Legenda Hao Tian

Legenda Hao Tian
ch. 18 TAMU TAK DIUNDANG


__ADS_3

Setelah beberapa saat, Hao Tian kemudian sampai di Pelabuhan Mouhan. Sampainya di sana ia langsung mengerutkan dahi ketika menemukan Pelabuhan Mouhan penuh sesak dengan banyaknya orang.


" Oh begitu ramai disini." Hao Tian mulai berjalan ke arah puluhan kapal dari yang besar sampai terkecil yang berbaris rapih di pelabuhan.


Pelabuhan ini memang salah satu Pelabuhan yang paling aktif di Kekaisaran Song. Terdapat ratusan orang yang berlalu-lalang di pelabuhan ini, bukan hanya dari Kekaisaran Song saja namun juga ada orang-orang dari kekaisaran lain yang biasanya mereka adalah pedagang.


Hao Tian mulai bertanya kepada beberapa orang di sana tentang kapal yang akan berangkat dan searah dengan tujuannya.


Walaupun ada puluhan kapal, namun setiap kapal memiliki tujuan yang berbeda-beda, hal inilah yamg membuat Hao Tian tidak boleh naik ke sembarang kapal.


Dari situ ia mendapat informasi bahwa ada satu kapal yang searah dengannya namun kapal tersebut sudah di sewa oleh seorang pedagang, sedangkan kapal lainnya akan berangkat satu Minggu lagi.


" Kurasa tidak ada pilihan lain selain negosiasi." Hao Tian mau menunggu selama satu Minggu sehingga ia memutuskan untuk bernegosiasi dengan pemilik kapal dan orang yang menyewa kapal.


Ia kemudian berjalan ke arah kapal tersebut, terlihat ada sekitar enam puluh orang di tas kapal, yang sebagian sedang memuat barang ke kapal tersebut.


Hao Tian mulai mendekati orang yang sepertinya adalah pemilik kapal itu." Permisi Tuan, saya mau bertanya, apakah ka..." Sebelum Hao Tian selesai berbicara, orang tersebut langsung memotong pembicaraan Hao Tian.


" Kapal ini sudah di sewa oleh seseorang pedagang dan ia tidak mau kalau ada penumpang lain yang ikut bersamanya."


" Berapa banyak ia menyewa kapal ini?" Karena tidak mau membuang waktu Hao Tian langsung mencoba masuk pada intinya.


" Sebaiknya kamu anak kecil pergi saja, tidak perlu berlagak disini." Pemilik kapal melihat penampilan Hao Tian yang masih muda membuat ia langsung meremehkannya.


" Aku bertanya berapa?" Hao Tian menekankan suaranya dengan wajah serius.


"Hmm, jumlahnya sepuluh koin emas." Berkata dengan nada kesal. " Bagaimana? Tidak mampu, sudah aku ka.." Sebelum ia menyelesaikan perkataannya Hao Tian langsung memotong perkataannya.


" Baik." Hao Tian langsung mengeluarkan sekantong emas dari cincin ruang dan melemparkannya kearah pemilik kapal.


" i..ini." Pemilik kapal dikejutkan dengan semua emas itu di tambah anak kecil yang ia remehkan juga memiliki cincin ruang, yang tentu saja ia tahu betapa berharganya sebuah cincin ruang.

__ADS_1


" Apakah terjadi masalah disini?" Saat pemilik kapal mulai merasa dilema, tiba-tiba ada seorang pria gendut berjalan kearah mereka.


" Begini Tuan Gu, pemuda ini ingin juga menyewa kapal ini juga dengan harga yang sama dengan Tuan." Melihat pria itu pemilik kapal buru-buru menjelaskan situasinya.


Pria yang di panggil Tuan Gu adalah seorang pedagang dari Kekaisaran Tang yang bernama Gu Jing, dia juga memiliki bawaan dagangan yang berharga berupa kain sutra dan beragam keramik yang berharga.


" Begini Tuan aku sudah terlebih dahulu menyewa kapal ini sehingga anda tidak bisa begitu saja melakukan ini." Melihat penampilan Hao Tian yang masih belasan tahun tapi memiliki uang yang banyak membuat ia yakin kalau pemuda di depannya ini memiliki latar belakang yang tidak bisa begitu saja ia singgung.


" Begini saja, ijinkan aku ikut naik kapal dan aku akan membayar tiga puluh koin emas padamu" Hao Tian mulai bernegosiasi.


Gu Jing cukup terkejut dengan penawaran Hao Tian, dari penawaran tersebut akan sangat menguntungkannya.


" Kurasa aku tidak bisa menolaknya." Tidak butuh waktu lama untuk mengambil keputusan,di karenakan penawaran Hao Tian yang menarik baginya.


Sekantong emas yang di tangan pemilik kapal langsung ia berikan pada Gu Jing. Hao Tian kemudian di persilahkan untuk menaiki kapal tersebut.


" Silahkan Tuan naik terlebih dahulu." Kata Gu Jing dengan sopan. Setelah para kru kapal membawa semua barang-barang Gu Jing ke dalam kapal, mereka kemudian mulai berangkat.


Hao Tian kemudian berdiri di pinggir kapal di karenakan ia ingin merasakan angin yang berhembus.


" Apa ini? Kenapa tiba-tiba perutku terasa aneh dan kepalaku pusing, apakah aku keracunan? Ia merasa heran dengan kondisinya sekarang ini, Hao Tian tidak makan atau minum semenjak ia pergi.


Kecuali di Panti Asuhan, namun tidak mungkin juga pemilik Panti Asuhan atau anak-anak di sana yang meracuninya.


Tiba-tiba ia mulai mual dan akhirnya ia muntah di pinggir kapal tersebut. Tidak sampai disitu ia mulai muntah lagi dan lagi.


"Hoeek, Hoeek."


" Sepertinya anda baru pertama kali berpergian menggunakan kapal tuan." Melihat Hao Tian yang muntah-muntah, Gu Jing langsung mendekatinya.


" Ba.. bagaimana anda tahu kalau aku pertama kali berpergian dengan menggunakan kapal?" Tanya Hao Tian dengan wajah yang terlihat pucat.

__ADS_1


" Sederhana saja, itu sudah terlihat dari kondisi anda sekarang ini yang sedang muntah-muntah." Balas Gu Jing.


" Apakah kejadian seperti ini sudah biasa terjadi?" Melihat Gu Jing yang berkata dengan nada yang biasa saja membuat ia menduga demikian.


" kadang kejadian seperti mabuk laut sering terjadi pada orang yang baru pertama kali berpergian dengan menaiki kapal, jadi hal ini sudah biasa."


" Apakah begitu? Kamu yakin aku tidak kena racun?" Tanya Hao Tian dengan wajah yang masih pucat.


" Hoeek." Hao Tian kembali muntah lagi


" I.itu benar Tuan, saya yakin sekali." Melihat Hao Tian yang masih muntah membaut Gu Jing juga merasa jijik.


Gu Jing kemudian mengeluarkan dua pil obat dar saku bajunya." Tuan ini adalah pil untuk mabuk laut, mungkin ini bisa mengurangi rasa mual anda."


Tanpa basa-basi Hao Tian langsung mengambil dan menelannya. Setelah beberapa saat terlihat Hao Tian mulai sedikit lebih baik dari sebelumnya.


" Kurasa aku akan belajar membuat obat ini." kata Hao Tian yang mulai merasa lebih baik.


" Jika anda mau saya bisa menuliskan resepnya." Balas Gu Jing.


" Benarkah? Tapi apa itu baik-baik saja?"


" Tentu saja Tuan obat ini bukan obat yang langka sehingga aku bisa saja memberikan resepnya begitu saja."


" Terimakasih kalau begitu."


Gu Jing ingin memberikan kesan yang baik pada Hao Tian karena ia tahu kalau ia bukan pemuda yang biasa saja.


Tidak lama kemudian Gu Jing mengeluarkan kertas dari sakunya dan memberikannya pada Hao Tian.


" Ini Tuan, silahkan diambil."

__ADS_1


" Terimakasih kasih sekali lagi."


Setelah itu tiba-tiba ada dua kapal yang sedang menuju kearah mereka." Sepertinya kita kedatangan tamu tak diundang." Kata Hao Tian sambil melihat kearah dua kapal besar itu.


__ADS_2