Ku Ingin Selamanya

Ku Ingin Selamanya
Episode 10


__ADS_3

Siang itu Ayunda akan berangkat kesekolah, Ayunda berjalan kaki keluar dari rumahnya. Jarak dari rumah ke sekolah Ayunda cukup jauh, harus menaik angkot dan jarak dari rumah ke tempat tunggu angkot lumayan jauh.


Ayunda berjalan menuju tempat tunggu angkot, lalu dari arah sebrang Ayunda melihat seorang laki-laki yang tengah berlari menghampirinya.


Ayunda mengenyritkan dahinya, kepalanya ia tutupi dengan beberapa buku yang ia bawa.


"Neng, mau kemana? " Tanya Randi.


"Mau sekolah lah masa mau berenang. " Jawab Ayunda dengan ketus.


"Hahaha.. " Tawa Randi membuat Ayunda cemberut.


"Apa sih, ketawa terus. Stress... " Kata Ayunda yang melanjutkan jalannya.


"Eh.. Tunggu dulu. " Kata Randi yang menarik lengan Ayunda.


"Apa? Aku sudah telat nih. " Kata Ayunda melihat jam di tangan kanannya.


"Mau Aa antar gak sekolahnya? " Tanya Randi lagi.


"Gak usah, A. " Jawab Ayunda dengan ketus.


"Tidak apa-apa. "


"Gak usah Aa Randi. Udah ya Ayunda nanti telat ke sekolah. " Kata Ayunda yang melepaskan tangan Randi dari tangannya.


"Pulang jam berapa? " Tanya Randi yang tak gentar.


"Sore pulangnya. " Jawab Ayunda yang langsung meninggalkan Randi. Namun Randi mengekori Ayunda.


"Ih, apa sih A ngikutin Yunda? " Tanya Ayunda dengan kesal.


"Kamu kan ceweknya Aa ya harus Aa jagainlah. " Jawab Randi yang menyeringai.


"Dih... Pede amat ngaku-ngaku Ayunda ceweknya Aa. Sejak kapan? " Ujar Ayunda dengan nada meledek.


"Sejak saat ini Aa Randi suka sama Ayunda. "


"Hah.. Jangan ngarang deh A, siang-siang gini udah mimpi. " Kata Ayunda yang melihat angkot yang akan dia naiki. Lalu Ayunda menyetopkan angkot itu dan Ayunda pun naik.


"Hati-hati Ayunda, dadah. " Kata Randi yang melambaikan tangan menatap Ayunda yang angkotnya sudah jalan dan menjauh.


"Dasar cowok aneh, emangnya Yunda suka apa sama dia. " Batin Ayunda sambil bergidik.


Ayunda telah sampai di sekolah dan dia berjalan menuju kelas 3 IPS 3, di lorong yang akan menuju kelas Ayunda bertemu Hendra laki-laki yang pernah mengutarakan perasaannya pada Ayunda waktu kelas 2 yang merupakan teman sekelas. Namun Ayunda tolak karena Ayunda ingin fokus belajar.


Ayunda berpapasan dengan Hendra, tapi Hendra hanya cuek dan tak tegur sapa dengan Ayunda. Dia hanya melewati Ayunda dan Ayunda pun biasa saja dengan sikap Hendra.

__ADS_1


Hendra hanya sekilas melirik Ayunda, namun Ayunda hanya cuek saja dan terus berjalan.


"Yunda.. " Teriak Dewi teman yang ikut organisasi pramuka bersama. Langkah kaki Ayunda berhenti dan menengok ke belakang.


"Ada apa, Wie? " Tanya Ayunda.


"Minggu depan kita akan kemping 3 hari, nanti besok latihan ya pagi jam 8. Jangan telat nanti kena hukuman, kamu kan ketua pramuka. " Kata Dewi yang tersenyum.


"Iya aku tau, kayaknya seneng banget ya ngliat aku di hukum sama kak David. " Kata Ayunda dan Dewi hanya menampilkan giginya.


"Ya sudah, bye. " Ujar Dewi yang melambaikan tangannya. Namun Ayunda mencekal tangan Dewi.


"Ehh... Wie, tunggu. Kempingnya bareng ketua OSIS ya? " Tanya Ayunda dan Dewi menganggukkan kepalanya.


"Huuh... " Ayunda menarik nafasnya.


"Emang kenapa? Bukannya kamu senang bisa ketemu sama Hendra. " Kata Dewi yang langsung mendapatkan pukulan dari Ayunda.


"Ishhh.. Apaan sih, Wie. " Ucap Ayunda yang memonyongkan bibirnya.


"Sepertinya Hendra masih ngarep tuh, Yunda. " Kata Dewi tersenyum meledek.


"Ahhh... Kamu yaa. " Ayunda yang akan memukul Dewi namun Dewi segera lari sambil ketawa. Dan Ayunda berjalan kembali menuju kelasnya.


Jam sekolah sudah selesai Ayunda berjalan bersama teman-teman cowok dan cewek. Mereka sambil bercanda ria karena mereka menuju tempat angkot yang sama.


Ayunda dan Yulli satu angkot karena rumah mereka satu arah, sedangkan Yayat dan Rieke naik angkot yang sama juga. Ayunda turun terlebih dahulu dari angkot.


"Iya kamu hati-hati ya. " Ujar Yulli.


Ayunda pun berjalan dengan sangat pelan karena lelah perjalanan dan pikiran yang butek. Karena terakhir pelajaran Pak Soni Akuntansi. Kemudian Randi menghadang jalan Ayunda, sehingga Ayunda pun kaget.


"Aduh, Aa Randi. Bikin kaget aja. " Kata Ayunda yang kesal.


"Hehehe... Maafin ya, kaget Nengnya? " Tanya Randi dengan cengengesan.


"Iya iyalah masa ya iya dong. " Ucap Ayunda sedikit jutek.


Ayunda berjalan dan Randi berusaha mengejar langkah kaki Ayunda agar bisa jalan berjajar.


"Aa kenapa sih ikutin aku terus? "


"Aa senang aja kalo liat Neng marah. " Kata Randi yang tersenyum.


"Huuh.. " Ayunda menarik nafasnya.


"Besok minggu kita jalan-jalan yuk. " Ajak Randi.

__ADS_1


"Besok gak bisa latihan pramuka. "


"Kok hari minggu, yaudah Aa antar aja bagaimana? "


"Gak usah ngapain sih ngantar-ngantar aku segala. " Kata Ayunda yang makin kesal dengan Randi.


"Ya udah nanti malam Aa main. "


"Main kemana? ke rumah aku? "


"Nanti tunggu di depan ya, Dah. " Kata Randi yang berlalu pergi meninggalkan Ayunda yang diam.


"Ihh.. Dasar cowok aneh, belum juga diterima jadi pacar udah ngaku-ngaku aku pacarnya. " Gumam Ayunda sambil jalan.


Malam hari Ayunda tidak keluar karena ada tugas-tugas sekolah yang harus di kerjakan karena besok harus di kumpulkan.


"Ayunda.. " Mba Anti memanggil Ayunda dan Ayunda pun keluar dari kamar.


"Ada apa, Mba? " Tanya Ayunda.


"Keluar yuk, kita semua pada kumpul di depan. Tinggal kamu aja yang gak kumpul. " Kata Mba Anti.


"Iya nih Ayunda lagi banyak tugas akuntansi dan hari senin harus di kumpulkan. " Ujar Ayunda.


"Yaahhh... " Mba Anti agak kecewa pada Ayunda.


"Maaf ya, Mba. " Ayunda menangkupkan kedua tangannya sebagai permohonan maaf.


"Tapi inikan malam minggu, masa masih ngerjain tugas sih. Ayo ngumpul yuk. " Rengek Mba Anti.


"Iya deh, bentar Ayunda beresin meja belajar dulu. " Kata Ayunda.


Ayunda tidak pernah menolak teman-temannya jika ada yang mengajaknya kumpul setiap malam minggu atau hari libur. Ayunda keluar berjalan menuju tempat tongkrongan, dan benar di sana ada semua temannya kumpul.


"Ayunda, rajin amat sih kamu. Malam minggu belajar aja. " Ledek Nina.


" Biar cepat pintar tau. " Celetuk Ayunda yang duduk di samping Dini.


Ayunda asik bercanda dan tertawa terkadang candaan teman-temannya yang membully Deni membuat Ayunda tak tahan, lalu Randi datang naik sepeda.


"Cieeee... Ayunda. Aa nya datang. " Ledek teman-teman yang lain. Terutama Nina yang senang banget ngeliatnya.


"A mau ketemu Ayunda ya? " Tanya Dini.


"Iya mau ngapel ini kan malam minggu, iya kan Neng. " Kata Randi dengan tersenyum sambil menaik alisnya. Ayunda hanya cemberut dan memonyongkan bibirnya.


"Wahhh... Aa Randi kalo mau ngapelin Ayunda berarti nanti kita kalo beli aksesoris nya gratis ya A. " Kata Nina.

__ADS_1


Randi memang anak yang mandiri dia adalah tulang punggung keluarga, adiknya masih kecil ada 5 orang. Ayahnya meninggal dan hanya ada ibunya saja. Randi berjualan aksesoris keliling sekolah-sekolah, Randi memiliki tubuh pendek dan usianya sama dengan usia kakaknya Ayunda. Dia menyukai Ayunda saat pertama kali kenal dengan Ayunda. Namun Ayunda merasa dia bukan tipenya, karena Ayunda ingin memiliki cowok yang tinggi seperti Aa Heri. Cowok pujaan hatinya Ayunda sejak SMA kelas satu.


Randi tak pantang menyerah dia terus mengejar cinta Ayunda, walaupun Ayunda sangat jutek namun Randi tetep suka karena menurutnya Ayunda cewek yang unik.


__ADS_2