
Siang ini Ayunda dan Satrio siap-siap akan pulang, karena perjalanannya jauh dari rumah Nisa ke stasiun jadi Satrio dan Ayunda. Tante Yulia dan Nisa tidak ikut mengantar karena mereka ada kerjaan dan Nisa harus sekolah.
Sesampainya di stasiun JT, Ayunda dan Satrio duduk di emperan stasiun sambil menunggu kereta api datang. Satrio yang bersandar di tembok memejamkan mata, karena mungkin ngantuk.
"Ayang, ngantuk? " Tanya Ayunda yang melihat suaminya memejamkan mata.
"Iya sebentar saja, nanti kalo keretanya datang pasti bangunin ayang ya. " Kata Satrio.
"Emm.. Tapi Ayunda gak tau keretanya yang mana, Yank? " Tanya Ayunda.
"Sayang, nanti juga akan ada pengumumannya. " Jawab Satrio yang terkekeh.
"Ya sudah, ayang tidur. Nanti kalo kereta datang Ayunda bangunin ayang deh. " Kata Ayunda.
Tak lama kereta api pun datang, Satrio sudah bangun dan bersiap-siap untuk menunggu kereta api yang begitu panjang dan penumpangnya pun banyak berdesakan. Satrio menggandeng tangan Ayunda agar tak tertinggal atau terlepas.
"Kita di gerbong berapa, Yank? " Tanya Satrio yang terus menggenggam tangan Ayunda.
"Emmm.. Gerbong 11,yank. " Jawab Ayunda.
"Itu dia gerbong 11, ayo nanti kamu duluan masuk dan tunggu di dekat toilet ya. " Kata Satrio yang memberikan perintah pada Ayunda. Ayunda pun mengangguk pelan, lalu dia masuk dan seperti perintah Satrio Ayunda menunggu Satrio di dekat toilet.
Tak lama Satrio masuk dan kemudian menggandeng Ayunda lalu mencari tempat duduk sesuai nomor bangku.
"Ini no kita, ayo duduk. " Kata Satrio yang menyuruh Ayunda duduk.
"Rame banget ya, Yank. " Kata Ayunda.
"Belum pernah naik kereta ekonomi ya? " Tanya Satrio. Ayunda menggeleng dan Satrio hanya tertawa pelan, mencubit pipi Ayunda.
"Issshh.. Sakit, Yank. " Kata Ayunda yang mengelus pipinya dan Satrio tersenyum.
Ayunda sangat senang karena baru kali ini dia naik kereta api ekonomi. Banyak pedagang yang lewat di setiap stasiun ketika berhenti. Ayunda membeli stiker kesukaannya doraemon, sementara Satrio tersenyum melihat Ayunda seperti orang aneh.
"Makanya jangan naek kereta bisnis terus, sekali-kali naik ekonomi enak kenyang, banyak pedagang. " Kata Satrio yang meledek Ayunda.
"Iya deh, yang sering bolak-balik ke kota B nemuin pacarnya. " Kata Ayunda yang meledek pula.
"Ih, berani ngeledekin Aa ya. Awas ya sampe rumah Aa hukum biarin. " Kata Satrio yang mencolek pinggang Ayunda membuat Ayunda merasa geli dan sedikit teriak sehingga membuat para penumpang menoleh dan menatap Ayunda.
"Maaf, maaf.. " Ayunda membungkukkan setengahnya badannya pada orang yang melihatnya berteriak.
"Bercandanya gak lucu, Yank. " Kata Ayunda dengan cemberut. Sementara Satrio hanya tertawa pelan dan membuang pandangannya.
__ADS_1
Ayunda tersenyum, sungguh dia amat bahagia bisa kembali dengan Satrio. Mungkin ini jawaban Alloh atas do'a Ayunda selama ini.
"Semoga kedepannya kami baik-baik saja dalam menjalani rumah tangga ini. Ya Alloh. " Batin Ayunda sambil memeluk lengan Satrio dan memejamkan mata.
3 jam 30 menit akhirnya kereta yang di tumpangi Ayunda dan Satrio sudah tiba di atas PRJ kota C, Ayunda dan Satrio keluar saling bergandengan tangan, tampak wajah lelah menghiasi mereka.
"Karena udah malam, kita pulang ke rumah mama aja ya, kalo pulang ke rumah kan gak ada angkot. " Kata Satrio.
"Iya, ini sudah malam. Kita naik beca aja deh. " Jawab Ayunda yang menutup mulutnya karena menguap.
Satrio memanggil beca, setelah tawar menawar akhirnya mereka naik beca kerumah mama Ayunda. Setelah sampai di rumah mama, Ayunda masuk ke dalam rumah.
"Assalamu'alaikum, ma. " Sapa Ayunda yang membuka pintu rumahnya.
"Wa'alaikumsalam, Ayunda sama Satrio? " Tanya Mama.
"Iya, ma. Nih orangnya. " Jawab Ayunda.
"Assalamu'alaikum, ma. " Sapa Satrio yang mencium tangan mamanya.
"Papa mana, ma? " Tanya Satrio yang duduk di samping Ayunda.
"Emmm.. Biasa paling ke warung temennya, susah kalo di bilangin, dirumah di larang ngopi eh malah pergi ke warung om Iksan. " Kata Mama yang menggelengkan kepala.
"Sudah sana kamu istirahat, pasti cape. " Kata Mama.
"Oia, ma. Ini ada titipan dari tante Yulia, tadi mau kasih banyak cuma Ayunda berat bawanya. " Ujar Ayunda.
"Iya tadi barusan telepon, nanya kamu sudah sampe belum. " Kata Mama.
"Ya udah deh, Ayunda sama Satrio istirahat dulu di kamar ya, ma. " Kata Ayunda yang berjalan lebih kamarnya bersama Satrio.
Satrio merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil menatap langit-langit kamarnya. Ayunda yang sedang mengeluarkan pakaiannya kotor dari tasnya melihat suaminya sedang melamun.
"Sayang, mau mandi dulu atau mau makan dulu? " Tanya Ayunda yang mendekati Satrio.
"Aa mau mandi dulu deh, nanti kamu mandi yang bersih dan wanginya. " Kata Satrio.
"Iya, Ayunda mau mandi. Ayang dulu aja yang mandi, Ayunda siapin makan dulu. " Kata Ayunda yang tau arah pikiran suaminya itu.
Satrio pun pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya yang lengket karena perjalanan dari kota D. Sementara Ayunda memasak nasi goreng untuk makan malam suaminya dan dirinya.
Satrio sudah selesai mandi dan lalu dia duduk di tepi ranjang sambil memainkannya ponselnya. ( zaman dulu author belum pake android ya readers).
__ADS_1
"Yang, ini makannya. " Kata Ayunda yang meletakkan sepiring nasi goreng yang baru saja dia bikin untuk suaminya.
"Hmmmm... Baunya harum sekali. " Ujar Satrio yang mencium piring yang terdapat nasi gorengnya.
"Ayo di makan, mumpung masih hangat. " Kata Ayunda.
"Kamu belum mandi? " Tanya Satrio yang melihat istrinya makan.
"Habis makan, Yang. Ayunda lapar banget. " Jawab Ayunda.
"Mandi yang bersih dan wangi ya, sayang. " Kata Satrio tersenyum.
"Iya, sayang. " Kata Ayunda terkekeh melihat wajah suaminya.
Setelah makan malam,Satrio dan Ayunda berbincang-bincang berdua. Satrio mencerminkan putusnya dengan sang selingkuhannya. Ayunda hanya diam mendengarkan cerita Satrio.
"Alhamdulillah, terimakasih ya Alloh engkau yelah mengabulkan do'a hamba-Mu ini. " Batin Ayunda yang tersenyum melihat Satrio.
"Kenapa, kok senyum-senyum? Hmmm...Mau? " Tanya Satrio menaik turunkan alisnya sambil menyeringai.
"Iihh... Mulai deh mesum. " Kata Ayunda yang bergeser posisi tubuhnya.
"Eits... Mau kemana? " Tanya Satrio yang menarik tangan Ayunda. Ayunda tertawa dan langsung menarik tangannya.
"Ayang, nyebelin tau. " Kata Ayunda tertawa.
Satrio lalu menangkap tubuh Ayunda lalu mereka tertawa bersama dengan tangan yang memeluk tubuh Ayunda. Wajah mereka saling berhadapan tanpa jarak.
"Maafin Aa ya, Yang. " Kata Satrio yang mengelus pipi dan menyelipkan anak rambut Ayunda.
"Ayunda sudah memaafkan, ayang. " Ujar Ayunda.
"Kamu itu sabar banget sih. Mungkin kalo bukan kamu sudah minta cerai, Aa kan tidak menafkahkan kamu 6bulan lamanya dan menyakiti fisik kamu. Kan di buku nikah ada, Yang. Perjanjian sesudah nikah. " Kata Satrio.
"Ayunda sudah memaafkan, kita bangun lagi rumah tangga kita yang hampir roboh. " Kata Ayunda mencium pipi Satrio.
"Kan ada pepatah kain yang sudah robek gak bisa di sambung lagi. " Kata Satrio.
"Bisa di sambung lah, di jahit ke tukang jahit. Week.. " Kata Ayunda yang menjulurkan lidahnya.
"Hahahah.... " Satrio tertawa dan langsung mengeratkan pelukannya.
"Ahhh... Ayang sakit. " Teriak Ayunda berusaha melepaskan pelukan suaminya.
__ADS_1
Kemudian mereka akhirnya berhenti bercanda, lalu Satrio dan Ayunda melakukan hubungan suami istri yang sudah lama tidak mereka lakukan. Ayunda dengan ikhlas melayani suaminya, baginya Satrio adalah surga yang sedang dia bangun. Semoga di masa depan rumah tangga Ayunda dan Satrio berjalan dengan baik. Pilar pilar yang hancur kini mulai di bangun lagi.