Ku Ingin Selamanya

Ku Ingin Selamanya
Episode 25


__ADS_3

Setelah hubungannya dengan Dedy berakhir Ayunda merasa seperti di khianati oleh Dedy. Dedy membolak-balikan fakta bahwa Ayunda yang mendekati dirinya, dan menjelekkan Satrio.


"Kamu bener-bener tega ya, A. Menusuk dari belakang. " Gumam Ayunda saat menelepon Dedy yang tak kunjung di angkat. Lalu Ayunda mengirimkan pesan pada Dedy.


Isi pesan:


"Kenapa, A Dedy tega menusuk Ayunda dari belakang? Jelas sekali awalnya Aa yang menyuruh Ayunda untuk menceraikan Satrio. Tapi kenapa Aa memutar cerita bahwa Ayunda yang salah. " Jari Ayunda terus menekan huruf untuk mengirimkan pesan pada Dedy.


Sungguh hati Ayunda sakit di khianati dengan sesekali yang sudah membuat Ayunda merasa nyaman dan mungkin sayang.


Beberapa bulan kemudian hubungan Ayunda dan Satrio mulai membaik, Satrio menyakinkan Ayunda bahwa dia sudah memutuskan hubungannya dengan Novi. Ayunda yang masih mencintai suaminya itupun akhirnya menerima dan memaafkan Satrio dan kembali hidup layaknya suami istri seperti semula.


Namun, badai tak cukup sampai disini. Ada lagi ujian yang harus Ayunda lewati. Di balik kehangatan dan keharmonisan Ayunda dan Satrio, ternyata Satrio berhubungan kembali dengan Novi.


"Kalau memang Aa mau menikah lagi, silahkan Ayunda insyaAlloh ikhlas, A. Mungkin ini sudah menjadi takdir Ayunda. " Kata Ayunda yang menatap intens suaminya.


Sakit.. Jelas Ayunda merasa sakit melihat suaminya yang begitu sangat mencintai dua orang perempuan.


"Ayunda, maafkan Aa yang tidak bisa menjadi suami yang baik buat kamu. " Kata Satrio.


"InsyaAlloh Ayunda akan sabar dan ikhlas menerima semua ini. " Ujar Ayunda yang tersenyum dibalik hatinya yang sakit.


Satrio kembali meninggalkan Ayunda sendiri dan dia datang dan pergi sesuka hatinya. Ayunda hanya bisa sabar melihat kelakuan suaminya, Ayunda hanya bisa pasrah pada illahi.


"Ayunda, ikut ke rumah Nisa, mah. " Kata Ayunda pada sang mamah.


"Boleh, kamu tenangkan pikiranmu dan sekalian berlibur. " Kata Mama.


"Kapan berangkat, mah? " Tanya Ayunda.


"Lusa. " Jawab mama.


Ayunda memutuskan ikut Andara sepupu Ayunda yang akan pulang ke kota D menemui adiknya Nisa bersama adik Ayunda Dandra.


Pagi hari Ayunda, Andara dan Dandra bersiap siap ajan berangkat dengan naik kereta api yang berangkat pukul 6. Ayunda mengemas pakaiannya, dia hanya menghembuskan nafasnya seakan berat meninggalkan Conter dan pekerjaannya sebagai seorang guru.


"Udah siap? " Tanya Mama.


"Sudah, yuk kita berangkat. " Kata Ayunda yang tersenyum walau hatinya terluka.

__ADS_1


Di dalam kereta, Mama memberikan sarapan dan menyuruh kita semua makan. Ada hati yang membuat Ayunda merasa sakit, dikhianati oleh seseorang yang sudah memberikan kenyamanan dan kekuatan ketika suaminya selingkuh. Kini Satrio kembali selingkuh dengan perempuan yang sudah menghancurkan rumah tangganya.


"Ya Alloh jika Satrio masih jodoh hamba maka kembalikan dia padaku, dan sadarkanlah dia. Dan jika Satrio bukan jodohku berikan yang terbaik untuk hamba. " Do'a Ayunda dalam hatinya ketika melakukan foto pernikahannya dengan Satrio yang dia simpan di dompetnya.


Kereta api pun berangkat meninggalkan kota C dan siap menuju kota D, Ayunda menutup conter nya karena ingin mencari kerja di kota D dan melupakan rasa sakit hatinya pada laki-laki.


Setelah menempuh perjalanan 4 jam akhirnya sampai di rumah Nisa adik sepupunya yang masih usia 10tahun. Ayunda menikmati hari-hari bersama Nisa dan membantu tante memasak juga.


Tiba-tiba ponsel Ayunda berbunyi, dilihatnya nama Satrio yang meneleponnya.


"Assalamu'alaikum, A. " Sapa Ayunda yang merasa hatinya senang ketika Satrio menelpon.


"Kamu apa kabarnya? " Tanya Satrio.


"Alhamdulillah, baik. Aa bagaimana sehat? " Tanya Ayunda balik sambil tersenyum.


"Alhamdulillah sehat, kebetulan Aa ada di kota B. Boleh Aa mampir ke kota D kerumah Nisa? " Kata Satrio yang menelepon Ayunda.


"Aa mau jemput Ayunda? " Tanya Ayunda senang.


"Iya, Aa mau jemput kamu. Kita pulang dan mulai dari awal, Aa minta maaf ya. " Kata Satrio.


"Ayunda selalu memaafkan Aa kok, seburuk apapun kelakuan Aa tetap Ayunda maafkan. " Kata Ayunda.


"Nanti Ayunda tanya sama tante kalo dari kota B naek KRL turun dimana ya. " Kata Ayunda.


"Ya sudah, Aa tutup ya. " Kata Satrio.


Ayunda langsung menutup teleponnya, dan langsung bertanya pada tantenya. Setelah Ayunda menanyakan kepada tantenya, Ayunda kembali menelepon Satrio dan memberitahu jalan dari kota B ke kota D.


Hari menjelang malam, hujan gerimis membasahi malam itu. Ayunda berjalan menjemput Satrio yang berjanji menunggu di masjid dekat komplek rumah Nisa. Ayunda memakai payung sampai di masjid, dan melihat suaminya berdiri berteduh di depan masjid. Dengan senyuman yang hangat menyambut sang suami.


"Udah lama, A? " Tanya Ayunda tersenyum mendekati Satrio.


"Sedikit, kamu cantik Ayunda. " Kata Satrio yang memegang tangan Ayunda.


"Ishh... Gombalnya gak pantas. " Kata Ayunda tampak malu.


"Beneran, sumpah. " Kata Satrio yang tersenyum menampilkan jejeran giginya.

__ADS_1


"Udah ah, gombal terus. Yuk kita pulang. " Ajak Ayunda.


Mereka akhirnya berjalan menuju rumah Nisa dengan diiringi hujan gerimis dan memakai payung berdua. Sampai dirumah Nisa, Satrio membersihkan badannya yang katanya tidak mandi dua hari.


Setelah selesai mandi Ayunda menyiapkan makan untuk suaminya, sambil makan Satrio menceritakan hubungannya dengan Novi sudah kandas dan dia di khianati oleh Novi.


"Kini, aku tau apa itu sakit. " Kata Satrio yang menatap intens istrinya.


"Terimakasih sudah menjadi istri yang sabar selama ini. Kamu sabar banget. " Kata Satrio yang mencubit pipi Ayunda.


"Awwww... Sakit. " Kata Ayunda dan Satrio pun tertawa.


"Kita mulai lagi dari awal ya, Aa minta maaf jika selama ini sudah menyakitimu. " Kata Satrio.


"Sudah makan dulu, nanti kita ngobrol lagi. " Ujar Ayunda.


"Kamu gak bilang ada mama di sini? " Tanya Satrio.


"Dari kemarin mama di sini mau jemput Dandra. " Kata Ayunda.


"Nisa kemana? Kok aku gak liat. " Kata Satrio.


"Ada di kamarnya. Sudah makan dulu katanya lapar. " Kata Ayunda.


"Udah gak lapar, liat kamu jadi pengen. " Kata Satrio menaik turunkan alisnya.


"Ihhhh... Apaan sih, A. Udah makan. " Ujar Ayunda.


"Kamu gak kangen sama aku? " Tanya Satrio.


"Kangen, sayang. Tapi makan dulu ya nanti kita lanjut. " Kata Ayunda tersenyum yang menyuapi Satrio.


"Kamu tidur dimana? Tidur sama Aa saja, Aa nya masih kangen banget. " Kata Satrio.


"Iya, Ayunda tidur di sini sama Aa. Sekarang Aa makan dulu. " Kata Ayunda.


Ayunda terus menyuapi suaminya, ada rasa senang dihati Ayunda yang bisa melihat suaminya kembali.


"Alhamdulillah, terimakasih ya Alloh. " Batin Ayunda yang tersenyum menatap suaminya.

__ADS_1


Satrio pun menatap Ayunda dengan rasa rindu yang begitu dalam, hampir satu bulan tidak bertemu membuat Satrio merasa bersalah telah meninggalkan istrinya tanpa kepastian.


Satrio pun tak ingin kehilangan Ayunda yang sangat dia cintai. Sifat Ayunda yang sabar membuat Satrio semakin cinta, Ayunda pun tak bisa membenci Satrio cinta pertamanya.


__ADS_2