Ku Ingin Selamanya

Ku Ingin Selamanya
Episode 35


__ADS_3

Hari ini Ayunda berangkat di antar Satrio yang hari ini Satrio ada photo anak TK. Ayunda sudah siap dia menunggu di depan, Ayunda sudah mengeluarkan motor dan Ayunda juga sudah menyiapkan peralatan tempur Satrio.


"Sudah siap? " Tanya Satrio yang keluar dari dalam rumah.


"Sudah, yuk berangkat. " Jawab Ayunda.


Kemudian mereka berangkat dan Satrio mengantar Ayunda terlebih dahulu ke sekolah. Lalu Satrio berangkat ke tempat yang akan di foto.


Siang hari setelah Ayunda selesai mengajar, Satrio menjemput dan mengantarkan Ayunda ke tempat kursus Gambar. Ayunda turun dan mencium tangan Satrio, lalu Satrio pamit pulang. Ayunda masuk dan melihat Lia sedang bersih-bersih ruangan.


"Udah datang, Bu? " Tanya Lia sambil mengepel lantai.


"Iya, Mba. " Jawab Ayunda duduk di kursi depan meja front office.


"Bu, kemarin si Yogi temannya Nico tanyain Bu Ayunda. " Kata Lia.


"Mau apa? " Tanya Ayunda dengan sedikit kesal.


"Cuma tanya itu yang pakai kacamata siapa? Ya aku jawab Bu Ayunda. " Kata Lia yang sudah selesai mengepel lantai.


"Terus tanya apa lagi, Mba? " Tanya Ayunda yang penasaran.


"Dia tanya satu lagi perempuan siapa namanya? Aku jawab perempuan siapa, disini cuma ada teh Ufi, aku sama bu Ayunda. Eh.. Dia penasaran, katakan itu yang kemarin datang pake baju olahraga. Aku jawab ya itu bukan Ayunda, terus dia tanya umurnya berapa. Aku jawab lagi umurnya udah 30 tahun. " Kata Lia yang terkekeh dengan pertanyaan Yogi.


"Tuh anak nyebelin, sih. " Ucap Ayunda yang terkekeh juga.


"Aku bilang bu Ayunda usianya 30,dia malah kok kaya tuaan aku katanya. " Kata Lia Ayunda pun tersenyum.


"Emang tiap hari kesini, Mba? " Tanya Ayunda.


"Kadang-kadang, Bu. " Jawab Lia.


"Ngapain sih nanya-nanya aku, Mba? " Tanya Ayunda yang merasa aneh dengan laki-laki itu.


"Aku itu sampai ketawa, dikirain cewek disini ada 4. Terus ibu lewat tu, dia sambil tunjuk lebih arah ibu. Berbisik ke aku, itu namanya siapa. Kata Lia yang masih terkekeh mengingat kejadian kemarin.


" Emang ya, Mba. Orangnya agak sedikit aneh. "Kata Ayunda yang pertama kali melihat Yogi.


Hari sudah sore, Ayunda siap-siap karena Satrio akan jemput. Lia pu sudah siap-siap mau ingin pulang. Hari ini memang tidak ada kelas belajar, jadi agak sedikit santai tidak begitu lelah.


" Di jemput, Bu? " Tanya Lia yang melihat Ayunda duduk menunggu suaminya.


"Iya, Mba. Maaf ya kita gak bareng pulangnya. " Kata Ayunda.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, Bu. Itu sama Nico nebeng sampe depan angkot, lumayan daripada jalan kaki. " Kata Lia tersenyum.


"Oh, ya sudah hati-hati ya. Sampai besok, Mba. " Kata Ayunda yang melihat Satrio sudah datang menunggu di depan gerbang.


"Hati-hati, Bu. " Ucap Lia dan di angguki Ayunda dan dengan senyuman.


"Makan dulu, yuk. " Kata Satrio.


"Dimana, Yah? " Tanya Ayunda yang menempelkan badannya di belakang Satrio.


"Di SS. " Jawab Satrio yang langsung menyalakan mesin motornya.


"Nanti lama kalau disitu, maghrib dulu. Nanti aja habis maghrib kita keluarnya. " Kata Ayunda yang memeluk erat pinggang Satrio.


"Ya udah, habis maghrib kita makan di SS lalu kita nobar MU vs Liverpool, di mall GC. " Kata Satrio.


"Emang nobar jam berapa? " Tanya Ayunda.


"Mulai jam 9 malam, kita bisa makan dulu terus langsung berangkat. " Kata Satrio.


"Bayar, Yah? " Tanya Ayunda lagi yang masih belum mengerti.


"Iya 10rb, nanti dapat minum. " Kata Satrio.


Motor Satrio sampai di rumah dan di parkir di samping rumah, Ayunda langsung turun lalu masuk ke kamar. Ayunda melihat suaminya bermain ponsel dan kemudian berjalan menuju kamar. Ayunda yang hendak mandi tiba-tiba di peluk dari belakang oleh Satrio.


"Nunggu maghrib, main cepat. " Kata Satrio.


"Itu lima menit lagi, maghrib. " Jawab Ayunda.


"Di kamar mandi saja, yuk. " Kata Satrio.


Ayunda tidak menolak keinginan suaminya yang merupakan kewajiban dan mendapatkan pahala. Setelah Satrio dan Ayunda selesai mandi dan berpakaian, mereka melaksanakan kewajiban kepada sang Khalik.


"Sudah? " Tanya Satrio yang melihat Ayunda keluar kamar.


"Sudah, yuk berangkat. " Kata Ayunda yang menggerai rambutnya yang masih basah.


Satrio menyalakan mesin motornya dan berangkat ke tempat makan favorit mereka. Satrio sering mengajak Ayunda makan di tempat itu hingga menjadi tempat makan favorit mereka berdua. Beberapa menit mereka sampai dan Ayunda berjalan di samping Satrio.


"Duduk dimana? " Tanya Ayunda yang mencari tempat duduk yang kosong.


"Itu di situ saja, ya. " Jawab Satrio yang berjalan ke tempat yang di tunjuk Satrio. Kemudian mereka duduk sambil bercerita dan bercanda.

__ADS_1


"Mau pesan apa? " Tanya Satrio.


"Emmm... Aku mau sambal cumi, cumi crispy sama tempe tepung, minumnya teh hangat saja. " Kata Ayunda.


"Kalau ayah, sambal cumi, telor dadar gobal gabul, sama tempe tepung, sama minumnya yeh hangat dan nasinya dua. " Kata Satrio. Tak lama kemudian pelayan datang mengambil kertas pesanan mereka.


"Tadi bagaimana moto anak TK? " Tanya Ayunda.


"Ada yang nangis, dikira mau di suntik. Tapi ayah kan punya jurus jitu buat menaklukkannya. " Kata Satrio.


"Hahahaha.. Kok nangis, terus ibunya marah? " Tanya Ayunda lagi.


"Iya, Yank. Kasihan dipukulin sama ibunya, ayah bilang udah Bu jangan dipukul nanti terakhir aja fotonya. " Kata Satrio.


"Ya ampun di pukul, Yah. Kasihan orang tuanya yang gak sabar lihat anaknya nangis. " Kata Ayunda.


"Sampe ibu gurunya juga bilang sudah bu, jangan di pukuli. Tapi tetap aja orang tua. " Ucap Satrio.


Kemudian tak lama makanan pesanan mereka dan mereka makan dalam diam tak ada pembicaraan. Satrio membiasakan istrinya untuk makan tidak bicara, nanti ketika selesai makan boleh bicara.


Selesai makan Ayunda mencuci tangan dan duduk kembali. Mendengarkan cerita suaminya yang bercerita tentang kejadian di sekolah tempat Satrio memfoto anak-anak.


"Besok libur? " Tanya Satrio.


"Libur, kan tanggal merah. " Jawab Ayunda.


"Jalan-jalan yuk, naik vespa. Nanti jalannya lewat S lalu nanti tembusnya ke tempat biasa ayah motret penganten tuh di SL. Kita jalannya lewat sawah. " Kata Satrio.


"Ayo, jam berapa? Biar nanti kerjaan rumah Ayunda selesaikan lebih awal. " Kata Ayunda.


"Hmmm.. Jam 9 aja biar sampe K kita makan sop iga, enak sopnya. Dulu kalau pulang prawed pasti mampir ke situ. " Kata Satrio.


"Sama makan sate kambing muda, belum pernah ya? " Tanya Satrio dan Ayunda hanya menggelengkan kepalanya.


"Yuk udah, nih dompet ayah. " Kata Satrio yang memberikan dompetnya pada Ayunda.


Ayunda berbaris di kasir untuk bayar, sedangkan Satrio menunggu di depan pintu masuk. Setelah selesai pembayaran, mereka kembali jalan menuju GC untuk nobar tim favorit mereka MU melawan liverpool.


*Hai... Readers setiaku... Maafkan author ya agak lama up, soalnya author lagi sibuk di dunia nyata dan juga sibuk ngebut ngetik novel author yang anak genius. Mampir dan baca juga ya novel author yang lain.


*Terimakasih sudah memberikan like dan komentar nya..


*Di bawah ini novel karya Author,, silahkan mampir dan intip-intip dulu gak apa.. ☺

__ADS_1


*Kalian para reader adalah penyemangat ku, apalah arti aku tanpa kalian.. Terimakasih reader 😘



__ADS_2