Ku Ingin Selamanya

Ku Ingin Selamanya
Episode 26


__ADS_3

Satrio dan Ayunda masih di rumah Nisa di kota D. Sedangkan mama sudah pulang bersama Dandra. Satrio pun membantu tante Yulia membereskannya barang yang rusak.


"Bersyukur ada A Rio di sini, semua barang tante di perbaiki semua. Terimakasih A Rio. " Kata tante Yulia yang tersenyum pada Satrio dan Ayunda.


"Sama-sama, Tante. Satrio juga senang bisa bantu tante. " Kata Satrio.


Ayunda tersenyum melihat Satrio yang sedang memperbaiki atap genteng rumah. Satrio dengan hati-hati memperbaiki semuanya yang bocor.


"Aa senang disini, pulangnya nanti saja ya. " Kata Satrio.


"Terserah Aa aja, Ayunda mah. " Jawab Ayunda.


"Besok kita jalan-jalan yuk. " Ajak Satrio.


"Kemana? Terus emang tau jalannya? " Tanya Ayunda tersenyum.


"Kan bisa tanya tante kita naik apa, turun dimana. Kemarin saja Aa gak nyasar kok. " Ujar Satrio.


"Iya deh percaya, kan sudah biasa di jalanan. " Ledek Ayunda terkekeh.


Satrio gemas dengan tingkah istrinya lalu mencubit pipi Ayunda dengan senyuman. Ayunda langsung mengerucutkan bibirnya karena merasa sakit pipinya di cubit Satrio.


"Sakit, A. Kebiasaan deh seneng banget nyubitin pipi Ayunda. " Kata Ayunda memonyongkan bibirnya.


"Habisnya gemes sama kamu. " Ujar Satrio tertawa.


"Bukan gemes tapi usil. " Kata Ayunda.


Satrio tertawa dengan tingkah istrinya, sungguh bahagia itu sederhana melihat istrinya marah sudah menjadi kebahagiaan bagi Satrio.


Keesokan harinya, Satrio dan Ayunda akan pergi jalan-jalan ke sebuah mall yang terkenal di kota D. Ayunda dengan dandanan yang sedikit feminim membuat Satrio terkekeh melihat penampilan istrinya yang begitu cantik.


"Kenapa ketawa? Jelek ya? " Tanya Ayunda yang melihat dari atas ke bawah penampilannya.


"Gak, kamu cantik ko. Baru pertama kali aku melihat kamu dandan feminim seperti ini " Kata Satrio.


"Emangnya Ayunda gak pernah ya dandan begini. " Kata Ayunda yang mengerucutkan bibirnya.


"Kamu cantik, sayang. Beneran Aa gak bohong, coba tanya sama tante pasti bilang kamu cantik. " Kata Satrio memeluk istrinya.

__ADS_1


"Gak usah ngerayu, ayo kita jalan. " Ajak Ayunda yang melepaskan pelukan Satrio dan berjalan mendahului Satrio.


Satrio tersenyum dan lalu menyusul Ayunda yang sudah jalan di depan. Ayunda dan Satrio menaiki angkutan umum menuju mall MCD yang terkenal besar di kota D. Satrio dan Ayunda berjalan menyusuri setiap tempat yang ada di mall itu.


"Ini mah, mall nya orang kaya. " Kata Satrio yang melihat barang branded dengan harga yang fantastis.


"Iya ya, kita salah jalan-jalan. Harusnya ke mall yang satunya yang mungkin agak sedikit murah. " Kata Ayunda yang melirik ke kanan dan kekiri melihat barang-barang yang super mahal.


Kemudian Satrio dan Ayunda terus berjalan menyusuri mall itu, lalu mereka pun pulang. Keduanya seperti abg yang sedang kasmaran. Saling bercanda, tertawa riang dan saling bergandeng tangan.


"Kamu, lapar gak? " Tanya Satrio.


"Iya Ayunda lapar nih, A. " Jawab Ayunda.


"Nanti kita sebentar lagi turun dan kita cari warteg yang murah saja ya. " Kata Satrio.


"Kenapa gak makan di rumah saja? " Tanya Ayunda.


"Sekali-kali kita makan di luar. " Jawab Satrio.


"Kalo makan di luar tuh gampang, tinggal bawa makanannya di luar aja jadi kita makan di luar. " Kata Ayunda tertawa.


"Ih gpp gak lucu juga yang penting ada hiburan. " Ledek Ayunda.


"Nah, sebentar lagi turun. " Kata Satrio yang melihat kedepan jalan yang akan mereka turun.


"Kiri, bang. " Kata Satrio menyuruh supir angkot berhenti di pinggir sebuah universitas terkenal di kota D.


Kemudian mereka turun dan lalu berjalan mencari warteg yang Satrio janjikan. Satrio melihat ada warteg yang banyak mahasiswa sedang makan, lalu mereka masuk dan makan.


"Kok gak makan? " Tanya Ayunda yang memesan makanan hanya untuk istrinya.


"Kamu saja yang makan, Aa minum saja. " Kata Satrio.


"Ih, kalo gak makan gak usah kita kesini. Kita makan aja di rumah tante. " Ujar Ayunda.


"Udah tidak apa-apa, ayo di makan. " Kata Satrio yang menyuruh Ayunda makan ketika makanan sampai di meja mereka.


Ayunda makan dengan sedikit kesal karena Satrio gak ikut makan. Setelah selesai makan Satrio membayar makanan dan mereka keluar dari warteg itu dan berjalan kembali menuju rumah tantenya

__ADS_1


"Tadi semua berapa, A? " Tanya Ayunda yang ingin tahu berapa total uang yang di keluarkan sang suami.


"Namanya warteg tapi mahal amat ya. " Kata Satrio sambil berjalan.


"Kan udah Ayunda bilang kita makn di rumah saja. Aa gak banyak uang, lagaknya mau makan di warteg. " Ujar Ayunda yang mencubit lengan Satrio.


"Awww... Kok di cubit sih? " Tanya Satrio yang melirik Ayunda yang sedang kesal.


"Habisnya gak ada uang tapi mau makan di luar, sayang uangnya mending buat besok kita pulang. " Jawab Ayunda.


"Ya sudah jangan marah ya, nanti kita besok pulang. Nanti kita naik kereta ekonomi belum pernah kan naik kereta ekonomi TA? " Tanya Satrio yang tersenyum.


"Belum pernah, emang apa bedanya sama kereta bisnis? " Tanya Ayunda yang sudah melupakan rasa kesalnya.


"Pokoknya beda banget, nanti kamu bakalan tau sendiri. Eh.. kita ke minimarket kita beli makanan buat Nisa. " Ujar Satrio yang menunjuk ada sebuah minimarket.


"Boleh, lagian gak enak kita pulang gak bawa apa-apa ya. " Kata Ayunda.


Tak lama kemudian mereka sudah sampai dirumah. Tanya menyambut dengan senyuman dan menyuruh mereka masuk. Ayunda beristirahatlah di kamar Nisa dan Satrio di ruang tamu.


Ayunda melihat Nisa pulang dari sekolah Langsung masuk dan tersenyum melihat kakak sepupunya itu.


"Kenapa? Datang sekolah senyum-senyum? " Tanya Ayunda yang duduk di tepi ranjang.


"Gak ada apa-apa, cuma seneng aja liat kakak. Hari ini kakak cantik sekali, emang dari mana sama kak Rio? " Tanya Nisa yang masih berdiri di depan meja belajar.


"Iih... Gak jelas sih kamu, Nis. " Kata Ayunda yang melempar bantal ke arah Nisa.


"Pulangnya kapan, Kak? " Tanya Nisa.


"Emmmm, besok pulang nani kereta api TA sore berangkatnya. " Kata Ayunda.


"Maaf ya, aku gak ngasih apa-apa. " Kata Ayunda lagi.


"Gak apa-apa, Kak. Yang penting kaka sama kak Rio sehat, nanti kapan -kapan main ke sini lagi. " Ujar Nisa.


Ayunda dan Nisa saling berpelukan dan kemudian mereka tidur siang bersama. Sore hari Ayunda dan Nisa duduk di teras depan dengar Satrio, dan bercerita tentang dulu Ayunda dan Satrio bertemu. Nisa sejak kecil sudah di tinggal kedua orang tuanya, jadi dia tinggal bersama tante Yulia adik dari ayahnya dan mama Ayunda.


Kedua kakak laki-laki Nisa mereka semua sudah menikah, dan mereka tinggi bersama istrinya. Ada kakak Nisa yang berangkat dengan Ayunda naik kereta.

__ADS_1


Nisa anak yang sedikit manja, karena dia kurang kasih sayang kedua orang tuanya yang telah tiada. Walaupun tak ada kedua orang tua, tante Yulia sangat menyayangi Nisa seperti anaknya sendiri.


__ADS_2