Ku Ingin Selamanya

Ku Ingin Selamanya
Episode 12


__ADS_3

Ayunda masih serius mendengar cerita Nina tentang pujaan hati yang lama tak dengar kabarnya. Randi yang ngobrol dengan Geri melihat Ayunda tertawa sungguh amat cantik menurutnya. Randi tak mendengar Ayunda dan Nina juga temen yang lain bicara. Sesekali Ayunda melirik ke arah Randi, saat pandangan mereka bertemu Ayunda pura-pura tidak melihat. Randi hanya tersenyum melihat tingkah Ayunda.


"Udah kamu jadian aja sama A Randi. " Kata Nina.


"Apa sih, aku masih sekolah belum waktunya pacaran. " Ujar Kalina.


"Gak apa-apa tau, biar semangat. " Ujar Nina yang menaik turunkan alisnya.


"Kamu tuh ya. " Kata Ayunda yang membulatkan matanya.


Nina tertawa sambil berpindah duduknya dekat Dini dan Ayunda hanya cemberut saja. Randi melihat Ayunda sendiri lalu mendekati. Ayunda yang sedang mainan kipas yang bergambar vokalis Padi favoritnya.


"Hai.. Sedang apa? " Tanya Randi yang mendudukkan dirinya di samping Ayunda.


"Lagi duduk masa lagi lari-lari. " Kata Ayunda sembari memonyongkan bibirnya. Randi hanya tersenyum gemas mendengar jawaban Ayunda.


"Lah.. Aa kira neng lagi berenang. Hehehe.. " Kata Randi terkekeh.


"Apaan sih, A. Gak lucu. " Ujar Ayunda membuang mukanya.


"Tau gak, Aa tuh banyak kenal cewek ya tapi gak ada yang bisa buat Aa ketawa. " Kata Randi.


"Awas A, hati-hati nanti dikira orgil ketawa-ketawa terus tuh. " Kata Ayunda.


"Apaan tuh orgil? " Tanya Randi lagi.


"Orang gila. HahHAhAh... " Ayunda yang tertawa keras dan Randi semakin suka melihat Ayunda tertawa dengan natural.


"Cantik. " Kata Randi.


Ayunda langsung diam menutup mulutnya.


"Kenapa kok diam? Kamu tuh cantik kalo ketawa. "


"Gak usah ngerayu dan ngegombal ya. " Kata Ayunda sewot.


"Eh.. Beneran kok. Aa gak pernah bohong, dosa kalo bohong tuh. " Kata Randi yang jarinya membentuk seperti seperti huruf V.


"Huh.. "


"Hahaha.. " Randi tertawa gemas.


Ayunda masih bersikap ketus dan jutek pada Randi, padahal Randi sangat amat menyukai Ayunda. Randi terus menatap Ayunda yang tertawa dengan teman-temannya, sambil bercanda.


Keesokan harinya Ayunda seperti biasa sebel berangkat sekolah dia mendapat tugas bersihkan rumah terlebih dahulu. Ayunda berencana ingin merayakan ulang tahunnya yang ke 17 nanti bulan depan dengan teman-temannya.


" Ma.. Ayunda mau ngomong boleh gak? "

__ADS_1


"Mau ngomong apa. "


"Ayunda bulan depan kan ulang tahun, boleh gak Ayunda ngerayain bereng teman-teman Ayunda. "


"Mama gak punya uang, Yunda. Maaf mama gak bisa ngerayain ulang tahun kamu. "


"Tapi Ayunda punya tabungan kok, Ma. "


"Kalo Ayunda punya tabungan sendiri silahturahmi saja, mama tidak akan melarang kamu. "


"Makasih ya, Ma. "


Siang itu Ayunda berangkat sekolah, seperti biasa Randi langsung menghampiri Ayunda. Randi belum berhasil mengantar jemput Ayunda sekolah padahal Randi ingin sekali antar jemput Ayunda.


"Neng, Aa antar ya sekolahnya. " Kata Randi yang berdiri di samping Ayunda yang sedang tunggu angkot.


"Gak usah, A. Ayunda naik angkot aja lagian sekolah Ayunda jauh. " Ujar Ayunda.


"Tadi Aa pinjam motornya mas Joni. " Kata Randi.


"Aa gak usah, Ayunda gak mau ngerepotin Aa. "


"Kenapa sih, kamu malu ya jalan sama Aa? " Tanya Randi sedikit kesal dengan sikap Ayunda.


"Bukan begitu A,... " Ayunda tak melanjutkan perkataannya karena angkot yang akan dia naiki sudah datang.


"Hati-hati ya. " Pesan Randi yang menatap angkot yang dinaiki Ayunda sudah menjauh.


"Kapan kamu akan menerima Aa, Neng. " Kata Randi yang berjalan pulang.


Di sekolahnya Ayunda di undang untuk rapat persiapan kemping minggu depan. Ayunda langsung menuju ruang OSIS, Ayunda masuk dan ternyata ruangan masih kosong.


"Kok belum ada orang, sih. " Gumam Ayunda yang duduk dekat jendela. Kebetulan ruangan OSIS ada di atas, jadi Ayunda paling suka duduk di samping jendela sambil melihat jalanan.


Kemudian masuk Hendra, Ayunda tak melihat Hendra datang dia masih fokus melihat jalanan. Hendra melihat Ayunda yang duduk di pinggir jendela, Hendra tersenyum melihat Ayunda yang sudah membuatnya jatuh cinta waktu kelas 2.


Ayunda menengok ketika mendengar suara kursi di geser, dan dia melihat Hendra yang sedang menggeser kursi lalu duduk di depan.


"Yunda. " Panggil Hendra dan Ayunda pun menengok.


"Hmmm.... Apa. " Ayunda dengan sedikit kesal.


Hendra mendekati Ayunda lalu duduk berhadapan dengan Ayunda dan Ayunda hanya menundukkan kepala.


"Kamu masih benci sama aku? " Tanya Hendra. Ayunda hanya diam tak menjawab.


"Ayunda aku minta maaf. " Kata Hendra.

__ADS_1


"Maaf? Untuk apa? " Tanya Ayunda yang sekilas menatap wajah Hendra lalu melihat ke arah jalan lagi.


"Maaf kalo aku bukan laki-laki yang pantas buat kamu. Aku laki-laki yang pengecut yang tak pernah mengakui perasaannya padamu. "


"Perasaan yang bagaimana? "


"Ayunda, aku sengaja menyuruhmu ke ruangan ini karena aku ingin mengatakan kalau aku masih menyimpan rasa suka aku sama kamu sejak kita masih duduk di bangku kelas 2. "


"Tunggu.. Jadi sebenarnya tidak ada rapat untuk kegiatannya sekolah hari ini? Dan kamu yang merencanakan hal in? " Tanya Ayunda dengan kesal dan berdiri hendak keluar.


"Iya, aku merencanakan semuanya agar aku bisa berbicara denganmu. " Kata Hendra. Ayunda pun marah dan langsng melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut. Namun Hendra mencekal tangan Ayunda.


"Ayunda tunggu. " Kata Hendra.


"Apa? Buang-buang waktu tau gak. " Ayunda menarik tangannya yang di cekal Hendra dan langsung keluar dari ruangan dengan marah.


"Siapa sih yang nyuruh aku untuk rapat. Sebel banget. " Gumam Ayunda.


Akhirnya Ayunda turun dan masuk kelas kembali. Ayunda masih memasang wajah yang tak bersahabat. Rere melirik teman sebangkunya yang wajahnya di tekuk.


"Kenapa, Nda? " Tanya Rere yang memberi diri bertanya pada Ayunda yang keliatan masih marah.


"Tadi yang kasih surat pemberitahuan rapat siapa, Re? " Tanya Ayunda yang badannya menghadap Rere.


"Aku gak tau, Nda. Itu aku lihat di meja guru, dan sudah ada saat aku bersih-bersih kelas. " Jawab Rere.


"Memangnya kenapa? " Tanya Rere lagi.


"Gak, cuma tadi gak rapat eh malah ketemu sama Hendra. " Jawab Ayunda.


"Ooh.. " Kata Rere yang hanya ber oohh saja.


"Eh iya, Re, bulan depan aku rencananya mau ngerayain ulang tahun yang 17, kamu datang ya. " Kata Ayunda.


"Bulan depan ya, hmmmm... Aku pasti datang kebetulan akhir bulan ini aku akan pulang. "


Rere Adinda teman sebangku Ayunda, dia di kota C kost orang tuanya di kota J, jarak antara kota C dan J hanya butuh waktu 2jam saja.


Sore hari Ayunda pulang sekolah dengan rasa lelah, Ayunda buru buru berjalan agar tidak bertemu Randi. Namun Randi sudah melihat Ayunda yang jalan terburu-buru, Randi langsung berlari dan menghampiri Ayunda.


"Neng, kok buru-buru. Kenapa? Gak mau ketemu Aa ya. " Kata Randi yang menghalangi jalan Ayunda.


"Aa apaan sih, aku lelah mau cepat pulang. " Kata Ayunda yang mencari celah untuk bisa lewat.


"Neng, Aa punya salah apa sama neng tuh? Sampai neng kalo liat Aa ketemu sama Aa pasti marah dan jutek, gak bisa ya kalo ketemu kamu gak jutek sama Aa. " Kata Randi dengan kesal.


"Apa sih, lagian siapa yang jutek? Aa nya aja yang sensitif, denger ya A saya itu memang seperti ini Aa nya aja yang sensitif kaya cewek. " Kata Ayunda yang langsung melewati Randi.

__ADS_1


"Neng.. Ayunda... " Teriak Randi memanggil Ayunda namun Ayunda cuek tak mendengarkan teriakan Randi.


__ADS_2