Ku Ingin Selamanya

Ku Ingin Selamanya
Episode 21


__ADS_3

Ayunda semakin hari semakin semangat, Dedy selalu menelepon dan memberikan semangat pada Ayunda. Hingga akhirnya Dedy menyatakan cinta pada Ayunda.


"Dea.. Aku gak tau bagaimana ya. " Kata Ayunda.


"Memang ada apa? " Tanya Dea.


"A Dedy nyatain ke aku kalau dia suka sama aku, bagaimana ini. " Ujar Ayunda.


"Hah... Apa? " Dea tak percaya kalau sahabatnya itu dekat dengan teman kakaknya.


"Biasa aja kaleee, De. " Kata Ayunda menepuk bahu Dea.


"Kapan kalian ketemu? " Tanya Dea.


"Waktu itu pas kesana sama kamu, A Dedy minta no ponselku. Dan dia banyak memberikan wejangan padaku. " Ujar Ayunda.


"Sepertinya kamu hutang cerita sama aku tentang hubunganmu dengan Dedy. " Kata Dea menyeringai.


" Hmmm... Nanti aku ceritakan semua, sekarang aku harus bagaimana? A Dedy ajak aku keluar. " Kata Ayunda.


"Ya sudah jalan aja, kapan jam berapa jalannya? " Tanya Dea.


"Besok minggu pagi jam 9. " Jawab Ayunda.


"Ya sudah jalan aja, minggu kan bisa tutup conternya. " Kata Dea.


"Bukan masalah conter, tapi aku kan punya suami dan A dedy kan tau. " Kata Ayunda.


"Suami yang mana? Kalau punya suami pasti akan selalu ada setiap hari menunggu. " Ujar Dea.


"Bagaimanapun juga Satrio masih suamiku, Dea. " Ucap Ayunda.


Ayunda memang sangat mencintai Satrio, entah laki-laki itu menyakiti hati dan fisiknya tapi dengan keyakinannya bahwa Satrio akan berubah menjadi suami yang lebih baik lagi.


"Kamu tuh ya sudah di sakiti batinnya, fisiknya tapi tetap saja membelanya. " Kata Dea.


Dea satu-satunya sahabat yang mengetahui segalanya tentang kehidupan Ayunda, walaupun Dea istri dari Geri sahabatnya juga namun kedekatannya dengan Dea melebar seorang sahabat. Dea selalu ada di saat Ayunda sulit, sedih dan suka.


"Jujur pada hatimu, Yunda? " Tanya Dea.


"A Dedy memang sudah membuat aku nyaman, dan dia sudah membuat aku melupakan rasa sakitku pada Satrio. Tapi tetap saja Satrio adalah suamiku, Dea. " Kata Ayunda.


"Satrio itu gak pantas buat kamu cintai, Ayunda. Kamu harus menyelesaikan masalah ini baik-baik jangan sampai kamu menyesal. Luka yang hanya Satrio berikan. " Ujar Dea.

__ADS_1


"Satrio adalah cinta pertamaku. " Kata Ayunda.


"Tapi dia pertama yang menorehkan luka di hatimu. " Ujar Dea.


"Sudahlah, gak usah di bahas. Jadi menurutmu bagaimana? Apa aku juga selingkuh aja dengan A Dedy? Dia ganteng tau mirip Ariel Peterpan. " Kata Ayunda terkekeh.


"Ya sudah jika itu bisa membuat dirimu nyaman dengan Dedy. " Kata Dea.


"Emang udah ketemu sama Dedy? "


"Belum sih. Cuma kalo telepon dia pengennya ketemu terus sama aku. " Kata Ayunda.


"Oia, kapan kamu mulai ngajar di PAUD? " Tanya Dea.


"Besok mulai ngajar, De. " Kata Ayunda yang akan mengabdi untuk mengajar anak-anak seperti cita-citanya sewaktu dulu masih kecil.


Malam hari seperti biasa Dedy akan menelepon Ayunda memberikan nasehat juga semangat, tak lupa Dedy juga memberikan perhatian pada Ayunda seperti menyuruhnya Ayunda makan dan sholat. Ayunda merasakan perhatian Dedy itu begitu sangat manis, dia tak pernah merasakan saat bersama Satrio.


Selesai Ayunda berbicara dengan Dedy Satrio datang dan masuk ke dalam conter milik istrinya. Satrio melihat Ayunda duduk sambil nonton TV.


"Untung saja telepon dari Dedy selesai. " gumam Ayunda.


"Kamu kenapa? Gak suka suamimu datang? " Tanya Satrio.


"Tumben kesini, Ayunda tuh gak ngerti sama Aa. Kalo Aa butuh kebutuhan batin Aa datang kesini, tapi ketika Aa gak butuh Aa gak sama sekali datang kesini. Ayunda tuh istri Aa bukan cuma sebagai pemuas ***** Aa. " Kata Ayunda dengan mata berkaca-kaca.


Satrio diam tak mengucapkan sepatah katapun, Satrio merasa memang bersalah pada istrinya yang sudah menyakiti hati dan jiwa juga perasaannya.


" Ayunda, kamu tetap istriku. Maafkan aku yang sudah menyakitimu. "Batin Satrio yang juga tak ingin berpisah dari Ayunda.


" Kamu sudah makan? " Tanya Satrio membuka pertanyaan saat melihat istrinya diam sambil nonton TV.


"Sudah, kalo Aa mau makan biar Ayunda belikan. " Kata Ayunda yang masih perhatian, walaupun laki-laki di sampingnya itu sudah banyak menorehkan luka fisik dan batinnya namun dia masih suami sah secara agama dan negara.


"Aa tidak lapar, Aa mau tidur di sini boleh? " Tanya Satrio.


"Iya, boleh. Yuk kita tidur Ayunda udah ngantuk. " Kata Ayunda yang menggandeng tangan Satrio menuju kamarnya.


Ayunda sadar dirinya merasa sudah mengkhianati cintanya pada Satrio dengan berselingkuh, namun tak dapat dipungkiri cinta yang ada untuk Satrio sepertinya menghilang semenjak kenal dengan Dedy.


Pagi hari Ayunda siap-siap berangkat untuk mengajar PAUD dekat rumahnya. Satrio tersenyum melihat istrinya terlihat sangat cantik dengan hijabnya.


"Ayunda berangkat ya, A. " Kata Ayunda yang mencium punggung tangan suaminya.

__ADS_1


"Iya, biar conter saya yang jaga. Kamu hati-hati. " Kata Satrio.


"Aa emangnya gak berangkat? " Tanya Ayunda.


"Hmmmm.. Gak, tapi nanti Aa pulang dulu ya kerumah. " Ujar Satrio.


"Ohh ya. " Jawab Ayunda dengan datar. Ayunda tau kemana suaminya akan pergi, pasti akan bertemu perempuan itu. Ayunda hanya diam merasakan hatinya sakit.


"Ngapain aku peduli, dia mau pergi sama perempuan itu atau tidak bukan masalah buatku, sekarang aku kan punya A Dedy. " Gumam Ayunda yang hendak keluar dari pintu.


"Ayunda berangkat, A. Assalamu'alaikum. " Ucap Ayunda.


"Wa'alaikumsalam. " Balas Satrio.


Ayunda berjalan kaki, karena jarak tempatnya mengajar dekat dengan rumah mamanya. Dan conternya itu depan rumah mamanya.


"Ayo Ayunda kamu semangat, hilangkan rasa cinta kamu buat Satrio. " Kata hati Ayunda yang menyemangati dirinya sendiri.


Sampai di sekolah Ayunda sepertinya lupa dengan masalah hatinya dengan Satrio. Ayunda sangat senang dan terhibur dengan anak-anak yang lucu dan Ayunda fokus mengajar. Tiba-tiba ponselnya berbunyi dan Ayunda melihat pesan masuk, dengan hati senang dan senyum-senyum sendiri membaca isi pesan itu.


"Semangat pagi, sayangnya Aa. " Isi pesan yang di kirimkan A Dedy membuat Ayunda seperti anak abg yang sedang jatuh cinta lagi.


"Terima kasih A. " Balas pesan Ayunda dengan memberikan senyum.


Ah.. Ayunda tak pernah berhenti tersenyum dengan perlakuan Dedy yang tak pernah dia dapatkan dari Satrio. Laki-laki itu berubah sejak mempunyai selingkuhan.


"Kenapa, bu? " Tanya teman Ayunda seprofesi yang duduk di samping Ayunda.


"Gak ada apa-apa, bu. " Jawab Ayunda.


"Oia nanti ibu Ayunda yang pegang kelas B ini absensi dan ini nama anak-anaknya. " Kata ibu Yani teman Ayunda.


"Siap bu. " Ujar Ayunda yang tersenyum.


Hari sudah siang Ayunda pun pulang dia melihat Satrio duduk di depan centernya dengan tersenyum melihat Ayunda datang menghampirinya.


"Assalamu'alaikum, A. " Sapa Ayunda yang mencium punggung tangan suaminya.


"Wa'alaikumsalam, capek? " Tanya Satrio yang menatap istrinya yang masuk dan duduk di sofa dekat etalase.


Satrio ikut masuk dan duduk di sampingnya, Satrio menatap istrinya dengan senyuman manis. Ayunda hanya diam dan langsung merebahkan tubuhnya di karpet dan langsung tertidur karena lelah. Satrio mengusap rambut Ayunda dan mencium keningnya.


"Kenapa aku gak bisa membencimu, A? " Tanya Ayunda pada dirinya sendiri. Tanpa sadar air mata Ayunda menetes keluar dari pelupuk matanya.

__ADS_1


Cinta apakah sesakit ini jika aku begitu mencintaimu dan seketika aku berusaha untuk membencimu namun aku tak bisa.


__ADS_2