Kuasa Ganda Absolut

Kuasa Ganda Absolut
Verse-19


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang Shin Wu dan para serdadu itu dicekam kesunyian panjang yang membingungkan.


Tidak satu pun bisa membangkitkan orang mati kecuali dia seorang dewa, mereka tak habis pikir.


Shin Wu terus tertunduk dengan mulut terkatup. Wajahnya terlihat pucat dan semakin pucat ketika mencapai pertengahan jalan dan para serdadu memekik di belakangnya.


Serta-merta para serdadu itu menghunus pedangnya masing-masing secara serentak.


Shin Wi hanya tergagap dengan ekspresi bingung. Masih belum pulih dari keterkejutannya yang pertama. Tak siap dengan kejutan berikutnya.


Sekarang kereta barang mereka tahu-tahu sudah teronggok di tengah jalan dengan posisi terbalik. Kedua kuda dan penunggangnya sudah terkapar bersimbah darah.


"Kita dirampok!" geram para serdadu di belakang Shin Wu.


Shin Wu mengerjap dan terbelalak.


Itu adalah paket bonus kejutan!


"BAJINGAN KAIDA SIALAN!" lolongan nyalang menggelegar dari mulut Shin Wu. "KELUAR KAU KEPARAT KAIDA PENGECUT!!!"


Sedetik kemudian, dahan-dahan pohon di sekelilingnya tersentak dan bergetar.


SLASH!


SLASH!


Sejumlah belati melesat dari berbagai penjuru dan dalam sekejap, sejumlah serdadu memekik tertahan dan berjatuhan.


Shin Wu terperangah dengan mata dan mulut membulat. Seluruh warna kembali terkuras dari wajahnya setelah sesaat merah padam.


"Siapa yang keparat pengecut?" suara datar seseorang menyadarkan Shin Wu dari keterkejutannya.


Detik berikutnya, seorang pemuda berpakaian serba hitam berambut hitam sepinggang meluncur turun dari sebatang pohon dan mendarat di depan Shin Wu.


Hua Zu!


Lagi!


Setelah sesaat berhadapan dengan Hua Zu berambut emas, sekarang Shin Wu dihadapkan dengan Hua Zu berambut hitam.


Tapi tentu saja Shin Wu tak pernah tahu pemuda misterius itu juga bernama Hua Zu.


Shin Wu spontan menghunus pedangnya sambil menghela kudanya dan menerjang ke arah pemuda itu.


Pemuda itu melejit dan memantul setinggi lima kaki dari permukaan tanah, kemudian melayangkan sebelah kakinya ke arah Shin Wu dan mendaratkan tendangan di bahu panglima itu.

__ADS_1


BUGH!


Bersamaan dengan itu sejumlah pria berseragam ninja berhamburan keluar dari persembunyiannya dan melesat ke arah para tentara Luoji.


SLASH!


SLASH!


Sejumlah belati meluncur deras laksana semburan hujan.


Trang!


Trang!


Beberapa berhasil ditangkis.


Jleb!


JLEB!


Beberapa serdadu terjengkang dari kudanya.


"Lindungi panglima!" teriak salah satu serdadu sambil menggeliat-geliut di antara kepungan para Shashou.


Pada saat yang sama, Shin Wu terlempar dari atas kudanya dan terpelanting ke dinding tebing.


Hua Zu berambut hitam sepinggang itu melesat ke arah Shin Wu dalam gerakan salto dan mendarat selangkah di dekat tubuh panglima itu.


Shin Wu berguling dan menghela bangkit tubuhnya dengan susah payah, tapi pemuda berambut sepinggang itu menjejakkan tumit sepatunya di tengkuk Shin Wu hingga panglima itu kembali terjerembab dengan wajah tersuruk di rerumputan.


Tiga serdadu merangsek ke arah Hua Zu sambil menjujukan mata pedangnya dari arah berlawanan.


Tapi terluput.


Pemuda itu melentingkan tubuhnya dalam posisi kayang kemudian dalam sekejap sudah melejit lagi sambil menyapukan tendangan membadai.


Ketiga serdadu itu berhasil menghindarinya.


Shin Wu memanfaatkan kesempatan itu untuk menarik bangkit tubuhnya dan menghambur ke arah kudanya, ia melompat naik dan memacu kudanya, melarikan diri.


Hua Zu menerjang ke arah Shin Wu, namun ketiga serdadu tadi tak tinggal diam. Mereka menahannya dengan mata pedang bertautan di leher pemuda itu.


Pemuda itu melompat mundur dan menerjang kepungan sekali lagi dengan lonjakan yang lebih tinggi.


Shin Wu tidak menoleh untuk melihat apa yang terjadi kemudian, ia terus memacu kudanya menjauh secepat mungkin.

__ADS_1


Dua Shashou mencoba mengejarnya, tapi kemudian berakhir di ujung panah para serdadu yang dengan sigap membentengi Shin Wu begitu panglima itu berhasil meloloskan diri. Empat orang lainnya berhasil mengikuti panglima itu dan mengawalnya menuju kota.


Hua Zu berambut hitam mengkilat itu melambungkan tubuhnya sekali lagi, kemudian menjejakkan sebelah kakinya ke dinding tebing, untuk kemudian melejit ke arah Shin Wu sambil melontarkan sejumlah belati lagi ke punggung para serdadu yang mengawal di belakang panglima itu.


Lima pengawal abadi pilihan yang menguasai aerokinesis turut melejit ke udara, kemudian menerjang ke arah pemuda itu sambil melontarkan sejumlah anak panah.


Dua serdadu yang mengawal Shin Wu terjengkang terkena lontaran belati Hua Zu, sementara pemuda itu berhasil menepis berondongan anak panah yang dilontarkan padanya dengan kibasan kain selubung yang meliliti lehernya.


Sekarang pemuda itu mengibaskan kainnya ke dahan pohon dan mengaitkannya, kemudian menggelantung pada kain itu dan melemparkan dirinya ke udara dengan teknik gabungan salto dan aerokinesis hingga terlontar sejauh puluhan kaki dan berhasil mendaratkan tendangan telak di punggung Shin Wu.


BUGH!


Shin Wu terlempar dari kudanya sejauh dua puluh kaki dan jatuh terseret sejauh sepuluh kaki.


"PANGLIMA!" dua pengawal abadi yang mengikutinya berteriak beberapa meter di belakang pemuda misterius itu.


Pemuda itu spontan menarik dua belati yang terselip di ikat pinggangnya dan melontarkannya ke arah dua serdadu itu.


Satu tentara terpelanting sementara satunya luput.


"Sial!" geram pemuda itu menyadari persediaan belatinya sudah hampir habis, sementara lima tentara abadi yang menguasai aerokinesis sudah semakin dekat di belakang tentara yang luput dari belati tadi.


Di sisi lain, Shin Wu juga sudah mulai beranjak dari keterpurukannya.


Hua Zu memaksa dirinya untuk berpikir cepat, mengedar pandang ke sekeliling dan berhenti di rumpun bambu, serta-merta pemuda itu melompat ke tempat itu dan mencabut sebatang bambu seukuran dua jari orang dewasa dan menjadikannya sebagai senjata.


Shin Wu terkekeh mengejek pemuda itu, "Kehabisan amunisi… Shashou?" cemoohnya sambil menghunus pedangnya, lalu menerjang ke arah Hua Zu yang secara spontan ditangkis dengan ayunan tongkat bambunya yang masih berdaun. Tebasan pedangnya memangkas bagian pucuk bambu itu hingga menjadi runcing.


Giliran Hua Zu sekarang yang terkekeh, "Terima kasih, Tuan Panglima!" ejeknya. "Mau membantu menebas akarnya?"


"Ide bagus!" dengus Lim Shin Wu sambil mengayunkan pedangnya ke arah Hua Zu.


Bersamaan dengan itu, berondongan anak panah melesat ke arah pemuda itu.


Dua serdadu menerjang serentak sambil menghunus pedang.


Hua Zu berkelit sambil memutar-mutar tongkat bambunya untuk menepis semua serangan. Keberuntungan kembali berpihak pada pemuda itu, tebasan pedang para serdadu itu meringankan pekerjaannya memotong bagian akar bambunya.


Sekarang bambu itu sudah sepenuhnya menjadi tongkat pemukul yang layak untuk menggebuk anjing Luoji. Dan Hua Zu tidak memberi celah untuk para penyerang menebaskan pedangnya lagi.


Pemuda itu mengayunkan tongkat bambunya hanya ke bagian-bagian vital di tubuh lawan-lawannya.


Satu serdadu meregang nyawa di ujung tongkatnya.


Lima ahli aerokinesis mengepung pemuda itu bersama serdadu pengawal dan juga panglima mereka.

__ADS_1


Hua Zu menjatuhkan dirinya dengan kedua kaki terentang dalam posisi split sempurna sambil terus memutar-mutar tongkat bambunya dengan berbagai teknik indah terbaik.


Lentur namun mematikan!


__ADS_2