Legenda Hao Tian

Legenda Hao Tian
Ch. 73 misi penyelamatan (4)


__ADS_3

Tapi Hao Tian dengan cepat juga mengeluarkan jurusnya, " jurus pedang bulan purnama, cahaya bulan purnama." Hao Tian melesat lebih cepat ke arah Jie Shi.


Pang! Wush...


Saat kedua serangan itu bertemu, di sekitar mereka tercipta gelombang kejut dan aura yang menakutkan di keduanya.


" Hahaha lagi, lagi." Ucap Jie Shi sambil tertawa terbahak-bahak. Keduanya kembali saling jual beli serangan namun keduanya belum bisa mendaratkan luka.


" Jurus pedang bulan purnama, bulan pagi berkabut." Hao Tian kembali menyerang namun kali ini ia mulai menargetkan perut Jie Shi yang tanpa pelindung apa-apa.


Jie Shi bereaksi dengan cepat menancapkan pedang besarnya ke tanah demi mengahalau tebasan Hao Tian.


Pang!


Tapi Hao Tian kembali melancarkan serangan namun kali ini ia mengangkat kakinya dan berniat menendang wajah Jie Shi, tapi Jie Shi menggunakan tangan kirinya yang tidak memegang apa-apa dan menahan kaki Hao Tian.


Terlihat angin dari kaki Hao Tian bertiup dan sedikit berhembus ke wajah Jie Shi, Hao Tian kemudian berputar berniat kembali mengangkat kaki satunya berusaha mengenai kepala Jie Shi.


Namun sialnya, Jie Shi memanfaatkan momen itu mengangkat pedangnya dan menebaskan pedang besarnya ke arah perut Hao Tian, melihat itu, Hao Tian langsung melindungi perutnya dari tebasan Jie Shi dengan menggunakan pedangnya.


Pang!!


Keduanya pedang itu kembali berbenturan namun kali ini Hao Tian terlempar mundur sejauh beberapa meter namun Hao Tian berhasil mendarat ke tanah dalam posisi berdiri.


" Hahaha, aku kira tadi akan bisa mengiris perutmu tapi ternyata kamu bisa dengan cepat merubah posisimu jadi bertahan, sehingga kamu bisa menangkis serangan ku. Aku akui bocah kamu memang hebat, Haha."


" Berhenti memuji dengan raut wajah seperti itu, karena aku sangat tidak menyukainya." Hao Tian memperlihatkan ekspresi wajah yang seakan memandang rendah Jie Shi namun kenyataannya tidak demikian, ia malah sangat berhati-hati dan tetap serius menghadapi Jie Shi.


" Kalau begitu, kamu harus cepat memotong leherku supaya kamu tidak melihat wajah senangku ini, hahaha."

__ADS_1


" Percaya atau tidak, aku akan memotong lehermu tanpa kamu sadari."


" Kalau begitu kamu harus membuktikannya bocah."


Hao Tian kemudian mengalirkan tenaga dalam ke pedangnya " jurus pedang bulan purnama, bulan menangis." Hao Tian bergerak dengan cepat dan saat ia sudah berada di dekat Jie Shi, ia tiba-tiba melompat ke atas Jie Shi dan menebaskan pedangnya menuju atas kepala Jie Shi.


Tapi Jie Shi dengan mudah mengangkat pedangnya dan menahan serangan Hao Tian, melihat itu Hao Tian mundur sesaat namun kembali menekan Jie Shi.


": Perubahan unsur api, ular api raksasa." Seketika saat Hao Tian menarik nafas dan mengeluarkannya nafas itu berubah jadi sebuah api besar berbentuk ular piton dan menerjang ke arah Jie Shi.


Tapi Jie Shi tidak kehabisan ide untuk menghalau serangan Hao Tian, " perubahan unsur api, putaran api spiral." Seketika juga sebuah api berputar seperti spiral dan menuju ke arah api hao Tian.


Kedua api itu bertabrakan dan saling menghancurkan, pohon-pohon di sekitar mereka terbakar dan menimbulkan asap tebal yang menghalangi pandangan.


" Hahaha serangan kamu sangat mudah di tebak bocah, apa hanya ini kemampuanmu bocah? Hahaha." Jie Shi sangat puas, ia kelihatan diatas angin karena ia dari tadi bisa mengatasi serangan Hao Tian.


Tapi Hao Tian tidak menanggapi ejekan Jie Shi dan tidak bersuara, tapi tiba-tiba dari pandangan Jie Shi terlihat sesuatu bergerak dari balik asap tebal,.


Klang


Tapi ternyata itu adalah pedang Hao Tian yang dilempar ke arahnya, saat melihat Pedang yang tergeletak di tanah sontak membuat Jie Shi terkejut.


Tiba-tiba ada sesuatu yang mendekat dari arah belakang Jie Shi dan menancapkan dua buah pisau di punggung Jie Shi.


" Aarrg." Sontak Jie Shi mengerang kesakitan tapi ia tidak lupa menebaskan pedangnya ke belakang.


Sosok itu menghindari tebasan Jie Shi dan melompat kearah pedang Hao Tian jatuh dan mengambilnya.


Ternyata orang yang menyerang dari belakang tadi adalah Hao Tian, Hao Tian sengaja memanfaatkan asap yang menutupi pemandangan dan melemparkan pedangnya guna mengecoh Jie Shi.

__ADS_1


Jie Shi juga berhasil terkecoh dan menganggap kalau pedang Hao Tian adalah Hao Tian sendiri sehingga ia menebaskan pedangnya ke arah yang bergerak. Tapi ternyata itu adalah hanyalah sebuah pedang dan Hao Tian sendiri bergerak cepat ke belakang sambil mengambil dua pisau dari cincin ruang miliknya dan menancapkan pisau itu saat Jie Shi lengah.


" Sial, aku tidak mengira kalau aku akan terkena tipuan murahan seperti ini." Jie Shi mencabut kedua pisau itu dari punggungnya, raut wajah Jie Shi yang tadinya senang saat ini berganti dengan rasa kesal dan kemarahan karena merasa telah di permainkan.


" Aku tidak akan menahan diri lagi rasakan ini bocah, langkah ke lima, iblis harimau merah." Aura merah berbentuk kepala harimau menutupi tubuh Jie Shi dan kemudian melesat denga cepat ke arah Hao Tian.


Namun mengejutkannya kali ini Hao Tian tidak mengeluarkan jurus atau menangkis serangan Jie Shi, ia malah berlari dengan cepat ke belakang guna menghindar dari jurus Jie Shi.


" Keparat, jangan kabur kau bocah!"


Hao Tian tetap tetap tidak memperdulikan perkataan Jie Shi dan masih tetap berlari kebelakang. Tapi itu hanya sementara, gerakan Jie Shi lebih cepat dari Hao Tian sehingga hanya menunggu waktu saja jie Shi bisa menyusul Hao Tian.


Tapi setelah proses kejar-kejaran itu berlangsung, Jie Shi dengan aura harimau merahnya hanya berjarak 15 meter saja dari Hao Tian dan tak lama lagi ia bisa menutup jarak dengan Hao Tian sehingga Hao Tian berada dalam jangkauan serangannya.


Tapi pas di jarak 10 meter, tiba-tiba Hao Tian menggunakan kakinya di sebuah pohon dan memanfaatkan pohon itu untuk bertolak menuju ke arah Jie Shi yang mengejarnya.


Wush..


Melihat Hao Tian yang sekarang berlari ke arahnya membuat Jie Shi juga tersenyum senang " bagus bocah hadapi aku dan terima ini."


" Dengan senang hati aku menerimanya, tapi aku juga punya sesuatu buat kamu. Jurus pedang bulan purnama, bulan kematian."


Hao Tian mengeluarkan aura hitam yang menakutkan dan meliputinya, kedua jurus itu kemudian berbenturan dan menciptakan gelombang kejut yang lebih besar dari sebelumnya.


Pung!!! Wush...


Ternyata hasil dari adu jurus itu menghasilkan kekalahan Jie Shi, terlihat pedang Jie Shi patah dan menimbulkan luka goresan baru di dadanya. Hal ini sontak membuatnya mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya.


Tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu, Hao Tian kembali lagi mengangkat pedangnya dan kali ini, ia berencana menebas leher Jie Shi.

__ADS_1


Tapi saat ia akan mengayunkan pedangnya, tiba-tiba ada 10 anak panah yang menuju ke arahnya, sontak membuat Hao Tian menahan beberapa anak panah dan ia kemudian melompat mundur demi menghindari anak panah lainnya.


" Cukup sampai di situ saja bocah"


__ADS_2