
Hari minggu Ayunda di ajak oleh mba Anti, mba Diva, mba Pipit dan anak-anak yang lain jogging di taman kota. Pagi habis shubuh mereka berangkat, Ayunda tak curiga pada teman-temannya karena setiap hari minggu pasti jogging pagi.
Sesampainya di taman kota, Ayunda dan teman-temannya duduk di bunderan kota. Hari minggu ini sangat ramai banyak yang jogging, banyak juga yang menjual aneka makanan, pakaian dan lain-lain.
Tiba-tiba dari arah barat Randi datang dengan senyum yang sok manis, kemudian duduk di samping Ayunda.
"Eh.. Mau kemana mba Anti dan mba Diva? " Tanya Ayunda yang melihat Anti dan Diva berjalan meninggalkan Ayunda.
"Mau beli minum, Yunda. " Jawab Anti dan Diva bersama.
"Oh.. " Kata Ayunda.
Tak lama kemudian Kalif, Geri dan Doni pun berjalan meninggalkan Ayunda dan Randi.
"Kalian mau pada kemana? " Tanya Ayunda.
"Beli minuman dulu, Yunda. " Jawab Doni.
"Kok kompakan sih beli minumnya? " Tanya Ayunda lagi.
"Sekalian kita mau cari cewek, Yunda. " Ujar Kalif menyeringai.
"Dasar ya kalian jomblo abadi. " Ledek Ayunda yang tersenyum.
"Udah ya, Yunda. " Kata Geri yang berjalan beriringan dengan Kalif dan Doni.
"Neng, mau minum gak? " Tanya Randi.
"Gak. " Jawab Ayunda dengan sedikit jutek.
"Jutek amat sih. " Ujar Randi yang sedikit cemberut.
"Kok beli es pada lama banget ya. " Batin Ayunda yang tengak tengok cari teman-temannya.
"Eh.. Neng udah jam 7, pulang gak? " Tanya Randi yang melihat jam di tengah bundaran.
"Iya ya A, tapi teman-teman yang lain kok beli minuman lama banget ya. " Kata Ayunda yang berdiri.
Kemudian Ayunda melihat angkot lewat dan teman-temannya berada di angkot sambil melambaikan tangan dan tertawa. Ayunda yang melihat sontak langsung berteriak.
"Wooyyyy... Tega ya ninggalin aku! " Teriak Ayunda membuat semua orang melihatnya, begitu juga Randi yang menggeser duduknya dan membuang wajahnya karena malu.
"Neng gak usah teriak-teriak malu itu diliat orang. " Kata Randi.
"Habisnya kesal tau A. Masa aku di tinggal sih. " Ujar Ayunda yang cemberut.
"Kan ada Aa, yuk kita pulang udah siang jam berapa coba sekarang. " Kata Randi.
Ayunda pulang dengan Randi, mereka berjalan beriringan. Ayunda masih dengan wajah yang di tekuk, Randi yang melihatnya hanya bisa tersenyum.
"Udah dong, mukanya jangan di tekuk terus. Kan jadi jelek. " Ledek Randi yang melirik Ayunda di sampingnya.
"Apa sih, A. Jangan bikin aku tambah kesal deh. " Ujar Ayunda.
"Itu ada penjual serabi, kita beli dulu yuk. " Ajak Randi yang menunjuk penjual serabi.
__ADS_1
"Gak ah, aku ingin cepat pulang. Hari ini ada latihan pramuka di sekolah. " Kata Ayunda.
"Kok, hari minggu berangkat sih? " Tanya Randi.
"Iya, aku juga sebenarnya malas berangkat tapi aku itu ketua jadi harus berangkat. Huffft.. " Ayunda menghela nafasnya ke udara.
"Mau Aa antar gak? " Tanya Randi.
"Gak A, makasih. " Jawab Ayunda yang sudah tak lagi marah.
"Hmmm... Pulangnya jam berapa? "
"Siang ya jam 12 jam 1an. "
"Aa mau ngajak Neng jalan-jalan. "
"Liat nanti aja deh, A. "
" Yahhh.. Please mau ya Neng. " Kata Randi yang sedikit merengek.
"Ishhh... "
Tak berasa mereka sudah sampai di depan rumah, Ayunda melihat teman-temannya dengan muka kembali di tekuk melihat teman-temannya yang sedang gitar-gitaran.
"Cieeee.... " Serempak mereka meledek Ayunda.
"Apa sih kalian kayaknya seneng banget deh ngeliat aku. " Kata Ayunda yang kembali dengan wajah yang cemberut.
"Gimana A, sukses gak? " Tanya Geri.
"Belum, jutek banget ya ternyata. " Kata Randi.
"Jadi kamu dukung nih aku sama Ayunda? "
"So pastilah.. " Kata Geri dan Doni bersamaan.
"Baiklah,, tinggal minta dukungan dari teman-teman cewek Ayunda. " Kata Randi.
Ayunda melirik ke arah Randi dan Geri yang tertawa, seperti mereka mendapat lotre. Ayunda beranjak dari duduknya mau kan pulang, namun Randi memanggilnya.
" Neng.. " Panggil Randi. Ayunda pun melirik ke arah Randi.
"Apa? "
"Jiaaahhh, Neng... Wkwkwkw... " Teman-teman Ayunda meledek sambil tertawa.
" Huuuhhh. " Ayunda berdecak sambil memonyongkan bibirnya. Randi tersenyum penuh kemenangan.
Ayunda langsung masuk ke dalam rumah, dia siap-siap akan berangkat untuk latihan pramuka.
"Ma, Yunda berangkat ya. " Kata Ayunda yang keluar rumah.
"Hati-hati ya, jangan sore-sore pulangnya. " Kata Mama.
"Iya, Ma. " Jawab Ayunda.
__ADS_1
Ayunda berangkat seperti biasa Ayunda akan berjalan kaki menuju tempat angkot. Kemungkinan di sebrang jalan, Randi berlari menghampiri Ayunda yang berjalan sendirian.
"Neng. " Panggil Randi membuat langkah kaki Ayunda berhenti.
" Ada apa? Ayunda buru-buru nih, udah telat nanti kena hukuman. " Kata Ayunda.
"Pulang latihan pramuka jalan, yuk. " Ajak Randi.
" Cape, A. Mau istirahat. " Kata Ayunda.
"Sore bagaimana? Ayo dong, Yunda. Mau ya. "
"Aduh Aa Randi, ngobrolnya nanti aja ya Ayunda udah telat nih. " Kata Ayunda yang ingin segere berangkat.
"Ya udah nanti siang Aa tunggu di tempat angkot jam 12 ya. " Kata Randi.
"Eh.. Gak usah di tungguin kali, A. Nanti barangkali aku pulang sore, bagaimana? "
"Udah katanya buru-buru sana, nanti di hukum sama kaka pembina. " Kata Randi yang mendorong badan Ayunda dengan tersenyum.
"Kok aku jadi deg-deg an ya. " Gumam Ayunda.
"Ah.. Mikir apa seh aku, aku kan mau fokus buat kenaikan kelas. " Gumam Ayunda lagi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya yang terus berjalan.
Siang harinya, benar saja Randi menunggu Ayunda di rumah temannya. Ayunda melihat Randi yang berjalan menghampiri Ayunda dengan senyuman yang mengembang. Sementara Ayunda pura-pura tidak melihat dan terus berjalan, langkah kakinya segera di percepat. Namun Randi berhasil menghadang Ayunda dengan senyuman yang menyeringai.
"Neng, udah pulang. Dari tadi Aa tungguin. " Kata Randi.
"Kan aku udah bilang gak usah nungguin aku, A. " Ujar Ayunda.
"Hehehe... Gak apa-apa sekalian nongkrong liatin cewek lewat. " Kata Randi seolah-olah ingin membuat Ayunda cemburu.
"Dasar cowok ya, gak bisa liat cewek cakep. " Gumam Ayunda yang kesal.
"Kok wajahnya di tekuk, kenapa? Cemburu? " Tanya Randi yang melihat wajah Ayunda cemberut dan di tekuk.
Sambil terus berjalan Ayunda tak perduli dengan ocehan Randi.
"Neng... Iihhh marah berarti cemburu ya. " Goda Randi.
"Apaan sih, A. Lagian siapa yang cemburu? Aa mau godain cewek lain silahkan saja. " Kata Ayunda kesal.
"Tuh kan marah, berarti cemburu. " Randi masih menggoda Ayunda.
"Bodo ah.. " Ayunda semakin kesal dengan Randi lalu langsung masuk membuka gerbang rumahnya. Randi di depan gerbang rumah Ayunda hanya tersenyum sambil melihat gadis pujaannya masuk dengan kesal.
Malam hari Ayunda keluar untuk menghilangkan penat karena pekerjaan rumah yang sulit sekali. Lalu dia duduk bersama gank nya sambil ikutan godain cewek/cowok yang lewat. Kemudian Randi datang mengajak Ayunda jalan namun Ayunda masih nolak.
"Masih penasaran aja sih tuh orang. " Batin Ayunda.
Tak berapa lama Nina dan Fitri juga Dini datang. Mereka pun menggoda Randi yang naksir sama sahabatnya.
"Eh... Ayunda tadi siang aku liat Aa Heri loh. " Kata Nina.
"Gila makin keren aja, Yunda. Kaya Aksay Kumar loh. " Ujar Fitri.
__ADS_1
"Beneran, Nin? Kapan? Kok aku gak tau sih. " Kata Ayunda yang berbinar saat mendengar kabar cinta yang bertepuk sebelah tangan itu.
Aa Heri sosok yang Ayunda kagumi, dia bertubuh atletis dan tinggi, kulitnya hitam manis juga senyumnya membuat hati Ayunda meleleh. Namun itu cinta monyet dan cinta yang bertepuk sebelah tangan, karena Aa Heri hanya menganggap Ayunda adik saja.