Ku Ingin Selamanya

Ku Ingin Selamanya
Episode 31


__ADS_3

Ayunda dan Satrio kini menjalani kehidupan rumah tangga yang begitu bahagia, walaupun belum di karunia keturunan. Ayunda semakin sibuk dengan aktifitasnya, Bahkan dia selalu ikut pelatihan yang sekolah berikan. Saat ini Ayunda mengikuti sebuah pelatihan mewarnai dan menggambar yang dimana dia banyak bertemu dengan semua guru di kota C.


Satrio mengizinkan istrinya mengikuti pelatihan, terkadang Satrio mengantar dan menjemputnya. Ayunda dengan antusias mengikuti pelajaran itu. Ayunda mengikuti pelatihan itu selama 3 bulan, guru dan teman-teman sangat baik dan berbagi.


Saat acara perpisahan tempat pelatihan itu sedang membutuhkan tenaga pengajar dan Ayunda ingin sekali mengajar dong tempat itu.


Malam hari adalah waktu yang tepat untuk berbincang dengan suami, karena tak ada waktu yang tepat selain malam hari.


"Yah, Ayunda boleh bicara gak? " Tanya Ayunda yang memanggil Satrio dengan sebutan ayah.


"Hmmm... Apa. " Jawab Satrio.


"Di tempat pelatihan kemarin sedang membutuhkan pengajar dan nanti Ayunda di ajarkan lagi. Boleh gak Ayunda daftar? " Tanya Ayunda yang bergelayut di lengan sang suami yang sedang mengedit sebuah foto di komputer.


"Kamu nya mau? " Tanya Satrio lagi.


"Iya, yah. Ayunda pengen bisa gambar dan mewarnai. " Kata Ayunda.


"Ya sudah ayah kasih izin, tapi ingat jangan terlalu cape ya. " Kata Satrio yang mencium kening Ayunda.


Senangnya Ayunda yang sudah di beri izin oleh sang suami karena keinginannya untuk mengajar di lain tempat.


Semakin hari semakin Ayunda bisa merasakan senang mengajar di tempat yang selalu penuh anak-anak. Cita-cita seorang guru adalah impian Ayunda. Namun Ayunda tak melupakan kewajibannya sebagai seorang istri.


Pagi-pagi Ayunda bangun dia harus mencuci baju, masak dan menyiapkan keperluan suami karena kebetulan pagi ini ada kerjaan yang akan Satrio kerjakan.


"Sayang, nanti kamu pulangnya naik angkot ya. " Kata Satrio yang sudah siap akan berangkat.


"Iya gpp, Yah. " Jawab Ayunda yang sudah siap berangkat bersama Satrio.


Satrio mengantarkan Ayunda terlebih dahulu, lalu dia berangkat melakukan aktivitas mereka masing-masing. Ayunda mencium punggung tangan suaminya dan Satrio pamit pada istrinya.


"Hati-hati ya, yah. " Kata Ayunda.

__ADS_1


Satrio menyalakan mesin motornya dan langsung meninggalkan Ayunda. Ayunda masuk ke kelas dan memulai aktivitasnya.


Sore hari Ayunda pulang menggunakan angkot karena dia tidak di jemput oleh Satrio.


Sampai dirumah Ayunda langsung membersihkan diri, membereskan kamar dan mulai menyiapkan makanan untuk sang suami datang. Ayunda meski sibuk, dia selalu menyempatkan diri menjadi seorang istri yang baik untuk suaminya.


Malam hari, Satrio datang dengan wajah yang kucel dan baju tak lagi bau wangi. Ayunda tersenyum menyambut suaminya datang. Ayunda melihat wajah kusut dan lesu suaminya, Ayunda membantu suaminya membawa barang-barang kedalam kamarnya. Menyiapkan handuk dan minum suaminya.


"Mandi dulu, bau. " Kata Ayunda yang memeluk suaminya.


Seperti biasa setiap suaminya pulang kerja Ayunda menyukai bau keringat Satrio, menurutnya bau tubuh Satrio sangat khas berbeda dengan bau tubuh cowok lain.


"Udah tau bau, tapi masih nempel aja. " Kata Satrio yang terkekeh..


"Gak tau nih, kalo bau badan ayah tuh khas banget, beda banget sama bau cowok lain. " Kata Ayunda.


"Cowok siapa? Kamu deket-deket cowok lain ya? " Tanya Satrio yang sedikit posesif.


"Iih... Jangan berpikir Ayunda deketin cowok ya. " Kata Ayunda yang memonyongkan bibirnya.


"Kan pernah tuh ngobrol sama bapak rumah depan, nah bau badannya itu ke cium padahal duduknya jauh-jauhan. Makanya kalo orang belum selesai ngomong jangan marah dulu. Udah sana mandi, nanti terus makan. " Kata Ayunda yang mendorong suaminya ke kamar mandi.


"Nanti malam kita bikin dede bayi yuk. " Kata Satrio yang menaikan alisnya.


"Iya, mandi dulu biar segeran terus makan. " Kata Ayunda yang tersenyum melihat suaminya itu.


Pernikahan Ayunda dan Satrio masuk tahun ke 8, ya pernikahan yang sudah banyak mengalami fase susah senang bersama. Dulu Ayunda dan Satrio pernah berjualan jambu merah di pinggir jalan, merasakan panas dan hujan di pinggir jalan. Sekarang Ayunda merasa sudah tak lagi kesusahan, usaha Satrio dan Ayunda sedang di atas.


Setelah selesai mandi Satrio makan, Ayunda sudah menyiapkan makanan dan Ayunda seperti biasanya menyuapi Satrio makan.


"Kebiasaan kalo makan maunya di suapin mulu. " Kata Ayunda yang tersenyum dengan kesal. Satrio hanya terkekeh.


"Anggap aja ayah itu anaknya kamu. " Kata Satrio yang menoel dagu Ayunda.

__ADS_1


"Iih... " Ayunda mengerucutkan bibirnya.


Kini rumah tangga Ayunda merasakan kebahagiaan, kebahagiaan yang di impikan Ayunda. Karirnya sebagai seorang guru mulai sedikit demi sedikit beranjak naik. Usaha fotografi Satria pun beranjak makin banyak pelanggan. Namun kita sebagai manusia tidak tau apa yang akan terjadi di depan.


Ayunda merasa hari-hari semakin bahagia, walaupun Alloh belum memberikan keturunan tapi Ayunda bahagia bisa kembali bersatu dengan Satrio.


Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun. Ayunda dan Satrio semakin merasakan kebahagiaan yang tak terhingga di hati Ayunda.


Namun badai kembali menghantam rumah tangga Ayunda. Ayunda yang tak pernah curiga pada Satrio yang diam-diam mempunyai WIL (wanita idaman lain). Ayunda selalu percaya pada Satrio yang selalu sibuk dengan kerjaan dan juga hangout dengan teman-temannya. Bahkan Satrio tak memperlihatkan jika dia sedang bermain api dibelakang Ayunda.


Pagi ini Ayunda dan Satrio bertengkar hebat, Satrio yang tak pernah memukul Ayunda. Sekarang dia tak segan memukul Ayunda, menampar wajah Ayunda. Tak sekalipun Ayunda marah dia hanya menangis memegang wajahnya.


"Kamu itu kalo sama laki-laki ganjen, kamu itu udah punya suami. " Kata Satrio yang marah pada Ayunda. Ayunda duduk di pojok kasurnya dia takut jika Satrio akan memukulnya lagi.


"Maaf, ampun Ayah. " Kata Ayunda dengan tangisnya.


"Kamu itu sudah dewasa, usiamu berapa? " Tanya Satrio yang marah karena masalah sepele.


Flashback


*Malam itu Ayunda dan Satrio naik motor menghabiskan malam minggu berdua nonton bareng Liga Inggris di mall, sewaktu pulang Ayunda melihat motor vespa yang seperti mirip punya temannya di tempat kursus gambar. Lalu Ayunda mencoba mengirim pesan. ( Dulu author belum musim WA, baru sms doang).


Sesampainya di rumah Ayunda mengirimkan pesan dan bersmsan ria dengan teman cowoknya. Kemudian Satrio melihatnya dan Satrio mengambil ponsel dan melihat sms Ayunda.


"Kamu itu gak menghargai aku. Aku itu suami kamu, tapi malah smsan sama laki-laki lain. " Kata Satrio yang membanting ponsel Ayunda.


"Maaf, itu hanya teman saja. " Jawab Ayunda.


"Seharusnya kamu menghargai aku sebagai suamimu. " Kata Satrio.


Terjadilah, Satrio menampar wajah Ayunda lalu memukulnya. Mendorong Ayunda dengan kasar dan Ayunda merasa kesakitan fisiknya.


Sabar, Ayunda begitu sabar dengan sikap Satrio yang temperamental. Setiap marah Satrio lantas melakukan KDRT, Ayunda tak ingin menceritakan pada siapapun, hanya dia dan Alloh yang tau.

__ADS_1


"Ya Alloh, kuatkan aku, sabarkan aku. " Batin Ayunda*.


__ADS_2