Ku Ingin Selamanya

Ku Ingin Selamanya
Episode 32


__ADS_3

Ayunda masih menangis di dalam kamarnya, dia hanya meratapi nasibnya yang begitu mencintai Satrio yang tempramental. Satrio selalu melakukan kekerasan jika sedang marah, dan Ayunda hanya bisa diam sabar. Berharap setip do'a nya di kabulkan oleh Alloh swt.


Satrio pulang kerumah dan melihat Ayunda tertidur, lalu Satrio mengusap kepala Ayunda dan mencium kening Ayunda. Kemudian Ayunda mengerjapkan matanya terbangun dan melihat Satrio tersenyum di dekatnya.


"Ayah, udah pulang? " Tanya Ayunda yang bangunan dan duduk menyandang badannya di tembok. Satrio tersenyum dan mengangguk dan tersenyum mengusap rambut Ayunda.


"Keluar yuk cari makan. " Kata Satrio yang merebahkan kepalanya di paha Ayunda.


"Jam berapa sekarang? " Tanya Ayunda yang melihat jam di dinding.


"Jam 8 malam, emang mau malang di mana udah malam begini? " Tanya Ayunda lagi yang memegang tangan Satrio.


"Hmmm.. Beli nasi goreng di bungkus aja, nanti makannya di rumah. " Kata Satrio.


"Yaudah, Ayunda yang beli aja. " Ujar Ayunda yang hendak bangun.


"Bareng ayah aja, yuk. " Ajak Satrio yang bangun.


Ayunda pun bangun lalu mengganti pakaian dan memakai sweater nya. Kemudian Satrio menarik Ayunda ke dalam pelukannya. Ayunda membalas pelukan Satrio, Ayunda yang pendek hanya sampai di dada bidang Satrio.


"Maafkan ayah ya, sakit ya di pukul ayah? " Tanya Satrio yang menatap wajah Ayunda dan Ayunda mendongakkan kepalanya. Lalu mengangguk pelan.


"Ayunda udah maafkan ayah, kok. " Kata Ayunda dengan pelan.


Cup


Satrio mencium kening Ayunda dan Ayunda tersenyum, lalu memeluk suaminya dengan erat.


"Yuk, udah lapar nih. " Kata Satrio yang mengendurkan pelukannya.


" Ayo. "Jawab Ayunda.


Mereka pun keluar pergi membeli nasi goreng, Satrio menyalakan mesin motornya. Ayunda duduk di belakang dengan melingkarikan tangannya di pinggang Satrio.


Setelah sampai di tukang nasi goreng Ayunda langsung memesan 2 bungkus nasi goreng seperti biasa kesukaan Satrio nasi goreng ati ampela dan Ayunda nasi goreng biasa. Keduanya bercanda sambil menunggu nasi goreng jadi.


" Yang, liat mamang nasi gorengnya nawarin ke pembeli kaya orang marah. "Bisik Satrio yang membuat Ayunda cekikikan.


" Hust... "Ayunda memukul lengan Satrio sambil ketawa pelan.


" Tuh liat gayanya pas lagi goreng nasi. "Ujar Satrio terkekeh.


" Udah ah, orang tuh ngeledekin aja orang jualan. "Kata Ayunda cekikikan.

__ADS_1


Kemudian nasi goreng nya sudah jadi dan Satrio juga Ayunda pulang dan masih desa kekonyolan mereka. Ayunda hanya tersenyum melihat kekonyolan suaminya yang dimana motornya di angkat seolah sedang jumping..


Belum lagi menceritakan tukang nasi goreng yang membuat Satrio memeragakan cara tukang nasi goreng menawarkan pada pembeli.


" Udah sih, jangan ledekin terus tukang nasi goreng nya. " Kata Ayunda.


"Udah nih, nasi goreng nya. " Kata Ayunda yang menyiapkan bungkus nasi goreng di letakan di piring.


"Ini punya ayah? " Tanya Satrio yang mengambil piring yang sudah di siapkan oleh istrinya.


"Iya, punya ayah nasi goreng ati ampela. " Jawab Ayunda yang mengambil minum untuk Satrio.


"Besok kamu berangkat ngaja" Tanya Satrio sambil masukkan nasi ke mulutnya.


"Iya berangkat ke tempat kursus. Yang punya suami istri baik banyak tau, yah. " Kata Ayunda.


"Berangkat jam berapa? " Tanya Satrio.


" Jam sembilan, soalnya aku piket. "Jawab Ayunda.


" Besok berangkat sendiri ya, ayah ada job besok. Berangkat pagi jam 7. " Kata Satrio.


"Besok ayah berangkat? Job siapa? " Tanya Ayunda.


"Daerah mana, yah? " Ayunda masih bertanya pada suaminya.


"Daerah XZ, lumayan jauh kan. " Kata Satrio.


"Yaudah, nanti jangan tidur malam ya. " Kata Ayunda.


"Oh tidak,, hari ini ayah mau lembur bikin dede bayi. " Kata Satrio yang tersenyum menaik turunkan alisnya.


"Iih... Apaan sih.. " Ujar Ayunda yang memukul lengan Satrio.


"Beneran, sayang.. Pake baju yang s****i ya. " Kata Satrio mengedipkan matanya.


"Pasti, yang. " Jawab Ayunda yang merapikan bekas makan mereka berdua dan langsung gosok gigi dan siap-siap menjalankan kewajiban sebagai seorang istri. "


Keesokan harinya, Ayunda sudah menyiapkan pakaian dan alat-alat foto Satrio. Selesai mandi Ayunda membantu menyeka air yang ada ditubuh Satrio dan membantu mengancingkan kemejanya. Setelah selesai Satrio mencium kening Ayunda dan Ayunda mengantarkan Satrio sampe kedepan. Kemudian Ayunda mencium punggung tangan Satrio.


Setelah Satrio berangkat, Ayunda siap-siap untuk berangkat mengajar gambar dan mewarnai. Ayunda naik angkot sambil mengecek ponselnya.


Ayunda mengajar di tempat kursus menggambar dan mewarnai, lalu temannya Nico sudah datang ke tempat kursus.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum. " Sapa Ayunda yang masuk lalu duduk di mejanya.


"Wa'alaikumsalam, eh teteh baru datang? " Tanya Nico yang sedang nyapu.


"Iya, eh hari ini kamu piket? " Ayunda yang bertanya.


"Tolong itu di buang sih, teh. " Kata Nico.


"Iih... Nyuruh. Emang nya aku siapa kamu. " Kata Ayunda terkekeh.


"Ya ampun, teh. Minta tolong aja. " Kata Nico yang dengan cemberut. Ayunda malah tersenyum.


"Iya.. Iya.. Iih gitu aja marah. " Ucap Ayunda terkekeh.


Ayunda membuang sampah ke depan dan dia kembali bekerja menyelesaikan sketsa gambar yang dia buat karena Ayunda masih masa training.


Ayunda terlihat senang dengan anak-anak rekan kerja Ayunda pun sangat menghormati Ayunda, mereka tak menganggap sebagai atasan atau bawahan, senior atau junior mereka sama-sama belajar bersama. Apalagi kak yosh yang begitu baik mau mengajari Ayunda dari yang gak bisa gambar jadi bisa gambar.


Hari sudah sore, Ayunda sudah selesai dengan kerjaannya. Dia menunggu Lia temennya. Lalu teman nya Nico yang tinggi kurus dan hidungnya sedikit mancung.


"Niconya ada? " Tanya Yogi.


"Ada. " Jawab Ayunda dengan ketus.


"Teh, yuk pulang. " Kata Lia yang memakai sepatunya.


"Lama sekali, mba. " Ujar Ayunda yang melirik ke arah Yogi. Sepintas laki-laki itu pun melirik pas mata Ayunda sedang menatapnya.


Ayunda dan Lia pulang, mereka berjalan ketempat angkot berada. Sesampainya di angkot Ayunda memainkan ponsel dan membuka sosmednya. Ayunda tertawa melihat komentar teman-temannya, Ayunda pun melihat status suaminya yang sedang sibuk bekerja, lalu Ayunda memberikan komentar pada Satrio.


"Semangat, sayang. " Isi komentar Ayunda pada status Satrio. Ayunda tersenyum Satrio membalas komentarnya.


"Sudah pulang, sayang? " Tanya Satrio yang membalas komen istrinya.


"Sudah, ini lagi di angkot. " Jawab Ayunda yang tersenyum sendiri.


"Ya sudah, kamu hati-hati ya, sayang. " Pesan Satrio sebelum menutup medsosnya.


Ayunda sudah sampai di rumah kemudian membersihkan badannya dan dia mulai menyiapkan makanan untuk suami yang sebentar lagi akan pulang.


Setelah semua selesai, Ayunda merebahkan tubuhnya di springbed sambil menonton drama Korea kesukaannya sambil menunggu suaminya pulang. Hampir satu jam menunggu Satrio, Ayunda merasa lapar dan masih setia menanti suaminya pulang.


Tak lama kemudian, suaminya pulang dengan tampak kusut dan lecek, melihat suaminya Ayunda menyuruh Satrio mandi agar segar dan tidak lengket. Satrio menuruti perkataan Ayunda untuk membersihkan diri terlebih dahulu. Ayunda hanya senyum melihat suaminya yang selau menjaga kebersihan.

__ADS_1


__ADS_2