar, sayang. " Ujar Satrio.


Satrio dan Ayunda masuk ke kamar mandi dan mereka melakukan ritual suami istri agak sedikit cepat takut ada yang melihat mereka.


Setelah selesai mereka makan bersama dan kemudian Aryo datang bersama ayah bundanya.


"Darimana, dek? " Tanya Ayunda mencium Aryo.


"Tata.. " Jawab Aryo membuat Ayunda tertawa. Begitu juga Satrio yang gemas dengan tingkah Aryo yang menggemaskan.


"Ye.. Ye.. " Aryo yang menunjuk ke wajah Satrio.


"Le' buka ye ye. " Kata mba Fika membenarkan cara bicara Aryo.


"Iih.. kamu lucu banget sih. " Kata Ayunda yang mencoba pipi gembul Aryo.


"Hiks... Hiks.. Da.. " Aryo nangis memanggil sang bunda.


"Kenapa? Orang gak apa-apa, di cium sama tante kok. "Kata mba Fika.


" Tata, atal. " Kata Aryo.


"Habisnya kamu lucu, sih. " Kata Ayunda yang masih menggoda Aryo.


"Yang, sudah kasihan Aryo. Kamu tuh ledekin terus. " Kata Satrio yang menggendong Aryo.

__ADS_1


Ayunda sangat bahagia dirinya dan suami sudah kembali bersama. Namun Ayunda tidak tahu ujian apalagi yang ada di depannya. Ayunda berharap rumah tanggany baik-baik saja hingga maut yang memisahkan.


__ADS_2