Ku Ingin Selamanya

Ku Ingin Selamanya
Episode 37


__ADS_3

Ayunda berangkat ke tempat kursus menggambar, karena hari ini Ayunda giliran piket bersihkan kelas. Ayunda cepat menaiki MJ matic kesayangannya, dia pamit pada suaminya dan langsung berangkat.


Setelah beberapa menit dia sampai, Ayunda langsung membersihkan kelas. Tak lama Nico datang masuk lalu duduk menyelesaikan gambar miliknya.


"Nico, kamu kasih tahu no ponsel aku sama Yogi ya? " Tanya Ayunda yang berdiri di belakang Nico yang sedang menggambar.


"Nggak, Teh. " Jawab Nico yang berhenti sejenak menjawab pertanyaan Ayunda.


"Kok dia tahu no ponsel aku dari siapa? " Tanya Ayunda lagi.


"Nico, gak kasih no ponsel teteh sama Yogi. " Nico menjawab membenarkan argumennya.


"Tapi, dia tahu darimana ya. Akunya tuh kalau suami aku tahu nanti marah. " Kata Ayunda.


"Teteh, pernah kasih gak no ke Yogi? " Tanya Nico.


"Gak pernah, Co. Tau-taunya dia sms aku aja gitu. " Jawab Ayunda yang merasa risih bila ada no laki-laki lain. Ayunda takut nanti Satrio salah paham.


"Dari medsos kali, Teh. " Kata Nico.


"Eh, iya ya. Kok aku gak kepikiran buat liat FB ya. " Ujar Ayunda.


"Iya coba liat kan ada no ponselnya tuh. Barangkali Yogi liat dari situ. " Kata Nico.


"Iya, aku coba mau liat FB dulu. " Kata Ayunda.


Ayunda membuka medsos FB nya dan benar disana ada no ponsel Ayunda, dan Ayunda menarik nafas.


"Iya, nih. Dia lihatnya dari FB, Co. " Kata Ayunda.


"Emang mengganggu, Teh? Kalau mengganggu nanti Nico bilangin jangan ganggu teteh. " Kata Nico.


"Gak sih, cuma sekedar basa basi doang. " Kata Ayunda.


"Kalau Yogi macam-macam bilang aja ya, Teh. " Kata Nico dan di angguki Ayunda.


Ayunda berjalan keluar ke tempat front office, lalu kemudian Lia datang dan langsung duduk di kursi depan Ayunda.


"Pulang dari sekolah, Mba? " Tanya Ayunda.


"Iya, Teh. Anak-anaknya pada bandel-bandel. " Kata Lia.


"Sama, Mba. Di sekolah aku juga anak-anaknya bandel-bandel. " Kata Ayunda yang menimpali.


Jam belajar anak-anak sudah mulai, Ayunda mulai membantu para tutor mengajar. Ayunda sangat suka dengan anak-anak. Waktu sudah menunjukkan pukul 15.30wib, Ayunda membereskan tempat belajar anak-anak karena akan berganti jam pelajaran. Kemudian Ayunda melihat Yogi datang dengan motornya, dan masuk lewat belakang. Ayunda hanya cuek dan diam saja, lalu kembali ke meja front office.


Sebuah pesan masuk di ponsel Ayunda.


Yogi : "Aku ada di belakang, bisa temui aku sebentar. "


Ayunda : "Maaf aku sedang kerja, tidak bisa. "


Ayunda meletakkan ponselnya di samping laptop yang sedang dia pegang untuk bekerja. Kemudian Yogi tiba-tiba duduk di depan kursi tanpa sepengetahuan Ayunda Yogi sudah didepan Ayunda.

__ADS_1


"Hei... " Sapa Yogi dengan tersenyum.


"Ngapain kamu? " Tanya Ayunda yang mendongak kepalanya.


"Sibuk, ya. " Kata Yogi yang menatap layar laptop Ayunda.


"Mau apa? Nanti ada teh ufi, aku kan lagi kerja. " Kata Ayunda.


"Aku cuma mau bilang, kalau aku tuh suka sama kamu. " Ucap Yogi tanpa rasa salah dengan perasaannya dengan Ayunda yang sudah mempunyai suami.


"Aku itu udah nikah dan punya suami, Gi. Kamu sadar gak sih? " Tanya Ayunda menjelaskan pada Yogi agar mengerti posisinya.


"Aku tahu kamu udah nikah, memangnya salah ya kalau aku suka sama kamu. " Kata Yogi.


"Ng.. Nggak juga, tapi kamu kan bisa lihat sukanya sama siapa. Istri orang loh, aku kan istrinya orang. " Ujar Ayunda.


"Aku tahu kamu istrinya orang, kata siapa kamu istrinya kucing. " Kata Yogi yang terkekeh.


"Ish.. Kamu mah malah bercanda. " Kata Ayunda mengerucutkan bibirnya.


"Pulangnya mau bareng gak? Aku mau kerumah sakit nih. " Kata Yogi yang biasanya Ayunda nebeng sampe angkot kalau Yogi kerumah sakit.


"Aku bawa motor sendiri. " Jawab Ayunda yang fokus dengan laptopnya.


Yogi hanya menatap wajah Ayunda, entah apa yang dirasakan laki-laki yang jelas usianya sama dengan keponakan Satrio. Ayunda menatap wajah Yogi dan bola mata mereka saling beradu. Yogi tersenyum kalao tatapannya menangkap tatapan Ayunda.


"Aku mau kedalam. " Kata Ayunda yang masuk menghindari Yogi yang entah apa yang ada di benak laki-laki itu.


Ayunda menahan dadanya, yang jantungnya gak karuan. Perasaan Ayunda tak tahu apa yang di rasakan, ada yang menyukainya usianya yang berbeda 7 tahun. Ayunda menarik nafas ketika keluar ke tempat front office, Ayunda melihat Yogi masih duduk di depan sambil memainkan ponselnya.


"Ada yang mau aku kerjakan. Kamu gak pulang? " Ayunda berbalik bertanya.


"Gak, aku mau liatin kamu kerja. " Kata Yogi terkekeh.


"Ngaco kamu, orang kerja diliatin. Kaya gak ada kerjaan. " Kata Ayunda ketus.


"Diih.. Ngaco, emangnya bener mau liatin kamu kerja. " Ujar Yogi tersenyum.


"Terserah, kamu. " Jawab Ayunda yang terus melanjutkan kerjanya.


Yogi menatap lekat wajah Ayunda, dan Ayunda merasa risih Yogi terus menatapnya sambil tersenyum.


"Aduh, kenapa jadi salah tingkah begini. " Batin Ayunda.


"Pulangnya sendiri bawa motor? " Tanya Yogi.


"Hmm.. " Ayunda hanya mengangguk yak menjawab.


"" Suami kamu? " Tanya Yogi lagi.


"Sibuk, kerja. " Jawab Ayunda datar.


"Besok bawa motor sendiri gak? " Tanya Yogi lagi.

__ADS_1


"Gak tau. " Ayunda masih menjawab dengan datar.


"Nanti malam aku kirim pesan ya. " Kata Yogi.


"Terserah. " Jawab Ayunda.


"Bu.. " Panggil Yogi.


"Ibu kapan aku nikah sama ibu kamu. " Jawab Ayunda, dan Yogi terkekeh mendengar jawaban Ayunda.


"Aku mau pulang dulu, besok aku kesini. " Kata Yogi yang berdiri dan keluar ruangan Ayunda.


Ayunda menahan nafas dan menghembuskannya, melihat laki-laki yang sudah jauh menaiki motornya. Ayunda menatap kepergian Yogi dan kembali fokus mengerjakan tugasnya.


"Teh, kasbon sih. " Kata Nico.


"Berapa? " Tanya Ayunda mengambil dompet uang kas.


"100rb, teh. Lagi bokek nih. " Ujar Nico cengir kuda.


"Nih, mau ngapel ya fitri. " Ledek Ayunda sambil menunjukkan telunjuknya ke wajah Nico.


"Kepo.. " Sahut Nico yang menarik telunjuk Ayunda lalu hendak dia masukkan ke mulutnya.


"Nico, stress. " Kata Ayunda yang menarik telunjuknya.


"Hahahaha.. " Nico tertawa sambil masuk kedalam.


"Dasar aneh.. " Gerutu Ayunda.


Ayunda pulang MJ kesayangannya, lalu Ayunda melihat Satrio yang sudah rapi wangi parfum membuat Ayunda tak sedikit curiga dengan suaminya.


"Ayah, mau pergi? " Tanya Ayunda yang selesai membersihkan dirinya.


"Mau nonton band sama teman, dulu seneng banget sama band ini. " Kata


"Emang band apa, Yah? " Tanya Ayunda sambil memakai baju santai.


"Dari luar negeri 'Wake the dead'. " Jawab Satrio yang sudah bersiap dengan tas yang membawa kamera DSLRnya.


"Owh... " Kata Ayunda yang hanya ber Oh saja.


"Sudah ya, Ayah berangkat. " Kata Satrio yang keluar dan menyalakan matic MJ yang tadi di pakai Ayunda.


Ayunda menghembuskan nafasnya ke udara, kelakuan suaminya belum berubah. Selalu bersenang-senang dengan diriku sendiri tanpa memikirkan perasaan Ayunda seperti apa. Ayunda hanya diam tak ingin protes, dia masih sabar menanti suaminya berubah. Akhir-akhir ini Satrio hanya memberikan yang dan uang tanpa tahu perasaan Ayunda seperti apa.


*Maaf.. author lama up..


*Masih ada kisah Ayunda dan Satrio.. loh..


*Disini akan konflik yang panjang...


*Silakan like, komentar dan hadiah..

__ADS_1


*Salam 'ByYou'


__ADS_2