Ku Ingin Selamanya

Ku Ingin Selamanya
Episode 7


__ADS_3

Hubungan Ayunda dan Satrio sudah 1tahun mereka sangat lengket. Satrio sering membelikan Ayunda baju yang menurut Satrio cocok. Satrio sangat menyukai Ayunda yang sekarang berpenampilan sedikit tomboy tapi tak lagi slengean.


"Malam minggu besok kita nonton yuk, ada film bagus Matrix. " Kata Satrio yang duduk di samping Ayunda.


Ayunda tak lagi memanggil Satrio dengan namanya saja. Ayunda memanggilnya dengan sebutan Aa.


"A emangnya ada uang buat nontonnya? " Tanya Ayunda yang menatap Satrio.


"Ada dong, kemarin aku ada job foto. " Kata Satrio.


Satrio seorang pekerja buruh foto, tekadnya kuat ingin membeli kamera sendiri. Dan setiap seminggu sekali Satrio memberikan uang jajan pada Ayunda.


Satrio merangkak dari bawah, sejak dia kenal Ayunda dia semakin giat untuk bekerja dan lebih semangat. Satrio sering mengajak Ayunda main kerumahnya dan di kenalkan dengan orang tuanya, kakaknya dan juga ponakannya.


Ayunda sangat suka dengan anak kecil apalagi perempuan, karena Ayunda tak memiliki adik perempuan jadi begitu Satrio mengenalkan Vita ponakannya Ayunda sangat senang sekali.


"Ponakanmu lucu ya, A. " Kata Ayunda yang mengusap rambut Vita.


"Dia itu juara lomba mewarnai loh, Yunda. " Ujar Satrio.


"Oia, sayang. Kamu hebat ya. " Ayunda mencium pipi Vita yang masih berusia 4 tahun.


"Di sekolah juga dia pintar. " Satrio begitu membanggakan keponakannya.


Ayunda tersenyum mendengar cerita Satrio yang begitu antusias membanggakan ponakannya.


Satrio selalu mengajak Ayunda main kerumahnya. Selama pacaran dengan Satrio Ayunda selalu ada pertengkaran kecil dan besar, sifat Satrio yang posesif dan cemburu. Pernah mereka putus lalu mereka nyambung lagi.


Satrio sekarang sudah mulai usaha fotonya sendiri. Walaupun dia seorang tukang foto jalanan namun dia tetap semangat. Ayunda sudah membuat Satrio bekerja dan membeli kamera juga motor hasil usahanya sendiri.


Ayunda menyukai Satrio yang dewasa dan tanggung jawab. Ayunda berharap Satriolah jodohnya, karena hanya Satrio yang sudah meluluhkan hatinya yang jutek,keras kepala dan manja.


"Ayunda, maaf ya aku belum bisa membuatmu bahagia. " Kata Satrio yang menatap Ayunda.


"Hei, A kenapa? " Tanya Ayunda.


"Kamu kenapa cinta sama aku? " Tanya Satrio.

__ADS_1


"Loh, kok malah balik nanya. " Kata Ayunda.


"Iya gak apa sih. Jawab kenapa cinta sama aku? "


"Aa itu tinggi, suka bola, dan aku suka cowok tinggi juga suka bola. Kalo aku punya pacar pendek nanti kalo nikah punya anak, anaknya malah amblas. Akunya kan pendek jadi cari cowoknya yang tinggi biar memperbaiki keturunan. " Kata Ayunda yang cengar-cengir menampilkan jejeran giginya.


"Hmmm.. Masa alasannya cuma itu seh. " Kata Satrio.


"Cuma Aa yang bisa meluluhkan juteknya aku dan dengan sifat manjaku. " Kata Ayunda yang memeluk Satrio.


"Husss.. Jangan peluk-peluk nanti aku khilaf. " Kata Satrio yang tersenyum.


"Hehehehe.. " Ayunda melepaskan pelukannya dan tersenyum.


Yah memang Satrio sikapnya lebih dewasa dan Ayunda menyukai Satrio yang sederhana apa adanya dan tidak neko-neko. Mereka selalu menghabiskan waktu dengan nonton, makan dan jalan-jalan sama seperti pasang lainnya.


Setiap ada film yang update Satrio selalu mengajak nonton. Ayunda mulai jatuh cinta pada Satrio dan nama Heri sudah dong gantikan dengan Satrio seiring dengan sikap Satrio yang selalu membimbingku Ayunda.


Hari itu Ayunda di ajak nonton sirkus dengan teman seprofesi dengan Satrio. Satrio datang kerumah Ayunda dengan menaiki motor vespa warna hijau. Satrio memang menyukai vespa daripada motor yang lain..


"Jangan malam-malam pulangnya. " Kata Mama.


"Bu, saya izin ajak Ayunda keluar. " Ujar Satrio pada Mama.


"Jangan malam-malam pulangnya. " Kata mama dengan ketus.


Ayunda hanya menghela nafas panjang melihat sikap mamanya pada Satrio. Memang keluarga Ayunda sedikit tidak setuju berhubungan dengan Satrio yang hanya seorang buruh foto. Namun keseriusan Satrio membuat Ayunda kagum.


Pernah suatu ketika Ayunda mengenalkannya pada kakak perempuan Ayunda. Tapi apa kakak Ayunda tidak menyukai Satrio, dia memarahi Satrio yang seenaknya bicara. Ayunda tau kakaknya sayang padanya dan tidak mau adiknya sengsara ketika menikah.


Ayunda marah pada kakaknya dan besoknya Ayunda kabur dari rumah dan tidur di rumah temannya. Kemudian Ayunda pergi kerumah Satrio, dia menangis gak mau pisah dengan Satrio.


"Hei, kenapa nangis? Ini ujian cinta kita. " Kata Satrio yang menangkup wajah Ayunda.


"Tapi keluargaku gak menyetujui hubungan kita juga keluarga Aa. " Kata Ayunda.


"Aku akan menyakinkan mereka. Nanti kalo kita nikah mereka lama-lama juga akan setuju. Karena kamu memilih aku dan aku memilih kamu. " Kata Satrio.

__ADS_1


"Bagaimana dengan kakakku? "


"Lama-lama pasti akan setuju kok, percaya sama aku. " Kata Satrio yang membuat Ayunda sedikit tenang.


"Sekarang pulang ya, aku antar. " Kata Ayunda.


"Pulangnya ke daerah S aja, papaku ada dirumah kakakku. Malam ini kakakku tidak ada di rumah. " Kata Ayunda.


"Ayunda kamu jangan nangis lagi ya. Kita berdua pasti bisa melewati ini semua. " Kata Satrio yang tersenyum sambil memeluk Ayunda.


Ayunda masih dalam dekapan Satrio, dia merasa tenang ketika di peluk oleh Satrio. Satrio memang sangat bersikap dewasa, dia mampu membuat Ayunda tak lagi cewek yang manja.


Lalu Satrio mengantarkan Ayunda ke tempat Papanya. Dan Satrio menceritakan kejadian mengapa Ayunda bisa menemui sang Papa.


"Saya gak mau Ayunda menangis, Pak. Saya akan menjaga Ayunda, saya ingin jodoh saya adalah Ayunda. " Kata Satrio pada Papa Ayunda.


"Siapapun jodoh Ayunda semua adalah Ayunda yang menjalankan. Karena ketika ijab qabul tanggung jawab bapak sudah pindah kepada suami Ayunda. " Kata Papa Ayunda.


"Saya akan selalu menjaga Ayunda, Pak. " Kata Satrio yang membuat Ayunda semakin cinta pada laki-laki itu.


"Aku pulang dulu, nanti pagi aku kesini lagi dan antar kamu pulang kerumah ya. " Kata Satrio yang menyalakan mesin motor vespanya.


Ayunda mengangguk dan mencium punggung tangan Satrio. Dan Satrio pun tersenyum melihat sikap Ayunda padanya.


Kemungkinan Satrio menjalankan motornya dan berlalu dari Ayunda. Ayunda memandang punggung kekasihnya yang sudah jauh. Lalu Ayunda masuk, dia pun ngobrol dengan sang Papa tentang kejadian kemarin ketika dia bertengkar dengan sang kakak dan pergi dari rumah.


"Jangan lagi-lagi kamu pergi dari rumah, kasian Mama yang bersedih karena kamu pergi. " Kata Papa.


"Iya pa, Yunda gak lagi-lagi pergi dari rumah. Habis kak Diandra yang bilang gak enak sama Satrio. Yunda kan kasian sama Satrio yang di marahin kaka. " Kata Ayunda.


"Kamu lebih tau sifat kakakmu seperti apa dan bagaimana. Jadi kamu jangan melihat dari satu sisinya saja. " Kata Papa.


Ayunda hanya diam dan hanya menganggukan kepala saat Papa memberikan wejangan saat menasehati Ayunda.


"Ya Alloh semoga aku bisa berjodoh dengan Satrio. " Pintar Ayunda di sela-sela sholat malamnya.


Ayunda ingin bisa berjodoh dengan Satrio karena sifat dan sikap Satrio sangat dewasa. Ayunda merasa Satrio adalah cinta pertama Ayunda. Dan bagi Ayunda Aa Heri hanya cinta monyet Ayunda sewaktu masa SMA.

__ADS_1


__ADS_2