Ku Ingin Selamanya

Ku Ingin Selamanya
Episode 16


__ADS_3

Setelah dua tahun Ayunda dan Satrio bertunangan kini orang tua Satrio memutuskan untuk menikahkan Satrio dan Ayunda.


08 November 2006


Satrio mengucapkan janji suci didepan penghulu, papa Ayunda dan keluarga juga di depan Alloh swt. Satrio dengan lantang mengucapkan ijab qabul dalam satu tarikan nafasnya. Kini Ayunda dan Satrio resmi menjadi suami istri, raut wajah mereka sangat bahagia senyum yang merekah dibibir mereka seolah terbayar sudah.


Hari-hari Ayunda sangat bahagia bisa bersama cintanya hidup dalam satu nafas dan jiwa.


Pagi itu Satrio akan berangkat mencari rezeki, Ayunda mengantarkan Satrio ke depan pintu.


"Kamu jangan kemana-mana ya, Yank. " Kata Satrio yang mengusap rambut Ayunda.


"Iya A. Aa hati-hati ya. " Kata Ayunda yang mencium punggung tangannya. Ayunda tersenyum dan Satrio membalasnya.


Satrio menyalakan mesin motornya yang masih butut honda astrea th 80. Satrio masih berkerja menjadi tukang foto emperan di tempat-tempat wisata, jika tidak ada wisatawan maka Satrio tidak dapatkan uang, namun Ayunda mengerti dan paham tentang pekerjaan suaminya.


"Maaf tadi ada wisatawan yang berkunjung ketempat itu, Yank. Jadi aku gak dapat uang. " Kata Satrio yang baru datang setelah seharian mencari rezeki. " Kata Satrio yang tangannya selesai di cium Ayunda.


" Tidak apa-apa, yang penting Aa sudah berusaha, mau makan atau mau mandi dulu? " Tanya Ayunda yang berjalan menuju kamar. Satrio dan Ayunda tinggal bersama keluarga Satrio, sebenarnya Ayunda tidak ingin tinggal bersama mertua namun karena kondisi ekonomi Satrio yang masih belum bisa apa-apa jadi tak mungkin dia memaksakan diri.


"Aku mandi dulu saja. " Kata Satrio yang menuju kamar mandi.


"Baiklah Ayunda siapin makannya ya. " Ujar Ayunda yang memberikan handuk pada suaminya. Lalu Ayunda menyiapkan piring dan di beri nasi juga lauk.


Setelah selesai mandi Ayunda membantu Satrio mengeringkan tubuhnya dengan handuk.


"A, boleh tidak besok Ayunda main ke rumah mama? " Tanya Ayunda yang membantu suaminya menyeka air di tubuhnya.


"Ayunda kangen sama mama. " Kata Ayunda lagi.


"Ya sudah nanti kita berangkat bareng ya, kebetulan besok ada acara pagi-pagi jadi besok aku sama temen-temen mau ketempat acara itu. " Kata Satrio yang memeluk dan mencium kening Ayunda.


"Makasih ya A. " Jawab Ayunda yang tersenyum. Ayunda menenggelamkan kepalanya di dada Satrio yang lebih tinggi darinya.


Setelah selesai memakai baju, kemudian Ayunda menemani suaminya makan sambil bercerita keseharian Satrio dan Ayunda.


Satu bulan Satrio dan Ayunda menjadi suami istri, tak ada yang berbeda di kehidupan keduanya. Satrio yang masih suka nongkrong bersama teman komunitas punk nya, begitu juga Ayunda yang selalu ikut ketika Satrio pergi berkumpul dengan temannya.


"Yank, kita jalan-jalan yuk malam minggu. " Kata Satrio yang selesai mandi. Satrio menyeka air di tubuhnya.


"Yank.. " Satrio memanggil Ayunda dan menaik turunkan alisnya. Ayunda tersenyum sambil memukul lengan suaminya.


"Kamu gak ke r***********g gitu liat aku begini? " Tanya Satrio memeluk Ayunda.

__ADS_1


"Iih... Apaan sih A, malu tau. " Kata Ayunda menenggelamkan wajahnya di dada Satrio yang masih bertelanjang dada.


Satrio meremas b*******g Ayunda dengan keras sambil mencium lehernya. Ayunda terbuai dengan cumbuan sang suami, tangan Satrio terus menjelajah ke tempat lain seketika membuat Ayunda m*************h.


"Udah Yank. Katanya kita mau jalan-jalan. " Kata Ayunda.


"Nanti malam kita bikin anak yuk, Yank. Kamu udah selesai menstruasinya? " Kata Satrio yang mencium sekilas bibir Ayunda dan Ayunda membalasnya.


"Kalo begitu kita tidak usah jalan-jalan, nanti Aa capek terus kita gak jadi deh. " Ujar Ayunda yang mengaambil handuk bekas Satrio.


"Diih... Ini kan malam minggu, kita jalan-jalan dulu malamnya baru kita bikin dede bayi. " Kata Satrio yang mencubit p********g Ayunda.


"Awwww.... Ihhh Aa, sakit nakal sih jadinya. " Ujar Ayunda yang cemberut lalu keluar kamar. Satrio melihat wajah istrinya itu sangat lucu.


"Yank, yuk kita jalan. " Ajak Satrio yang mengeluarkan motornya.


"Iya sebentar pake sandal dulu. " Kata Ayunda yang sedang mengaitkan tali pada sandalnya.


"Mau kemana, Nda? "Tanya Ibu Ema ibunda Satrio.


" Ini bu Satrio sama Yunda mau jalan-jalan. " Jawab Ayunda.


"Jangan malam-malam kalo pulang, ya. " Kata Ibu.


"Iya, bu. Kami pergi dulu bu, assalamu'alaikum. " Kata Ayunda yang langsung duduk di bangku belakang Satrio sambil memeluk pinggang suaminya.


Di perjalanan Ayunda melihat sekeliling jalanan yang begitu padat ramai karena ini adalah malam minggu. Ayunda dan Satrio tidak seperti pasangan suami istri mereka seperti muda mudi yang sedang kasmaran.


"Kita nongol yuk, Yank. Kebetulan ada film bagus. " Kata Satrio.


"Terserah Aa aja, " Ujar Ayunda yang bergelayut di pundak Satrio ketika motornya berhenti karena lampu merah.


"Eh... Yank, liat itu. " Tunjuk Satrio yang melihatmu orang gila yang tak memakai pakaian sehingga tampak polos tanpa busana.


"Aaarrrggghhh.... " Ayunda berteriak menutup matanya.


"Aa apaan sih.. " Kata Ayunda yang memukul pundak Satrio dan Satrio malah tertawa.


"Tau gak kalo kita liat orang gila tak memakai baju itu nanti kita sial. " Kata Ayunda.


"Hehhehe... Iya maaf. " Kata Satrio cengengesan.


"Nyebelin... " Ujar Ayunda.

__ADS_1


Lalu motor mereka berhenti di parkiran di sebuah mall di kota C. Ayunda berdiri menunggu Satrio memarkirkan motornya. Setelah selesai mereka berjalan beriringan masuk ke sebuah mall. Ayunda ingin sekali Satrio menggandeng tangannya, tapi Ayunda yang hanya menggandeng lengan suaminya.


Ayunda tau suaminya bukan suami yang romantis dan memamerkan kemesraan di depan umum. Sesampainya di gedung bioskop Ayunda mengantri di kasir sementara Satrio berdiri di sampingnya sambil liat -liat film di papan diatas kasir.


"Ayang, mau nonton apa? " Tanya Ayunda yang melirik suaminya.


"Itu saja. " Kata Satrio yang menunjukkan ke sebuah film action yang di bintangi Vin diesel.


"Oke deh. " Kata Ayunda yang memesan tempat duduk yang menurutnya tak begitu jauh dan dekat dengan layar.


"Kita gak usah beli minum ya. " Kata Satrio yang duduk sambil menunggu film nya main.


"Iya, yank. " Kata Ayunda.


Mereka lalu masuk ke tempat bioskop dan menonton film. Ayunda melihat semua penonton membawa makanan dan minuman, namun Ayunda dan Satrio hanya tangan kosong. Ayunda sudah terbiasa dengan keadaan ketika mereka menonton bioskop, dulu ketika masih pacaran pun sama. Jarang Satrio dan Ayunda menenteng makanan atau minuman ketika nonton bioskop.


"Hufffftttt.... " Ayunda menghembuskan nafas ke udara sambil duduk dengan kaki di lipat ke atas kursi.


"Kenapa? " Tanya Satrio melirik sang istri yang sudah melipat kakinya dan bersandar di kursi.


"Dingin tau, yank. " Kata Ayunda menampilkan jejeran giginya


"Jangan tidur, biasanya ayank tuh tidur kalo di ajak nonton. " Seloroh Satrio.


"Ck... Nggak ya. " Jawab Ayunda.


Seketika mata Ayunda melihat pemandangan yang tak enak. Ayunda melihat pasangan yang sedang berlumba, Ayunda langsung menyenggol lengan suaminya.


"Yank... Yank.. Lihat di depan, film film pacaran-pacaran. " Kata Ayunda yang melihat kedepan.


"Nyewa hotel ta apa daripada di bioskop. " Kata Satrio.


"Besok-besok cari tempat duduknya jangan dekat sama orang pacaran, Yank. " Kata Satrio.


"Emangnya ayang tau bakalan ada pemandangan seperti itu. " Kata Ayunda.


" Jadi gak konsen nontonnya, pasti nanti berkerak di celananya kan nahan mau keluar. " Kata Satrio terkekeh.


Ayunda pun tertawa mendengarnya, lalu memukul lengan suaminya.


"Kalo ngomong tuh jangan jorok coba, yank. " Kata Ayunda.


"Lah, emang bener kok. " Ujar Satrio.

__ADS_1


"Udah ah, nonton lagi. " Kata Ayunda.


Ayunda masih dengar senyuman yang mengembang melingkarkan tangannya ke lengan Satrio lalu menyandarkan kepalanya di bahu Satrio.


__ADS_2