
Siang itu Satrio sedang pergi, entah kemana perginya Ayunda tidak terlalu pusing memikirkannya. Ayunda pergi kerumah Gery samping conternya, lalu Ayunda meminta tolong pada Ilham adik Gery meminjam ponsel.
Kemudian Ayunda mengirimkan pesan pada no ponsel yang dia dapatkan dari ponsel Satrio diam-diam.
"Aku tahu sekarang kamu sedang berhubungan dengan suami orang, sadar gak kamu itu udah kaya p******k yang gak laku, yang ngejar-ngejar suami orang. Dasar P******k!!!! "
"Dasar cewek gak tau malu, kayak gak ada cowok lagi aja. " Ayunda dengan kesal.
Ayunda kembali ke conter dan terus merasa hatinya begitu sakit dengar kelakuan Satrio.
"Ya Alloh apakah ini ujian darimu? " Do'a Ayunda di tengah sholat dzuhurnya.
Ayunda menarik nafas panjang, begitu berat ujian yang Alloh berikan padanya, sungguh hatinya sangat amat pedih mengetahui suaminya selingkuh.
"Hahhh... " Nafasnya kembali dia hembuskan untuk mengurangi rasa sakitnya.
Hari sudah sore, namun Satrio belum juga datang Ayunda hanya sendiri di temani rasa sepi. Malam pun mulai tiba, Satrio sang suami belum juga datang. Angin semakin kencang menusuk rasa dingin di tubuh Ayunda.
Dret... Dret...
Ponsel Ayunda berdirinya tertera nama "My Husband"
"Assalamu'alaikum, ada apa yank? " Tanya Ayunda.
"Wa'alaikumsalam, kamu sudah makan? Mau beli apa? "
"Terserah Aa aja deh ayang mah. " Jawab Ayunda.
"Yaudah, Aa beliin nasi goreng aja ya. " Ujar Satrio.
"Boleh, makasih. Assalamu'alaikum. "
"Wa'alaikumsalam. "
Ayunda merasa senang Satrio memperhatikan dirinya, sungguh Ayunda merasa Satrio mencintai dirinya. Tapi mengapa dia harus selingkuh?
Satrio datang ke Conter membawa nasi goreng. Ayunda menyambut kedatangan suaminya dengan senyuman. Kemudian Ayunda duduk di bawah etalase yang beralaskan tikar.
"Aa gak makan? " Tanya Ayunda yang membuka bungkusan.
"Sudah, tadi Aa sudah makan. Sekarang kamu makan, oia kita tidur disini saja ya. " Kata Satrio.
"Iya.. " Ujar Ayunda yang mengangguk sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
Satrio duduk di samping Ayunda sambil bermain ponsel, entah pesan dari siapa yang masuk dan Satrio sibuk membalasnya. Ayunda merasa di acuhkan dan seakan Satrio rak peduli.
"Sebenarnya perasaannya Aa itu pada siapa, A. " Batin Ayunda yang rasanya ingin menangis.
Hatinya begitu sakit dan perih melihat kelakuan suaminya yang berselingkuh di belakangnya. Ayunda selesai makan lalu beres-beres menutup conternya.
Satrio membantu menutupnya dan setelah tutup Ayunda menonton film sambil merebahkan tubuhnya di sofa panjang yang di tarik akan menjadi kasur.
__ADS_1
"Ini Aa dapat uang hasil tadi motret. " Kata Satrio yang memberikan uang pada Ayunda.
"Alhamdulillah, terimakasih. " Ujar Ayunda yang mengambil uang lalu dia simpan di dompetnya.
"Yank, udah ngantuk? " Tanya Satrio yang terlihat sangat lelah.
"Yuk, kita tidur. " Kata Ayunda yang berjalan menuju kamar yang ada di Conter.
"Tapi sebelum bobo kita bikin dede bayi, mau? " Ayunda pun mengangguk sambil tersenyum.
Ketika sedang asik mereka melakukan hubungan yang halal, Satrio membuang angin.
"Iiihhh... Apaan sih ayang jorok banget. " Kata Ayunda yang memukul lengan Satrio.
"Hehehehe.... Gak tahan, yank. " Kata Satrio cengengesan.
"Udah ah, Ayunda udah ilfeel gak mood. " Kata Ayunda yang bangun dan duduk di tepi ranjang.
"Loh, kok gitu yank. Tanggung sayang, ayo lagi. " Rengek Satrio.
"Habis Aa nya jorok. " Ayunda dengan cemberut.
"Yank, yah... " Satrio dengan manja.
Ayunda pun mengangguk dan mereka melanjutkan malam yang panjang sebagai suami istri. Ayunda tidak mau menolak permintaan Satrio karena dosa.
Pagi tiba Ayunda menyiapkan sarapan untuk suaminya, Satrio siap-siap berangkat mencari rezeki. Ayunda sangat senang karena Satrio membuat Ayunda tersenyum, meski hati ini sakit.
"Aamiin ya Alloh. " Ujar Ayunda yang mencintaimu punggung tangan suaminya.
"Hati-hati A. " Kata Ayunda.
"Ya Alloh lindungi suami hamba, dari godaan di luar dan berilah petunjuk bagi hamba yang terbaik. " Do'a Ayunda di tengah sholat dhuha.
Siang hari Satrio datang dan dia tersenyum melihat istrinya yang selesai melakukan sholat dzuhur.
"Yank, itu bukan kamu kan? " Tanya Satrio.
"Apa? Ayunda gak ngerti. " Kata Ayunda.
Namun Ayunda menebak perempuan p*****k itu pasti mengadu pada Satrio.
"Kamu gak seperti itu, jangan bicara kasar gak baik. " Kata Satrio.
"Ngomong apa sih, Ayunda gak paham. " Ayunda masih menahan agar tidak ketahuan Satrio.
"Sayang, Aa tau hati kamu dan kamu itu gak bisa bohong " Ujar Satrio.
"Ayunda masih gak paham ya A. " Kata Ayunda.
"Perempuan itu gak salah, aku yang salah. " Kata Satrio.
__ADS_1
Ayunda hanya diam tak menanggapi perkataan Satrio, hati Ayunda sakit terasa hingga ke jantung yang tak tau bagaimana rasanya. Satrio menatap wajah Ayunda dan mencium keningnya.
"Aku sayang kamu, Ayunda. " Kata Satrio dan Ayunda masih diam tak tahu harus bagaimana.
"Kalo Aa sayang sama Ayunda kenapa Aa menyakiti hatiku. " Batin Ayunda menahan tangis.
Kemudian Satrio pergi entah kemana membuat hati Ayunda makin sakit. Ayunda pun menghibur dirinya sambil menikmati film sambil duduk santai. Ayunda pun sibuk melayani pelanggan yang membeli pulsa dan kartu.
"Sabar, Ayunda. " Batin Ayunda.
"Hah.. Ya Alloh kuatkan hambamu ini. " Kata Ayunda yang ingin sekali rasanya berteriak.
"Ayunda.. " Sapa Dea istri Geri.
"Eh... Dea. Kembar mana? "
"Ada tidur, kenapa melamun terus? "
"Ah gak apa-apa, lagi pengen ngelamun aja, De. "
"Darimana, De? "
"Biasa bulanan, belanja. "
"Owh,kalo kembar bangun panggil ya. "
"Siap nanti aku bawa ke sini. "
Dea adalah istri Geri yang mempunyai anak kembar yang salah satunya menjadi penghibur hati Ayunda. Setiap pagi Ayunda selalu mengajak Daffi bermain, kadang Ayunda selalu membelikan susu. Daffi menemani rasa sepi Ayunda dari pagi hingga sore hari.
Setiap pagi ketika Ayunda datang untuk membuka conter, Ayunda akan mengambil Daffi terlebih dahulu. Dea sangatlah kerepotan mengurus anak kembar, belum lagi Geri yang terlibat masalah membuat anak kembar itu kekurangan susu dan ekonomi Dea sedang terpuruk.
Ayunda tak lagi memikirkan Satrio yang hatinya entah kepada siapa. Ayunda selalu memberikan penjelasan, bahwa dirinya akan ikhlas jika Satrio memiliki istri lagi tapi apakah mampu memberikan nafkah. Satu istri saja masih belum mencukupi, apalagi istri dua.
"A, boleh Ayunda bertemu dengan Novi? " Tanya Ayunda yang dengan berat hati ingin meminta bertemu dengan selingkuhan suaminya.
"Tapi jangan kamu marahi atau kamu maki ya Yank. " Jawab Satrio.
"InsyaAlloh tidak, Ayunda hanya ingin kenal saja. " Ujar Ayunda.
"Baiklah mau ketemu dimana? Nanti Aa hubungi. " Kata Satrio.
"Di mall A saja besok jam 10, Ayunda memakai kemeja biru. " Kata Ayunda.
Keesokan harinya Ayunda akan siap untuk bertemu selingkuhan suaminya. Rasa sakit seakan menjalar di hati Ayunda. Namun Ayunda harus bisa sabar dan ikhlas menerima kenyataan yang pahit. Ayunda yakin Alloh swt pasti menolong nya karena ini ujian dalam rumah tangganya.
Ayunda siap-siap berangkat menuju mall A untuk bertemu selingkuhan Satrio. Setelah selesai Ayunda naik angkot dan dengan membaca bismillah Ayunda berangkat.
"Ya Alloh kuatkan hamba. " Do'a Ayunda di dalam angkot.
"Semoga aku bisa sabar dan kuat. " Gumam Ayunda.
__ADS_1