Ku Ingin Selamanya

Ku Ingin Selamanya
Episode 39


__ADS_3

Yogi makin gencar mendekati Ayunda, dan Ayunda sedikit terpengaruh oleh rayuan Yogi. Yogi sepertinya sudah jatuh cinta pada Ayunda yang menurutnya, tak ada perempuan yang tidak menolak pesonanya. Yogi memang terkenal playboy cap katak.


"Hai," sapa Yogi sambil bersandar di pintu masuk tempat belajar.


Ayunda menengok ke arah suara yang menyapanya, lalu Yogi masuk dan duduk di hadapan Ayunda. Yogi tersenyum kala Ayunda cemberut melihat Yogi duduk di hadapannya.


"Kamu lucu deh kalo cemberut," ujar Yogi.


"Emangnya, aku ini badut lucu," kata Ayunda dan Yogi terkekeh.


"Sore pulangnya mau bareng, tidak?" tanya Yogi yang memainkan bolpoin.


"Boleh, lumayan tumpangan gratis," kata Ayunda.


"Emang aku ojek," jawab Yogi yang tersenyum.


Sore hari Ayunda berboncengan dengan Yogi dan di jalan mereka ngobrol dan bercanda. Mereka seperti pasangan kekasih yang sedang di landa kasmaran. Ayunda hanya menganggap Yogi adalah teman biasa, entah apa yang Yogi rasakan pada Ayunda. Yang pasti hati Ayunda hanya untuk Satrio, suaminya. Namun Yogi yang sudah jatuh cinta pada Ayunda tak akan menyerah meski Ayunda sudah punya suami. (Bener-bener gila tuh bocah).


"Sudah, disini saja. Terimakasih ya, Gi," kata Ayunda yang menepuk pundak Yogi.


"Cuma makasih doang," ujar Yogi.


"Emang apa?" tanya Ayunda.


"Cium, dong," kata Yogi tersenyum sambil menepuk pipinya.


"Iih, apa sih kamu. Dasar gila, enak aja. Nih.. Cium," kata Ayunda yang menempelkan ponselnya di pipi Yogi.


"Hahahha, kamu emang lucu banget. Aku makin suka deh sama kamu, Yunda," kata Yogi.


"Dasar aneh, berapa kali aku bilang, sih. Aku itu punya suami dan kamu tuli atau apa, sih," kata Ayunda dengan nada marah.


"Aku kan sukanya sama kamu, bukan sama suami kamu," jawab Yogi terkekeh.


"Dasar gila," ujar Ayunda yang memberhentikan angkot lalu naik.


"Hati-hati, ya!" teriak Yogi yang tersenyum.


Di dalam angkot, Ayunda tersenyum ketika ponselnya berbunyi pesan masuk. Dan dia melihat nama pengirim pesan adalah Satrio suaminya.


"*Yang, kamu udah pulang?" tanya Satrio.


"Masih di angkot, Yang," jawab Ayunda dengan emot senyum.


"Ya sudah kamu hati-hati ya, Yang," pesan Satrio.

__ADS_1


"Oke, makasih. Oia, mau di beliin makanan apa?" tanya Ayunda.


"Gak usah, nanti malam kita keluar makan di SS ya," kata Satrio.


"Oke," jawab Ayunda.


"Hati-hati, Yang," kata Satrio mengakhiri pesannya*.


Ayunda tersenyum suaminya masih peduli padanya, lalu Ayunda membuka media sosialnya sebentar melihat aktivitas temannya di dunia maya, lalu ponsel Ayunda kembali berbunyi tanda pesan masuk.


"*Hai, sudah sampai belum?" tanya Yogi.


"Belum, kenapa?" Ayunda berbalik bertanya.


"Hati-hati di jalan, kabarin aku kalau sudah sampai dirumah," kata Yogi.


"Lah, emang siapa kamu?" tanya Ayunda dengan emot marah.


"Calon pacar," jawab Yogi dengan emot senyum.


"Ih, ngakunya. Sadar diri dong, istri orang main samber aja," ujar Ayunda.


"Jangan begitu, nanti kamu jatuh cinta loh sama aku," kata Yogi dengan emot senyum.


"Pede tingkat dewa, jangan kepedean nanti nyesek loh," ujar Ayunda.


"Gila, kamu*!"


Yogi yang sedang menunggu bapaknya cuci darah, tertawa geli membaca pesan dari Ayunda. Yogi yang benar-benar sudah jatuh cinta pada Ayunda membuat dia tak sadar bahwa akan ada badai dalam dirinya karena sudah masuk kedalam kehidupan rumah tangga Ayunda. Ayunda sudah sampai di rumah, sms dari Yogi sudah dia hapus dalam perjalanan pulang. Dia tidak mau Satrio mencurigai dirinya.


"Assalamu'alaikum," sapa Ayunda yang masuk lalu masuk ke kamar melihat suaminya sedang nonton televisi. Ayunda mencium punggung tangannya dan membuka pakaian lalu mandi.


Setelah selesai Ayunda duduk di samping suaminya dan mencium kening Satrio. Ayunda membuka ponselnya takut Yogi akan mengirimkan pesan.Ternyata benar Yogi mengirimkan pesan, ayunda langsung berpura-pura kebelakang padahal dia ingin menghapus pesan dari Yogi.


"Tuh, anak benar-benar nekat. Gila, udah punya suami masih aja di godain," gumam Ayunda yang menarik nafas panjang.


"Kamu sedang apa?" suara bariton Satrio hampir saja membuat jantung Ayunda pecah.


"Aduh, Ayang. Bikin kaget aja, Ayunda sedang hmmm.. Tadi ada telepon dari ibu Yana katanya besok gak masuk," bohong Ayunda.


"Sini, ponsel kamu," kata Satrio yang menyodorkan tangannya meminta ponsel Ayunda. Ayunda pun memberikannya pada Satrio.


Satrio memeriksa isi chat Ayunda dan panggilan keluar dan juga masuk, begitu posesifnya Satrio pada istrinya. Ayunda menarik nafas lalu dia masuk kekamar dan untung saja, tadi bu Yana menelepon.


"Ini, ponsel kamu. Kita keluar, yuk," ajak Satrio yang mengambil baju di lemari.

__ADS_1


"Habis maghrib ya, kita sholat dulu," ujar Ayunda.


Setelah maghrib Ayunda dan Satrio keluar mereka seperti abg yang selalu berdua menghabiskan malam minggu di luar hanya sekedar hangout atau nonton dan ngobrol di distro milik teman Satrio. Setelah makan malam, Satrio mengajak Ayunda nongkrong di distro temannya Satrio. Sebenarnya Ayunda malas, tapi demi menyenangkan hati suaminya dia akan ikut kemanapun Satrio pergi. Hingga pukul 10 mereka baru pulang, dan Satrio pun masih membeli makanan untuk makan lagi.


Satrio memang doyan makan, membuat badannya menjadi tambun dan perutnya buncit. Ayunda bersyukur walaupun dia bekerja dia masih bisa mengurus suaminya.


"Mau tidur?" tanya Satrio yang memeluk Ayunda dari belakang setelah mereka sampai di rumah.


"Memangnya mau apa, Yang?" Ayunda berbalik tanya.


"Kita olahraga malam dulu," ujar Satrio.


"Ish, kirain mau apa. Sebentar Ayunda bersih-bersih dulu ya," kata Ayunda yang melepaskan pelukan suaminya dan pergi ke kamar mandi.


Satrio yang bersandar di tembok ranjang sudah melepaskan seluruh bajunya dan menunggu Ayunda dari kamar mandi dengan menonton tv. Tak lama Ayunda keluar dari kamar mandi dan dia hanya memakai handuk yang dililitkan di badannya. Satrio yang melihat Ayunda hanya memakai handuk yang menutupi dada dan B*******gnya membuat dia meneguk salivanya. Satrio langsung mendekap Ayunda lalu mencium bahunya dan mereka pun langsung melanjutkan malam panjang dan menjadi pahala bagi Ayunda.


Hari sudah pagi, Satrio masih tertidur setelah pertempurannya semalam Satrio langsung tidur sesudah mandi junub. Ayunda sudah menyelesaikan perannya sebagi seorang istri memasak, membersihkan rumah adalah tugasnya dihari minggu, biasanya hari minggu jika tidak ada job Satrio akan bangun siang. Dan Ayunda tak membangunkan Satrio. Setelah selesai Ayunda pun mandi kembali untuk menghilangkan keringat setelah bersih-bersih rumah.


"Masak apa hari ini?" tanya Satrio.


"Aku masak kesukaan, Ayah," jawab Ayunda.


"Hmmm.. Sepertinya enak. Aku mau makan dulu," kata Satrio.


"Gosok gigi dulu, Yang," ujar Ayunda.


"Eh, iya lupa," jawab Satrio cengengesan. Lalu Satrio pergi ke kamar mandi untuk menggosok giginya.


Ayunda masuk kekamar dan mengecek ponselnya, dia melihat banyak pesan dari Yogi yang masuk.


"*Pagi,"


"Sudah bangun?"


"Seandainya aku suami kamu, aku pasti sedang berduaan denganmu*,"


Isi pesan Yogi membuat Ayunda menggelengkan kepala dan rasanya sungguh aneh melihat seorang laki-laki yang masih muda menyukai perempuan yang sudah bersuami.


"Dasar, gila," gumam Ayunda.


"Siapa yang, gila?" tanya Satrio yang masuk ke kamar.


"Ah, tidak bukan siapa-siapa," jawab Ayunda.


"Sini ponselmu?" pinta Satrio.

__ADS_1


"Ayang, posesif banget," kata Ayunda.


"Kamu itu masih labil, jadi kamu harus selalu aku awasi. Belum bisa menjaga diri sendiri, nanti kalau sudah siap berdiri sendiri aku gak akan posesif seperti ini," ujar Satrio.


__ADS_2