Ku Ingin Selamanya

Ku Ingin Selamanya
Episode 8


__ADS_3

Ayunda hari ini sangat senang karena Satrio akan mengajaknya nonton konser Padi lagi bersama teman-temannya. Satrio sudah membelikan tiket untuk Ayunda dan dirinya.


Alhena pacar Geri pun di ajak, tak lupa Kayla teman sekolah Ayunda pun ikut.


Malam harinya Ayunda dan teman-teman berangkat nonton konser Padi. Ayunda tak bisa menikmati konser Padi karena dia dan teman-teman harus ada di bagian belakang walau tak terlalu belakang namun masih bisa terlihat para anggota grup itu. Satrio membelikan sebuah kaos yang bertuliskan nama grup tersebut, fans Ayunda sangat senang.


"Makasih ya, A. " Kata Ayunda yang memasukkan kaos yang masih terbungkus plastik kedalam tas ranselnya.


"Buat kenang-kenangan kalo udah pernah nonton konser grup ini. " Kata Satrio yang tersenyum.


Memang Ayunda ingin sekali beli kaos berlogo grup band kesayangannya. Waktu pertama nonton konser grup itu Ayunda tidak membelinya, begitu pun nonton kedua kalinya. Hingga akhirnya laki-laki yang dia sayangi membelikannya.


"Ayunda, berapa harganya? " Tanya Kayla yang ada di samping Ayunda.


"35 ribu, Kay. " Jawab Satrio.


"Oh, aku juga mau beli. " Kata Kayla yang hendak menuju penjual kaos tersebut.


"Sini biar aku saja yang belikan, penjualnya dekat pintu masuk. " Kata Satrio yang meminta uang untuk membelikan kaos untuk Kayla.


"Ini, makasih ya, Yo. " Ucap Kayla memberikan uang dengan senyuman. Lalu Satrio pergi menuju sang penjual kaos yang agak sedikit jauh.


"Satrio orang keliatannya dewasa ya, Yun. " Kata Kayla yang melirik Ayunda.


"Iya aku sama dia beda 2 tahun. " Kata Ayunda.


"Dia sepertinya sayang dan cinta banget sama kamu. " Ujar Kayla tersenyum.


"Iihhh... Apa sih. " Kata Ayunda dengan malu.


"Hey... " Alhena mengagetkan Kayla dan Ayunda.


"Aduh Alhena kamu ngagetin aja deh. " Ucap Ayunda. " Mana Geri? " Tanya Ayunda.


"Itu sedang duduk sama Kalif, Danu dan yang lain. " Jawab Alhena.


"Hey, sekarang jam berapa? Kok belum mulai-mulai ya konsernya. " Tanya Kayla yang melirik jam tangannya.


"Iya iya. " Kata Ayunda dan Alhena bersamaan.

__ADS_1


Kemudian Satrio datang membawa kaos dan menyerahkan pada Kayla.


"Makasih ya, Yo. " Kata Kayla yang memasukkan kaosnya ke dalam tasnya.


"Eh.. Itu sudah mulai. " Kata Alhena yang menunjuk ke arah panggung.


Lalu beberapa orang mulai riuh dan ramaikan berdesakan. Satrio menggandeng tangan Ayunda agar tak lepas. Lalu Satrio pun bertemu temannya, Mas Nano bersama pacarnya juga.


Kayla, Alhena dan Ayunda asik mengikuti alunan lagu yang di suguhkan sang vokalis. Mereka juga berjingkrak jingkrak, melompat mengikuti musik. Tak lama kemudian di samping Ayunda ada orang yang sedang berantem dan salah satu orang tersebut mengeluarkan darah.


Tubuh Ayunda seakan lemas melihat pemandangan itu, lalu tubuhnya terhuyung ke sisi kiri Satrio dan hampir jatuh. Lalu Satrio memegang lengan Ayunda dan memeluknya.


"Ayunda kamu kenapa? " Tanya Satrio yang memegang tubuh Ayunda.


"Kepalanya pusing, A. " Jawab Ayunda.


"Ya sudah kita duduk sebelah sana, kita tunggu yang lain disana. " Kata Satrio.


Satrio mengajak Ayunda jauh dari kerumunan, dan kemudian duduk samping Satrio. Satrio memegang tubuh Ayunda dan Ayunda menyandarkan kepalanya di bahu Satrio. Lalu Satrio memberikan botol air mineral pada Ayunda.


"Sebentar lagi konsernya selesai, nanti pulang kerumah temanku saja. Nanti aku minta kakakku untuk mengantarkan kamu juga yang lain. " Kata Satrio.


Setelah konser selesai semua teman-teman Ayunda pun keluar. Mereka berjalan kaki menuju rumah Mas Nano teman Satrio. Ayunda tampak lemas untuk berjalan. Kemudian dengan inisiatif Satrio menggendong Ayunda.


"Sudah gak apa-apa, rumahnya jauh loh. " Kata Satrio.


"Tapi nanti Aa nya cape. " Kata Ayunda.


"Gak, lagian kamunya ringan kok. Makannya yang banyaknya biar cepat gemuk. " Kata Satrio yang terkekeh.


Di jalan Satrio menunjukkan beberapa tempat yang dulu dia sering main sewaktu kecil. Juga dia menunjukkan rumah yang dia tempati sewaktu kakak-kakaknya masih remaja dan Satrio masih kecil.


Tak lama berjalan Satrio sampai dirumah Mas Nano, lalu Ayunda turun dan duduk di teras. Begitu juga teman-teman yang lain. Satrio langsung pergi kerumah kakaknya yang kebetulan supir angkot.


"Satrio romantis banget ya, pake gendong kamu segala. " Kata Alhena yang tersenyum.


"Iya aku aja sampe iri, Yunda. Satrio gendong kamu. " Kata Kayla yang menyenggol lengan Ayunda.


"Apaan sih kalian. Alhena kamu minta di gendong sana sama Geri. " Kata Ayu yang langsung cemberut.

__ADS_1


" Iih... Ngambek. Jelek tau kalo ngambek. " Kayal terkekeh melihat sahabatnya.


"Eh.. Itu Satrio datang sama angkot. Kita pulang yuk. " Kata Alhena yang mengambil tas dan Geri langsung menggandengnya.


Kemudian Satrio turun menghampiri Ayunda yang hendak berdiri, namun kepala Ayunda masih pusing.


"Sini aku gandeng biar gak pusing. " Kata Satrio yang memegang bahu Ayunda menuju angkot.


Teman-teman Ayunda sudah duduk di dalam angkot dan mereka semua bercanda. Ayunda melihat teman-temannya tersenyum, mereka semua benar-benar teman dan sahabat yang baik.


"Bagaimana keadaanmu, Yunda? " Tanya Kalif yang duduk berhadapan dengan Satrio dan Ayunda.


"Aku baik, makasih Lif. " Jawab Ayunda yang menyandarkan kepalanya di bahu Satrio.


"Teman-teman kamu care semua sama kamu. Tadi liat kamu mau pingsan mereka langsung sigap menolongmu. " Kata Satrio yang sedikit berbisik.


"Mereka sahabat kecilku, A. Dari kecil kita bermain dan saling share, awas jangan cemburu sama mereka. " Kata Ayunda yang melirik ke arah Satrio dengan kata-kata yang pelan.


Satrio hanya tersenyum melihat tingkah sang pacar, Satrio pun mengacak-acak rambut Ayunda yang panjang. Satrio menyuruh Ayunda memanjangkan rambutnya agar terlihat tidak seperti cewek tomboy. Nemu tetap saja cara Ayunda berjalan seperti cowok, dan kesukaan Ayunda seperti cowok juga.


"Ishhhh... Seneng banget deh ngacak-acak rambut aku. " Kata Ayunda yang merapikan rambutnya dengan cemberut.


Satrio tersenyum dengan manisnya melihat Ayunda.


Kemudian angkot yang ditumpangi Ayunda cs sudah sampai depan rumah Ayunda, lalu semua teman-teman turun dan mengucapkan terimakasih pada Satrio dan Ayunda. Lalu Ayunda, Alhena dan Kayla masuk ke dalam rumah Ayunda karena mereka akan menginap.


"Istirahat dan langsung tidur ya, besok pagi alur kesini lagi. " Kata Satrio yang mencubit pipi kekasihnya.


"Iya, Yank. Makasih banyak. " Ujar Ayunda dengan senyuman yang mengembang.


Satrio pulang ikut dengan angkot kakaknya. Satrio duduk di belakang kakaknya.


"Itu pacar kamu, Mas? " Tanya sang kakak yang melirik dari kaca spion.


"Iya, Kak. Tadi sama teman-temannya nonton konser lalu dia merasa pusing. Maaf ya kak, udah bangunin kaka malam-malam. " Kata Ayunda.


"Iya, tapi kamu harus bisa merubah sifat kamu. Kerja agar kamu bisa mengajak pacarmu jalan-jalan. Jangan minta uang sama ibu dan bapak. " Nasihat kakaknya pada Satrio. Lalu Satrio diam sambil mengangguk pelan.


Ayunda yang berada di kamar merasa kepalanya pusing dan tidak enak badan. Alhena dan Kayla sudah tertidur karena kelelahan. Ayunda terbangun keluar kamarnya dan mencari makanan di kulkas.

__ADS_1


Saat ini Mama dan Papa Ayunda sedang menemani sang kakak yang sedang sakit di kota J, hanya ada Raka yang tertidur di sofa karena nonton bola. Ayunda mematikan televisinya, dan membuka kulkas di samping kamar Mama. Ketika Ayunda membuka kulkas ternyata tidak apa-apa, hanya telur dan mie saja. Ayunda menarik nafasnya dan tak jadi makan.


"Untung masih ada roti dari Satrio. " Gumamnya yang membuka tasnya dan mengambil roti di dalam tasnya.


__ADS_2