Ku Ingin Selamanya

Ku Ingin Selamanya
Episode 38


__ADS_3

Malam hari Ayunda merasa kesepian, namun dia mengalihkan dengan menonton drakor kesukaannya. Setiap hari Ayunda merasa kesepian, suaminya selalu sibuk dengan dunianya, ya walau Satrio sering mengajaknya jalan-jalan. Namun Ayunda juga ingin bisa berdua dirumah, Ayunda merindukan sosok seorang anak ditengah-tengah rumah tangganya. Namun Alloh belum mempercayai dirinya dan Satrio.


Malam semakin larut, Satrio baru pulang dan Ayunda masih terjaga. Ayunda tak bisa tidur jika tidak memegang lengan atau memeluk Satrio, itu sudah kebiasaan Ayunda sejak menikah.


"Belum tidur?" tanya Satrio yang masuk dari pintu belakang, Ayunda menggelengkan kepalanya.


"Sudah makan?" tanya Satrio kembali. "Ini ayah beli sate, kita makan bareng." Ujarnya.


"Beli dimana?" tanya Ayunda yang menerima bungkusan lalu menatanya di piring.


"Di tempat biasa," jawab Satrio yang masuk ke kamar mandi.


Selesai mandi Ayunda dan Satrio makan bersama, Ayunda hanya makan sedikit karena sudah malam.


"Kok, sedikit nasinya?" tanya Satrio yang melihat Ayunda mengambil nasi sedikit sekali.


"Tidak apa-apa, biasanya kalau habis makan itu ngantuk," ujar Ayunda.


"Ya, jangan langsung tidur." Jawab Satrio.


"Gak langsung tidur, kan tadi Ayunda bilang kalau sudah makan itu ngantuk, " ujar Ayunda lagi.


"Ini, sisanya buat ayang." Kata Satrio yang meletakkan sisa 2 tusuk sate untuk Ayunda.


"Ayunda sudah kenyang," kata Ayunda yang mulutnya masih mengunyah makanan.


"Ayah, habiskan ya."


"Habiskan saja buat ayah, Ayunda sudah kenyang," sahutnya.


Setelah makan malam selesai, Ayunda masuk ke kamar sambil menonton televisi swasta yang menghadirkan band favorit Ayunda. Lalu Satrio masuk dan membaringkan tubuhny di samping Ayunda.


"Ingat gak lagu ini,yah?" tanya Ayunda saat band favoritnya menyanyikan sebuah lagu.


*Dalam benakku lama tertanam sejuta bayangan dirimu..


Redup terasa cahaya hati mengingat apa yang kau berikan..


Waktu berjalan lamban mengiringi dalam titian takdir hidupku..


Cukup sudah aku bertahan dalam persimpangan masa silamku*..


Ayunda ikut bernyanyi dan Satrio mengganti liriknya dan di plesetkan.


"Coba melawan getir yang terus kukecap mengisi kedalam relung sukmana." Seloroh Satrio membuat Ayunda tertawa lalu memukul lengan suaminya itu.


"Apa sih?" Satrio tertawa.


"Lagian ngubah lagu orang sembarangan," ujar Ayunda tertawa.


"Heheh.." Satrio pun tertawa.


Sungguh malam yang bahagia menurut Ayunda, Satrio memang sosok laki-laki yang humoris dan sayang pada istri. Bagaimanapun kelakuannya di luar sana di dalam hatinya sangat menyayangi istrinya mungilnya.


"Besok, kamu libur?" tanya Satrio sebelum tidur.


"Berangkat ke sinau," jawabnya.


"Ya sudah tidur kamu kan bangun pagi," kata Satrio yang merebahkan dirinya dan Ayunda pun langsung memeluk Satrio. Mereka pun masuk ke alam mimpi bersama.

__ADS_1


Pagi-pagi Ayunda sudah melakukan tugasnya sebagai seorang ibu rumah tangga. Ayunda memasak,mencuci dan menyiapkan makan untuk suaminya. Satrio masih tertidur, dan Ayunda tak ingin membangunkan Satrio.


Selepas sholat shubuh Satrio biasanya tidur kembali, dan minta di bangunkan jam 7.Karena hari ini ada photo wedding dan Satrio akan berangkat jam 7.30wib.


"Ayang, bangun sudah jam 7," kata Ayunda yang menggoyangkan tubuh Satrio.


"Jam berapa?"


"Jam 7, katanya dibangunin jam 7.Ayo bangun mandi terus sarapan." Kata Ayunda mengambilkan handuk untuk suaminya.


Satrio menggeliat meregangkan otot-ototnya, lalu memeluk Ayunda yang sedang menyiapkan baju untuk suaminya.


"Yang, olahraga pagi yuk." Ajak Satrio sambil menciumi tubuh Ayunda.


"Ihh, Ayunda belum mandi masih bau." Ujar Ayunda.


"Kita mandinya bareng," jawab Satrio.


"Nanti, ayang terlambat." Kata Ayunda lagi.


"Gak, masih lama kok. Yuk, sebentar saja."


Ayunda tersenyum dan tak ingin menolak keinginan suami yang memang berpahala. Tak lama mereka melakukan kewajiban suami istri, Ayunda menyiapkan pakaian dan alat-alat yang akan di bawa Satrio.


"Kamu berangkat sendiri saja ya," kata Satrio.


"Iya, Ayunda nanti naik angkot saja," Ayunda yang menyeka sisa air di tubuh suaminya.


"Sudah siap semuanya?" tanya Satrio yang melirik Ayunda yang memakai handuk saja.


"Apa?Sudah nanti terlambat." Kata Ayunda tersenyum.


Satrio sudah siap berangkat dan Ayunda sudah menyiapkan semua keperluan Satrio. Satrio menyalakan mesin motornya dan Ayunda membantu merapikan alat-alat tempurnya naik ke motor. Ayunda mencium telapak tangan Satrio dan Satrio mencium kening Ayunda.


"Hati-hati dijalan," ujar Ayunda.


"Kamu juga hati-hati," kata Satrio juga berpesan pada istrinya.


"Assalamu'alaikum." Satrio mengucapkan salam.


"Wa'alaikumsalam, hati-hati." Satrio menganggukkan kepalanya lalu melajukan motornya dan Ayunda menatap kepergian suaminya itu.


Ayunda bersiap-siap akan berangkat, dia membawa bekal makanan untuk makan siangnya. Dan selesai Ayunda langsung berangkat berjalan kaki ke tempat pangkalan angkot.


Sesampainya di tempat kursus, Ayunda duduk mengerjakan beberapa laporan PAUDnya. Ayunda menumpang print di tempat kursus, sambil mendengarkan musik yang ada di laptopnya.


"Hai," sapa laki-laki dengar senyuman dan duduk di hadapan Ayunda.


"Yogi, mau apa?" tanya Ayunda.


"Mau ketemu kamulah, masa mau ketemu Nico." Jawabnya.


"Aku tuh lagi sibuk, tau.Mau apa coba ketemu sama aku?" tanya Ayunda.


"Mau bilang aku tuh suka sama kamu," kata Yogi tanpa basa-basi.


"Kamu tuh aneh ya, aku kan sudah punya suami.Lagian kaya gak ada cewek lagi apa, sukanya sama yang sudah bersuami." Kata Ayunda.


"Banyak kali, cowok yang suka sama perempuan yang sudah punya suami. Karena lebih menantang, dan lebih berpengalaman," ujarnya.

__ADS_1


"Ihh.. Kamu itu punya kelainan ya, dasar gila."


"Hahahah.." Yogi tertawa melihat wajah Ayunda yang menurutnya sangat menggemaskan.


"Dihh, malah ketawa."


"Habisnya kamu lucu bikin aku makin suka sama kamu," jawabnya.


"Dasar somplak kamu, ingat ya aku sudah punya suami. Jadi jangan dekati aku lagi," kata Ayunda.


"Nanti pasti kamu jatuh cinta padaku," ujar Yogi.


"Iih.. Kepedean kamu," kata Ayunda yang fokus dengan laptopnya.


"Biarin, yang penting aku tuh suka sama kamu." Kata Yogi yang sangat percaya diri sekali.


"Dasar, kamu itu ngaco." Kata Ayunda.


"Kamu, itu lucu bikin gemes deh."Goda Yogi sambil tertawa.


" Apa sih gak lucu," kata Ayunda dengan ketus.


"Lihat saja nanti kamu bakal jatuh cinta sama aku," ujar Yogi percaya diri.


"Pede banget, sih."


"Biarin, yang penting aku pastikan kamu pasti akan jatuh cinta sama aku. Sudah ya aku berangkat kerja dulu, sayang." Kata Yogi yang melambaikan tangan dan tersenyum.


Ayunda hanya bergidik melihat kelakuan Yogi. Namun Ayunda tersenyum melihat tingkah konyol Yogi. Ayunda tak menyangka dirinya di sukai laki-laki yang usianya sama dengan adiknya.


"Kenapa, senyum-senyum sendiri?" tanya Nico yang datang dari dalam kelas.


"Apa sih, mau tau aja, " jawab Ayunda.


"Dasar stress,"


"Kamu tuh yang stress,sudah sana."


"Teh,biasa sih kasbon." Kata Nico.


"Berapa?" tanya Ayunda.


"Cepe doang,"


Ayunda mengambil uang di dompet yang kas tempat kursusnya. Dan memberikannya pada Nico yang sedang memainkan ponselnya.


"Mau buat ngapel fitri, ya? "tanya Ayunda.


"Kepo, "


"Iihh, orang tanya baik-baik. Apa sih,"


"Makasih, bu mama."


"Bu mama, apa tuh?" Ayunda mengerutkan dahinya.


"Panggilan kita-kita buat teh Ayunda, kita kan anak-anaknya bu mama." Kata Nico yang cekikikan.


"Iih.. ogah banget punya anak kaya kamu, rugi aku." Jawab Ayunda. Nico tertawa dan masuk lagi ke kelas untuk mengajar anak-anak. Ayunda pun tersenyum melihat kekonyolan Nico yang memanggilnya bu mama..

__ADS_1


__ADS_2