Ku Ingin Selamanya

Ku Ingin Selamanya
Episode 36


__ADS_3

Ayunda bersiap-siap untuk menikmati hari libur bersama Satrio. Hari ini Satrio akan mengajak Ayunda jalan-jalan naik vespa yang Satrio beli untuk jalan-jalan dan untuk Satrio berangkat kerja, karena motor matic MJ untuk Ayunda berangkat ngajar.


Weekend ini Satrio mengajak Ayunda keliling naik vespa ke arah jalan kampung yang kanan kiri banyak terbentang sawah. Ayunda sangat suka sekali jika melihat sawah, apalagi bermain di sawah. Dulu waktu kecil rumah neneknya samping dan belakangnya sawah, Ayunda dan saudara-saudaranya yang masih kecil kala itu bermain di sawah.


"Jalannya agak nanjak, nih. Kuat gak vespanya. Kata Satrio.


" Mudah-mudahan kuat, Yank. "Jawab Ayunda.


" Kalau gak kuat kamu loncat ya. "Ujar Satrio tertawa.


" Masa loncat? Kemana? " Tanya Ayunda.


"Iya kan, motornya gak kuat nanti pasti jatuh kamu loncat. " Kata Satrio


Jalanan mulai naik dan tiba di jalanan yang agak terjal tanjakannya. Benar vespa yang di naiki Satrio dan Ayunda tidak kuat untuk menanjak, alhasil Satrio terjatuh. Ayunda sudah turun terlebih dahulu.


"Hahahah.. " Satrio ketawa ketika terjatuh bersama vespanya.


"Iih... Ko malah ketawa? Akunya deg-degan, ini malah ketawa. " Kata Ayunda yang membantu Satrio berdiri.


"Habis jatuhnya lucu. " Kata Satrio yang masih terkekeh sendiri.


"Tadi naik MJ aja, biar enak. " Ujar Ayunda.


"Untung kamu udah turun. Kata Satrio.


" Ayang, tidak apa-apa kan? " Tanya Ayunda melihat suaminya mungkin ada yang luka.


"Tidak apa-apa, ayo naik lagi. " Kata Satrio yang menyalakan mesin motornya.


Ayunda naik dan tangannya melingkari pinggang Satrio, kemudian Satrio menjalankan motornya. Ayunda menengok kanan kiri yang penuh dengan pemandangan sawah yang hijau Ayunda tersenyum.


"Nanti kita makan dulu, yuk. Lapar. " Kata Satrio.


"Iya, Ayunda juga lapar. " Ujar Ayunda.


Motor Satrio berhenti di sebuah saung di dekat sawah yang lumayan ramai. Saung itu menyediakan makanan sop iga sapi. Satrio memesan satu porsi sop iga sapi dan dua piring nasi.


"Sopnya kok satu, Yank? " Tanya Ayunda.


"Satu porsi tuh banyak, Yank. " Kata Satrio.


"Tempatnya kecil, tapi banyak pengunjungnya. " Kata Ayunda.


"Soalnya enak sopnya, bumbunya tuh sama aja buatan ibu. " Kata Satrio.


"Berapa kali makan disini? Sama siapa? " Tanya Ayunda.


"Waktu itu ada pemotretan prawed dengan Mas Agus terus calon pengantinnya ngajak makan disini. " Jawab Satrio.

__ADS_1


Tak lama kemudian pesanan datang di antar ke meja Satrio dan Ayunda. Satrio langsung menata makanan itu dan langsung memakannya.


"Enak, tidak? " Tanya Satrio yang melihat Ayunda memasukkan makanan ke mulutnya.


"Iya, enak. " Jawab Ayunda tersenyum.


"Sama persis masakan ibu kalau masak sop iga sapi. " Kata Satrio yang di angguki Ayunda.


Satrio melahap semua makanan yang ada di depannya, entah karena rasanya enak atau karena dia sedang lapar. Ayunda hanya tersenyum melihat suaminya yang makan dengan lahap, ada rasa bahagia yang menyelimuti hati Ayunda.


Setelah makan selesai, Satrio dan Ayunda masih menikmati pemandangan di saung tempat mereka makan. Sungguh indah ciptaan Alloh, Ayunda sangat mengagguminya. Satrio tahu, Ayunda menyukai area persawahan dan pemandangan yang indah seperti ini.


"Nanti kita jalan kesana, nanti tembusnya daerah M. Nanti ada tukang sate kambing muda lebih enak dari tempat biasa yang sering kita beli. " Kata Satrio yang memang suka kuliner.


"Ayah, kok tau tempat makan yang enak. " Kata Ayunda.


"Kan kalau motret suka di ajak makan sama pengantinnya. " Jawab Satrio.


"Sudah, ayo kita jalan lagi. Lihat udah mendung cuacanya. " Ajak Satrio pada Ayunda.


Ayunda membayar makanan dan Satrio menunggu di motor. Setelah selesai Satrio menyalakan motor dan mulai berjalan menyusuri jalanan yang sekelilingnya banyak sawah. Ayunda melingkarkan tangannya di pinggang Satrio.


"Semoga kebahagiaan ini selamanya, Ya Alloh. " Gumam Ayunda dalam hatinya.


Satrio terus melajukan kendaraannya dan Satrio menunjukkan tempat yang biasa dia melakukan pekerjaannya sebagai seorang freelance fotografer. Ayunda mendengarkan dengan baik dan hanya tersenyum.


Ada banyak penonton disana dan Satrio duduk di motor bersama Ayunda. Ayunda dan Satrio memiliki hobby dan kesukaan yang sama, yaitu bola dan menyukai balap motor. Dulu Satrio mengajak nonton balap motor nasional, ada banyak pembalap nasional. Satu lagi Satrio dan Ayunda menyukai badminton.


Setelah selesai menonton Satrio kembali menyalakan mesin motornya. Dan kembali berjalan arah pulang. Satrio berhenti di tempat makan yang Satrio janjikan, makan sate kambing muda di daerah M.


"Enakkan, beda dengan yang di tempat biasakan? " Tanya Satrio yang melihat Ayunda melahap tusuk demi tusuk sate.


"Iya, bumbu kacangnya beda, Yah. " Kata Ayunda.


"Makan yang banyak. " Kata Satrio tersenyum pada Ayunda.


"Nanti sampe rumah sudah kenyang makan terus. " Kata Ayunda yang membuat Satrio terkekeh.


Setelah makan akhirnya Satrio dan Ayunda pulang, Satrio melajukan motornya dengan sedikit ngebut. Karena hari hampir maghrib, dan harus sampai dirumah sebelum maghrib.


Satrio dan Ayunda sampai dirumah maghrib, Ayunda membersihkan dirinya begitu juga Satrio. Adzan maghrib pun berkumandang dan Ayunda melakukan kewajiban sebagai seorang muslim. Setelah maghrib Satrio akan keluar lagi, dia berpamitan mau main dengan temannya.


"Emang gak Cape, Yah? " Tanya Ayunda.


"Mau nonton band sama teman dan sudah janjian di F studio band. " Kata Satrio.


"Hati-hati. " Kata Ayunda.


Ayunda tak pernah melarang apapun dan kemanapun Satrio pergi, bahkan tak ada curiga sama sekali. Ayunda percaya suaminya dan Ayunda yakin hanya Alloh yang akan merubah dan memberikan hidayah pada suaminya.

__ADS_1


Setelah Satrio pergi, Ayunda di kamar nonton televisi acara kesukaannya. Tiba-tiba ponsel Ayunda berbunyi pesan masuk. Ayunda melihat nomor tak di kenal mengirim sebuah pesan.


Bunyi pesannya.


No Asing : "*Assalamu'alaikum, bu Ayunda. "


Ayunda : "Wa'alaikumsalam, siapa ya? "


No asing : "Yogi, bu. "


"Ayunda : " Ibu, kapan aku nikah sama bapakmu? "


"No asing : " Hehehehe, maaf teh. "


Ayunda : " Kamu tahu no ponsel aku dari siapa? "


No asing : "Ada deh. "


Ayunda : "Iih... Nyebelin. "


No asing : "Hahahha*... "


Ayunda tak lagi membalas pesan itu, beralih Ayunda mengirim pesn pada Nico.


*Ayunda : "Assalamu'alaikum, Nico. "


Nico : "Wa'alaikumsalam, teh. Ada apa? "


"Ayunda : " Nico, kamu kasih no HP aku sama Yogi ya? "


Nico : "Gak teh. "


Ayunda : "Terus tahu dari mana anak itu. "


Nico : " Gak tau teh. Mungkin dari FB teteh kali. "


Ayunda : "Ya sudah makasih ya. "


Nico : " Iya, teh*. "


Ayunda tak lagi membalas pesannya, dia lalu membuka medsosnya dan melihat profilnya yang memang tercantum no ponselnya. Ayunda tak mau ada pengganggu dalam rumah tangganya. Karena Ayunda sedang merasakan kebahagiaan bersama Satrio.


*Hai... reader maaf lama up ya.. biasa author sibuk di dunia nyata, reader.


*Silahkan like, komen dan hadiahnya ya...


*Author tunggu ya...


*Salam hangat.. Byyou..

__ADS_1


__ADS_2