Ku Ingin Selamanya

Ku Ingin Selamanya
Episode 49


__ADS_3

Ayunda menatap dirinya di pantulan cermin yang ada dikamarnya, dia merapikan blazer panjang dan hijab senada dengan blazer ya. Ayunda lalu berjalan keluar dari kamarnya dan menuju meja makan, memakan sarapannya dengan sebungkus nasi yang dia beli di warung untuk dia makan sebelum berangkat aktivitas.


Ayunda memakan perlahan sambil melamun, Satrio sudah berangkat aktivitas sejak pagi shubuh tadi. Ayunda tak tahu harus bagaimana dengan suasana hatinya yang semalam buruk sekali. Ayunda berniat membalas kelakuan suaminya dengan mengikuti permainan Satrio.


Jam sudah menunjukkan pukul tujuh, Ayunda berangkat, dia berjalan kaki menuju tempat pemberhentian angkot. Ayunda menyandarkan punggungnya di belakang tempat duduk angkot yang hanya beberapa penumpang. Ayunda menatap jalanan yang ramai akan kendaraan yang padat karena aktivitas pagi hari.


"Huffffttt," Ayunda menghembuskan nafasnya dan masih menatap jalanan.


Tak lama angkot yang Ayunda tumpangi berhenti ditempat dekat Ayunda mengajar. Ayunda berjalan dengan sedikit cepat karena hari sudah siang dan Ayunda sedikit terlambat.


"Maaf, Bu. Aku telat datangnya, habis angkotnya nyebelin," ujar Ayunda.


"Iya gak apa-apa, Bu. Yang penting ibu sudah sampai," kata ibu Yana tersenyum.


Ayunda mulai mengajar anak-anak dengan senyuman dan Ayunda merasa beban yang anggun sedang dia hadapi sekarang seperti hilang karena terhibur dengan tingkah polos anak-anak yang lucu.


"Ah, selesai sudah aku mengajar. Sekarang ke TK B," gumam Ayunda.


"Bu Yunda sudah mau pulang?" tanya ibu Yana.


"Iya Bu, saya ada kelas gambar di TK B Bu," jawab Ayunda yang merapikan buku lalu memasukkan kedalam tas ranselnya.


"Baiklah hati-hati kalau begitu," ujar ibu Yana.


"Terimakasih, Bu. Ayunda pergi dahulu, Bu," kata Tanda dengan senyum meninggalkan Bu Yana yang sedang merapikan meja ya dan bersiap untuk pulang juga.


Ayunda berjalan menuju TK B yang jaraknya tidak terlalu jauh dari sekolah Ayunda. TK B adalah sekolah yang elit yang termasuk sekolah internasional school. Ayunda mengajar sebagai guru ekstrakurikuler disana.


"Hai, Miss," sapa Ayunda yang sudah ada di lobby sekolah elit tersebut.


"Hai, Kak. Tunggu ya kak belum pukul sebelas," jawab Miss Rika.


" Baik, Miss. Saya tunggu disini saja, Miss," ujar Ayunda tersenyum.


Teeeeettt....


Bel tanda bel pemberitahuan pulang sudah di tekan oleh pak Min, dia penjaga yang sepuh dan sudah lama bekerja di TK B tersebut. Ayunda melihat anak-anak keluar dan Ayunda tersenyum melihat anak-anak yang keluar dari ruang kelas mereka masing-masing.


"Kak Yunda," panggil kak Be yang merekomendasikan Ayunda sebagai guru ekstrakurikuler di TK B.


"Eh, kak Be. Aku ngajar kelas yang mana kak?" tanya Ayunda.

__ADS_1


"Sebentar, aku tanya Miss Tri dulu," jawab kak Be yang masuk keruang guru.


Ayunda duduk sambil menikmati alunan musik yang membuat hatinya tenang. Ayunda mengulas senyum saat melihat seorang anak sedang duduk sendiri sambil menunggu ibunya jemput.


"Hai, what your name?" tanya Ayunda. Ayunda tahu bahwa TK B ini dilarang menggunakan bahasa Indonesia.


"My name is Anaya, Miss," jawab anak perempuan tersebut sambil mengayunkan kakinya.


Ayunda bingung harus bertanya apa lagi, dia hanya sedikit mengerti bahasa Inggris. Anaya menatap Ayunda yang bingung.


"Miss, kenapa?" tanya Anaya yang ternyata berbicara menggunakan bahasa Indonesia.


"Loh, Sayang kok," Ayunda heran mendengar Anaya berbahasa Indonesia.


"Jika sedang belajar kita tidak boleh berbahasa Indonesia, Kak," ujar Miss Diana yang tak sengaja melihat Ayunda dan Anaya.


"Oh, begitu ya, Miss. Aku kira diluar juga harus menggunakan bahasa Inggris, Miss," kata Ayunda dengan tersenyum.


"Anaya, belum dijemput?" tanya Miss Diana.


"Belum, Miss. Itu ayah Anaya sudah datang, bye Miss bye kak," kata Anaya yang melambaikan tangannya.


Ayunda menatap Anaya yang berlari menuju ayahnya, Ayunda menatap kagum ayah Anaya yang terlihat tampan dan keren dengan setelan celana selutut dan kaos polos serta kaca mata hitam yang menangkring di hidungnya.


"Ya, ampun aku sampe lupa," kata Ayunda yang menepuk keningnya lalu masuk ke ruangan.


"Kak Yunda," panggil kak Be yang melihat Ayunda bingung.


"Kak Be, aku ngajar di kelas mana?" tanya Ayunda.


" Dikelas satu dengan Miss Diana," jawab kak Be.


"Miss Diana, dimana ruangannya, kak?" tanya Ayunda lagi.


"Itu, sebelah kelas dua," kata kak Be yang menunjukkan ruangan pada Ayunda.


"Makasih, kak Be," jawab Ayunda kemudian berjalan keruangan kelas satu. Lalu Ayunda masuk kedalam kelas satu, dan disana dia tersenyum melihat anak-anak menyambut dirinya.


"Kak, nanti komunikasinya dengan bahasa Inggris ya, kalau kakaknya tidak bisa nanti tinggal sms saya," ujar Miss Diana.


"Iya, miss," jawab Ayunda.

__ADS_1


"Hai, child. How are you?" tanya Ayunda pada anak-anak sambil tersenyum.


"Fine," serempak mereka menjawabnya.


Ayunda mulai mengajar menggambar dan mewarnai gambar kelinci, Ayunda dengan senyuman menjawab setiap anak-anak yang bertanya dan dengan dibantu dengan miss Diana Ayunda bisa berkomunikasi dengan anak-anak.


Satu jam Ayunda selesai menggambar dan mewarnai gambar kelinci. Anak-anak juga merasa senang diajarkan oleh Ayunda yang sangat mudah mengerti. Setelah selesai Ayunda keluar dan melanjutkan aktivitasnya mengajar di tempat kursus, Ayunda memberhentikan angkot dan naik lalu duduk di belakang kemudian menyandarkan punggungnya sambil menatap jalanan yang dengan cuaca terik panas. Ayunda mengipas wajahnya dengan tangannya dan menarik nafas.


"Ayunda," panggil seorang perempuan berusia sekitar 25 tahun yang baru saja naik dan duduk di hadapan Ayunda


" Siapa ya?" tanya Ayunda yang mengerutkan keningnya.


"Sevi, masih ingat," jawabnya.


"Oh, ya ampun. Apa kabar?" tanya Ayunda yang bersalaman dengan Sevi.


"Baik, kerja dimana?" tanya Sevi balik.


"Aku ngajar TK, sekarang ngajar di tempat kursus menggambar di jalan C. Kamu kerja dimana sekarang, Sev?" Ayunda kembali bertanya dengan teman lama yang sudah lama banget gak ketemu.


"Aku kerja apoteker di apotek D di jalan B," jawab Sevi.


"Aduh lama banget ya kita gak ketemu," kata Ayunda tersenyum dan Sevi pun tersenyum.


"Gimana semua keluarga sehat?" tanya Sevi yang melihat kedepan karena sebentar lagi dia akan turun.


"Alhamdulillah sehat, kamu sendiri sehat," jawab Ayunda.


"Sehat, sudah ya aku mau turun. Nanti kita ketemu lagi," kata Sevi.


"Rumahnya masih di jalan J kan?" tanya Ayunda.


"Iya, main ya kapan-kapan," jawab Sevi. Lalu turun dari angkot dan melambaikan tangannya pada Ayunda. "Aku udah bayar ongkos angkotnya," katanya lagi yang berjalan dengan tersenyum pada Ayunda.


"Terimakasih ya, Sev," ujar Ayunda sedikit berteriak dan Sevi melambaikan tangannya.


"Aduh, kenapa aku lupa gak minta no ponselnya ya. Ah..Bodoh aku ini," kata Ayunda yang menepuk keningnya.


*****


Hai Reader...masih setia ya dengan kisah Ayunda dan Satrio...Terus like, koment dan vote juga hadiahnya agar author makin semangat nulis....

__ADS_1


sambil tunggu author up...baca juga nih novel keren, bagus dan oke loh... Author punya rekomendasi novel bagus dan gak bikin bosen...



__ADS_2