
"Pulangnya, malam sekali?" tanya Ayunda yang menghampiri suaminya.
"Biasa anak-anak nongkrong dulu di warung," jawab Satrio.
"Sudah makan? Kalo belum Yunda gorengkan tempe ya," kata Ayunda.
"Boleh," jawab Satrio.
Ayunda langsung menuju dapur dan menggoreng tempe tepung untuk suaminya yang ingin makan malam. Satrio lalu masuk ke kamarnya dan mengganti bajunya, sambil menunggu istrinya selesai masak Satrio menonton acara bola tim favoritnya MU vs Arsenal. Tak lama Ayunda datang membawa nasi dan lauk tempe goreng tepung hangat juga sambal kecap kesukaan Satrio.
"Kamu sudah makan?" tanya Satrio yang meminum segelas air putih.
"Sudah, buat ayang saja," kata Ayunda.
"Ini nanti sisanya buat kamu ya," ujar Satrio dan Ayunda mengangguk sambil tersenyum.
Satrio laki-laki yang tak pernah menyatakan perasaannya pada Ayunda, dia menundukkan rasa sayang dan cintanya dengan tingkah laku dan sikapnya. Satrio bukan laki-laki yang romantis seperti di drama Korea yang sering Ayunda tonton. Satrio adalah laki-laki yang keras, dan sedikit tempramen.
" Sayang, ini habiskan," kata Satrio yang menyisakan tempe gorengnya.
"Ayahnya sudah?" tanya Ayunda.
"Sudah, Yang," jawab Satrio.
Lalu Ayunda memakan tempe goreng tepung yang sisakan Satrio untuk dirinya. Satrio masih menonton acara bola dan Ayunda juga ikut nonton, karena itu team favoritnya juga. Setelah selesai menonton Satrio mengajak Ayunda tidur karena waktu sudah hampir malam. Satrio memeluk Ayunda dari samping dan mencium kening istrinya, Ayunda merasakan rasa cinta dan sayang Satrio pada dirinya.
Pagi hari adalah weekend, Satrio akan mengajak Ayunda jalan-jalan ke daerah pantai di luar kota. Perjalanan memakan waktu dua-tiga jam, Ayunda sudah siap dengan kaos dan celana jeans dan sweaternya. Tak lama Satrio juga sudah siap dengan kemeja planelnya, lalu Satrio nyalakan mesin motornya dan mereka pergi weekend berdua ke pantai di luar kota.
Hampir dua setengah jam Satrio dan Ayunda sampai di pantai. Ayunda tampak senang melihat luasnya lautan dan deburan ombak yang saling bersahutan. Satrio tampak mengambil foto istrinya dengan candid yang tak di ketahui Ayunda. Satrio tersenyum melihat istrinya bahagia, ya bahagia itu sederhana melihat istrinya tersenyum adalah kebahagiaan yang sangat indah.
Hampir tiga jam Ayunda dan Satrio di pantai itu, lalu mereka pulang. Dalam perjalanan Ayunda mengulas senyum berharap kebersamaan dengan Satrio suaminya itu bertahan selamanya. Terkadang Satrio dan Ayunda selalu bertengkar, masalah apapun pasti mereka bertengkar. Satrio yang tempramen selalu saja keras kepala dan mau nya menang sendiri.
"Kita makan baso, yuk?" ajak Satrio pada istrinya.
"Boleh, Ayunda lapar," jawab Ayunda.
Mereka berhenti di warung bakso yang tak begitu ramai, karena Satrio tidak suka keramaian. Ayunda dan Satrio pun menikmati bakso yang mereka pesan.
Setelah seharian Satrio mengajak istrinya Ayunda jalan-jalan, Satrio pun membersihkan badannya lalu bersiap akan pergi lagi. Ayunda melihat suaminya yang akan pergi merasa sedikit curiga.
"Gak cape, Yang. Kan baru sampe, seharian keluar sekarang mau kemana lagi?" tanya Ayunda.
__ADS_1
"Mau nonton band, di studio F. Ada band kesukaan aku," jawab Satrio.
"Huffffttt…" Ayunda menghembuskan nafasnya dan kemudian Satrio mencium kening Ayunda lalu pergi menyalakan motor maticnya.
"Sampe kapan kamu seperti itu, Yang," gumam Ayunda.
Ayunda merebahkan tubuhnya di spring bed yang berukuran 100x 200, Ayunda memijit pelipisnya merasa pusing dengan sikap suaminya. Ayunda tak bisa menebak ada apa dengan suaminya itu, curiga ada sedikit yang dirasakan Ayunda.
Tring
Seketika ponsel Ayunda berbunyi bertanda masuknya pesan, Ayunda membuka ponselnya dan melihat pesan dari Yogi.
"Hai, kangen gak sama aku?" tanya Yogi isi pesannya. Ayunda tersenyum.
"Gila, nih anak. Masih aja gangguin aku," gerutu Ayunda dengan kesal.
"Ngapain kangen sama kamu," jawab Ayunda dengan nada marah balasan pesannya.
"Kali aja kamu kangen sama aku," ujar Yogi.
"Kamu itu bener-bener udah gila, ya," kata Ayunda.
"Ya aku gila karena kamu," jawab Yogi.
"Hahahaha," Yogi tertawa dalam pesannya.
"Dasar gila!"
"Sudah ya, besok kita ketemu. Kamu tau kenapa aku suka sama kamu?"
"Bodo amat, aku gak peduli."
"Jawab dulu pertanyaan aku,"
"Apa!"
"Kamu tau gak kenapa aku suka sama kamu?"
"Kenapa?"
"Karena kamu itu lucu, gemesin kaya baby," ujar Yogi.
__ADS_1
"Emang aku badut, kamu tuh ya bener-bener ya. Stress!!!"
Ayunda langsung menonaktifkan ponselnya, karena pesan Yogi yang membuatnya bisa gila dan pusing menghadapi laki-laki yang nekat bahkan sangat nekat. Gak tau lagi harus bagaimana Ayunda menghadapinya.
"Aaarggggghhh," Ayunda memukul bantal merasa kesal dengan tingkah Yogi yang gak tau lagi Ayunda harus bagaimana.
Keesokan harinya Ayunda berangkat naik motor matic yang di berinama MJ warna hitam metalik kesukaan Satrio. Motor matic yang di belikan Satrio untuk istrinya, sedangkan dia hanya menggunakan vespa merah marun yang baru saja dia beli.
Ayunda sampai di tempat kursus dan memarkirkan motornya, lalu dia melihat motor Yogi sudah nangkring di samping motor Nico. Ayunda menarik nafas dan harus siap manarik nafas karena ulah Yogi yang sukanya dengan istri orang.
"Hai, sudah datang? Aku tunggu kamu loh, dari tadi," katanya yang bersandar di pintu masuk sambil bersedekapkan kedua tangannya.
"Apaan, sih. Minggir aku mau lewat!" sahut Ayunda dengan ketus mendorong tubuh Yogi hingga dia terpental sedikit.
"Galak amat sih, makin suka deh sama kamu," kata Yogi mengedipkan matanya sambil tersenyum menyeringai.
"Denger ya, aku ini punya suami dan jangan ganggu aku terus. Apa gak cape kamu ngejar-ngejar aku terus?"
"Nggak, aku suka sama kamu jadi gak akan cape lah. Percaya sama aku, nanti kamu akan menerima aku jadi pacar kamu," jawab Yogi dengan percaya dirinya.
"Iiih, pede sekali kamu. Siapa yang suka sama kamu cowok gila," ujar Ayunda membuat Yogi tertawa melihat Ayunda marah menurutnya sangat lucu.
"Kamu lucu kalo marah, aku suka,"
"Udah deh sama, kamu gak berangkat kerja? Daripada gangguin aku terus," ucap Ayunda.
"Terimakasih, Sayang. Udah ingetin aku, ya sudah aku kerja dulu ya. Kamu jangan rindu sama aku, ya," kata Yogi yang mencubit pipi Ayunda.
"Awwwwww, Yogi gila!!!!" teriak Ayunda dan Yogi langsung berlari menyalakan mesin motornya.
Ayunda melihat Yogi yang pergi sambil tertawa, Ayunda makin kesel dengan tingkah Yogi yang memiliki kelainan menyukai istri orang.
"Emang tuh anak harus di ruqyah, deh," Ayunda terus menggerutu dan Lia melihat Ayunda menekuk wajahnya.
"Ada apa, teh?" tanya Lia.
"Ada orang gila yang nekat banget," jawab Ayunda membuat Lia bingung.
"Orang gila? Dimana?" tanyanya lagi.
"Tau ah, malas kalo cerita tuh orang gila. Bisa ikut gila aku," jawab Ayunda.
__ADS_1
"Ah, si teteh mah bikin aku penasaran dan gak ngerti. Siapa coba orang gila yang bikin gila?"
"Nanti kamu juga tau, sudah kita kerja aja yuk,"