Kuasa Ganda Absolut

Kuasa Ganda Absolut
Verse-28


__ADS_3

Cahaya pagi masih kelihatan bagus ketika si kusir kuda berbadan tinggi besar itu bergegas ke pasar kuda dan keluar lagi tak lama kemudian, menunggangi kuda barunya, melewati sisa-sisa toko setengah hancur dan menyelinap ke dalam gang sempit menuju kereta pengangkut yang masih menunggu di perempatan jalan.


Para pengawal bayangan Shin Wu menunggu sampai kusir itu melintas di tempat sepi, sambil terus mengawasinya dari atap-atap toko.


Mencapai tempat yang diharapkan, kuda yang ditungganginya tiba-tiba meringkik dan melejit, melemparkan kusir itu dari punggungnya kemudian melarikan diri.


Kusir itu terhempas ke sudut gang dan dalam sekejap, seseorang tahu-tahu sudah membungkuk di atas tubuhnya, mempreteli seluruh hartanya, merebut kantong uangnya dan merampas kalung Xi Xia dari dalam mantelnya. Lalu menghilang entah ke mana.


Para pengawal bayangan itu bahkan tak sempat melihat wajahnya yang tersembunyi di bawah tudung jubahnya yang berwarna gelap.


Para pengawal itu bertukar pandang dan saling mengangguk dari atap toko yang berseberangan. Lalu salah satu dari mereka mengendap turun dan mendarat tanpa suara.


Kusir itu duduk terpuruk di sudut gang, bersandar pada dinding belakang salah satu toko dengan mata terbelalak tanpa cahaya kehidupan. Pakaiannya basah terkena darah. Sejumlah sicae menancap di dada dan di perutnya, tangannya terpotong, perutnya terkoyak.


Pengawal bayangan itu mencabut salah satu sicae dan kembali melejit ke atap toko, bergabung dengan rekannya, lalu keduanya menghilang secepat kedipan mata.


Sejurus kemudian, kedua pengawal bayangan itu sudah kembali pada Shin Wu.


Panglima itu sedang menyisir pusat peribadatan yang merupakan jantung kota Zhujia. Dua serdadu mengawal di belakangnya.


Shin Wu belum mencapai gerbang kuil ketika seorang gadis penjual jianbing melintas dan berhenti di dekat kudanya seraya membungkuk padanya menawarkan dagangan.


"Jianbing, Tuan?" Gadis itu mengenakan qipao merah kirmizi setinggi lutut yang sangat mencolok dengan belahan rok sampai ke pangkal paha, sementara wajahnya tertutup cadar. Rambutnya disanggul kencang di kedua sisi kepalanya.


Kedua serdadu di belakang Shin Wu terperangah memelototi gadis itu dengan tatapan nakal.


Shin Wu melirik sekilas pada mereka kemudian mengalihkan perhatiannya ke dalam keranjang yang disodorkan gadis itu padanya.


Potongan jianbing ditumpuk dalam keranjang dan masih mengepul. Satu di antaranya sudah dibungkus dengan kertas rami tipis.


Shin Wu mengambil bungkusan itu dan tidak memberi uang.

__ADS_1


Gadis itu juga berlalu begitu saja, melewati kedua serdadu di belakang Shin Wu sambil cekikikan menggoda mereka dengan sebelah tangan membekap mulutnya di atas kain selubung yang menutupi wajahnya.


Sementara para serdadu di belakangnya masih terperangah memelototi gadis itu, Shin Wu membuka bungkusan itu.


Sebilah sicae---belati kecil---tidak lebih besar dari sendok teh, terselip dalam jianbing itu.


Bajingan Kaida sialan! batinnya geram. Sebelah tangannya terkepal menggenggam sicae itu sementara jianbing dan kertas pembungkusnya telah ia campakkan.


Gadis penjual jianbing itu berbelok di salah satu gang dan menghilang dari pandangan.


SLASH!


Tiba-tiba sepasang belati melesat ke arah gadis itu, mengincar titik vital pada tubuhnya---leher dan dadanya.


Gadis itu spontan mengelak dengan melentingkan tubuhnya ke belakang dalam posisi kayang.


SLASH!


Gadis itu melejit ke atap sebuah rumah dan menjejakkan sebelah kakinya untuk kemudian memantulkan tubuhnya lagi sambil memutar, melontarkan jarum beracun dari sela-sela jemari tangannya ke arah pria misterius berjubah gelap yang tadi menyerangnya.


Pria itu hanya beringsut sedikit sambil mengibaskan tepi jubahnya.


Gadis itu menukik ke arah pria itu dengan kedua kaki merentang lurus di udara dalam split sempurna, mencoba menghujamkan tumitnya ke bahu pria itu. Tapi dalam sekejap pria itu sudah berpindah tempat dan tumit gadis itu mendarat di lantai trotoar.


Gadis itu melompat lagi, melambungkan tubuhnya hanya setinggi dua kaki sambil melayangkan tendangan memutar, mengincar pinggang pria misterius itu. Pria itu menangkap pergelangan kakinya dan melemparkan tubuhnya ke samping.


BUG!


Punggung gadis itu membentur dinding sebuah bangunan dengan sentakan keras. Ia mengerang dan dengan cepat menghela bangkit tubuhnya sambil mengernyit menahan ngilu di sekujur tubuhnya.


Pria itu masih memunggunginya—selalu memunggunginya sejak awal ia menyerang.

__ADS_1


Ketika saudaranya akhirnya muncul untuk membantu, pria itu sudah menghilang entah ke mana.


Dan gadis itu masih belum berhasil melihat wajahnya.


Sketsa wajahnya benar-benar sulit dideteksi.


Bukan Kaida! gadis itu menyadari.


Sebagai debutan sebuah institut khusus mata-mata dan pengawal bayangan, gadis penjual jianbing itu mengetahui lebih banyak informasi mengenai karakter sejumlah sekte.


Dari sekian banyak sekte belati, Kaida adalah yang paling terbuka. Beberapa dari mereka bahkan tak segan-segan memperlihatkan wajahnya saat beraksi dan mengaku dirinya "Bajingan Kaida" secara terang-terangan.


Ada tiga pilihan yang ditawarkan gagasan spontan gadis itu mengenai karakter musuh yang tengah dihadapinya.


Yang pertama adalah para ahli senjata rahasia lulusan institut yang sama. Mereka menjual jasa para pengawal bayangan yang biasa disebut tentara bayaran kepada para saudagar dan para bangsawan bahkan kepada Luoji—seperti dirinya. Beberapa dari mereka bisa saja saling memburu satu sama lain sesuai misi yang diterima, bahkan jika itu saudara kandung sendiri. Tapi itu hanya akan terjadi jika mereka berkhianat pada organisasi, lari dari misi atau terjadi bentrokan antara tuan mereka dengan pihak lain yang juga menyewa pengawal bayangan dari institut yang sama.


Yang kedua adalah Sekte Belati Roh debutan institut rahasia Balai Roh Pelindung. Para pemburu Nefilim dan tentara langit. Rata-rata mereka juga menggunakan sicae yang telah dibubuhi racun untuk membekuk para Nefilim---bisa jadi untuk mengecoh. Para Nefilim ini ditangkap untuk diubah dan dijadikan tentara baru yang akan memburu Nefilim lainnya. Untuk memburu tentara langit, mereka biasa menggunakan pedang langit dengan tentara khusus untuk meremukkan tubuh para Fallen---tentara langit yang jatuh ke bumi, demi batu energi yang akan digunakan untuk mengubah para Nefilim menjadi tentara langit, kemudian memburu tentara langit lainnya.


Yang ketiga adalah Sekte Belati Kuangre. Satu-satunya misi Kuangre adalah menumpas para Luoji dan simpatisannya.


Berdasarkan ketiga gagasan ini, gadis penjual jianbing itu sudah bisa menyimpulkan mengingat dirinya bukan ras dewa atau Nefilim, tidak merasa pernah melanggar aturan sekte, ditambah tuannya---Lim Shin Wu tidak pernah terlibat masalah dengan pihak lain kecuali para budak dan para pemberontak Yuoji, satu-satunya yang paling mungkin ingin menghabisinya adalah… Kuangre!


Kuangre takkan mengerti bahwa selain pemberontakan, ada ketidakberdayaan yang mendesak sekian banyak budak dengan sedikit pilihan seperti gadis penjual jianbing.


Tidak selamanya pemberontakan bisa menjadi pilihan ketika situasi perbudakan memaksa mereka patuh untuk bertahan hidup.


Institut tentara bayaran adalah versi lain sebuah penjara di mana setiap penghuninya tak punya banyak pilihan kecuali patuh, atau kau akan dihadapkan dengan saudaramu sendiri untuk saling menghabisi.


Daripada itu, bukankah lebih baik jika kau mati di tangan musuhmu?


Meski jika ia berasal dari bangsamu!

__ADS_1


__ADS_2