Ku Ingin Selamanya

Ku Ingin Selamanya
Episode 6


__ADS_3

Ayunda masih kesal dengan Rio kejadian kemarin minggu. Ayunda hanya diam ketika Satrio meneleponnya. Satrio terus minta maaf tapi Ayunda hanya diam tak menanggapinya.


Keesokan harinya Satrio main kerumah Ayunda. Ayunda masih cuek dan hanya diam tak menanggapi Satrio.


"Ayunda, kamu masih marah? " Tanya Satrio yang memegang tangan Ayunda.


"Aku tuh gak mau punya pacar tukang mabuk, nanti ketika nikah masih mabuk. Dan cukup mamaku saja yang mengalami punya suami tukang mabuk. " Kata Ayunda.


"Iya aku minta maaf, aku gak lagi-lagi deh. Maafin aku ya. " Kata Satrio yang menangkupkan kedua tangannya.


" Iya aku maafin, tapi kalo kamu seperti itu lagi aku bakalan beli satu keranjingan dan kamu minum semuanya. " Kata Ayunda dengan ketus.


Satrio hanya tertawa mendengar perkataan Ayunda.


"Kok ketawa, aku serius loh. " Ujar Ayunda yang marah melihat Satrio tertawa.


"Habis kamu lucu, masa aku harus minum satu keranjang kalo perlu sama keranjangnya deh. " Kata Satrio yang masih tersenyum.


"Iihh... Apaan seh kamu. " Kata Ayunda terpaksa tersenyum mendengar Satrio.


"Jadi kita baikan nih.. " Ujar Satrio dan di angguki Ayunda.


Satrio sangat senang bisa berbaikan dengan Ayunda. Ayunda pun tersenyum bisa berbaikan dengan Satrio.


"Sekarang gantian, aku mau ngajak kamu nonton konser Padi, minggu depan. Mau kan? " Tanya Ayunda yang bergelayut manja di bahu Satrio.


"Hmmmm... Boleh tiketnya? " Tanya Satrio balik.


"Tiketnya sudah aku pesanin. Nanti nontonnya sama teman-teman aku. Ada Geri, Kalif, Danu dan teman aku waktu sekolah. " Kata Ayunda.


"Berangkatnya sore, habis maghrib. Awas jangan sampe telat nanti ketinggalan. Oke. " Imbuh Ayunda.


"Iya, Yunda. " Kata Satrio yang mencubit pipi Ayunda.


"Iihhh... Sakit tau, Yo. " Ujar Ayunda yang cemberut. Satrio hanya tertawa.


Seminggu kemudian


Ayunda dan teman-teman akan menonton konser Padi. Ayunda menunggu Satrio yang tak kunjung datang, sedangkan teman-temannya sudah akan siap berangkat.


"Tunggu sebentar lagi, dong. Satrio belum datang nih. " Kata Ayunda yang bolak-balik.

__ADS_1


Mamanya yang duduk di depan warung merasa bingung melihat Ayunda.


"Belum berangkat, Yunda? " Tanya mama.


"Tunggu Satrio, ma. " Jawab Ayunda yang mondar-mandir.


"Yunda, ayo nanti kita telat. Konsernya kan maen jam 7.Kita berangkat sekarang biar bisa dapat depan panggung. " Kata Kalif.


Terpaksa Ayunda berangkat dulu dengan rasa kecewa karena Satrio tak kunjung datang. Dalam perjalanan Ayunda berharap bertemu Satrio, tapi nihil. Ayunda semakin kesal.


"Disuruh datang maghrib malah gak datang. " Gumamnya.


Namun tanpa adanya Satrio tak membuat Ayunda tak bersemangat menonton konser Padi. Dia terus berjingkrak dan bernyanyi mengikuti alunan musik dan terpesona dengan sang vokalis. Lalu tiba-tiba Ayunda merasa pusing, dan sahabatnya waktu sekolah langsung memanggil petugas untuk mengangkat Ayunda.


Akhirnya Ayunda dan Kinan masuk keruangan khusus para penonton yang sakit. Tak lama kemudian konser selesai. Ayunda dan Kinan melihat sang vokalis dan seluruh pemain band masuk melewati ruangan Ayunda berada. Ayunda dan Kinan langsung mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.


Ayunda gak percaya dia bertemu dengan sang vokalis yang dia idamkan sejak SMA dulu.


"Kinan kita gak mimpi kan bertemu vokalis Padi. " Kata Ayunda yang rasanya ingin melompat karena senang.


"Gak, Yunda. Untung kita ke sini jadi bisa ketemu deh. " Jawab Kinan yang juga senang.


"Eh.. Kita cari teman yang lain yuk. Mereka kan gak tahu kita disini. " Ujar Ayunda di angguki oleh Kinan.


Sampai di rumah Ayunda langsung berlari ke arah mamanya. Ayunda bercerita kalo dia bertemu sang vokalis grup idolanya itu. Memang mama Ayunda gak melarang Ayunda nonton konser band yang satu itu. Sebelumnya Ayunda dilarang nonton konser band yang lain.


Keesokan harinya Ayunda kerumah Geri. Lalu Ayunda bertemu Satrio sedang duduk di sofa.


"Kok, ada di sini? " Tanya Ayunda yang bengong melihat Satrio yang duduk di sofa sendiri.


"Kok semalam aku di tinggal, sih? " Tanya Satrio yang memandangi Ayunda.


"Habis kamu lama, aku kan bilang berangkatnya habis maghrib. Tapi sampe jam setengah 7 kamu belum datang-datang. " Kata Ayunda yang duduk disebelah Satrio.


"Aku ketemu sama vokalis band Padi. Ganteng banget tau. " Kata Ayunda dengan mata yang berbinar.


"Seneng banget ya? " Tanya Satrio. uang tersenyum melihat Ayunda.


"Iya dong, kan ketemu sama idola. " Jawab Ayunda yang manja pada Satrio.


Satrio hanya tersenyum melihat pacarnya itu sangat manja dan seperti anak kecil. Satrio makin menyukai Ayunda.

__ADS_1


"Nanti kalo ada konser Padi lagi aku janji gak akan telat lagi. " Kata Satrio yang mengacak-acak rambut Ayunda.


"Janji ya jangan telat, biar kita nonton bareng. " Kata Ayunda yang merapikan rambutnya.


Satrio hanya menganggukkan kepalanya dengan tersenyum.


"Yaudah aku mau pulang, mau bantuin mama. Geri makasih ya tasnya. " Kata Ayunda yang teriak memanggil Geri.


"Iya, Yunda. " Teriak Geri lagi.


" Aku pulang dulu, Yo. " Kata Ayunda yang keluar rumah Geri.


Satrio hanya mengangguk sambil tersenyum ke arah Ayunda. D


Ayunda masih merasa senang bahagia karena semalam dia bertemu sang idola.Paginya dia bertemu sang pacar makin berbunga hatinya.


Malam harinya Ayunda sedang menerima telepon dari Satrio. Seperti biasa Satrio hanya diam entah apa yang mau dia katakan rasanya gugup.


"Hey, kenapa diam. Jangan bengong kemarin ayam punya bapak saya mati gara-gara bengong, loh. " Kata Ayunda cekikikan.


"Apaan sih, kok aku di samain sama ayam. " Seloroh Satrio.


Ayunda tertawa mendengar Satrio berbicara seperti orang kesal.


"Habisnya kamu diam aja, gak ngomong-ngomong. " Kata Ayunda yang tertawa.


Satrio pun ikut tertawa mendengar Ayunda tertawa. Mereka akhirnya tertawa bersama-sama. Entah sampai jam berapa Satrio menelpon sang pacar. Padahal baru tadi pagi mereka bertemu tapi rindu keduanya belum tersalurkan.


"Kamu tuh tomboy, jutek urakan, dan kaya anak kecil. " Kata Satrio.


"Terus kenapa suka sama aku? " Tanya Ayunda.


"Gak tau, suka aja sama kamu. Dan ingin selalu dengar suara kamu, tawa kamu, dan juga senyum kamu. " Ujar Satrio.


" Tumben bisa ngegombal, biasanya selalu bilang aku tuh bukan cowok yang romantis, bukan cowo yang suka ngegombal. Tapi tuh bisa. " Kata Ayunda dengan senyuman.


"Gak tau, ngalir begitu aja. Gak percaya? " Ujar Satrio yang tersenyum mendengar kata-kata Ayunda.


"Hmmmm.. Ko bisa ngalir gitu aja. " Kata Ayunda yang semakin meledek pacarnya.


"Udahlah, kamu gak akan ngerti. Kamu kan anak kecil. " Kata Satrio.

__ADS_1


"Huuhhh... " Ayunda mendengus kesal. Satrio pun tertawa dengan keras sehingga penjaga wartel melirik Satrio. Dan Satrio pun langsung menundukkan kepalanya sebagai permohonan maaf.


__ADS_2