Ku Ingin Selamanya

Ku Ingin Selamanya
Episode 13


__ADS_3

Bulan ini Ayunda merayakan ulang tahunnya yang ke 17 acaranya sederhana hanya di hadiri teman-teman sekolah dan sahabat nya di rumah. Panitia acara juga mba Anti dan Geri, minggu pagi mba Anti dan Geri membuat undangan anniversary birthday Ayunda yang sangat sederhana namun kreatif.


Karena acaranya minggu depan, Ayunda membagikan undangan 3 hari sebelum hari H.


Ayunda sangat senang sebentar lagi akan merayakan ulang tahunnya yang ke 17. Ulang tahun yang sangat sederhana dan hanya teman dan sahabat yang di undang.


Di sekolah Ayunda mulai membagikan undangan ulang tahunnya, semua teman-temannya di undang dan ada yang bisa hadir ada yang tidak bisa hadir.


Akhirnya hari ulang tahun Ayunda tiba, Ayunda di dandani oleh mba Anti dan mba. Ayunda sudah siap menyambut teman-temannya di halaman depan. Mba Anti dan Geri menjaga MC malam ini, mereka tampak semangat dan selalu bercanda ketika memulai acara.


Ayunda kaget ketika melihat Randi datang dan sedang ngobrol dengan yayat temannya di sekolah.


"Kok ada Aa Randi sih, emang siapa yang ngundang dia. " Gumam Ayunda.


"Oke sekarang kita kedatangan tamu spesial, kalian tau siapa tamu spesialnya? " Tanya mba Anti selalu MC dan di selingi tawaan kecil Geri.


"Wah, gak ada lagi ini pasti ulah mba Anti dan anak-anak yang lain. Hufff... Mereka niat banget buat jodohin aku sama A Randi. " Kata Ayunda pelan.


"Ini dia tamu spesial kita, kalian tau siapa sih dia? " Tanya Geri sambil berdiri di samping Randi.


"Dia itu calon pacarnya Ayunda. " Kata mba Anti terkekeh Randi hanya tersenyum.


"Bu-Bukan.. Ihh mba Anti sama Geri apa-apaan sih, seenaknya aja kalo ngomong. " Kata Ayunda yang berlari ke arah MC.


Randi hanya tersenyum melihat Ayunda terlihat berbeda dari biasanya. Biasanya Ayunda tomboy namun sekarang terlihat feminim.


"Sekarang kita potong kue ya teman-teman, yuk kita nyanyi potong kue. " Kata Mc.


Ayunda memotong kue bolu yang di buat oleh mama Ayunda. Kemudian Ayunda memotong kue pertama.


"Kira-kira buat siapa ya potongan kue pertama dari Ayunda? " Tanya Geri.


"Pasti buat Aa Randi ya. " Ledek mba Anti dengan tersenyum. Randi yang mendengar Anti berkata seperti itu terlihat sumringah dan berharap benar.


"Kue ini buat mama Ayunda. Terimakasih ma sudah menjadi mama yang terbaik buat Ayunda. " Kata Ayunda menyuapi kue pada sang Mama.


"Terus kue keduanya buat Aa Randi. " Mba Anti kembali meledek Ayunda. Ayunda memonyongkan bibirnya.


"Nanti di suapin ya Aa nya. " Kata Geri terkekeh geli.


Ayunda memotong kue lagi dan mba Anti juga Geri langsung menarik lengan Ayunda menuju Randi. Semua teman-teman Ayunda bersorak-sorai sambil tertawa. Ayunda begitu malu dia hanya cemberut dan kesal dengan tingkah mba Anti dan Geri.


"Potongan kue kedua untuk Aa Randi. " Kata Mba Anti.

__ADS_1


"Di suapin dong Aa nya. " Kata Geri yang jahil.


Randi menerima kue dari Ayunda dengan senyuman sumringah dan penuh kemenangan.


"Bilang dong, masa gak bilang apa-apa sama Aa nya. " Kata Mba Anti dengan senyum.


"Ini buat Aa. " Kata Ayunda yang memutar bola mata malas.


"Terimakasih, Neng. " Kata Randi dengan senyuman yang mengembang.


"Cieeeee... Neng " Ledek Geri dan Mba Anti.


Ayunda langsung menundukkan kepalanya karena malu. Randi tersenyum melihat Ayunda dan kemudian Randi memberikan sebuah hadiah pada Ayunda.


Semua teman-teman Ayunda tertawa dan besok di sekolahnya Ayunda akan di cerca pertanyaan dari teman-temannya. Perayaan ulang tahun Ayunda sudah selesai dan semua tamu pamit pulang, Randi pun pamit pulang pada papa Ayunda juga Ayunda.


Ayunda dan mba Anti juga Geri dan teman-teman yang lain membuka kado yang mereka bawa, Ayunda mencari sebuah hadiah dari Randi. Entah kenapa Ayunda sepertinya mulai suka dengan Randi, dia tersenyum saat melihat sebuah bungkus berwarna biru. Randi tau jika Ayunda suka warna biru, jadi kado itu di bungkus dengan kertas warna biru.


"Ini dari Aa Randi ya. " goda mba Anti.


"Iih... apaan sih mba anti. " Ayunda yang mencibir.


Ayunda membuka bungkusan warna biru dan isinya sebuah boneka kecil yang lucu sekali. Ayunda tersenyum melihatnya dan langsung membolak-balikan boneka itu.


"Iihh... Kok aku jadi mikirin A Randi sih. " Kata Ayunda yang menggelengkan kepalanya.


Ayunda mulai beraktifitas seperti biasa, siang hari Ayunda berangkat sekolah dan di jalan menuju tempat angkot Ayunda seperti mencari sosok yang selalu mengganggunya namun tak ada. Ayunda berjalan lemas karena seseorang yang dia cari tak terlihat batang hidungnya.


Dari jauh Randi melihat Ayunda mencarinya, dia pun tersenyum senang karena sepertinya Ayunda mulai menyukainya.


"Aku yakin kamu pasti sudah mulai menyukaiku, Neng. " Gumam Randi yang mengintip Ayunda dari jauh.


Sementara di sekolah semua teman-teman heboh mereka meledek Ayunda dan Randi karena ulah jahil mba Anti dan Geri.


"Ayunda kamu punya pacar gak bilang-bilang. " Kata Rina.


"Iihhh... Apaan sih dia bukan pacar aku. " Jawab Ayunda.


"Ayunda aku kenal tau sama Randi rumahnya dekat sama rumah nenek aku. " Sambung Yayat.


"Aku gak tau kamu pacaran sama Randi. " Kata Yayat lagi.


"Cieee... Cieee.. Ayunda.. Boleh juga loh orangnya. " ledek Rina dengan terkekeh geli.

__ADS_1


"Kalian apaan sih, dia itu bukan pacar aku. Dia itu suka sama aku. " Kata Ayunda.


"Kamu hutang cerita sama aku, Yunda. " Kata Yulli.


"Aduh apa yang harus aku ceritakan, Wie. "


"Cowok itu? Siapa? "


"Buka siapa-siapa, Wie. "


"Tapi kemarin aku tanya katanya kamu pacarnya. " Yayat kembali berkomentar.


"Eh... Mayat siapa bilang? " Kata Ayunda dengan kesal.


"Hehehhe... Randi yang bilang pas ulang tahun kamu tuh. " Ujar Yayat.


"Bohong, nembak aku aja belum ngaku-ngaku aku pacarnya. " Kata Ayunda dengan cemberut.


"Udah terima aja orangnya baik lagi terus penyayang. " Kata Yayat.


"Udah deh kalian jangan ngeledekin aku terus, dong. " Ujar Ayunda.


Teman-teman Ayunda semua tertawa karena senang meledek Ayunda yang mukanya bersemu merah. Ayunda masih kesal dengan mba Anti dan Geri yang sudah membuat dia di ledekin teman-teman sekelasnya.


Sore hari Ayunda pulang berjalan dengan sedikit pelan berharap Randi akan seperti dulu menghadang jalannya, namun sepertinya tidak.


Huffffttt... " Ayunda menghembuskan nafas ke udara.


"Hmmm sepertinya gak ada. " Gumam Ayunda.


Ayunda pun kembali berjalan pulang, harapannya bertemu Randi pupus. Seperti Ayunda mulai ada rasa suka pada Randi, ada rasa rindu ketika Randi tak mengganggunya.


Malam harinya Ayunda duduk bersama mba Anti dan yang lainnya. Ayunda protes gara-gara mba Anti dan Geri Ayunda jadi bahan ledekan teman-teman di sekolah. Tanpa rasa bersalah mereka malah tertawa.


Kemudian Randi datang dengan sepeda lalu di parkirkan dekat rumah Geri. Jantung Ayunda seakan mau lepas melihat sosok yang dari siang dia cari.


"Hai.. Neng. Kangen gak sama Aa? " Tanya Randi yang duduk di samping Ayunda.


"Ehmmm... Kangen katanya sama Aa. " goda Nina dan Sinta.


"Apa sih? Kalian tuh ngeledekin aja. " Kata Ayunda yang langsung cemberut.


Randi tersenyum melihat tingkah Ayunda yang memasang wajah dan bibir yang cemberut.

__ADS_1


Randi semakin menyukai Ayunda namun apakah Ayunda akan menerimanya? Karena malam ini Randi akan menyatakan rasa sukanya pada Ayunda. Semoga Ayunda menerimanya.


__ADS_2