Ku Ingin Selamanya

Ku Ingin Selamanya
Episode 19


__ADS_3

Pagi ini Ayunda akan bertemu dengan selingkuhan suaminya, rasa deg-degan dan sakit bercampur jadi satu.


Ayunda memakai celana jeans dan kaos dan rambutnya yang panjang di ikat kucir jadi satu. Dia berjalan menaiki eskalator mall, dan dia melihat ponsenya untuk mengecek tempat yang akan bertemu dengan Novi selingkuhan Satrio.


Kemudian Ayunda melihat perempuan berambut panjang duduk di cafe sebut mall, Ayunda mendekatinya.


"Hai, aku Ayunda istrinya Satrio. " Kata Ayunda yang bersalaman lalu duduk di bangku berhadapan dengan perempuan itu.


"A-aku Novi. " jawabnya.


"Udah lama nunggu? " Tanya Ayunda santai padahal hatinya sangat sakit dan ingin menampar perempuan itu. Namun ia tahan karena pasti dia akan mengadu pada Satrio.


"Gak, baru saja sampai. " Katanya.


"Aku mau tanya, apakah kamu tau Satrio sudah punya istri? " Tanya Ayunda.


"Aku tau Aa sudah punya istri tapi aku cinta sama dia. " Kata Novi yang tak malu.


"Cinta? Hah. " Gumam Ayunda.


"Apa kamu tidak takut akan adanya karma? Alloh itu tidak tidur, Alloh mengabulkan do'a hamba-Nya yang di dzolimi. Dan kamu juga suamiku akan merasakan sakit yang lebih sakit dari apa yang aku rasakan. " Kata Ayunda tersenyum kecut.


"Ingat ya, karma tidak akan datang hari ini, besok atau minggu depan. Aku tidak akan membalas perbuatan kalian biarlah Alloh yang akan membalasnya. " Kata Ayunda lagi dan langsung dia pulang dengan hati yang hancur.


Sungguh ujian yang amat berat untuknya, tega sekali Satrio menyakiti hati nya.


"Lihat saja A, kalian akan merasakan sakit yang lebih sakit dari yang aku rasakan. " Gerutu Ayunda di jalan.


Hari berganti dan bulan berganti Satrio makin menyakiti Ayunda, bukan hanya batinnya namun fisiknya juga. Ayunda acap kali menerima pukulan dari Satrio ketika mereka bertengkar, Satrio yang tempramental selalu bermain tangan Ayunda hanya diam sabar dalam bahtera rumah tangganya.


"Ya Alloh, berikanlah hidayah pada suami hamba, tunjukkan jalan yang lurus baginya. Jadikan dia suami yang selalu ada di jalanMu ya Alloh. " Do'a Ayunda yang selalu setiap malam dia panjatkan.


Ayunda menatap lekat suaminya yang sederhana tertidur pulas, di usap kepalanya dan di cium keningnya.


"Aku yakin Aa akan berubah, entah kapan aku yakin do'a ku akan di ijabah Alloh SWT. " Gumam Ayunda yang terus mengusap kepala Satrio.


Keesokan harinya Ayunda beraktifitas seperti biasa begitu juga Satrio yang beraktifitas seperti biasa. Ayunda melayani Satrio karena dia adalah suaminya yang sah di mata hukum, agama dan negara.

__ADS_1


"Aa antar kamu dulu ya, terus berangkat moto, ayank gak apa kan sendiri? " Tanya Satrio yang mencium pucuk kepala Ayunda.


'Iya gak apa-apa, yank. Biasanya juga Ayunda sendiri kok. " Kata Ayunda yang memeluk pinggang Satrio. Satrio tersenyum dan memeluk erat Ayunda.


"Aku gak ngerti dengan sikap dan sifatmu, yank. " Batin Ayunda.


Mereka akhirnya berangkat bersama, Satrio mengantar istrinya ke conter lalu dia pergi. Ayunda merasa hatinya masih sakit, namun bagaimana itu dia tetap suaminya.


"Aa berangkat, nanti malam kesini jemput, ayank. " Kata Satrio yang menyodorkan tangannya untuk di cium.


"Hati-hati, A. " Ucap Ayunda yang di angguki Satrio. Lalu dia berangkat dan Ayunda melihat motor yang di naiki Satrio mulai menjauh.


"Hah... " Nafas Ayunda tampak berat dan mulai membuka conternya yang berada di depan rumahnya.


"Hei, Dea. Kamu mau kemana? Tanya Ayunda yang melihat Dea keluar dari rumahnya dengan dua anak kembarnya.


" Mba, kalo Geri atau ibunya cari aku, bilang aja aku pergi ke ruang mami. " Kata Dea yang naik beca.


" Ada apa, kok sepertinya sangat buru-buru. "Gumam Ayunda.


Ayunda melanjutkan beres-beres conternya sambil mendengarkan musik Linkin park. Ayunda tak lagi peduli Satrio yang selalu pulang malam dan entah kemana dia pergi Ayunda pun tak lagi peduli.


" Ayunda.. " Sapa Sinta yang duduk di bangku depan etalase.


"Hai, Sin. Ada apa? " Tanya Ayunda yang duduk di sampingnya.


"Kamu dengar gak kalo Geri masuk bui. " Kata Sinta.


"Jangan gosip ah, Sin. " Ujar Ayunda.


"Siapa yang gosip, ini fakta tadi kemarin katanya Geri itu korupsi. " Kata Sinta.


"Tapi tadi pagi Geri ada kok. " Kata Ayunda.


"Iya dia cuma semalam dia masuknya, sekarang jadi tahanan rumah Jadi kalo pergi keluar kota harus lapor. " Kata Sinta.


"Udah ah, jangan ngomongin orang gak baik. " Kata Ayunda.

__ADS_1


"Iya tapi kita kan gak lagi bohong tapi fakta. " Sinta masih membela diri. Memang Ayunda tidak suka bila membicarakanmu orang.


"Satrio gak ada? Belum datang? " Tanya Sinta.


"Belum, biasanya malam kalo kesini tuh. " Jawab Sinta.


"Ya sudah deh, aku pulang dulu. ": Kata Sinta yang beranjak dari kursi dan pergi. Ayunda hanya mengangguk.


Ayunda kembali sendirian menunggu Satrio yang sudah hampir malam belum kunjung datang. Ayunda merasa sedih suaminya sungguh tak peduli lagi padanya.


" Pasti lagi ketemu sama perempuan itu. Hah.. Sabar Ayunda kamu harus kuat. " Ayunda berdiplomasi sendiri seolah menguatkan dirinya sendiri.


Jam sudah menunjukkan pukul 9 namun Satrio belum datang menjemput Ayunda. Angin malam membuat Ayunda merasa kedinginan dan dia menutup conternya sendiri dengan hati yang sakit dan kecewa pada suaminya.


Setelah menutup conter Ayunda masuk duduk nonton TV sambil makan mie instan. Tak lama kemudian Ayunda mendengar deru suara motor yang berhenti di samping conternya.


Satrio masuk dengan senyuman yang membuat Ayunda berpikir Satrio begitu senang karena sudah bertemu dengan perempuan itu.


"Udah makan, A? " Tanya Ayunda.


"Sudah, ayang udah makan juga? " Tanya Satrio balik.


"Ini baru selesai makan, kita mau pulang atau mau tidur di sini? " Tanya Ayunda yang membereskan piring bekas makannya.


Kemudian Satrio memeluk Ayunda dari belakang dadan Ayunda ditarik sehingga Ayunda duduk di pangkuan suaminya.


"Kita tidur disini saja ya, kita bikin anak. " Kata Satrio yang menenggelamkan wajahnya di punggung Ayunda.


"Ya sudah, Ayunda bereskan tempat tidur dulu. " Kata Ayunda yang hendak bangun namun Satrio malah mempererat pelukannya.


"Yank, lepas Ayunda baru makan sesak perutnya. " Kata Ayunda.


"Sebentar saja, yank. " Ujar Ayunda.


"Kenapa kamu seperti ini, kamu mendua tapi kamu tidak bisa melepaskanku. Kenapa, yank? " Batin Ayunda.


"Udah yuk, kita tidur. Ayunda ngantuk nih. " Kaya Ayunda.

__ADS_1


"Yuk, kita bikin anaknya. " Kata Satrio.


Satrio dan Ayunda berjalan beriringan menuju kamar, Satrio dan Ayunda menikmati malam melakukan hubungan suami istri yang membuat Ayunda tak bisa menolak kewajibannya sebagai seorang istri. Dan itu adalah hak Satrio.


__ADS_2