
Malam itu Ayunda masih bersama teman-teman dan Randi juga masih duduk di samping Ayunda. Jantung Ayunda seakan mau meledak dan begitu kencang berdetak.
"Neng, Aa mau bilang kalo Aa tuh suka sama neng. " Kata Randi menatap Ayunda.
"Bukannya Ayunda gak suka sama Aa, tapi bulan depan Ayunda mau ujian dan mau fokus belajar buat ujian dulu. Ya itupun kalo Aa mau nungguin Ayunda sampe lulus sekolah. " Kata Ayunda.
"Sebenarnya tipe cowok yang neng sukai seperti apa? "
"Seperti ini. " Kata Ayunda yang menunjukkan gambar vokalis Padi yang dia laminating.
"Ooh... Seperti ini, wah Aa gak berani bersaing dong kalo seperti itu. " Kata Randi tersenyum.
"Tipe cowok Ayunda tuh, tinggi karena Ayunda pendek jadi cari cowoknya yang tinggi, nanti kalo pendek sama pendek ketika punya anak anaknya ambles dong.. " Ayunda terkekeh sendiri.
"Terus suka bola, Ayunda kan suka bola dan favoritnya Manchester United apalagi David Beckham.. " Kata Ayunda lagi.
"Jadi Aa bukan termasuk tipenya, Neng dong.. " Ujar Randi.
"Kan tadi Ayunda bilang, bukannya Ayunda tidak suka sama Aa hanya saja Ayunda ingin fokus dulu buat belajar ujian bulan depan. Aa nya mau gak nungguin Ayunda sampe lulus sekolah? "
"Kalo gitu Aa pulang dulu ya, Neng. "
"Aa marah sama Ayunda? "
"Gak, udah malam sana masuk belajar yang rajin biar cepat lulus. " Kata Randi yang tersenyum.
"Oia waktu Aa kasih hadiah, terus ada suratnya udah baca, Neng? "
"Emang ada? Ayunda gak liat dan gak baca? "
"Suratnya masih gak? "
"Yah, udah di buang sama papa. "
"Hmmm.. Ya sudahlah emang neng gak suka sama A'a ya. "
"Eits... Bukan gitu A. "
"Terus apa? Neng kalo emang suka sama Aa pasti gak akan di buang kertasnya. " Kata Randi yang merasa kesal gak di hargai.
Randi pun pamit pulang pada semuanya, Ayunda merasa sedikit kecewa dan ia pun pulang kerumah dan merebahkan badannya.
Setelah malam itu Randi mengutarakan hatinya dan Ayunda menolaknya Randi tak lagi menampakkan wajahnya lagi. Ayunda hanya melihat Randi jika sore pulang sekolah sedang main bola di lapangan.
Ayunda pun tak pusing memikirkannya, dia mulai sibuk menyiapkan diri menghadapi ujian sekolah yang tinggal beberapa minggu lagi. Dari jauh Randi melihat Ayunda yang sedang berjalan pulang sekolah.
Randi hanya menghembuskan nafas kasar ke udara, dia sedikit kecewa karena perasaannya tak terbalas oleh Ayunda.
Beberapa minggu kemudian Ayunda dan teman-teman seperti biasa mereka duduk di depan rumah, yang sudah menjadi basecamp mereka.
"Yunda, itu kan Aa Randi? Sama Siapa tuh? " Tanya Nina yang dari jauh yang melihat Randi.
__ADS_1
"Gak tau, Na. " Jawab Ayunda yang menarik bahunya.
Tiba-tiba Randi yang bersama seorang perempuan datang menghampiri basecamp Ayunda dan teman-temannya.
"Hai... Lagi pada ngapain nih? " Tanya Randi basa-basi yang matanya melirik Ayunda.
"Biasa, A lagi gitaran. Malam minggu nya garing A. " Kata Kalif.
Ayunda tersenyum terpaksa melihat Randi bergandengan dengan cewek lain. Mba Anti pun kaget melihat Randi dengan cewek.
"Gimana kabarnya, Neng? Udah lulus sekolahnya? " Tanya Randi yang menghampiri Ayunda yang duduk dengan Mba Anti dan Nina.
"Belum A, minggu depan baru ujian. " Kata Ayunda dengan senyum terpaksa.
Ada kecewa dan sakit melihat Randi bersama cewek lain. Padahal Ayunda sudah mau menerimanya hanya butuh waktu sampai lulus, tapi malah gandeng cewek lain.
"Aa do'akan semoga lulus ya. " Kata Randi yang kembali menghampiri perempuan itu.
" Sudah ya semua aku balik. " Kata Randi yang melambaikan tangannya.
"Hati-hati A. " Kata Geri.
Randi kemudian berjalan pulang dan dia hanya ingin pamer bahwa dia juga bisa pacar dan tak ingin mengganggu kesibukan Ayunda.
"Yunda, kamu nolak Randi? " Tanya Mba Anti.
"Siapa yang nolak, mba? " Tanya Ayunda balik.
"Ya sudah berarti dia tipe cowok gak setia, nda. " Kata Nina yang di angguki Ayunda.
"Lagian mba Anti pengen banget Ayunda jadian sama Aa Randi, ya. " Kata Ayunda.
"Gak juga, Randi waktu itu minta tolong sama mba buat jomblangin sama kamu. " Kata mba Anti.
Semenjak malam Randi menyatakan perasaannya dia menghilang, dia tak lagi menganggu Ayunda ketika berangkat dan pulang sekolah.
Sampai Ayunda bertemu dengan Satrio dan berpacaran dengan Satrio. Beberapa bulan Ayunda dan Satrio berpacaran, Ayunda melihat Randi sedang lari-lari di sore hari.
Randi mampir kerumah Ayunda dan Ayunda sedang ada di luar sedang menyapu halaman.
"Hai.. Apa kabar? " Sapa Randi.
"Baik, Aa bagaimana? " Tanya Ayunda.
"Aa baik-baik saja, boleh Aa minta minum neng? "
"Boleh, sebentar Ayunda ambilkan. "
Ayunda masuk ke dalam rumah dan mengambil sebotol air mineral dingin dan gelas untuk Randi. Randi duduk di sebuah bangku yang berhadapan dengan lapangan dan jalan.
"Kita duduk dulu disini, neng. " Kata Randi. Ayunda pun duduk di samping Randi.
__ADS_1
"Ini A, minumannya. " Ayunda menyodorkan air mineral pada Randi.
"Terimakasih. Oia katanya sudah punya pacar. "
"Iya itu sedang main bola. " Kata Ayunda yang menunjukkan Satrio yang sedang bermain bola.
"Mana, itu mah Geri. " Kata Randi.
"Itu yang pakai baju MU. " Tunjuk Ayunda lagi.
Dari jauh Satrio melihat Ayunda duduk bersama Randi, temannya Ferdi meledek Satrio. Karena setiap hari main bola Ferdi dan Satrio memang mengenal Randi.
"Wah gawat nih, Yo. Di tikung sama Randi. " Kata Ferdi.
"Dulu Randi tuh suka sama Ayunda, Yo. " Kata Geri memanasi Satrio.
Satrio yang menatap dari jauh Ayunda dan Randi sedang tertawa merasa cemburu.
"Udah ya neng, makasih Aa mau main bola. " Kata Randi.
"Iya Aa sama-sama. " Kata Ayunda yang masuk ke dalam sambil membawa botol air mineral.
Malam hari Satrio main ke rumah Ayunda dan Ayunda menyambut dengan senang melihat sang pujaan hati datang.
"Tadi ngobrol sama siapa? " Tanya Satrio dengan wajah yang di tekuk.
"Hmmm... Aa Randi maksudnya. " Kata Ayunda.
"Aa.. Kamu manggilnya Aa. " Ujar Satrio.
"Kenapa cemburu? Dia cuma minta minum kok, A. " Kata Ayunda dengan senyum.
"Kata Geri dulu dia suka sama kamu. "
" Itu dulu, A. Sekarang kan aku sukanya sama Aa Satrio. " Kata Ayunda.
"Dia cuma tanya apa Ayunda sudah pacar? Ayunda jawab sudah dan menunjukkan Aa adalah pacar Ayunda. " Kata Ayunda yang memandang intens sang pacar.
"Pantesan nanti main bola dia selalu ingin menyemprang kakiku, mungkin dia tau kalo aku adalah pacarmu. " Kata Satrio.
" Mungkin dia cemburu melihat Aa bisa dapatkan Ayunda sedangkan dia dulu gak bisa dapatkan Ayunda. " Kata Ayunda.
"Memang kamu dulu gak suka sama dia? "
"Udahlah jangan di bahas lagi. " Kata Ayunda.
"Tapi aku kan mau tau ceritanya. "
"Gak ada yang perlu di ceritakan, sekarang Ayunda cintanya sama yang namanya Satrio Hadi Kusumo. "
Ayunda dan Satrio saling tatap dan tersenyum. Mereka berharap hubungan yang sekarang mereka jalani akan berujung ke jenjang sebuah pernikahan yang suci karena Ayunda sangat mencintai Satrio.
__ADS_1