
Ayunda dan Satrio berpelukan setelah selesai melaksanakan kewajiban suami istri. Satrio terkadang memiliki sifat tempramental ketika marah, Ayunda yang kuat dan sabar menghadapi suaminya.
Weekend ini, Ayunda hanya diam diam di rumah, seperti biasa dia akan membereskan kamarnya. Setelah selesai Ayunda akan menonton drakor sampe sore bahkan malam hari ketika suaminya pulang.
Seharian Ayunda di kamar menonton drakor, karena kemarin pulang kerja Ayunda membeli beberapa kaset c-d untuk menemani di hari weekendnya. Hari ini Satrio ada job foto weeding yang nanti pulang akan malam, karena posisinya agak jauh dari kota.
"Ah.. Pengen deh kalo minggu kaya orang-orang jalan-jalan. Tapi ini mah, aku libur si ayah berangkat. Kalo aku berangkat si ayah libur, kapan bisa weekend bareng. " Kata Ayunda yang nonton drakor.
Tak terasa hari sudah sore, Ayunda pun sudah bersihkan diri memakai pakaian dengan rapi. Dia ingin menyambut suaminya pulang setelah bekerja seharian. Kemudian suara motor Satrio datang dan Ayunda langsung menyambut dengan senyuman yang memgembang.
"Sudah makan? " Tanya Satrio yang masuk ke dalam rumah.
"Belum, tunggu ayah. Mau makan bareng. " Kata Ayunda dengan cengir kudanya.
"Ini, ayah beli mie goreng kita makan berdua ya. " Kata Satrio yang menyerahkan bungkusan pada Ayunda.
"Ya sudah, ayah mau mandi dulu atau makan dulu? " Tanya Ayunda.
"Makan dulu aja, lapar. " Jawab Satrio yang sudah duduk lesehan di karpet depan televisi.
Ayunda menyiapkan nasi dan menyimpan mie goreng di piring, lalu mereka makan bersama sambil bercerita pekerjaan Satrio seharian.
Ayunda hanya jadi pendengar yang mendengarkan keluh kesah suaminya.
Selesai makan, Satrio langsung mandi dan Ayunda menyiapkan baju ganti suaminya. Ayunda merasa senang bisa melayani suaminya dengan ikhlas.
Setelah selesai mandi Satrio melanjutkan pekerjaannya di depan komputer, Ayunda duduk di sampingnya. Satrio tersenyum kala melihat istrinya itu sudah menggunakan baju tidur tanpa lengan.
"Pengen? " Tanya Satrio yang menatap Ayunda dengan menyeringai.
"Iih... Apaan sih, yah. Gerah tau gak. " Bohong Ayunda padahal ya Ayunda sengaja mancing Satrio.
"Ck.. Bentar ya, ayah selesaikan dulu kerjaannya. Kamu tunggu di kamar gih, ayah selesaikan dulu kerjaan yang kemarin. " Kata Satrio.
"Ya, Ayunda tunggu di kamar, jangan lama-lama ya. " Kata Ayunda yang mencium kening Satrio.
"Iya, sebentar lagi. " Ujar Satrio tersenyum.
Ayunda masuk kedalam kamar nonton televisi Ayunda tersenyum sendiri mengingat dirinya yang sudah menggoda suaminya sendiri. Padahal malam ini entah tak tahu kenapa dirinya ingin di sentuh oleh suaminya. Kemudian Satrio masuk dan langsung mengunci pintu kamar. Ayunda mulai bergeser agar Satrio bisa merebahkan tubuhnya di samping istrinya.
Adzan shubuh terdengar, Ayunda bangun dan melihat ke samping suaminya masih tertidur pulas karena lelah semalam dia harus lembur bersama sang istri. Ayunda tersenyum kala mengingat dirinya begitu agresif bersama Satrio.
__ADS_1
Ayunda melangkahkan kaki ke kamar mandi untuk membersihkannya dirinya dan akan melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim. Setelah selesai melaksanakannya kewajiban, Ayunda pergi ke warung untuk belanja.
Pagi ini Ayunda sibuk memasak dan membersihkan rumah, mencuci dan lainnya. Ayunda menyelesaikan pekerjaan rumah terlebih dahulu sebelum berangkat kerja. Setelah selesai semuanya, Ayunda melihat suaminya masih tertidur pulas.
"Sayang, Ayunda berangkat dulu ya. " Kata Ayunda yang mengusap-usap bahu Satrio.
"Emmm... " Satrio mengerjapkan mata lalu melihat Ayunda sudah rapi dengan setelan pakaian kerjanya.
"Kalau mau makan, itu Ayunda sudah masakin buat ayah. Ayunda berangkat dulu ya. " Kata Ayunda yang di angguki Satrio.
Akunya mencium tangan Satrio, lalu mencium kening suaminya yang masih belum sepenuhnya bangun. Setelah Ayunda keluar dari kamar, Satrio pun melanjutkan tidurnya.
Ayunda berangkat menggulingkan motor matic yang Satrio beli khusus Ayunda. Sewaktu masih pacaran, Satrio mengajarkan Ayunda motor agar Ayunda mandiri dan bisa kemana-mana tanpa Satrio antar.
Ayunda sampai di sekolah, dia bercengkerama dengan anak-anak yang selalu membuat Ayunda merindukan sosok kehadiran anak di tengah-tengah kehidupannya dengan Satrio.
"Bu, nanti besok ada acara sekolah. Gimana ibu Ayunda bisa tidak? " Tanya kepala sekolah pada Ayunda.
"Ooo.. Iya ya bu, lupa saya bu. Oke bu bisa, nanti kan dekat dengan rumah, biar saya berangkat dari rumah saja. " Kata Ayunda sambil melahap jajanan.
"Oke kalo siap, biar besok anak-anak di umumkan berangkat pagi biar bu Ayunda gak usah ke sekolah lagi. " Kata ibu kepala sekolah.
"Siap, bu. " Jawab Ayunda dengan senyuman.
"Assalamu'alaikum. " Sapa Ayunda dengan senyum.
"Wa'alaikumsalam, eh teteh sudah datang. " kata Nico.
"Apa? Mau ledekin saya lagi. " Kata Ayunda yang seperti biasa dirinya tak pernah akur dengan Nico selalu bercanda.
"Iya, kaya minion kecil banget. " Ledek Nico yang cengengesan.
"Huh.. Dasar Nicodok. " Balas Ayunda yang tertawa.
"Emang tau apa minion? " Tanya Nico usil.
"Tau, film kartun yang kecil warna kuning kan. Jawab Ayunda.
" Nah, itu teh Ayunda kaya gitu. "Kata Nico dengan tertawa terbahak-bahak.
" Bahagia ya, ledekin saya. Huuh... Dasar kodok. "Ledek Ayunda lagi.
__ADS_1
Ayunda dan Nico hanya sebatas teman kerja, tak lebih dari itu. Ayunda menganggap Nico itu, adik, guru dan teman baginya tak ada yang spesial. Karena Nico adalah patner kerja dan guru yang mengajarkan Ayunda gambar juga mewarnai. Nico emang jago menggambar dan mewarnai, apalagi jago menggambar dengan pensil. Ayunda ingin sekali bisa menggambar dengan pensil.
Ayunda duduk di tempat kerjanya, tiba-tiba ponselnya berdering tanda pesan masuk. Ayunda tersenyum kala melihat pesan yang masuk itu tertulis 'my husband'
Isi pesan:
My Husband: "Sayang, sudah makan belum? "
Ayunda: " Ini mau makan, ayah sudah makan? "
My husband: "Sudah, lagi ngedit foto. Terus mau bobo. "
Ayunda: " Oh, ya sudah bobo gih. Ayunda juga mau balik kerja lagi. Oia nanti sore pulangnya mau di bawakan apa? "
My husband: " Apa aja deh, ya udah kamu pulangnya hati-hati ya. 😙 "
Ayunda: "Oke siap, pak bos. 😙 "
Ayunda tersenyum dan melanjutkan makannya. Walaupun pernikahan Ayunda dan Satrio masuk ke tahun 8,cinta di hati Ayunda tak pernah hilang. Ayunda masih mengulas senyum saat menatap foto suaminya diponsel Ayunda.
"Kenapa, teh? " Tanya Lia.
"Gak, biasa habis smsan sama suami. " Kata Ayunda.
"Aku juga ingin kalo punya suami yang mengizinkan aku untuk kerja. " Kata Lia.
"Semoga ya, mba. " Jawab Ayunda dengan senyuman.
"Teteh naik motor sendiri? " Tanya Lia yang melihat motor Ayunda.
"Iya, nanti pulang bareng ya mba. Kan searah kita pulangnya. " Kata Ayunda.
"Oke, siap bu. " Kata Lia dengan senyum.
"Ya sudah kita balik lagi ngajar, bentar lagi masuk anak-anak pada datang. " Kata Ayunda.
*Hai.. reader yang cantik dan sholehah..
Terimakasih sudah membaca karya aku yang satu ini, maaf kalo author lama up nya karena author sedang sibuk merevisi karya novel satu lagi.
*Semoga author masih berkenan memberikan like dan komen juga vote nya.
__ADS_1
*Buat para reader kesayangan author yang sudah memberikan like, komen, hadiah dan votenya Author ucapkan terimakasih banyak
semoga apa yang reader berikan di balas dengan segala kebaikan dari yang maha Kuasa Aamiin.