Ku Ingin Selamanya

Ku Ingin Selamanya
Episode 23


__ADS_3

Pagi ini Ayunda diantar Satrio ke tempat Ayunda mengajar, seolah tak ada masalah dalam hatinya Ayunda dengan profesional mengajar anak-anak. Ya cita-cita nya ingin menjadi seorang guru TK sudah tercapai. Walau ingin sekolah kembali namun itu tak mungkin.


Ayunda melewati hari dengan sangat berat, malam harinya Satrio tak menjemput dirinya. Ah.. Mungkin suaminya sedang sibuk dengan selingkuhannya. Ayunda berusaha kuat, sabar dan ikhlas jika Satrio ingin menikah lagi.


"Aku harus bisa kuat, sabar dan ikhlas jika memang ini adalah petunjuk dariMu ya Alloh. " Tak kuasa batin Ayunda merasakan sakit dan tangisnya tak terbendung lagi.


Beberapa hari kemudian Satrio kembali datang menjemput istrinya dan bilang dia habis dari kota B dimana selingkuhannya itu bekerja dan sungguh sakit rasanya ketika melihat raut wajah bahagia tampak di wajah Satrio.


"Dulu aku juga pernah merasakan di cintai suamiku. " Batin Ayunda saat melihat Satrio bercerita.


"Aa tuh mau beliin kamu sepatu buat ngajar, eh Novi marah pergi ninggalin Aa. Begini ya kalo punya istri dua. " Kata Satrio yang tersenyum.


"Yank, Ayunda gak melarang ayank mau menikah lagi, dalam islam pun memperbolehkan. Tapi jika kebutuhan dari istri pertama itu terpenuhi dan mampu. Ayang aja belum bisa memenuhi kebutuhan Ayunda, bagaimana bisa ayang menikah lagi. " Kata Ayunda membelai rambut Satrio.


"Memangnya ayang mengizinkan Aa menikah lagi? " Tanya Satrio mendongak ke atas.


"InsyaAlloh Ayunda izinkan asal Aa mampu menafkahi dan memenuhi segala kebutuhan kita semua. Dan mungkin ini semua sudah kehendak Alloh, Ayunda InsyaAlloh ikhlas dan sabar menerima segala keputusan yang Ayunda terima. " Jawab Ayunda.


"Kamu itu sabar banget sih sama Aa. " Kata Satrio. Ayunda hanya tersenyum tipis.


Seminggu ini Ayunda pun diam-diam berhubungan dengan Dedy, walaupun ada rasa takut di hati Ayunda jika suaminya tau Ayunda juga berselingkuh. Tapi apa Satrio juga tidak merasa bersalah?


Pagi ini Ayunda dan Satrio bertengkar hebat, Satrio memukul Ayunda seperti orang kesetanan. Bapak ibunya memarahi Satrio dan mencoba menenangkan Ayunda.


"Kalau kamu gak pergi dari rumah ini, biar aku yang pergi. " Kata Satrio yang menunjuk-nunjuk tangannya di wajah Ayunda.


"Aa gak usah pergi, biar Ayunda yang pergi karena ini bukan rumah Ayunda. " Kata Ayunda yang membereskan bajunya.


"Dan jangan memberikan perhatian padaku, karena aku gak butuh. " Ujar Satrio yang memberi tekanan di akhir ucapannya.

__ADS_1


"Bagaimana pun Aa adalah suami Ayunda dan sampai kapanpun tetap suami Ayunda. " Batin Ayunda walau sakit di perlakuan seperti itu oleh suaminya sendiri.


Lalu Ayunda menelpon seseorang yang sudah menjadi perusak rumah tangganya.


"Puas kamu sudah merusak rumah tanggaku? Hah... " Teriak Ayunda di telinga perempuan itu.


"Sekarang kamu bisa bahagia, tapi kamu jangan lupa bahwa Alloh itu tidak tidur. Alloh maha mendengar dan mengabulkan do'a para istri yang terdzolimi seperti aku. Suatu hari nanti kamu dan suamiku akan merasakan sakit yang lebih sakit dari aku. " Kata Ayunda yang menutup sambungan teleponnya.


Ayunda pun pulang dengan gontai dan ingin pergi jauh dari hidup Satrio yang sudah membuatnya sakit. Namun hatinya tak bisa membenci laki-laki yang sudah membuatnya jatuh cinta.


Satu bulan Ayunda dan Satrio pisah rumah dan pisah ranjang, dia kini belajar kuat walaupun hatinya rapuh. Meskipun Dedy selalu memberinya semangat dan support.


Pagi ini Ayunda selesai sholat shubuh karena Dedy membangunnya dengan menelpon Ayunda. Ternyata masih ada yang menyayangi Ayunda selain kedua orang tuanya.


"Hari ini kita keluar yuk, neng. " Kata Dedy yang menelepon.


"Malas ah, A. " Ujar Ayunda.


"Apa mencintai seseorang itu seperti ini ya, sakit ya A. " Kata Ayunda yang sedih.


"Neng, kapan neng akan melihat Aa yang mencintai kamu? " Tanya Dedy.


"Maaf A, tapi neng gak bisa buat mencintai orang lain. " Jawab Ayunda.


"Belajarlah membuka hatimu untuk Aa. Walaupun Aa bukan cinta pertamamu, tapi izinkan Aa menjadi cinta terakhirmu. " Kata Dedy.


Ayunda hanya diam mendengar Dedy berbicara, entah perasaan apa yang Ayunda rasakan pada Dedy. Namun ketika bersama Dedy Ayunda merasa nyaman dan tenang.


Hari minggu ini Ayunda akan bertemu dengan Dedy yang merengek minta ketemu, sebenarnya Ayunda malas tapi dia tidak mau mengecewakan orang yang sudah dengan tulus menyayangi dirinya. Setelah janjian di tempat biasa bertemu. Ayunda di ajak kerumahnya, rumahnya sangat minimalis ada mobil yang parkir di garasi dan terlihat sepi suasananya.

__ADS_1


"Ini rumah Aa? " Tanya Ayunda yang turun dari motor lalu masuk ke dalam. Dedy hanya mengangguk dan tersenyum.


Kemudian Dedy masuk ke kamarnya dan menghampiri Ayunda yang duduk di sofa sambil nonton tv yang sudah di nyalakan oleh Dedy.


"Ini.. " Kata Dedy yang menyerahkan sebuah berkas ke pangkuan Ayunda.


"Apa ini? " Tanya Ayunda yang membaca satu persatu berkas-berkas itu.


"Itu sertifikat rumah, BPKB motor mobil dan deposit Aa. Dan semua buat neng di ganti atas nama neng semua, jika neng mau menerima Aa menikah sama Aa. " Kata Dedy yang mengusap kepala dan menyelipkan anak rambut yang menutupi dahi Ayunda.


"Untuk aku, A. " Kata Ayunda heran.


"Ini uang 3juta buat neng bisa menggugat cerai suami neng, dan ini deposit untuk neng kuliah menjadi guru seperti neng bilang kalo cita-citanya ingin jadi guru. " Ujar Dedy lagi yang memegang tangan Ayunda.


Ayunda tak percaya dengan semua ini, bukan harta yang dia inginkan tapi kasih sayang, cinta juga pengertian.


"Ayunda gak bisa menerima ini A, jujur sama Aa Ayunda yakin kalo suami Ayunda akan berusaha dan akan menjadi suami yang baik. " Kata Ayunda.


"Sampai kapan, neng? " Tanya Dedy menghembuskan nafas kasarnya.


"Entahlah, tapi Ayunda merasa sangat nyaman bila dekat sama Aa. Ayunda masih istri orang, A. " Ujar Ayunda.


"Aa tau itu dan Aa ingin kamu bisa jadi milik Aa. Laki-laki itu gak pantas untuk kamu cintai, dia sudah menyakiti hati dan fisik kamu. Sampai kapan kamu terus seperti ini. Haah.. " Kata Dedy yang terus menggenggam tangan Ayunda.


Ayunda hanya diam dan tak berkata apapun, kemudian Dedy membawanya kedalam pelukannya dan Ayunda merasakan kehangatan seorang Dedy Atmanegara laki-laki yang baru dua bulan Ayunda mengenalnya.


Apakah Dedy bisa menggantikan sosok Satrio dalam hati Ayunda? Ayunda sendiri tak pernah tahu yang dia rasakan pada Dedy, yang pasti ada rasa nyaman saat dekat dan bicara berdua.


Hati Ayunda pun tak bisa pungkiri bahwa dia masih sangat mencintai Satrio. Ayunda yakin suatu hari nanti Satrio akan berubah, sabar.. Yah.. Ayunda harus bisa sabar menghadapi semuanya, karena semua ini adalah cobaan dan ujian dalam sebuah pernikahan.

__ADS_1


Keyakinan Ayunda membuat laki-laki yang berharap bisa memiliki Ayunda tampak kecewa. Tapi Ayunda berusaha tidak membuatna merasa sakit hati karena penolakan Ayunda.


__ADS_2