
Seperti biasa Satrio datang malam untuk menjemput Ayunda. Ayunda yang sudah terbiasa dengan perlakuan Satrio pada dirinya.
Ayunda dan Satrio sudah sampai dirumah, Ayunda langsung mengerjakan tugasnya sebagai istri. Merapikan baju yang sudah di angkat oleh ibu mertuanya. Dan kemudian Ayunda melihat Satrio sedang mengedit foto di komputer miliknya.
Sesekali Ayunda melihat suaminya memainkan ponselnya sambil mengirimkan pesan kepada selingkuhannya. Namun Ayunda tak pusing memikirkannya. Ayunda sibuk merapikan baju dan tempat tidurnya.
"A, tidur yuk. " Ajak Ayunda yang mendekati Satrio.
"Kamu tidur saja dulu, Aa masih banyak kerjaan. " Kata Satrio yang menyuruh Ayunda duduk dipangkuannya.
"Aa lapar gak? Mau Ayunda bikinin mie instan atau telur dadar? " Tanya Ayunda yang dengan manja.
"Hmmm.. Bikin telur dadar urak-arik aja deh. " Kata Satrio.
"Ya sudah Ayunda bikin dulu ya. " Kata Ayunda.
yang berjalan menuju ke dapur.
Ayunda tersenyum melihat suaminya sangat manja dan entah kenapa Ayunda tak bisa membenci Satrio walaupun dia sudah menorehkan luka di hatinya. Ayunda hanya bisa sabar menghadapi sifat dan tingkah lakunya, Ayunda juga yakin suatu hari nanti Satrio akan berubah.
"Ini sudah jadi, mau di suapin makannya? " Tanya Ayunda.
"Boleh, soalnya ini fotonya harus segera di cetak dan di antar ke sekolah. " Kata Satrio sambil mencium pipi Ayunda.
Ayunda menyuapi Satrio dengan perlahan. Ayunda dan Satrio sambil mengobrol bercerita semua tentang apa saja. Sesekali mereka tertawa. Ayunda tampak bahagia menatap suaminya dengan lekat sambil tersenyum dan mengecup pucuk kepalanya.
"Ayunda sayang banget sama Aa. " Kata Ayunda yang memeluk Satrio.
"Hmmm... " Satrio tak pernah menjawab setiap Ayunda menyatakan perasaannya.
"Aa gak sayang ya sama Ayunda? " Tanya Ayunda yang membolak-balikan makanan di tangannya.
" Orang kalau sayang dan cinta gak perlu di ungkapkan dengan kata-kata. " Jawab Satrio tersenyum dan membelai rambut Ayunda.
"Nih, satu suapan lagi. " Kata Ayunda yang kembali menyuapi suaminya.
"Nah, udah selesai. Simpan piring dulu selesai makan jangan tidur dulu ya, sayang. " Kata Ayunda di angguki Satrio.
Ayunda tampak senang melihat suaminya, mereka rasanya ingin sekali seperti ini terus tanpa ada pihak ke tiga. Lalu Ayunda masuk ke kamar dan merebahkan dirinya di springbed ukuran 120x200.
"Eh.. Ada pesan dari A Dedy. " Kata Ayunda yang membuka ponselnya lalu dia baca sebentar dan menghapusnya.
__ADS_1
"Huuffttt... Semoga saja Aa gak tau. " Ujar Ayunda.
"Gak tau apa? " Suara bariton Satrio yang masuk kamar tiba-tiba.
"Emmmm.... Gak tau kalo Ayunda kentut. Heheheh... " Kata Ayunda yang cengengesan.
"Dasar jorok, kamu. Sudah tidur besok kamu ngajar kan. " Kata Satrio.
"Iya.. " Jawab Ayunda yang menarik nafasnya.
Keesokan harinya Ayunda berangkat di antar Satrio sampai tempat dia mengajar. Dan Satrio yang membuka conter di rumah mama Ayunda.
Siang hari Ayunda akan pergi bertahan Dedy, dan Ayunda bingung karena harus izin apa pada suaminya. Sejujurnya Ayunda tak bisa berbohong, tapi Satrio juga sudah selingkuh.
"A, Ayunda mau ada rapat ya jadi pulangnya agak siang. " Ayunda mengirimkan pesan pada Satrio.
Dengan rasa cemas dan deg-degan Ayunda pun melangkahkan kakinya menuju tempat angkot dan menaikinya. Ayunda takut ada yang melihatnya bertemu dengan laki-laki lain selain suaminya.
Setelah sampai di tempat dimana Ayunda dan Dedy janjian, Ayunda menelepon nya.
"Assalamu'alaikum A. " Sapa Ayunda.
"Wa'alaikumsalam, udah sampai neng? " Tanya Dedy.
"Iya, tunggu sebentar Aa keluarin motor dulu. " Kata Dedy.
Ayunda memutuskan teleponnya dan berjalan ke arah tukang buah yang berada di depannya. Ayunda merasa gugup dan khawatir jika ada yang melihatnya. Tak lama kemudian Dedy datang dengan senyuman yang mengembang.
"Lama ya, yank? " Tanya Dedy dengan manisnya.
"Gak kok, A. " Jawab Ayunda tersenyum.
"Lapar gak, yank? " Tanya Dedy lagi yang menatap wajah Ayunda sambil tersenyum.
"Gak, A. Kita mau kemana? Jalan yuk. " Kata Ayunda yang naik di belakang Dedy.
"Jalan-jalan ke tempat yang gak ada orang. " Ujar Dedy yang selalu tersenyum melihat tingkah Ayunda.
Dedy menyalakan mesin motornya dan berjalan ke tempat yang belum pernah Ayunda datangi bersama Satrio. Ayunda tampak kagum melihat pemandangan yang begitu banyak sawah di sepanjang jalan. Dedy pun melihat dari spionnya tampak senang melihat perempuan pujaannya terlihat bahagia.
Tak lama kemudian mereka sampai di suatu tempat yang begitu terlihat seperti sebuah taman yang dikelilingi oleh rumput ilalang tampak sangat indah sekali.
__ADS_1
"Tempatnya bagus sekali, A. Aku suka sekali. " Kata Ayunda yang turun dari motor.
"Kita makan dulu yuk, Aa nya lapar. " Ujar Dedy yang menarik tangan Ayunda menuju warung sederhana yang ada di tempat itu.
Ayunda memesan mie rebus dan minum air mineral. Ayunda tak percaya sekarang dia juga selingkuh dari suaminya. Hari ini Ayunda tak memikirkan Satrio, dia hanya sedang bahagia karena Dedy yang begitu membuatnya menjadi seorang perempuan. Begitu perhatian sekecil apapun, membuka Ayunda makin melting.
"Neng, Aa mau kita bisa nikah. " Kata Dedy.
"Aa, aku tuh masih punya suami. " Ujar Ayunda.
" Ceraikan saja dia, toh dia sudah nyakitin kamu menyiksa fisik kamu. Apa yang kamu pertahankan? " Tanya Dedy dan Ayunda terdiam.
Memang benar bukan hanya hatinya sakit tapi fisik nya juga Ayunda telah disakiti. Setiap merek bertengkar tangan Satrio selalu ikut main. Namun di hati Ayunda masih begitu mencintaimu Satrio suaminya yang sudah membuatnya luluh.
"Kenapa? Gak punya duit buat ceraikan suamimu? " Tanya Dedy yang menatap Ayunda menundukkan kepalanya.
"Cerai itu kan mahal, A. Dan aku gak bisa. " Kata Ayunda dengan lirih.
"Uangnya dari Aa, berapa? Ini ATM pegang sama neng, pin nya 3357. " Kata Dedy.
"Gak usah A, ini ATM punya Aa dan aku gak bisa seenaknya pakai uang Aa. " Kata Ayunda yang mengembalikan ATM pada Dedy.
"Neng, Aa gak mau terus melihat neng tersiksa. Rasanya Aa juga ikut sakit. " Kata Dedy.
"Terimakasih Aa, tapi ini aku tidak bisa menerimanya. " Ujar Ayunda.
" Baiklah, jika neng mantap akan bercerai dari suami neng, Aa siap bantu. " Kata Dedy.
Sungguh laki-laki di hadapannya itu sangat baik dan perhatikan. Ayunda tak menyangka masih ada laki-laki yang menyayangi dirinya. Dengan senyuman Ayunda menatap Dedy.
"Seandainya Satrio sepertimu A, mungkin dia tidak akan pernah menyakiti aku. " Batin Ayunda.
"Kenapa? Aa nya ganteng ya mirip Ariel peterpan ya. " Kata Dedy yang menaik turunkan alisnya.
"Iihh... Pede banget sih A. " Kata Ayunda yang memukul lengan Dedy sambil tertawa.
"Iya, neng. Banyak yang bilang kalo Aa tuh mirip Ariel, banyak yang naksir juga loh. Kamu gak cemburu? " Tanya Dedy membuat Ayunda tertawa.
"Cemburu? Memang siapa Aa? Suami bukan pacar juga bukan, masa aku harus cemburu. " Jawab Ayunda tertawa lepas.
"Ishhhh,, ya Aa bukan suami atau pacar tapi selingkuhan yang sudah bikin kamu bahagia. " Kata Dedy. Ayunda masih tertawa dan Dedy dengan wajah yang ditekuk nya.
__ADS_1
Dedy melihat Ayunda tertawa lepas begitu senang dan tersenyum. Entah apa yang ada di pikiran laki-laki itu yang pasti Ayunda merasa nyaman bila dekat depan Dedy. Ketika Ayunda bersama Dedy rasa sakit pada Satrio hilang.